<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107</id><updated>2012-01-27T22:19:31.719-08:00</updated><category term='PENUMPAHAN DARAH'/><category term='Mahzarnamah'/><category term='Hadis Akhir Zaman'/><category term='Ahmadiyah'/><category term='Banjarnegara'/><category term='BAHTERA NUH'/><category term='Renungan'/><category term='Opini'/><category term='TAFSIR AHMADIYAH'/><category term='KHUTBAH IED'/><category term='Yasinan'/><category term='Khutbah Jum&apos;at'/><category term='Kalam'/><category term='SEJARAH'/><category term='Carpon'/><category term='Sabda dan Hikmah'/><category term='Sarana Ibadah'/><category term='Da&apos;watul Amir'/><category term='Album Kenangan'/><title type='text'>Ingsun Medal Makalangan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-2540425383732271967</id><published>2012-01-27T22:18:00.000-08:00</published><updated>2012-01-27T22:19:31.730-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Syaiful Mujani: Takut Ahmadiyah, Takut Kepada Siapa?</title><content type='html'>JAKARTA - Anggota jemaah Ahmadiyah diburu, dikepung ruang geraknya, seperti binatang. Bukan hanya oleh orang-orang di lapisan bawah, tapi juga oleh elite negara dan ulama. Wujudnya adalah kebijakan jahat yang dibuat elite tersebut dalam bentuk surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, dan dikaitkan dengan undang-undang penistaan agama. Dalam SKB itu, Ahmadiyah jelas kehilangan hak-hak asasinya yang paling fundamental sebagai warga negara, yakni kebebasan berkeyakinan dan menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah aktivis mengajukan review kebijakan dan undang-undang yang digunakan untuk mendiskriminasi dan membantai warga Ahmadiyah itu. Dasar pengajuan review tersebut adalah kebijakan yang diskriminatif itu dinilai bertentangan dengan konstitusi, yang menjamin kebebasan berkeyakinan serta beragama dan, karena itu, wajib hukumnya dibatalkan. Kita tahu semua, Mahkamah Konstitusi tidak mengabulkan permohonan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bicara secara pribadi dengan para pejabat negara tersebut, mereka mengakui bahwa kebijakan negara itu diskriminatif dan melanggar konstitusi. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan bicara secara jernih pun bahwa setiap warga, apa pun keyakinannya, dijamin di negeri hukum ini mereka tidak berani. Saya melihat mereka takut. Takut terhadap siapa? Saya tidak tahu, tapi kesan saya, mereka takut terhadap "umat Islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam adalah kolektivitas yang dibayangkan hidup, punya logika, dan punya jalan pikiran sendiri. Ia punya sikap tentang apa itu Islam dan apa itu bukan Islam. Barang siapa yang memahami Islam di luar pemahamannya dianggap mengancam Islam dan umat Islam dan, karena itu, harus dikeluarkan. Bila tidak mau keluar, tetap bernaung dalam nama Islam, ia dinilai pantas dimusnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap umat seperti ini sebenarnya diciptakan dalam sejarah oleh sebuah otoritas agama atau ulama dan negara atas dasar penafsiran yang dinilai berlaku umum dalam tradisi otoritas tersebut. Peran ulama adalah membentuk paham-paham Islam mana yang benar dan mana yang tidak benar, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Sampai di situ tidak apa-apa. Tapi, ketika otoritas agama ini punya kekuasaan atau bisa menggunakan kekuasaan negara, paham tersebut bisa punya daya paksa dan bahkan daya musnah seperti yang kita saksikan di Pandeglang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara bisa dipaksa atau mungkin dipersuasi oleh ulama, terutama Majelis Ulama dan para ulama di Kementerian Agama karena petinggi negara terkait takut dinilai membela hak-hak beragama jemaah Ahmadiyah. Mereka takut dinilai memusuhi umat Islam kalau menolak permintaan para ulama untuk mengkerangkeng jemaah Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu para ulama itu sungguh-sungguh melihat Ahmadiyah sebagai ancaman terhadap umat Islam. Tapi para pejabat negara terkait sebenarnya tidak merasa seperti itu. Sebenarnya banyak di antara mereka yang memandang bahwa paham seperti yang dipegang oleh Ahmadiyah merupakan hak jemaah Ahmadiyah sendiri dan negara tidak boleh memaksa mereka berislam selain cara mereka sendiri. Mereka juga percaya bahwa negara wajib melindungi setiap keyakinan apa pun, termasuk keyakinan yang dikaitkan dengan Islam, seperti Ahmadiyah. Tapi elite negara itu takut terhadap umat kalau harus mengatakan demikian secara terbuka kepada publik. Mereka takut dinilai merusak Islam, dan takut dimusuhi umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan elite negara, yang umumnya awam dengan tafsir Islam, itu semakin menjadi-jadi karena hampir tidak ada ulama tandingan dari umat Islam yang berpengaruh untuk menyampaikan paham alternatif terhadap pandangan tentang Islam yang dinilai umum tersebut. Kita tahu ada sejumlah ulama atau intelektual yang menoleransi adanya perbedaan paham dalam Islam, termasuk yang berkaitan dengan akidah, karena mereka tahu bahwa perbedaan semacam itu punya sejarah yang panjang dalam tradisi Islam. Dan sah adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingat bagaimana para pendukung Sayidina Ali dan para pendukung Sayidina Usman saling mengkafirkan, saling mengeluarkan mereka dari Islam. Padahal mereka semua para pengikut setia Nabi. Mereka berebut pengaruh. Bukan soal paham agama betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu banyak ulama besar pada masa keemasan Islam yang lebih mengutamakan akal daripada wahyu, yang menganggap akal lebih penting daripada wahyu. Juga kita ingat perdebatan besar para ulama Asyariah dan Mu'tazilah tentang hakikat wahyu atau Al-Quran, apakah ia kekal (qadim) atau baru (hadis). Kita juga tahu ada ulama besar tasawuf, seperti Yazid Albustami atau Al-Hallaj, yang punya ungkapan ganjil bagi awam umat Islam ketika mengatakan, misalnya, "tidak ada Tuhan selain Aku"; "Aku adalah Tuhan", dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua wilayah akidah dan, karena itu, beda paham dalam soal akidah juga biasa saja. Kalau Mirza Ghulam Ahmad mengaku dirinya seorang nabi, ya, tidak ada apa-apanya kalau kita melihat perbedaan paham para ulama pada zaman keemasan Islam tersebut. Jangankan yang mengaku sebagai nabi, yang mengaku dirinya sebagai Allah saja ada. Jangankan perbedaan paham dalam menafsirkan sumber doktrin Islam, yakni Al-Quran, yang menganggap Al-Quran kurang penting pun ada. Dan semuanya berdasarkan atas otoritas keulaman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, para ulama yang berdiri di belakang SKB itu cukup tahu sejarah Islam, tapi mereka memilih secara selektif. Seleksi itu bukan karena mereka sudah bertemu dengan Allah dan mengatakan bahwa Allah membenarkan substansi SKB itu, tapi lebih karena perasaan dan sejarah sosial mereka sendiri dalam lingkungan ulama Indonesia yang jumud, yang mata hatinya tertutup terhadap kenyataan bahwa ini adalah Indonesia, negara Pancasila, bukan negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini para ulama yang bernafsu mengeluarkan Ahmadiyah dari Islam cukup berhasil memonopoli arti dan makna Islam itu, sehingga paham yang lain harus dimusnahkan. Lebih dari itu, mereka kemudian berhasil juga menciptakan ketakutan di seantero negeri, termasuk kepada para jenderal yang paham keislamannya dari tradisi abangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para elite negara begitu takut kepada umat Islam yang maknanya ciptaan para ulama itu. Mereka begitu percaya, kalau melawan paham ulama itu, mereka akan ditinggalkan umat Islam, yang membentuk hampir seluruh penduduk negeri ini. Kalau ditinggalkan, apalagi dimusuhi umat yang buatan ulama itu, habislah riwayat petinggi negara yang nasibnya bergantung pada pilihan umat itu, apakah itu presiden, anggota DPR, gubernur, maupun bupati. Pejabat-pejabat negara lainnya yang tak dipilih umat, seperti yang duduk di Mahkamah Konstitusi, kejaksaan, kepolisian, dan kementerian, juga takut karena bergantung pada para pejabat yang dipilih umat tersebut. Umat berkuasa, dan membuat takut seantero negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Koran Tempo l Penulis: Syaiful Mujani.DOSEN FISIP UIN JAKARTA&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-2540425383732271967?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/2540425383732271967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2012/01/syaiful-mujani-takut-ahmadiyah-takut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/2540425383732271967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/2540425383732271967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2012/01/syaiful-mujani-takut-ahmadiyah-takut.html' title='Syaiful Mujani: Takut Ahmadiyah, Takut Kepada Siapa?'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-5223159466474439155</id><published>2012-01-27T21:59:00.000-08:00</published><updated>2012-01-27T22:00:23.749-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jum&apos;at'/><title type='text'>Nur Hidayah Nasehat Mulia Menuju Jalan Taqwa</title><content type='html'>Ikhtisar Khutbah Jumah Hadhrat Khalifatul Masih V Atba&lt;br /&gt;20 January 2012 di Masjid Agung Baitul.Futuh, London UK&lt;br /&gt;[Setelah mengucapkan tasyahud, taawudz, bismillah dan   tilawat Surah Al Fatihah], Hudhur (Atba) menilawatkan ayat-ayat Al Quran ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‘Mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhir, dan mereka menyuruh berbuat kebaikan dan melarang berbuat keburukan, dan mereka berlomba-lomba dalam pelbagai kebaikan. Dan mereka termasuk orang-orang yang saleh. Dan kebaikan apapun yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi untuk menerima ganjarannya. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertaqwa.’ (Q.S. Surah Ali  Imran : 115 &amp; 116).&lt;br /&gt; Beberapa hikmah perintah menyuruh orang agar berbuat kebaikan dan melarang berbuat keburukan yang sama ini diulangi lagi pada beberapa ayat lainnya di dalam Surah Al Imran yang sama, dengan penegasan ‘wallaahu alimul ghaib wa syahadah_&lt;br /&gt; Adalah atas ridha Allah Swt semata yang telah mengutus Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam (salam untuk beliau) - di saat yang penuh kesulitan - sebagai Imamuz Zaman, dan betapa beruntungnya kita yang telah mendapat taufiq untuk menerima kebenaran pendakwaan beliau, dengan cara ber-Baiat; lalu berusaha memperbaiki keimanan kita agar sesuai dengan kiat [tarbiyat] yang telah diberikan oleh Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam (salam untuk beliau), berdasarkan Al Quran Karim dan Sunnah Rasulullah Saw. &lt;br /&gt; Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam (salam untuk beliau) bersabda: ‘Sebagaimana pentingnya untuk mengontrol lidah agar jangan sampai berucap hal-hal yang bertentangan dengan keridhaan Ilahi, maka penting pula memfaedahkannya untuk menyampaikan kebenaran, yakni, ‘..ya’muruuna bil ma’ruufi, wa yanha’una anil munkar…, atau ‘….menyuruh berbuat kebaikan dan melarang berbuat keburukan..…’,  yang merupakan suatu kemuliaan bagi kaum Mukminin. Namun, sebelum menyuruh orang agar berbuat kebaikan dan melarang berbuat keburukan tersebut, patutlah bagi insan tersebut untuk menunjukkan terlebih dahulu praktek kehidupannya sehari-hari, bahwa dirinya pun sungguh-sungguh telah memiliki daya kekuatan tersebut. Ringkasnya, adalah sangat penting, sebelum mempengaruhi orang, kondisi dirinya sendiri telah mampu untuk memikat orang lain [ke ‘arah yang ma’ruf itu].&lt;br /&gt; Tetapi, janganlah pernah berhenti untuk ber-ya’muruuna bil ma’ruufi, wa yanha’una anil munkar. Penting pula untuk mengenali saat dan tempat yang tepat untuk melakukannya, serta cara menyampaikannya dengan lemah lembut tetapi jelas..Di lain pihak, adalah dosa besar mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai ke-Taqwaan.’ (Malfuzat, Vol. I, hlm 424).&lt;br /&gt; Hudhur menjelaskan, ‘Jadi, sekali kita menerima kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam (salam untuk beliau), maka meningkat pula tanggung jawab kita untuk meningkatkan standar setiap ucapan dan perbuatan kita dalam rangka ber-ya’muruuna bil ma’ruufi, wa yanha’una anil munkar itu. Jika tidak, apa pula nilai Bai’at kita ? Faktanya, justru akan mengundang murka Ilahi. &lt;br /&gt; Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam (salam untuk beliau) bersabda: ‘Aku telah berulangkali mengingatkan, bahwa semakin besar seseorang memperoleh qurb Ilahi, maka semakin besar pula hisabnya.’ (Malfuzat, Vol.I, hlm.44). Hudhur atba menjelaskan, ‘Jadi, jangan senang dulu bahwa kita telah menerima kebenaran Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam (salam untuk beliau). Melainkan, amatilah dengan seksama sejauh mana inqillabi haqiqi yang terjadi pada diri sendiri. Memperoleh ilmu agama tidak berarti membebaskan seseorang dari hisabnya. Mendapat amanat kepengurusan [di dalam Jama’at] tidak berarti membebaskan insan tersebut dari hisabnya bila ia tidak memenuhi pelaksanaan yang dipersyaratkan. Berasal dari keturunan yang dulunya banyak melakukan pengorbanan [kepada Jamaat] tidak membebaskan insan tersebut dari hisabnya apabila perbuatannya tidak sesuai dengan ajaran Islam yang haqiqi.’ &lt;br /&gt; Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam (salam untuk beliau) bersabda: ‘Juga, belum tentu dekat dalam pandangan Ilahi, mereka yang berbusana terbaik dan berharta. Sebaliknya, mereka yang dekat dalam pandangan ilahi adalah mereka yang mendahulukan kepentingan agama di atas segala kenetingan lainnya, dan ikhlas di dalamnya. Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam (salam untuk beliau) pun bersabda: Di antara berbagai janji Ilahi, salah satunya adalah: fauqalladziina kafaruu ilaa yaumil qiyaamah, yakni, Dia akan mengunggulkan kaum pengikut kebenaran di atas mereka yang meng-ingkarinya.Namun, sangat perlu direnungkan, bahwa orang yang sudah Bai’at kepadaku tidak otomatis menjadi pengikut yang sejati. Yakni, sebelum orang itu menjalankan sepenuhnya syarat baiat kepadaku tersebut, ia tidak dapat digolongkan kepada pengikut yang mukhlisin.’  Maka kita perlu merenungkan hal ini dengan serius.&lt;br /&gt; Hudhur atba menekankan, ‘Kita baru dapat melaksanakan perintah untuk ber-ya’muruuna bil ma’ruufi, wa yanha’una anil munkar, hanya apabila kita’ telah lekat dengan berbagai perintah Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam (salam untuk beliau) yang adalah pecinta dan hamba sejati Hadhrat Muhammad Rasulullah Saw. Berbagai perintah beliau ‘alaihissalam (salam untuk beliau) tersebut adalah sangat penting untuk menjaga keimanan dan kesejahteraan rohani, sekaligus juga untuk kemajuan duniawi kita. Maka apabila kita tidak berusaha untuk sungguh-sungguh mentaati berbagai sabda beliau ‘alaihissalam (salam untuk beliau) tentulah kita pun tidak dapat disebut sebagai pengikut yang sejati. Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam (salam untuk beliau) telah diamanatkan suatu tugas besar untuk menyampaikan syiar Islam ke seluruh dunia di akhir zaman ini, yang adalah juga merupakan tugas mereka yang beriman kepada beliau. Maka untuk itulah kita pun perlu menjadi contoh teladan, dan adanya persesuaian antara ucapan dengan perbuatan. Ada yang bertanya: ‘Jika dilarang untuk berbual-bual dan berpura-pura, maka apa perbedaan yang menonjol antara kita dengan yang lain ? Beliau menjawab: Berfokuslah untuk mampu menjadi contoh teladan yang cemerlang, sehingga membuat orang lain terpikat untuk menerimanya. Yakni, jika tidak ber-nur cahaya, tentulah tak’ ada orang yang mau percaya.’ Maksudnya, [nur cahaya] kecemerlangan yang dirujuk di sini adalah kesucian yang perlu kita tanamkan berkat melaksanakan maksud hakiki Bai’at kita. &lt;br /&gt; Hadhrat Masih Mau’ud ‘alaihissalam (salam untuk beliau) bersabda: ‘Allah Ta’ala sangat mengasihi orang yang muttaqi. Ingatlah senantiasa akan keagungan Allah. Bertawadu-lah, dan ingatlah selalu, bahwa tiap diri manusia adalah sesama’ makhluk ciptaan Allah juga. Maka janganlah bersikap kasar maupun aniaya terhadap mereka. Jangan memandang hina orang lain.  Jika ada seorang anggota Jamaat yang melakukan perbuatan cemar, berarti ia pun mencemari saudaranya yang lain. Jika engkau cenderung menjadi pemarah, telitilah qalbu, dari manakah asal muasalnya. Karena tahapan tersebut sangat membahayakan keadaan dirimu.’ (Malfuzat, Vol.I, hlm.9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-5223159466474439155?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/5223159466474439155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2012/01/nur-hidayah-nasehat-mulia-menuju-jalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/5223159466474439155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/5223159466474439155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2012/01/nur-hidayah-nasehat-mulia-menuju-jalan.html' title='Nur Hidayah Nasehat Mulia Menuju Jalan Taqwa'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-4796188696717300709</id><published>2011-08-29T18:04:00.000-07:00</published><updated>2011-08-29T18:08:19.826-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KHUTBAH IED'/><title type='text'>KHUTBAH IED 1432 H</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar 3x. laaillaha ilallahu Allahu Akbar. Allahu akbar walilahilhamd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Tanggal 29 Ramadhan kemarin kita telah mengakhiri puasa, suatu ibadah yang dilaksanakan serentak oleh seluruh umat Islam, berpuasa Pada intinya kita meninggalkan 3 hal : &lt;br /&gt;1.Meninggalkan makan Minum&lt;br /&gt;Merupakan kebutuhan pokok yang menunjang kelangsungan hidup seseorang&lt;br /&gt;2.Menjauhi hubungan suami isteri&lt;br /&gt;Merupakan kebutuhan yang menunjang kelangsungan keturunan manusia&lt;br /&gt;3.Meninggalkan Perbuatan-perbuatan tercela&lt;br /&gt;Yang merupakan tuntunan agar dapat hidup bermartabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH BERPUASA&lt;br /&gt;1.Dengan meninggalkan makan dan minum, mengajarkan kepada kita agar satu sama lain saling menyayangi, karena dengan berpuasa akan merasakan penderitaan lapar dan haus yang sama, sehingga orang yang serba berkecukupan dapat pula merasakan bagaimana penderitaan orang-orang yang tidak mampu- orang-orang yang setiap hari terhimpit kesusahan.&lt;br /&gt;Setelah meyadari bahwa begitu susah menahan lapar dan haus, maka dari orang-orang kaya yang telah tergerak rasa kemanusiaannya diambil zakat Fitrahnya, agar manakala puasa berakhir semua dapat merayakannya dengan penuh Suka Cita (puasa bersama, menderita bersama dan gembira bersama…inilah model kebahagiaan bersama dalam Islam).&lt;br /&gt;2.Dengan menjauhi isteri di siang hari, puasa mengajarkan kepada kita agar dalam hidup ini tidak hanya mengejar-ngejar kebahagiaan Dunia (isteri yang sholeh bisa di sebut sorga Dunia..peny) &lt;br /&gt;Pada dasarnya isteri halal bagi kita, namun demi Allah Ta’ala kita menjauhinya…dalam hal ini Islam mengajarkan agar kita mengejar kenikmatan yang lain, yaitu keridhoan Allah Swt sebagai sumber segala kenikmatan.&lt;br /&gt;3.Hikmah meninggalkan perbuatan-perbuatan tercela, tentu bertujuan agar manusia bisa di sebut manusia. Perbuatan-perbuatan tercela akan membawa manusia ke derajat rendah, dan sebaliknya perbuatan yang berdasarkan akhlak akan membawa manusia lebih bermartabat, inilah kehormatan yang lebih tinggi di banding dengan kehormatan karena dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya kita meninggalkan sifat dusta atau berbohong, sangat erat kaitannya dengan puasa. Puasa melatih kita untuk jujur terhadap diri sendiri dan jujur terhadap Allah Swt. sebab yang mengetahui kita berpuasa atau tidak adalah diri kita dengan Allah Swt. pada saat berpuasa barang-barang halal sekalipun di larang untuk di Makan, apalagi barang yang haram. Maka seharusnya orang yang berpuasa akan meninggalkan korupsi, karena korupsi berawal dari adanya ke tidakjujuran – suatu hasil yang di peroleh dengan jalan yang tidak jujur ia bersifat kotor, itulah sebabnya korupsi di haramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUA JENIS IBADAH DALAM BERPUASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berpuasa di tuntut untuk melaksanakan dua bentuk ibadah.&lt;br /&gt;1.	Ibadah Badaniyah	: menahan lapar dan haus, meninggalkan hubungan Suami isteri, tarawih, tadarus Al-Qur’an dll.&lt;br /&gt;2.	Ibadah Maaliyah	:  ibadah yang berhubungan dengan mengeluarkan harta; al…Zakat Fitrah, Zakat Maal dan atau shadaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap orang-orang yang telah berjuang melakukan 2 bentuk ibadah	diatas maka Allah Swt. memberinya Kebahagiaan Iedul Fitri, ialah hari kemenangan atas pengorbanan yang diupayakannya dalam rangka membersihkan diri dari segala dosa-dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MERAYAKAN IED&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iedul fitri adalah hari-hari untuk merayakan kebahagian, bahagia dapat menyelesaikan puasa, dapat bertemu dengan sanak saudara dan bahagia dengan hidangan yang lezat. sudah merupakan kebiasaan manusia Pada umumnya, apabila memperoleh kebahagiaan terkadang lupa akan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah Swt bahkan bisa saja melanggar hukum-hukum syari’at, maka untuk mencegah hal tersebut perayaan iedul fitri diawali dengan shalat 2 raka’at dilanjutkan khutbah dan nasihat-nasihat agar semua orang Islam tidak melupakan kewajibannya terhadap Allah, sebab kalau manusia melupakan Allah Swt. maka kebahagiaan akan berubah MENJADI azab Allah Swt. banyak sekali bangsa-bangsa telah binasa terkena azab Allah Swt. karena meninggalkan kewajiban-kewajiban terhadap-NYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARILAH ALLAH SWT. SEKALIPUN DI LUAR PUASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat indah apa yang dijelaskan Al-Qur’an, bahwa setelah menguraikan secara rinci mengenai kewajiban berpuasa, di akhir pembahasan puasa Allah Swt. berfirman :  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, katakanlah  [a]”Sesungguh nya Aku dekat. [210] [b] Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka menyambut seruan-Ku dan beriman [211] kepada-Ku supaya mereka mendapat petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba-hamba yang sholeh akan senantiasa merindukan Allah Swt, maka ayat ini memberi jawaban bahwa Allah Swt itu selalu dekat kepada hamba-hambanya dan akan mengabulkan do’a hambanya asalkan beriman dan ta’at terhadap perintah apapun dari Allah Swt. jadi inti dari ayat ini adalah “ hamba-hamba Allah akan senantiasa giat beribadah kepada Allah Swt sekalipun di Luar bulan puasa”&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasihat Hadhrat Masih Mau’ud berikut ini menjadi penutup khutbah ied kali ini, Beliau bersabda :&lt;br /&gt;“ Seiring dengan tujuan bai’at yang tulus berdisiplinlah dalam menunaikan shalat, dan senantiasa sibuklah dalam upaya taubat dan istighfar,lindungilah hak-hak umat manusia, janganlah menyakiti siapapun, melangkahlah maju terus dalam hal kejujuran dan kesucian, maka Allah akan menganugrahi segala macam karunia. Semoga Allah swt. menegakan kita kepada takwa dalam arti yang benar, dan semoga kita dapat memberikan tarbiyat sedemikian rupa kepada generasi muda sehingga merekapun menjadi orang-orang yang menegakan standar ketakwaan hingga dimasa yang akan datang.” Amin&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta’ala menganugrahkan taufik kepada kita sekalian untuk tetap sibuk dalam do’a-do’a sekalipun Ramadhan tahun ini telah kita akhiri. Amin yaa Rabbal ‘alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-4796188696717300709?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/4796188696717300709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/08/khutbah-ied-1432-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/4796188696717300709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/4796188696717300709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/08/khutbah-ied-1432-h.html' title='KHUTBAH IED 1432 H'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-3435198290032686314</id><published>2011-07-14T20:41:00.000-07:00</published><updated>2011-07-14T20:42:51.043-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>1. ” Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan ALLAH dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi ALLAH. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.&lt;br /&gt;2. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Memohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.&lt;br /&gt;3. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih.&lt;br /&gt;4. Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! Allah SWT bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbul-alamin.&lt;br /&gt;5. Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim.&lt;br /&gt;6. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;7. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;8. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fa rdu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.&lt;br /&gt;9. Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.&lt;br /&gt;10. Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.” “Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-3435198290032686314?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/3435198290032686314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/07/1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/3435198290032686314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/3435198290032686314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/07/1.html' title=''/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-8761014519209779663</id><published>2011-05-07T06:31:00.000-07:00</published><updated>2011-05-07T06:33:21.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TAFSIR AHMADIYAH'/><title type='text'>Tafsir beberapa ayat jihad dan perang</title><content type='html'>JIHAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hajj: 37.  Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah Telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.&lt;br /&gt;38.  Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang Telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.&lt;br /&gt;1956. Dengan ayat ini mulai diperkenalkan masalah jihad. Masalah kurban merupakan pendahuluan yang tepat bagi pokok yang sangat penting ini. Sebelum umat Islam diberi izin untuk mengadakan perang beladiri, mereka diberi pengertian mengenai pentingnya pengurbanan. Ayat ini menerangkan dengan sangat jelas tentang pandangan Islam mengenai jihad. Sebagaimana ayat ini menunjukkan, jihad ialah berperang untuk membela kebenaran. Tetapi di mana Islam tidak mengizinkan perang agresi macam apa pun, maka perang yang diadakan untuk membela kehormatan sendiri, negara, atau agama itu, dianggap suatu amal shaleh yang amat tinggi nilainya. Manusia merupakan hasil karya Tuhan yang paling mulia. Ia adalah puncak ciptaan-Nya, tujuan dan maksud-Nya. Ia adalah khalifah Allah swt. di bumi dan raja seluruh makhluk-Nya (2:31). Inilah pandangan Islam mengenai kemuliaan manusia di alam raya ini. Oleh sebab itu wajar sekali, bahwa agama aygn telah mengangkat manusia ke taraf yang begitu tinggi, harus pula menempatkan jiwa manusia pada kedudukan yang sangat penting dan suci. Menurut Alquran, dari segala sesuatu, manusialah yang paling mulia dan tidak bileh diganggu. Merenggut nyawanya merupakan perkosaan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat langka, dan Alquran telah menyebutkan secara khusus (5:33 ; 17:34). Tetapi menurut Islam, kebebasan menyatakan kata hati merupakan hal yang tidak kurang pentingnya. Hal ini merupakan pusaka manusia yang paling berharga – mungkin lebih berharga daripada jiwa manusia sendiri. Alquran yang telah memberi kedudukan yang semulia-mulianya kepada kehidupan manusia, tidak mungkin tidak mengakui, dan menyatakan bahwa kesucian dan haknya yang tidak boleh diganggu, sebagai hak asasi yang paling ber harga. Untuk memberla milik mereka yang paling berharga itulah, orang-orang Muslim telah diberi izin untuk mengangkat senjata&lt;br /&gt;39.  Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, Karena Sesungguhnya mereka Telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,&lt;br /&gt;Menurut kesepakata di antara pra ulama, ayat inilah yang merupakan ayat pertama, yang memberi izin kepada orang-orang Muslim untuk mengangkat senjata guna membela diri. Ayat ini menetapkan asas-asas yang menurut itu, orang-orang Muslim boleh mengadakan prang untuk membela diri, dan bersama-sama dengan ayat-ayat berikutnya mengemukakan alasan-alasan yang membawa orang-orang Islam yang amat sedikit jumlahnya itu – tanpa persenjataan dan alat-alat duniawi lainnya – untuk berperang membela diri. Hal itu mereka lakukan sesudah mereka tidak henti-hentinya mengalami penderitaan selama bertahun-tahun di Mekkah, dan sesudah mereka dikejar-kejar sampai ke Medinah dengan kebencian yang tidak ada reda-redanya dan di sini pun mereka diusik dan diganggu juga. Alasan pertama yang dikemukakan dalam ayat ini ialah, bahwa mereka diperlakukan dengan aniaya.&lt;br /&gt;40.  (yaitu) orang-orang yang Telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali Karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah Telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,&lt;br /&gt;Ayat ini memberi alasan kedua, ialah, bahwa orang-orang Islam telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang adil dan sah ; satu-satunya kesalahan mereka ialah hnya karena mereka beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bertahun-tahun lamanya orang-orang Muslim ditindas di Mekkah, kemudian mereka diusir dari sana dan tidak pula dibiarkan hidup dengan aman di tempat pembuangan mereka di Medinah. Islam diancam dengan kemus nahan total oleh suatu serangan gabungan suku-suku Arab di sekitar Medinah, yang terhadapnya orang Quraisy mempunyai pengaruh yang besar, mengingat kedudukan mereka sebagai penjaga Ka’bah. Kota Medinah sendiri menjadi sarang kekacauan dan pengkhianatan . Orang-orang Yahudi bersatu-padu memusuhi Rasulullah saw.. Kesulitan beliau bukan berkurang, bahkan makin bertambah juga dengan hijrah itu. Di tengah-tengah keadaan yang amat tidak menguntungkan itulah orang-orang Muslim terpaksa mengangkat senjata untuk menyelamatkan diri mereka, agama mereka, dan wujud Rasulullah saw. dari kemusnahan. Jika ada suatu kaum yang pernah mempunyai alasan yang sah untuk berperang, maka kaum itu adalah Muhammad saw.  dan para sahabat beliau, namun para kritisi Islam yang tidak mau mempergunakan akal telah menuduh, bahwa beliau melancarkan peperangan agresi untuk memaksakan agama beliau kepada orang-orang yang tidak menghendakinya.&lt;br /&gt;Sesudah memberikan alasan-alasan, mengapa orang-orang Islam terpaksa mengangkat senjata, ayat ini mengemukakan tujuan-tujuan dan maksud peperangan yang dilancarkan oleh umat Islam. Tujuannya sekali-kali bukan untuk merampas hak orang-orang lain atas tumah dan milik mereka, atau merampas kemerdekaan mereka serta memaksa mereka tunduk kepada kekuasaan asing, atau untuk menjajagi pasar-pasar yang baru atau mempero leh tanah-tanah jajahan baru, seperti telah diusahakan oleh kekuasaan negara-negara kuat dari barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan ialah, mengadakan perang semata-mata untuk membela diri dan untuk menyelamatkan Islam dari kemusnahan, dan untuk menegakkan kebebasan berpikir ; begitu juga untuk membela tempat-tempat peribadatan yang dimiliki oleh agama-agama lain – gereja-gereja, rumah-rumah peribadatan Yahudi, kuil-kuil, biara-biara, dan sebagainya (2:194 ; 2:257 ; 8:40 dan 8:73). Jadi tujuan pertama dan terutama dari perang-perang yang dilancarkan oleh Islam di masa yang lampau, dan selamnya di masa yang akan datang pun ialah, menegakkan kebebasan beragama dan beribadah dan berperang membela negeri, kehormatan, dan kemerdekaan terhadap serangan tanpa dihasut. Apakah ada alasan untuk berperang yang lebih baik daripada ini ?&lt;br /&gt;41.  (yaitu) orang-orang yang jika kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.&lt;br /&gt;Ayat ini mengandung perintah bagi orang-orang Muslim, bahwa manakala mereka memperoleh kekuasaan, maka mereka tidak boleh mempergunakannya untuk kemajuan bagi kepentingan diri mereka sendiri, melainkan harus digunakan untuk memperbaiki nasib orang –orang miskin dan orang-orang tertindas dan untuk menegakkan keamanan dan menghargai dan melindungi tempat-tempat peribadatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Perang&lt;br /&gt;2: 190.  Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.&lt;br /&gt;Ayat ini salah satu dari ayat-ayat paling awal yang di dalamnya izin untuk berperang diberikan kepada kaum Muslimin. Sedangkan ayat yang pertama-tama diwahyukan dalam hubungan ini ialah 22:40. Ayat yang dibahas ini, mengandung intisari syarat-syarat yang mengatur perang agamawi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;(a)   Perang demikian harus diadakan dengan tujuan melenyapkan rintangan-rintangan yang terletak di jalan Allah swt., ialah untuk menjamin kebebasan menganut kepercayaan dan melaksanakan ibadah.&lt;br /&gt;(b)  Perang hanya ditujukan terhadap mereka yang terlebih dahulu mengangkat senjata melawan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;(c)   Kaum Muslimin harus meletakkan senjata segera sesudah musuh menghentikan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2: 191.  Dan Bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka Telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[117] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), Maka Bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.&lt;br /&gt;Ayat ini bertalian dengan keadaan bila peperangan telah sungguh-sungguh pecah. Dengan tegas ayat ini memerintahkan kaum Muslimin memerangi hanya orang-orang kafir yang terlebih dahulu mengangkat senjata terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[117]  fitnah (menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama.&lt;br /&gt;2:193.  Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu Hanya semata-mata untuk Allah. jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), Maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt;Ayat ini pun menunjukkan bahwa orang-orang Muslim diizinkan berperang membela diri hanya bila perang dipaksakan kepada mereka oleh golongan lain dan meneruskan hingga kebebasan agama telah terjamin sepenuhnya. Rasulullah saw. tidak mungkin mengadakan sejumlah perjanjian perdamaian dengan orang-orang kafir bila perintah Ilahi menghendaki terus berperang sampai saat semua orang kafir memeluk Islam. Untuk catatan terinci mengenai jihad lihat catatan no. 1956 – 1960.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-8761014519209779663?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/8761014519209779663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/05/tafsir-beberapa-ayat-jihad-dan-perang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/8761014519209779663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/8761014519209779663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/05/tafsir-beberapa-ayat-jihad-dan-perang.html' title='Tafsir beberapa ayat jihad dan perang'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-7049560105024772520</id><published>2011-04-23T20:13:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T20:23:54.883-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>DUA SISI PERBUATAN TUHAN</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 8 pagi kami melintas di daerah salam magelang, di kanan kiri terlihat onggokan pasir dan batu-batu besar, menurut kronologisnya itu merupakan kiriman Gunung merapi.disamping ongokan pasir yang tidak karuan banyak terdapat gunungan pasir yang tertata rapi, selintas saya berpikir Tuhan itu Maha adil, sekalipun di satu sisi merapi membawa bencana tetapi disisi lain banyak membawa berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keberkahan itu terbukti sebab material Gunung merapi menjadi ladang usaha penjualan pasir dan batu-batu besarnya menyediakan bahan bangunan untuk kembali membangun rumah bagi mereka yang rumahnya terkena hempasan material merapi, disni terbukti Tuhan itu Maha adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keadilan Tuhan terkadang tidak bisa di baca saat peristiwanya terjadi, baru akan bisa di fahami berikutnya....disinilah fakttor keterbatassan fikiran manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-7049560105024772520?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/7049560105024772520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/04/dua-sisi-perbuatan-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/7049560105024772520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/7049560105024772520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/04/dua-sisi-perbuatan-tuhan.html' title='DUA SISI PERBUATAN TUHAN'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-2409708162200267115</id><published>2011-04-07T01:09:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T01:09:30.811-07:00</updated><title type='text'>Ingsun Medal Makalangan: PRESS RELEASE JAI JATENG</title><content type='html'>&lt;a href="http://sundakelana.blogspot.com/2011/03/press-release-jai-jateng.html#comments"&gt;Ingsun Medal Makalangan: PRESS RELEASE JAI JATENG&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-2409708162200267115?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/03/press-release-jai-jateng.html#comments' title='Ingsun Medal Makalangan: PRESS RELEASE JAI JATENG'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/2409708162200267115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/04/ingsun-medal-makalangan-press-release.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/2409708162200267115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/2409708162200267115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/04/ingsun-medal-makalangan-press-release.html' title='Ingsun Medal Makalangan: PRESS RELEASE JAI JATENG'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-7584853069635034754</id><published>2011-03-21T05:37:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T05:41:34.742-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah'/><title type='text'>PRESS RELEASE JAI JATENG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْ عَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ  وَعَلَى عَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Badan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman R.I. No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953&lt;br /&gt;PIMPINAN WILAYAH  JATENG-PANTURA&lt;br /&gt;Jl. Erlangga Raya No. 7-A, Tlp. 024-8440190, Semarang – 50241, Jateng&lt;br /&gt;Email: dpwjatengutara@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;PRESS RELEASE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DPW JAMAAH AHMADIYAH JAWA TENGAH&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan Atas Berita Suara Merdeka, Jumat (11/03), hal. 2  berjudul :&lt;br /&gt;Habib Lutfi Ajak Ahmadiyah Kembali ke Ajaran Yang Benar&lt;br /&gt;Terkait berita harian Suara Merdeka, Jumat (11/03), hal. 2, berjudul, Habib Lutfi Ajak Ahmadiyah Kembali ke Ajaran Yang Benar, kami sampaikan tanggapan sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jemaah Ahmadiyah Jateng mengucapkan Al-hamdulillah, terimakasih dan Jazakumullah ahsanal Jaza, kepada Habib Lutfi  yang telah berkenan mengajak kami warga Ahmadiyah kembali kepada ajaran syariat Islam yang benar. Dibanding dengan fatwa MUI yang menyatakan Ahmadiyah bukan Islam, sesat dan menyesatkan, kemudian mendesak pemerintah agar membubarkan Ahmadiyah, ajakan Habib Lutfi, sungguh sejuk sekali, dan perlu di apresiasi.&lt;br /&gt;2. Namun, hemat kami, ajakan Habib Lutfi  salah alamat jika ditujukan kepada warga Ahmadiyah yang tergabung dalam Jamaah Ahmadiyah Indonesia.&lt;br /&gt;3. Warga Ahmadiyah yang tergabung dalam Jamaah Ahmadiyah Indonesia, sejak semula meyakini Islam sebagai agama, berpedoman kepada Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW., berakidah sesuai dengan akidah enam rukun iman, dan beribadah sesuai dengan lima rukun Islam. Syahadat Ahmadiyah, dua kalimah, yaitu : Asyhadu al-laa ilaaha ilallaahu, wa asyhadu anna Muhammadar-rasulullaahu. Tidak ada yang namanya Ajaran Ahmadiyah, seluruh amalan dari Jemaah Ahmadiyah adalah Ajaran Islam berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW,.&lt;br /&gt;4. Sejak Ahmadiyah berdiri (23 Maret 1889), di Indonesia sejak 1925, hingga saat ini, setiap orang yang hendak menyatakan bergabung kedalam Jemaah Ahmadiyah, diwajibkan untuk menyatakan ikrar bai’at – berjanji bersumpah setia, sbb : 1) Di masa yang akan datang hingga masuk ke dalam kubur senantiasa akan menjauhi syirik, 2) Senantiasa akan mengindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasiq, kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru-hara, dan memberontak serta tidak akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya, 3) Senantiasa akan mendirikan shalat lima waktu semata-mata karena mengikuti perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dan dengan sekuat tenaga akan senantiasa menegakkan shalat tahajjud, dan mengirim salawat kepada Junjungannya Yang Mulia Rasulullah Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. S.A.W.,…….4) Benar-benar akan menjunjung tinggi perintah Al-Qur’an Suci di atas dirinya. Firman Allah dan Sabda Rasul-Nya itu akan menjadi pedoman baginya dalam tiap langkahnya.......5) Akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencinatai Islam lebih daripada jiwanya, hartanya, anak-anaknya, dan dari segala yang dicintainya………dll&lt;br /&gt;6. Jika ukuran Islam yang benar adalah meyakini Nabi Muhammad S.A.W., sebagai Khaataman-Nabiyyin - nabi terakhir, tidak ada lagi nabi sesudahnya, Jemaah Ahmadiyah sejak Ahmadiyah berdiri (23 Maret 1889), di Indonesia sejak 1925, hingga saat ini, dan seterusnya,  meyakini dengan teguh, Rasulullah Muhammad S.A.W., adalah Khaataman-Nabiyyin - nabi terakhir, tidak ada lagi nabi sesudahnya. Pendiri Ahmadiyah berkata : “Sebab itu, diatas kenabian ini habislah semua kenabian. Memang sudah sepantasnya demikian, sebab sesuatu yang ada permulaannya tentu ada pula kesudahannya”.[1]&lt;br /&gt;7. Tidak hanya itu, Ahmadiyah yang tergabung dalam Jamaah Ahmadiyah Indonesia meyakini dengan teguh,  Islam adalah agama terakhir, dan Al-Quran adalah Kitab Suci terakhir. Pendiri Ahmadiyah, berkata : “Tidak ada kitab kami selain Al - Qur’an Syarif dan tidak ada Rasul kami kecuali Muhammad Mustafa shallallaahu ‘alaihi wasallam. Tidak ada agama kami kecuali Islam dan kita mengimani, Nabi kita, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam.  adalah Khaatamul Anbiya’, dan Al - Qur’an Syarif adalah Khaatamul Kutub.[2] &lt;br /&gt;8. Ahmadiyah yang tergabung dalam Jamaah Ahmadiyah Indonesia bahkan meyakini, karena Rasulullah Muhammad S.A.W., adalah Khaataman-Nabiyyin, maka sesudah beliau S.A.W., tidak boleh lagi datang nabi, baik nabi lama – seperti nabi Isa as, yang diyakini umat Islam akan datang di akhir zaman, maupun nabi baru – yang bawa agama baru, kitab suci baru, dan kalimah syahadat baru. Nabi Isa as, yang dijanjikan akan datang oleh Rasulullah S.A.W., dalam pemahaman dan keyakinan Ahmadiyah, bukan nabi Isa as yang dahulu – karena nabi Isa as yang dahulu sudah wafat dalam usia 120 tahun[3], melainkan orang lain dari kalangan umat Islam yang di-misal-kan seperti Isa as.[4], atau yang memiliki sepirit Isa as, sehingga ia bergelar Isa as.[5], dan juga menjadi zhillun-Nabi Muhammad S.A.W., - bayangan Nabi Muhammad S.A.W., sehingga kedatangannya tidak merusak “segel” khaataman-nabiyyin Nabi Muhammad S.A.W. ‘Alim-‘ulama juga berpendapat, Nabi Isa as. yang dijanjikan akan datang oleh Rasulullah S.A.W., tidak menghalangi Nabi Nabi Muhammad SAW., sebagai yang terakhir, sebab dia datang hanya akan melaksanakan syariat Nabi Muhammad S.A.W.[6]&lt;br /&gt;9. Dalam kepercayaan Ahmadiyah, meyakini ada lagi nabi baru, yang membawa agama baru, kitab suci baru, dan kalimah syahadat baru, adalah suatu kekufuran dan kesesatan, dan menyimpang dari ajaran Islam.&lt;br /&gt;10. Mirza Ghulam Ahmad, Pendiri Ahmadiyah, dalam keyakinan Ahmadiyah yang tergabung dalam Jamaah Ahmadiyah Indonesia, dalam istilah umum umat Islam dikenal sebagi : al-‘ulama al-warasatul anbiya – ‘ulama pewaris Nabi Muhammad S.A.W., dalam Jemaah Ahmadiyah dikenal sebagai zhillun-nabi Muhammad S.A.W.,  – bayangan Nabi Muhammad S.A.W,. Dalam bahasa Hadits, ia adalah Mujaddid - yang dijanjikan akan bangkit pada setiap permulaan abad [7], atau Al-Masih al-Mau’d, dan Al-Mahdi al-Mauud – Al-Masih dan Al-Mahdi  yang Dijanjikan Kedatangannya oleh Rasulullah S.A.W.[8] Keyakinan Ahmadiyah tentang kedatangan Nabi Isa as, di akhir zaman sama dengan keyakinan para ‘ulama dan umat Isam pada umumnya.[9]&lt;br /&gt;11. Sejak tahun 2005, Ahmadiyah di Indonesia ada dua versi. Ada Ahmadiyah versi Ahmadiyah, dan ada Ahmadiyah versi MUI.Ahmadiyah versi Ahmadiyah, meyakini Rasululah SAW., sebagai Khaataman-Nabiyyin (nabi terakhir, penutup segala nabi),  dan sepenuhnya berpedoman kepada Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW,.&lt;br /&gt;12. Sedangkan Ahmadiyah versi MUI, tidak meyakini Rasululah SAW., sebagai Khaataman-Nabiyyin (nabi terakhir, penutup segala nabi), dan meyakini ada lagi nabi yang ke-26, bernama Mirza Ghulam Ahmad, dengan Tadzkirah sebagai kitab sucinya.&lt;br /&gt;13. Ahmadiyah versi Ahmadiyah sangat aktif berdakwah ke seluruh penjuru dunia, mempromosikan Islam sebagai agama yang benar, sempurna dan lengkap, Islam sebagai agama yang toleran dan damai,  Islam yang menghargai dan menghormati semua nabi, dan mempropagandakan Al-Quran sebagai Kitab Suci, Kitabullah dan Kalamullah. Untuk keperluan dakwah pula, Ahmadiyah versi Ahmadiyah telah berhasil menterjemahkan Al-Quran ke dalam 100 bahasa besar dunia.&lt;br /&gt;14. Sedangkan Ahmadiyah versi MUI, aktif berdakwah ke seluruh pelosok tanah air, mempropagandakan ada lagi nabi yang ke-26, bernama Mirza Ghulam Ahmad, dan mempropagandakan Tadzkirah sebagai kitab suci Ahmadiyah. Ahmadiyah versi MUI dipropagandakan antara lain oleh : KH. Ma’ruf Amin, KH. Amidhan, KH Umar Sihab, Habib Riziq, Muhammad Al-Khaththat, Amin Jamaluddin, dll.&lt;br /&gt;15. Dalam pandangan Ahmadiyah versi Ahmadiyah (Ahmadiyah yang tergabung dalam Jamaah Ahmadiyah Indonesia), Ahmadiyah versi MUI memang sesat dan menyesatkan, dan layak diajak kemabali kepada ajaran Islam yang benar.&lt;br /&gt;16. Ajakan Habib Lutfi, agar Ahmadiyah kembali kepada ajaran syariat Islam yang benar, sangat tepat jika disampaikan kepada warga Ahmadiyah versi MUI, Ahmadiyah yang dipropagandakan oleh : KH. Ma’ruf Amin, KH. Amidhan, KH Umar Sihab, Habib Riziq, Muhammad Al-Khaththat, Amin Jamaluddin, dll.&lt;br /&gt;17. Demikian Press Release yang kami sampaikan. Atas perhatian Suara Merdeka dihaturkan terimakasih dan Jazakumullah ahsanal Jaza!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarang, 12 Maret 2011&lt;br /&gt;DPW Ahmadiyah Jawa Tengah&lt;br /&gt;           Ttd&lt;br /&gt;(H.M. Arief Syafi’ie)&lt;br /&gt;        Ketua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;[1] Mirza Ghulam Ahmad, Al-Wasiat, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 2006:24&lt;br /&gt;[2] Maktubaat-e-Ahmadiyyah, jld.5, No. 4&lt;br /&gt;[3] Dalam Kitab Kanzul ‘Umal, Alaudin Alhindi, Muassasatur Risalah, Beirut, 1989, Jld. X, hal. 479, tercantum sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Fatimah r.a., menerangkan bahwa Rasulullah SAW., bersabda : Sesungguhnya Isa ibnu Maryam usianya 120 tahun.&lt;br /&gt;[4] Az-Zuhruf, 43:57&lt;br /&gt;[5] Di dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhary dan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW, bersabda : ﻜﻴﻒﺍﻨﺘﻢﺍﺬﺍﻨﺰﻞﺍﺒﻦﻤﺮﻴﻢﻔﻴﻜﻢﻮﺍﻤﺎﻤﻜﻢﻤﻨﻜﻢ Hadits ini memberi petunjuk, Nabi Isa as yang dijanjikan akan datang oleh Rasulullah SAW., bukan nabi Isa yang dahulu, nabinya Bani Israel, melainkan berasal dari lingkungan umat Islam, akan jadi imam umat Islam dan dari antara umat Islam. Ia menyandang gelar Isa ibnu Maryam, karena ia memiliki spirit Isa ibnu Maryam.&lt;br /&gt;[6] Ahkam al Fuqaha, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, Diantama-LTN-NU, Cet. Ketiga, Pebruari 2007: 47-49, Pengantar : KH. MA. Sahal Mahfudz.&lt;br /&gt;[7] H.R. Abu Dawud, dalam Misykatul Mashaabih, hal. 36, dalam Tiga Masalah Penting, H. Mahmud Ahmad Cheema H.A., hal. 47-48&lt;br /&gt;[8] Musnad Ahmad bin Hambal, Jld. II, hal 411, dalam Tiga Masalah Penting, H. Mahmud Ahmad Cheema H.A., hal. 48-49&lt;br /&gt;[9] Ahkam al Fuqaha, Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, Diantama-LTN-NU, Cet. Ketiga, Pebruari 2007: 47-49. Pengantar: KH. MA. Sahal Mahfudz.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-7584853069635034754?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/7584853069635034754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/03/press-release-jai-jateng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/7584853069635034754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/7584853069635034754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/03/press-release-jai-jateng.html' title='PRESS RELEASE JAI JATENG'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-7831028102299745108</id><published>2011-03-18T23:42:00.000-07:00</published><updated>2011-03-18T23:45:02.994-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmadiyah'/><title type='text'>DUA VERSI AHMADIYAH</title><content type='html'>Ahmadiyah Versi MUI CS:&lt;br /&gt;• Tidak Meyakini Nabi Muhammad SAW Sebagai “Khaataman-Nabiyyin”&lt;br /&gt;• Meyakini Mirza Ghulam Ahmad Sebagai Nabi Yang Ke-26&lt;br /&gt;• Kitab Sucinya Bukan Al-Quran, Tapi “Tadzkirah”&lt;br /&gt;• Syahadatnya bukan Dua Kalimah, Tetapi Tiga Kalimah&lt;br /&gt;• Naik Hajinya Bukan ke Mekkah, Tapi ke Qadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmadiyah Versi Ahmadiyah:&lt;br /&gt;• Menyakini Nabi Muhammad Sebagai Khaataman-Nabiyyin&lt;br /&gt;• Meyakini Mirza Ghulam Ahmad Sebagai Mujaddid Abad XIV H, Imam Mahdi dan Al-Masih Yang Dijanjikan Kedatangannya Oleh Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;• Kitab Sucinya Al-Quran, Bukan “Tadzkriah”&lt;br /&gt;• Syahadatnya Dua Kalimah : “Asyhdu allaa ilaaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadar-Rasulullah”, Bukan Tiga Kalimah&lt;br /&gt;• Naik Hajji-nya Ke Mekkah, Bukan ke Qadian. Orang Ahmadiyah pergi Ke Qadian hanya untuk Ziarah, napak tilas sejarah, pertemuan keagamaan (jalsah) atau bahkan sekedar plesiran.&lt;br /&gt;Alasan Pertama:&lt;br /&gt;• AHMADIYAH MEYAKINI, AL-QURAN ADALAH KITAB SUCI YANG TERJAGA DAN TERPELIHARA (Al-Hijr, 15:9)&lt;br /&gt;• TIDAK ADA SATU “NASH/AYAT” PUN DI DALAM AL-QURAN YANG DI “MANSUKH” TERMASUK AYAT “KHAATAMAN-NABIYYIN” (Al-Ahzab, 33:40)&lt;br /&gt;• KARENA AHMADIYAH MEYAKINI AL-QURAN ADALAH KITAB SUCI YANG TERJAGA DAN TERPELIHARA, TIDAK ADA SATU PUN AYAT-AYATNYA YANG DI “MANSUKH”, SANGAT MUSTAHIL DAN SANGAT TIDAK MUNGKIN AHMADIYAH MENAFIKAN, LEBIH-LEBIH MENGINGKARI, TIDAK MEYAKINI,  RASULULLAH S.A.W. SEBAGAI “KHAATAMAN-NABIYYIN”&lt;br /&gt;Alasan Kedua : &lt;br /&gt;Hadhrat Ahmad mengajarkan&lt;br /&gt;“Tidak ada kitab kami selain Al - Qur’an Syarif dan tidak ada Rasul kami kecuali Muhammad Mustafa shallallaahu ‘alaihi wasallam. Tidak ada agama kami kecuali Islam dan kita mengimani bahwa Nabi kita, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam.  adalah Khaatamul Anbiya’, dan Al - Qur’an Syarif adalah Khaatamul Kutub&lt;br /&gt;• “Dengan sungguh-sungguh saya percaya bahwa Nabi Muhammad SAW., adalah Khaatamul Anbiya. Seorang yang tidak percaya pada Khatamun Nubuwwah beliau (Rasulullah SAW), adalah orang yang tidak beriman dan berada diluar lingkungan Islam” (Ahmad, Taqrir wajibul I’lan, 1891) &lt;br /&gt;“Inti dari kepercayaan saya ialah: Laa Ilaaha Illallaahu, Muhammadur-Rasulullaahu (Tak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah). Kepercayaan kami yang menjadi pergantungan dalam hidup ini, dan yang pada-Nya kami, dengan rahmat dan karunia Allah, berpegang sampai saat terakhir dari hayat kami di bumi ini, ialah :  Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW., adalah Khaataman-Nabiyyin dan Khairul Mursalin, yang termulia dari antara nabi-nabi. Di tangan beliau hukum syari’at telah disempurnakan. Karunia yang sempurna ini pada waktu sekarang adalah satu-satunya penuntun ke jalan yang lurus dan satu-satunya sarana untuk mencapai “kesatuan” dengan Tuhan Yang Maha Kuasa”.(Ahmad, Izalah Auham, 1891 : 137).&lt;br /&gt;• “Yang dikehendaki Allah supaya kita percaya hanyalah ini, bahwa Dia adalah Esa dan Muhammad SAW., adalah Nabi-Nya, dan bahwa beliau adalah Khatamul-Anbiya dan lebih tinggi dari semua makhluk”. (Ahmad, Kistii Nuh, 1902 : 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Inti dari kepercayaan saya ialah: Laa Ilaaha Illallaahu, Muhammadur-Rasulullaahu (Tak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah). Kepercayaan kami yang menjadi pergantungan dalam hidup ini, dan yang pada-Nya kami, dengan rahmat dan karunia Allah, berpegang sampai saat terakhir dari hayat kami di bumi ini, ialah :  Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW., adalah Khaataman-Nabiyyin dan Khairul Mursalin, yang termulia dari antara nabi-nabi. Di tangan beliau hukum syari’at telah disempurnakan. Karunia yang sempurna ini pada waktu sekarang adalah satu-satunya penuntun ke jalan yang lurus dan satu-satunya sarana untuk mencapai “kesatuan” dengan Tuhan Yang Maha Kuasa”.(Ahmad, Izalah Auham, 1891 : 137).&lt;br /&gt;• “Yang dikehendaki Allah supaya kita percaya hanyalah ini, bahwa Dia adalah Esa dan Muhammad SAW., adalah Nabi-Nya, dan bahwa beliau adalah Khatamul-Anbiya dan lebih tinggi dari semua makhluk”. (Ahmad, Kistii Nuh, 1902 : 15)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-7831028102299745108?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/7831028102299745108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/03/dua-versi-ahmadiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/7831028102299745108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/7831028102299745108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/03/dua-versi-ahmadiyah.html' title='DUA VERSI AHMADIYAH'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-1981460711602056833</id><published>2011-01-01T20:03:00.000-08:00</published><updated>2011-01-01T20:08:07.235-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sarana Ibadah'/><title type='text'>MESJID</title><content type='html'>Mesjid Yang pertama kali di Buat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ان اول بيت وضع للناس للذي ببكة مبركا وهدا للعلمين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2: 96. Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia[214].&lt;br /&gt;[214] Ahli kitab mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis, oleh karena itu Allah membantahnya.&lt;br /&gt;فليعبدوا رب هذا البيت- الذي اطعمهم من جوع وامنهم من خوف&lt;br /&gt;Maka hendaklah mereka meyembah Tuhan pemilik [a] Rumah itu. Yang telah memberi mereka makan di waktu lapar dan telah memberi mereka keamanan di waktu ketakutan. [3442]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hadis riwayat Abu Zar, ia berkata:&lt;br /&gt;Aku bertanya: Wahai Rasulullah,Mesjid manakah yang pertama dibangun di muka bumi ini? Rasulullah menjawab: Masjidilharam. Aku bertanya: Kemudian Mesjid mana? Beliau menjawab: Masjidilaksa. Aku bertanya: Berapakah jarak waktu antara keduanya? Beliau menjawab: Empat puluh tahun. Di mana saja datang waktu salat, maka salatlah, karena di situ juga Mesjid. (Shahih Muslim No.808)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Menghadap Ka’bah bukan Menyembah Ka’bah&lt;br /&gt;ولله المشرق والمغرب فاينما تولوا فثم وجه الله ان الله وسع عليم&lt;br /&gt;Dan, [a] kepunyaan Allah swt. timur dan barat, [138] jadi kemana pun kamu menghadap, di sanalah perhatian Allah swt. Sesungguhnya, Allah swt.  Maha Luas perberian-Nya, Maha Mengatahui. 5:115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid Sebagai Keistimewaan Rasulullah&lt;br /&gt;• Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Al-Anshari, ia berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: Aku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi sebelumku. Semua nabi sebelumku diutus hanya kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada semua manusia yang berkulit merah dan hitam. Dihalalkan bagiku harta rampasan perang yang tidak pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelumku. Bumi diciptakan untukku dalam keadaan suci menyucikan dan sebagai Mesjid, Barang siapa yang menemui waktu salat, maka salatlah di tempat ia berada. Aku diberi kemenangan dengan membuat takut musuh selama jarak perjalanan satu bulan. Dan aku juga diberi syafaat. (Shahih Muslim No.810)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Landasan Mendirikan Mesjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاتقوم فيه ابدا لمسجد اسس علي التقوي من اول يوم احق ان تقوم فيه فيه رجال يحبون انيتطهروا والله يحب المتطهرين&lt;br /&gt;9.108. Janganlah emgkau berdiri shalat  di dalamnya untuk selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang pondasinya diletakkan atas takwa semenjak hari permulaan, [1218] engkau lebih berhak berdiri untuk shalat  di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang berkeinginan mensucikan diri, dan Allah swt. mencintai orang- orang yang mensucikan diri.&lt;br /&gt;1218. Dikatakan bahwa yang dimaksudkan ialah masjid di Quba, yang telah didirikan di tem pat Rasulullah saw. pernah singgah sebelum memasuki Medinah pada hari beliau tiba dari Mekkah. Tetapi, menurut beberapa sumber, yang dimaksudkan ialah masjid yang dibangun Rasulullah saw. sendiri di Medinah dan kemudian dikenal sebagai “Masjid-un-Nabi “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid Milik Allah&lt;br /&gt;   وان المسجد لله فلاتدع مع الله احدا&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya masjid2 itu kepunyaan Allah, [3144] maka janganlah kamu menyeru kepada siapa pun selain Allah,jin: 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berhak Memakmurkan Mesjid dan yang tidak   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.18. Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah swt. [1169] hanyalah orang yang beriman kepada Allah swt. dan Hari kemudian dan tetap mendirikan shalat dan membawar zakat serta ia tidak takut kecuali kepada Allah swt. maka mudah-mudahan mereka itu termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah layak bagi orang-orang musyrik memakmurkan masjid-masjid Allah swt., sedang mereka menjadi saksi atas kekufuran [1168] diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang sia-sia amalnya dan di dalam Api mereka akan tinggal lama. 9:18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghalangi Orang Beribadah termasuk Aniaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siapakah yang lebih aniaya dari orang yang menghalangi menyebut nama-Nya [a] di dalam masjid-masjid Allah swt. dan berupaya merusaknya? [137] Mereka itu tidak layak masuk ke dalamnya kecuali dengan rasa takut. Bagi mereka di dunia ada kehinaan dan bagi mereka di akhirat tersedia azab yang besar. 2:115&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesjid Yang Pernah Diratakan &lt;br /&gt;9.107. Dan, di antara orang-orang munafik ada [1217] yang telah membuat masjid untuk kemudaratan Islam  dan membantu  kekufuran dan menyebabkan  perpecahan di kalangan orang-orang yang beriman, dan membuat tempat untuk memata-matai orang-orang yang memerangi Allah swt. dan Rasul-Nya sebelum ini. Dan, mereka pasti akan bersumpah, “Kami bermaksud tiada lain kecuali kebaikan.” Dan [b] Allah swt. menyaksikan, sesungguhnya mereka itu pendusta- pendusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemindahan kiblat dari Baitulmakdis ke Kakbah&lt;br /&gt;• Hadis riwayat Barra' bin Azib ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Aku pernah salat bersama Nabi saw. menghadap Baitulmakdis selama enam belas bulan sampai turun ayat dalam surat Al-Baqarah: Dan di mana saja engkau berada, palingkanlah wajahmu ke arahnya. Ayat tersebut turun sesudah Nabi saw. melakukan salat. Seorang sahabat bertolak dan menemui beberapa orang Ansar yang sedang salat. Lalu sahabat itu menceritakan apa yang terjadi, maka orang-orang Ansar itu memalingkan wajah mereka ke arah Kakbah. (Shahih Muslim No.818)&lt;br /&gt;• Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Ketika orang-orang sedang melakukan salat di Qubba, tiba-tiba datang orang yang membawa kabar bahwa semalam Rasulullah saw. mendapat wahyu berupa perintah untuk menghadap Kakbah. Seketika itu mereka menghadap ke Kakbah. Sebelumnya mereka menghadap ke arah Syam, kemudian mereka berputar menghadap ke Kakbah. (Shahih Muslim No.820)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Larangan membangun mesjid di atas kuburan, larangan memasang gambar di dalam mesjid dan larangan menjadikan kuburan sebagai tempat salat&lt;br /&gt;• Hadis riwayat Aisyah ra.: &lt;br /&gt;Bahwa Ummu Habibah ra. dan Ummu Salamah ra. menyebut-nyebut sebuah gereja yang pernah kami lihat di Habasyah yang penuh dengan gambar utusan Tuhan. Rasulullah saw. lalu bersabda: Mereka itu mempunyai kebiasaan apabila ada orang saleh dari mereka meninggal dunia, maka mereka akan membangun sebuah mesjid di atas kuburnya dan menggambar beberapa gambar di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.822)&lt;br /&gt;• Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Pada saat Rasulullah saw. sakit dan tidak sanggup bangun, beliau bersabda: Allah mengutuk orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat mesjid (tempat ibadah). (Shahih Muslim No.823)&lt;br /&gt;• Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Mudah-mudahan Allah memerangi orang-orang Yahudi yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid. (Shahih Muslim No.824)&lt;br /&gt;• Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Tatkala ditimpa suatu musibah, Rasulullah saw. akan menampakkan rasa sedih pada roman wajahnya. Bila hatinya merasa sempit, akan tampak pada raut wajahnya. Beliau bersabda bersabda: Kutukan Allah atas orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid. Beliau memperingatkan apa yang mereka perbuat tersebut. (Shahih Muslim No.826)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan dan janji untuk orang yang membangun mesjid&lt;br /&gt;• Hadis riwayat Usman bin Affan ra.: &lt;br /&gt;Bahwa beliau meluruskan persoalan yang dibicarakan antara para sahabat ketika mesjid Nabawi telah dibangun: Kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang membangun sebuah mesjid karena Allah Taala. (Bukair berkata: Aku kira) beliau bersabda: Karena mengharap keridaan Allah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (Shahih Muslim No.828)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-1981460711602056833?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/1981460711602056833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/01/mesjid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/1981460711602056833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/1981460711602056833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2011/01/mesjid.html' title='MESJID'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-1366688644941160674</id><published>2010-04-21T20:22:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T20:36:24.515-07:00</updated><title type='text'>PENGADILAN KEYAKINAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/S8_DvWhwNMI/AAAAAAAAAUE/YTKEFy-sw34/s1600/GP+Anshar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/S8_DvWhwNMI/AAAAAAAAAUE/YTKEFy-sw34/s200/GP+Anshar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462800091292120258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan adalah sesuatu yang abstrak ia berada jauh dalam kalbu, namun keyakinan bisa mengemuka dalam bentuk perilaku, maka akan diperoleh sebuah rumus apabila keyakinan yang dianut adalah baik maka perilakunya pun akan baik, begitu sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada satu logika berfikir yang hilang bila seseorang dikatakan manganut aliran sesat namun berperilaku baik, bukankah keyakinan itu mendasari perilaku ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau orang berani menyebut orang lain sesat berarti ia merasa kebenaran ada padanya, lalu yang jadi pertanyaan kebenaran itu milik siapa?, al-Qur'an menyebut Alhaqqu min Robbika ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu bila ada kelompoik atau lembaga yang mengatur sesat atau tidaknya keyakinan seseorang, bisakah ia membaca pikiran orang, lalu apa hukuman bagi pemikiran itu, bukankah hukum di dunia hanyalah menghakimi suatu tindakan, hendaknya pengadilan Keyakinan itu hanya diserahkan kepada yang Maha tau yang latif Dialah Allah Swt. Allahu A'lamu siapa yang sesat dan tidak.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-1366688644941160674?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/1366688644941160674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2010/04/pengadilan-keyakinan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/1366688644941160674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/1366688644941160674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2010/04/pengadilan-keyakinan.html' title='PENGADILAN KEYAKINAN'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/S8_DvWhwNMI/AAAAAAAAAUE/YTKEFy-sw34/s72-c/GP+Anshar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-962735808894719911</id><published>2009-08-12T22:27:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T22:30:47.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kalam'/><title type='text'>REVOLUSI KEAGAMAAN</title><content type='html'>Oleh : Abu Taheera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi merupakan lawan kata dari Evolusi, yang berarti perobahan secara cepat dan menyeluruh. Bila makna itu yang kita ambil, maka dengan sendirinya revolusi menghendaki suatu perombakan-perombakan baru yang benar-benar berbeda, sehingga bisa saja menghancurkan tatanan lama yang telah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;Dalam tataran yang sederhana revolusi bisa di ibaratkan dengan rencana membangun suatu gedung baru di atas lahan gedung yang lama, maka secara otomatis gedung yang lama harus dihancurkan, sebab gedung yang baru konsep arsitekturnya sama sekali berbeda dengan gedung yang lama, sangat tidak mungkin bila bangunan yang baru ingin di buat dengan tetap mempertahankan bangunan lama secara utuh. Kemudian bila gedung yang baru terbangun keindahan arsitekturnya melebihi gedung yang lama, maka barulah revolusi itu dikatakan berhasil, dan saya yakin pemilik gedung yang lama pun tidak akan menyesal – bahkan merasa senang dan bangga bahwa kini gedung yang ia miliki sudah sesuai dengan tuntutan keadaan tidak lagi ketinggalan zaman. Namun sebaliknya bila gedung yang baru memiliki kualitas yang lebih buruk dari gedung yang lama, maka tidak bisa dikatakan itu sebuah revolusi tetapi degradasi, dan sudah bisa dipastikan kemarahan akan timbul dari pemilik gedung yang lama.&lt;br /&gt;Seperti itulah kiranya revolusi dalam dunia keagamaan, Agama-agama samawi yang turun secara berurutan ke dunia ini satu sama lain saling merevolusi dengan cermat seiring dengan kemajuan pemikiran manusia dimana seorang nabi tertentu diutus. Yang pada akhirnya akan membawa setiap penganutnya kepada pemahaman yang lebih tinggi dan moderat dari keadaan sebelumnya.&lt;br /&gt;Namun Kalau kita perhatikan lebih cermat lagi ada keunikan tersendiri dalam revolusi dunia keagamaan, keunikan itu adalah “ Kebenaran yang bersifat abadi - tetap lestari dalam kurun waktu dimana revolusi itu berlangsung “. Umpamanya setiap nabi yang datang selalu mengajarkan ‘Ubudulloha robbi wa Robbakum”. Penyembahan terhadap Tuhan merupakan ajaran sejati yang bersifat abadi, namun tatacara penyembahan itu mengalami perkembangan sesuai masanya. Mengenai hal ini satu ayat Al-Qur’an mendukung kebenarannya :&lt;br /&gt;               •         &lt;br /&gt;ayat manapun yang Kami hapuskan, atau Kami biarkan terlupa, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. tidakkah kamu mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu? (QS 2:106).&lt;br /&gt;Ada kekeliruan dalam mengambil kesimpulan dari ayat ini bahwa, beberapa ayat Alquran telah dimansukhkan (tidak berarti lagi). Kesimpulan itu jelas salah dan tidak beralasan. Tiada sesuatu dalam ayat ini yang menunjukkan bahwa, kata ayah itu maksudnya ayat-ayat  Alquran. Dalam ayat sebelum dan sesudahnya telah disinggung mengenai Ahlilkitab dan keirian mereka terhadap Wahyu baru yang menunjukkan bahwa ayah yang disebut dalam ayat ini sebagai mansukh, menunjuk kepada Wahyu-wahyu terdahulu. Dijelaskan bahwa Kitab Suci terdahulu mengandung dua macam perintah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a)   yang menghendaki penghapusan karena keadaan sudah berubah dan karena   keuniversilan Wahyu baru itu, menghendaki penghapusan.&lt;br /&gt;(b) yang mengandung kebenaran kekal-abadi, atau memerlukan penyegaran kembali sehingga orang dapat diingatkan kembali akan kebenaran yang terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka oleh karena itu, perlu sekali menghapuskan bagian-bagian tertentu Kitab-kitab Suci itu dan mengganti dengan perintah-perintah baru dan pula menegakkan kembali perintah-perintah yang sudah hilang. Maka, Tuhan menghapuskan beberapa bagian Wahyu-wahyu terdahulu, menggantikannya dengan yang baru dan lebih baik, dan di samping itu memasukkan lagi bagian-bagian yang hilang dengan yang sama. Itulah arti yang sesuai dan cocok dengan konteks (letak) ayat ini dan dengan jiwa umum ajaran Alquran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran telah menghapuskan semua Kitab Suci sebelumnya; sebab mengingat keadaan umat manusia telah berubah – Alquran membawa syariat baru yang bukan saja lebih baik daripada semua syariat lama, tetepi ditujukan pula kepada seluruh umat manusia dari semua zaman. Ajaran yang lebih rendah dengan lingkup tugas yang terbatas harus memberikan tempatnya kepada ajaran yang lebih baik dan lebih tinggi dengan lingkup tugas universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini kata nansakh ( Kami menghapuskan ) bertalian dengan kata bi khairin (yang lebih baik), dan kata nunsiha (Kami biarkan terlupakan) bertalian dengan kata bi-mitslihaa  (yang semisalnya), maksudnya bahwa jika Tuhan menghapuskan sesuatu maka dia menggantikannya dengan yang lebuh baik; dan bila untuk sementara waktu Dia membiarkan sesuatu dilupakan orang, Dia menghidupkannya kembali pada waktu yang lain. Diakui oleh ulama-ulama Yahudi sendiri bahwa sesudah bangsa Yahudi diangkut sebagai tawanan ke Babil oleh Nebukadnezar, seluruh Taurat (lime Kitab Nabi Musa a.s.) telah hilang (Enc. Bib). (dikutip dari Al-Qur’an dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat, JAI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-962735808894719911?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/962735808894719911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/08/revolusi-keagamaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/962735808894719911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/962735808894719911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/08/revolusi-keagamaan.html' title='REVOLUSI KEAGAMAAN'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-3774642921209124379</id><published>2009-06-11T19:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T19:15:23.190-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khutbah Jum&apos;at'/><title type='text'>KEGELAPAN vs CAHAYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;KEGELAPAN VS CAHAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh Abu Taheera&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allah Swt Berfirman dalan Surat Al-An’am : 1 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan Mengadakan gelap dan terang, Namun orang-orang yang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt Maha luas, setiap penciptaannya demikian mengagumkan, dimensi pengetahuannya memilki jangkauan tak terbatas, namun kemurahannya dapat di nikmati semua makhluk. Sungguh bahagia bagi mereka yang senantiasa mengingat Dia dalam kalbunya, akan mendapat percikan nur samawi bagi mereka yang mengungkap pengetahuan dari-Nya dan akan merasakan kemurahan yang agung bagi mereka yang telah ma’rifat dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seibarat kita berdiri di tepi pantai lalu memandang lautan, maka yag terlihat adalah gulungan-gulugan ombak dan buih yang mengambang. Namun pengetahuan kita akan berbeda manakala kita  menyelaminya, disana kita akan berjumpa dengan penghuni lautan yang berjuta-juta bentuk dan namanya, bila kita terus menyelam lebih dalam lagi kita akan dimanjakan dengan pemandangan biota laut yang serba menakjubkan, akhirnya harus kita yakinkan kekuasaan Allah Swt berada di mana-mana sampai di dasar laut sekalipun.&lt;br /&gt;Keagungan dan kekuasaan Allah Swt, tidak hanya kita temukan dalam ciptaannya tetapi juga dalam kekuatan firman-Nya, dengan alur berfikir yang sama seperti menyelami lautan tadi, mari kita selami lebih dalam lagi firman Allah diatas, bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Allah Ciptakan langit dan Bumi&lt;br /&gt;2. Allah Ciptakan Kegelapan dan Cahaya&lt;br /&gt;3. Kemudian Orang-orang Kafir Mempersekutukan sesuatu dengan-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan susunan kalimat ayat ini, saya ingin menjelaskan bahwa pada permulaannya dunia kita ini berada dalam kegelapan, kemudian Allah menciptakan Cahaya, maka barulah kehidupan dunia mengalami perkembangan yang signifikan. Sebab dengan memperhatikan manfaat cahaya matahari misalnya, akan nampak pada kita bahwa segala sesuatu di dunia ini memerlukan cahayanya. Bisa kita bayangkan kalau tiba-tiba matahari tak bersinar lagi, Adakah kehidupan ?. Oleh karena itu cahaya matahari mutlak diperlukan Untuk lestarinya kehidupan lahiriyah, sebab ia menjadi sumber energi perkembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tinggalkan dulu cahaya matahari, mari kita beralih pembahasan kegelapan dan cahaya pada dimensi yang lain, bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kegelapan adalah lambang dari kebodohan/Jahiliyah&lt;br /&gt;2. Cahaya adalah lambang kemajuan ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ayat diatas akan bermakna, bahwa pada permulaannya manusia berada dalam kegelapan/kebodohan, kemudian berangsur-angsur Allah Swt, menurunkan ilmu pengetahuan  kepada manusia, sehingga dari zaman ke zaman manusia mengalami kemajuan dalam segala bidang, maka dengan datangnya ilmu pengetahuan hilanglah kebodohan. Karena ibarat kegelapan dan cahaya tak mungkin bersatu dalam satu tempat.&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan dengan perantaaan apa Allah Swt. menurunkan pengetahuan?, jawabannya adalah dengan perantaraan diutusnya Rasul-rasul, seperti kita baca :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dan Dia mengajarkan kepada Adam Nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada Para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!"(2: 31.).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya pikir dari sinilah lembaga pengajaran bermula, dimana Guru sejatinya adalah Allah dan Nabi Adam adalah muridnya sekaligus perwakilan manusia pada umumnya. Dari sinilah pondasi cahaya pengetahuan mulai ditancapkan dan dari sini pula peperangan antara cahaya dan kegelapan mulai berkobar. Orang-orang yang beriman bersama Adam berada dalam lingkaran cahaya dan mereka yang menolaknya akan lebih jauh lagi tenggelam dalam kegelapan.&lt;br /&gt;Tidak syak lagi bahwa para Nabi Allah adalah sumber Cahaya, sebagaimana ayat ini mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan (5:15).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur yang di maksud di sini Adalah Rasulullah Saw. Dan mengenai beliau terdapat perkataan.  Cahaya diatas cahaya (نور على النور). Artinya adalah bahwa para nabi itu adalah cahaya Allah Swt. Juga, tetapi cahayanya Rasulullah saw. mengungguli cahaya mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Para Rasul Allah sebagai sumber cahaya, maka hukum alam berlaku, yakni barangsiapa mengimani seorang utusan Allah Swt berarti ia menghadapkan wajahnya kearah cahaya, barangsiapa menolak utusan Allah Swt berarti ia membelakangi cahaya, semakin keras penentangan terhadap utusan Allah berarti ia semakin kencang berlari menuju kegelapan. Itulah sunnatullah yang berlaku sampai hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-3774642921209124379?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/3774642921209124379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/06/kegelapan-vs-cahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/3774642921209124379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/3774642921209124379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/06/kegelapan-vs-cahaya.html' title='KEGELAPAN vs CAHAYA'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-4581238729573863689</id><published>2009-05-18T17:27:00.000-07:00</published><updated>2009-05-18T20:58:08.853-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Banjarnegara'/><title type='text'>JEMAAT AHMADIYAH BANJARNEGARA : Donor Darah Untuk Kemanusiaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/ShH_e41XXEI/AAAAAAAAASw/d_SC3qF0LV0/s1600-h/Tragedi+Kemanusiaan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/ShH_e41XXEI/AAAAAAAAASw/d_SC3qF0LV0/s200/Tragedi+Kemanusiaan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337327939528121410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;“&lt;span style="font-size:85%;"&gt;cinta untuk semua tiada kebencian untuk siapapun &lt;/span&gt;” &lt;/span&gt;menjadi ruh bagi setiap anggota Jemaat Ahmadiyah dalam berkhidmat khususnya di bidang Kemanusiaan, selain memiliki organisasi resmi di bidang kemanusiaan “Humanity First” Jemaat Ahmadiyah secara organisasi menyerukan kepada warganya untuk senantiasa memberikan pengkhidmatan bagi kemanusiaan sesuai kemampuan yang di miliki masing-masing, karena hal tersebut merupakan amal sholeh dalam koridor Hablum Minannaas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka menyambut seruan diatas Jemaat Ahmadiyah di kabupaten Banjarnegara sudah rutin melaksanakan kegiatan Donor Darah bekerjasama dengan PMI setempat, dalam setiap donor darah yang dilaksanakan berkala setiap tiga bulan sekali, para anggota selalu menyambutnya dengan penuh antusias, walau mereka harus bekerja terlebih dahulu baik sebelum di donor maupun setelahnya, hal ini menunjukan minat dan kesadaran yang tinggi akan pentingnya menolong sesama, saya melihat sendiri wajah-wajah sedih dan kecewa dari beberapa peserta donor, bila darah mereka tidak memenuhi syarat untuk diambil, misal karena tekanan darahnya terlalu rendah atau terlalu tinggi atau juga bila HBnya terlalu rendah pengambilan darah jadi urung dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada keuntungan sendiri dari mereka yang tidak memenuhi persyaratan untuk diambil darahnya, yaitu dengan sendirinya mereka mengetahui bahwa kondisi tubuhnya kurang stabil, sehingga dengan diagnosa itu mereka bisa memperbaiki kondisi tubuh masing-masing, buktinya saya melihat ada beberapa orang dalam periode sebelumnya tidak bisa diambil darahnya namun pada periode berikutnya bisa di donor. Disamping itu dari mereka sendiri banyak yang bercerita bahwa setelah mengetahui kondisinya kurang baik, maka mereka segera memperbaiki pola makannya, misal meninggalkan makanan yang dapat menaikan tensi darah-bagi yang kebetulan darah tinggi dan sebaliknya mereka yang terdiagnosa darahnya dan atau HB-nya rendah, mereka mulai mengkonsumsi makanan yang bisa mendongkrak tensi dan HB darahnya ke kondisi normal.&lt;br /&gt;Bagi mereka yang lolos tes tensi dan HB kemudian dapat di ambil darahnya, nampak berseri-seri dan merasa bangga bahwa mereka telah menyumbangkan darahnya untuk kehidupan berharga bagi orang lain, sampai memiliki pemahaman seperti ini perlu waktu lama, khususnya bagi orang-orang yang tinggal di pedesaan, karena tidak jarang yang takut jarum suntik  apalagi jarum Donor Darah yang besarnya bisa empat kali lipat dari jarum suntik biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai periode terakhir maret 2009 tercatat kurang lebih 150 sampai 200 Orang pendonor Jemaat, mudah-mudahan dengan cara ini, kami lebih bisa memaknai kembali arti kemanusiaan yang sesungguhnya, apalagi tuntunan agama mengatakan “belum sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;innamal mukminuuna ikhwatun&lt;/span&gt; bukan ??”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-4581238729573863689?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/4581238729573863689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/05/jemaat-ahmadiyah-banjarnegara-donor.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/4581238729573863689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/4581238729573863689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/05/jemaat-ahmadiyah-banjarnegara-donor.html' title='JEMAAT AHMADIYAH BANJARNEGARA : Donor Darah Untuk Kemanusiaan'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/ShH_e41XXEI/AAAAAAAAASw/d_SC3qF0LV0/s72-c/Tragedi+Kemanusiaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-5268727729327613704</id><published>2009-05-09T04:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T04:34:11.957-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yasinan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;KONTROVERSI SEPUTAR TRADISI YASINAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejarah, lahirnya tradisi Yaasin dan Tahlil berangkat dari akulturasi budaya Islam dengan Jawa yang bernuansa Hindu-Budha. Islam ketika masuk ke tanah Jawa, pada masa awal penyebarannya dilakukan melalui dakwah kultural. Hal ini dimotori oleh Sunan Kalijaga yang juga seorang budayawan.&lt;br /&gt;Pada saat itu, kebiasaan lek-lekan (kumpul malam hari) sepeninggalnya seseorang dulunya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang kurang Islami, main kartu, minum-minuman, dan sebagainya. Kemudian sedikit demi sedikit tradisi lek-lekan itu dikawinkan dengan nilai-nilai Islam melalui ritual Yaasin dan Tahlil. Akhirnya, mitong dino, matang puluh dino, mendhak sepisan dan seterusnya sampai saat ini dapat kita saksikan dalam ritual Yaasin dan Tahlil. Dan dakwah semacam itu cukup efektif yang menjadikan Islam besar di tanah Jawa.&lt;br /&gt;Pada sisi lain, seperti tradisi Halal bi Halal sendiri, tradisi Yaasin dan Tahlil hanya di kenal di Indonesia. Tidak salah jika beberapa intelektual muslim berpendapat bahwa Islam di Indonesia adalah unik, memiliki rasa dan tidak gersang seperti di Timur Tengah atau negara lainnya. Sehingga ada yang lebih suka menyebutnya dengan ‘Islam Indonesia’, bukan Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;Sedangkan mengapa sampai saat ini NU masih tetap melestarikan tradisi Yaasin dan Tahlil, bukan hanya karena kegiatan Yaasin dan Tahlil adalah salah satu modal sosial, tetapi juga karena secara hukum adalah sah. Tidak ada dalam teks Al-Quran pun Hadist yang secara qoth’iy (pasti) mengharamkan atau melarangnya. Sedangkan, kelompok modernis Islam yang dulu dimotori oleh Muhammadiyyah menghukumi tradisi Yaasin dan Tahlil sebagai bid’ah yang didasarkan pada Hadist yang berbunyi, “Kullu bid’atun dlolaalatun”. Sayangnya Hadist tersebut salah dipahami dengan memaknainya sebagai “Setiap bid’ah adalah buruk”. Yang semestinya lafadl (kata) ‘kullu’ pada Hadist di atas dimaknai ‘sebagian’ (bi ma’na ba’dli). Artinya, memang benar ada bid’ah yang dlolaalah (buruk) dan pada sisi lain ada juga bid’ah yang hasanah (baik). Sayangnya, pada term yang terakhir kita jarang menyebutnya dengan bid’ah hasanah tetapi lebih sering dengan sebutan ijtihad.&lt;br /&gt;Saya akan menawarkan beberapa fakta yang mungkin akan membuat Anda berfikir ulang tentang bid’ah. Mungkin sampai saat ini Anda masih mendefinisikan bid’ah sebagai tata cara ibadah atau ibadah (‘ubudiyyah) yang sebenarnya tidak pernah digariskan oleh Allah dalam Al-Quran dan Hadist. Singkatnya tata cara ibadah atau ibadah yang mengada-ada. Jika Anda tahu, sampai ini pemerintah Saudi Arabia telah melakukan perombakan-perombakan syariah haji (tata cara); seperti perluasan batas geografi Arafah dan Mina, perluasan Safa-Marwah, pengaturan penyembelihan hewan kurban, dan yang paling mutakhir, memperlebar ukuran Jamarat dari hanya tiang kecil menjadi tembok selebar tujuh meter[4]. Hal tersebut dilakukan karena semakin membludaknya jamaah haji pertahunnya.&lt;br /&gt;Jika Anda masih konsisten dengan definisi bid’ah di atas, maka apakah Anda bisa mengatakan kebijakan pemerintah Saudi Arabia yang mengkreasi sedemikian rupa syariah haji akan Anda sebut juga sebagai bid’ah (dlolaalah)? Saya yakin, pada fakta di atas Anda akan cenderung menyebutnya sebagai proses ijtihad dalam rangka mengurangi kecelakaan yang terjadi akibat penumpukan jemaah. Nah, logika semacam itu juga berlangsung dalam tradisi Yaasin dan Tahlil, sebagai bentuk ijtihad dalam rangka dakwah kultural. Hanya saja kita—sekali lagi—alergi untuk menyebutnya dengan bid’ah hasanah. Karena term ‘bid’ah’ sudah kadung peyoratif dalam katalog kata kita.&lt;br /&gt;Saya membaca bahwa Yaasin dan Tahlil sebagai bentuk ijtihad dalam rangka melakukan kodifikasi (pengumpulan-pelembagaan) dari bacaan surat Yaasin, dzikir dan do’a yang kemudian diritualkan. Hal ini saya pandang sejajar dengan kumpulan do’a-do’a, dzikir yang dikeluarkan oleh Ulama tertentu untuk pengikutnya. Seperti kumpulan do’a, dzikir dan sebagainya dalam Majmu’ Assyarif atau majmu’-majmu’ lainnya.&lt;br /&gt;Saya kembali ingat, ada kaidah Fiqih yang berbunyi, “Al ‘adaatul muhakkamah”[5]. Artinya, “Adat atau kebiasaan bisa ditetapkan sebagai hukum”. Kontekstualisasi dari kaidah ini, bahwa kebiasaan atau tradisi yang secara esensial berisi nilai-nilai Islami dapat ditetapkan hukumnya menjadi sah atau boleh. Hal semacam ini dilakukan tidak semata-mata sebagai strategi an sich melainkan juga dalam kerangka penghormatan terhadap budaya tradisi yang nota benenya adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang memuat nilai-nilai kemanusiaan dan kemasyarakatan. Mujamil Qomar dalam disertasinya menulis, bahwa penghormatan pada tradisi yang baik ini pada akhirnya memuncak dengan memosisikannya sebagai hukum. Kalangan NU mengikuti kaidah Al ‘adaatul muhakkamah. Penetapan ini tidak sekedar berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sosial-kultural, tetapi juga memiliki sandaran teologis, baik Al-Quran maupun Hadist yang mendasari bangunan kaidah tersebut sehingga merasa haqqul yaqiin dalam menerapkannya[6]. Sandaran teologis yang dimaksud tepatnya adalah Hadist yang berbunyi, “Maa roohul muslimuuna hasanan fahuwa ‘indallahi hasanun”. Yang artinya, “Apapun yang menurut kaum muslimin pada umumnya baik, maka baik pula bagi Allah”[7].&lt;br /&gt;sumber&lt;br /&gt;1. Hal. 24 Terjemah Kitab Al Faraidul Bahiyyah: Risalah Qawaid Fiqh. Tahun 1977.&lt;br /&gt;2. Luthfi Assyaukanie dalam, “Perlunya Merombak Teologi Haji” tahun 2007.&lt;br /&gt;3. Hal 1. Terjemah Kitab Al Faraidul Bahiyyah: Risalah Qawaid Fiqh tahun 1977.&lt;br /&gt;4. Mujamil Qomar dalam NU “Liberal” . Hal 97 tahun 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;HUKUM TAHLIL DAN YASINAN PADA SAAT KEMATIAN&lt;br /&gt;Menurut Islam Moderat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya memang tidak ada contoh langsung dari Rasulullah SAW tentang tahlilan yang dilakukan terutama dalam kaitannya dengan kematian seseorang. Sehingga melakukan hal itu bukan termasuk anjuran yang dibakukan sebagai bagian dari tata cara ritual kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bila masalahnya kita bedah berdasarkan bolehkah melakukan atau ikut dalam tahlilan? Atau berdosakah bila melakukan tahlilan? Maka kita perlu merinci terlebih dahulu apa itu tahlilan.&lt;br /&gt;Paling tidak ada dua unsur utama dalam tahlilan: Pertama, bagaimana hukum mengirimkan pahala kepada orang yang sudah mati. Kedua, makanan yang dihidangkan oleh keluarga mayit itu apakah boleh dimakan atau tidak.&lt;br /&gt;Pertama: hukum menghadiahkan pahala kepada oang yang telah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat tentang hukum berdo’a dan mengahadiahkan pahala ibadah kepada orang yang telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pendapat pertama: Hal tersebut tidak diperintahkan agama berdasarkan dalil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalil Qur’an&lt;br /&gt;a. Firman Allah surat An-Najm: 38-39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasannya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain dan bahwasannya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Surat Al Baqaraah 286; Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat diatas adalah sebagai jawaban dari keterangan yang mempunyai maksud yang sama, bahwa orang yang telah mati tidak bisa mendapat tambahan pahala kecuali yang disebutkan dalam hadits: Apabila seorang manusia meninggal maka putuslah amalnya, kecuali tiga hal: Sedekah jariyah, anak yang shalih yang mendo&amp;amp; akannya atau ilmu yang bermanfaat sesudahnya (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, NasaI dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pendapat kedua: Membedakan antara ibadah badaniyah dan ibadah maliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahala ibadah maliyah seperti shadaqah dan hajji sampai kepada mayyit, sedangkan ibadah badaniyah seperti shalat dan bacaan Alqur’an tidak sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini merupakan pendapat yang masyhur dari Madzhab Syafi’I dan pendapat Madzhab Malik. Mereka berpendapat bahwa ibadah badaniyah adalah termasuk kategori ibadah yang tidak bisa digantikan orang lain, sebagaimana sewaktu hidup seseorang tidak boleh menyertakan ibadah tersebut untuk menggantikan orang lain.&lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan sabda Rasul SAW: ‘ Seseorang tidak boleh melakukan shalat untuk menggantikan orang lain, dan seseorang tidak boleh melakukan shaum untuk menggantikan orang lain, tetapi ia memberikan makanan untuk satu hari sebanyak satu mud gandum {HR An-Nasa’I).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pendapat ketiga: Do’a dan ibadah baik maliyah maupun badaniyah bias bermanfaat untuk mayyit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil yang digunakan adalah: 1. Dalil Alqur’an: ‘Dan orang-orang  Yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdo’a:’ Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudar-saudar kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami’ (QS Al Hasyr: 10) Dalam ayat ini Allah SWT menyanjung orang-orang yang beriman karena mereka memohonkan ampun (istighfar) untuk orang-orang beriman sebelum mereka. Ini menunjukkan bahwa orang yang telah meninggal dapat manfaat dari istighfar orang yang masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalil Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Dalam hadits banyak disebutkan do’a tentang shalat jenazah, do’a setelah mayyit dikubur dan do’a ziarah kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang do’a shalat jenazah antara lain, Rasulullah SAW bersabda: Dari Auf bin Malik ia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah SAW ‘ setelah selesai shalat jenazah-bersabda:’ Ya Allah ampunilah dosanya, sayangilah dia, maafkanlah dia, sehatkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air es dan air embun, bersihkanlah dari segala kesalahan sebagaimana kain putih bersih dari kotoran, gantikanlah untuknya tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggalnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya dan peliharalah dia dari siksa kubur dan siksa neraka’ (HR Muslim). Tentang do’a setelah mayyit dikuburkan, Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ustman bin ‘Affan ra berkata:’ Adalah Nabi SAW apabila selesai menguburkan  mayyit beliau beridiri lalu bersabda:’ mohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan hati untuknya, karena sekarang dia sedang ditanya’&lt;br /&gt;(HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tentang do’a ziarah kubur antara lain diriwayatkan oleh‘Aisyah ra bahwa ia bertanya kepada Nabi SAW.’ Bagaimana  pendapatmu kalau saya memohonkan ampun untuk ahli kubur? Rasul SAW menjawab, ‘Ucapkan: (salam sejahtera semoga dilimpahkan kepada ahli kubur baik mu’min maupun muslim dan semoga Allah memberikan rahmat kepada generasi pendahulu dan generasi mendatang dan sesungguhnya ‘insya Allah- kami pasti menyusul) (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Dalam Hadits tentang sampainya pahala shadaqah kepada: Dari Abdullah bin Abbas ra bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada ditempat ,lalu ia datang kepada Nabi SAW unntuk bertanya:’ Wahai Rasulullah SAW sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat, apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya? Rasul SAW menjawab: Ya, Saad berkata:’ saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan untuknya’ (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Dalil Hadits Tentang Sampainya Pahala Saum ; Dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:’ Barang siapa yang meninggal dengan mempunyai kewajiban shaum (puasa) maka keluarganya berpuasa untuknya’(HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dalil Hadits Tentang Sampainya Pahala Haji ; Dari Ibnu Abbas ra bahwa seorang wanita dari Juhainnah datang kepada Nabi SAW dan bertanya:’ Sesungguhnya ibuku nadzar untuk hajji, namun belum terlaksana sampai ia meninggal, apakah saya melakukah haji untuknya? Rasul saw menjawab: ‘Ya, bagaimana pendapatmu kalau ibumu mempunyai hutang, apakah kamu membayarnya? Bayarlah hutang Allah, karena hutang Allah lebih berhak untuk dibayar’ (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalil Ijma’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Para ulama sepakat bahwa do’a dalam shalat jenazah bermanfaat bagi mayyit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Bebasnya utang mayyit yang ditanggung oleh orang lain sekalipun bukan keluarga. Ini berdasarkan hadits Abu Qotadah dimana ia telah menjamin untuk membayar hutang seorang mayyit sebanyak dua dinar. Ketika ia telah membayarnya nabi SAW bersabda:’ Sekrang engkau telah mendinginkan kulitnya’ (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dalil Qiyas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahala itu adalah hak orang yang beramal. Jika ia menghadiahkan kepada saudaranya yang muslim, maka hal itu tidak ada halangan sebagaimana tidak dilarang menghadiahkan harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan membebaskan utang setelah wafatnya. Islam telah memberikan penjelasan sampainya pahala ibadah badaniyah seperti membaca Alqur’an dan lainnya diqiyaskan dengan sampainya puasa, karena puasa dalah menahan diri dari yang membatalkan disertai niat, dan itu pahalanya bisa sampai kepada mayyit. Jika demikian bagaimana tidak sampai pahala membaca Alqur’an yang berupa perbuatan dan niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUKUM TAHLIL DAN YASINAN PADA SAAT KEMATIAN&lt;br /&gt;Menurut Salafiyah : Ditulis oleh abuyahya April 9, 2009&lt;br /&gt;“Ayo pak kita yasinan di rumahnya pak RT!” Kegiatan yang sudah menjadi tradisi di masyarakat kita ini biasanya diisi dengan membaca surat Yasin secara bersama-sama. Mereka bermaksud mengirim pahala bacaan tersebut kepada si mayit untuk meringankan penderitaannya. Timbang-timbang, daripada berkumpul untuk bermain catur, kartu apalagi berjudi, kan lebih baik digunakan untuk membaca Al-Qur’an (khususnya surat Yasin). Memang sepintas jika dipertimbangkan menurut akal pernyataan itu benar namun kalau dicermati lagi ternyata ini merupakan kekeliruan, alasannya :&lt;br /&gt;1. Al-Qur’an untuk Orang Hidup&lt;br /&gt;Al-Qur’an diturunkan Alloh Ta’ala kepada Nabi Muhammad shollallohu’alaihi wa sallam sebagai petunjuk, rahmat, cahaya, kabar gembira dan peringatan. Maka kewajiban orang-orang yang beriman untuk membacanya, merenungkannya, memahaminya, mengimaninya, mengamalkan dan berhukum dengannya. Hikmah ini tidak akan diperoleh seseorang yang sudah mati. Bahkan mendengar saja mereka tidak mampu. “Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang mati itu mendengar.” (Terjemah An-Nahl: 80). Alloh Ta’ala juga berfirman di dalam surat Yasin tentang hikmah tersebut yang artinya, “Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan supaya dia memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup.” (Yasin: 69-70).&lt;br /&gt;Alloh berfirman yang artinya, “Sesungguhnya seseorang itu tidak akan menanggung dosa seseorang yang lain dan bahwasanya manusia tidak akan memperolehi ganjaran melainkan apa yang telah ia kerjakan.” (An-Najm: 38-39). Berkata Al-Hafizh Imam Ibnu Katsir rohimahulloh: “Melalui ayat yang mulia ini, Imam Syafi’i rohimahulloh dan para pengikutnya menetapkan bahwa pahala bacaan (Al-Qur’an) dan hadiah pahala tidak sampai kepada orang yang mati, karena bacaan tersebut bukan dari amal mereka dan bukan usaha mereka. Oleh karena itu Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak pernah memerintahkan umatnya, mendesak mereka untuk melakukan perkara tersebut dan tidak pula menunjuk hal tersebut (menghadiahkan bacaan kepada orang yang mati) walaupun hanya dengan sebuah dalil pun.”&lt;br /&gt;Adapun dalil-dalil yang menunjukkan keutamaan surat Yasin jika dibaca secara khusus tidak dapat dijadikan hujjah. Membaca surat Yasin pada malam tertentu, saat menjelang atau sesudah kematian seseorang tidak pernah dituntunkan oleh syari’at Islam. Bahkan seluruh hadits yang menyebutkan tentang keutamaan membaca Yasin tidak ada yang sahih sebagaimana ditegaskan oleh Al Imam Ad Daruquthni.&lt;br /&gt;Islam telah menunjukkan hal yang dapat dilakukan oleh mereka yang telah ditinggal mati oleh teman, kerabat atau keluarganya yaitu dengan mendo’akannya agar segala dosa mereka diampuni dan ditempatkan di surga Alloh subhanahu wa ta’ala. Sedangkan jika yang meninggal adalah orang tua, maka termasuk amal yang tidak terputus dari orang tua adalah do’a anak yang sholih karena anak termasuk hasil usaha seseorang semasa di dunia.&lt;br /&gt;2. Biar Sederhana yang Penting Ada Tuntunannya&lt;br /&gt;Jadi, tidak perlu repot-repot mengadakan kenduri, yasinan dan perbuatan lainnya yang tidak ada tuntunannya dari Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam. Bahkan apabila dikaitkan dengan waktu malam Jum’at, maka ada larangan khusus dari Rosululloh shollalohu’alaihi wa sallam yakni seperti yang termaktub dalam sabdanya, “Dari Abu Hurairah, dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam: Janganlah kamu khususkan malam Jum’at untuk melakukan ibadah yang tidak dilakukan pada malam-malam yang lain.” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Bukankah lebih baik beribadah sedikit namun ada dalilnya dan istiqomah mengerjakannya dibanding banyak beribadah tapi sia-sia? Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beramal yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka ia tertolak.” (HR. Muslim). Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala melindungi kita semua dari hal-hal yang menjerumuskan kita ke dalam kebinasaan. Wallohu a’lam bishshowab.&lt;br /&gt;MASALAH YASINAN&lt;br /&gt;Menurut Ulama NU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar Redaksi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak orang yang mempermasalahkan membaca surat Yasin. Entah mengapa, kalau ada istilah "Yasinan" itu bagi orang yang "alergi" (bawel) dalam masalah amalan orang NU seakan-akan orang Yasinan itu bukan orang Islam. Atau orang ini disebut ahli bid'ah dan dijauhi sangat. Padahal Yasin-an, AlBaqoroh-an, AlFateha-an, Al Waqi'ah-an dan seterusnya masih banyak lagi. Tapi yang dikritik itu Yasinan saja. Untuk menjawab masalah ini kita bisa melihat tulisan KH. Munawwir Abd. Fattah, Pimpinan Pesantren Krapyak Yogyakarta yang ditulis pada NU ONLINE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa “Yasin lima quriat lahu”, artinya surat Yasin dibaca sesuai niat si pembaca. Yasin dapat dibaca saat kita mengharap rezeki Tuhan, meminta sembuh dari penyakit, menghadap ujian, mencari jodoh, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, dalam praktik sehari-hari, akhir-akhir ini masyarakat sudah mentradisikan membaca Yasin dalam majelis-majelis kecil di kampung-kampung. Bahkan sudah lazim bacaan Yasin digabung dengan Tahlil. Tahlil dan Yasin telah menyatu menjadi bacaan orang-orang NU, dan selalu dapat kita dengar dari kelompok-kelompok kecil, kadang di siang hari, sore hari, malam hari, dan pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, surat Yasin sudah menjadi kebiasaan masyarakat bila salah satu keluarga ada yang sakit kritis. Surat Yasin dibaca dengan harapan jika bisa sembuh semoga cepat sembuh, dan jika Allah menghendaki yang bersangkutan kembali kepada-Nya, semoga cepat diambil oleh-Nya dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya Yasin dibaca sendirian, ada juga bersamaan dengan tetangga yang lain. Yang jelas, orang yang sakit sudah ridak ada harapan lagi untuk sembuh karena tanda-tanda akan diakhirinya ke hidupan ini sudah jelas. Dan surat Yasin menjadi pengantar kepulangannya ke hadirat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil orang-orang NU membaca surat Yasin ini adalah, pertama dalam hadits riwayat Nasa'i bersumber dari Ma'qal bin Yasar al-Muzan mengatakan, Rasulullah SAW pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَوْتَاكُمْ عِنْدَ يس اقْرَؤُا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bacalah surat Yasin di samping saudaramu yang sedang sekarat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini juga berlaku bagi yang masih hidup untuk membacakan Yasin untuk yang sudah meninggal. Persis seperti sabda Rasulullah: Laqqinu mautakum La ilaha illallah (Tuntunlah orang mati dengan kalimat La ilaha illallah). Dan termasuk dalam hadits ini adalah bacaan Yasin di atas makam. (Demikian penjelasan dalam kitab Kasyifatus Syubhat, hlm. 263)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits Ma'qal bin Yasar tersebut juga disebutkan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يس قَلْبُ القُرْآن لَا يَقْرَؤهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ وَالدَّارَ الآخِرَةَ إلَّا غَفَرَ لَهُ اقْرَءُوْهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Yasin adalah jantung Al-Qur'an. Siapa saja yang membacanya semata-mata karena Allah dan berharap kebahagiaan akhirat maka ia akan diampuni. Maka bacakanlah Yasin di samping saudaramu yang sedang sekarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan juga: jika seorang muslim dan muslimah dibacakan surat Yasin ketika mendekati ajal maka akan diturunkan 10 malaikat berkat dari huruf-huruf Yasin yang dibaca. Para malaikat itu berdiri berbaris di samping yang sakit, membacakan shalawat dan istighfar kepadanya dan ikut menyaksikan saat dimandikan dan mengantarkan ia ke makam. (Tafsir Yasin lil Hamamy, hlm. 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Audhaul Ma’ani Ahadits Riyadh as Shalihin disebutkan bahwa bacaan surat Yasin untuk yang sedang mendekati ajal akan menjadi bekal dia, seperti halnya ia membawa susu kental dalam perjalanan. Dan surat Yasin pada dasarnya dapat dibaca untuk seseorang setelah meninggal di rumah atau bahkan di makam. (Audhaul Ma’ani, hlm. 376)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Munawwir Abdul Fattah&lt;br /&gt;Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta&lt;br /&gt;dari NUonline:&lt;br /&gt;http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;amp;menu=news_view&amp;amp;news_id=15368&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Surah Yasin&lt;br /&gt;Abah Utik - Cirebon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena di atas tentunya bukan tanpa alasan. Di dalam kitab-kitab hadits memang ada hadits-hadits yang menerangkan keutamaan surat Yasin. Namun sangat disayangkan, menurut penelitian para ulama, hadits-hadits yang menerangkan keutamaan surah Yasin adalah lemah, tidak bisa digunakan sebagai dalil dalam beramal. Bahkan beberapa di antaranya adalah palsu. Imam Ibnul Qoyyim menyatakan bahwa semua hadits yang mengatakan , “Barangsiapa yang membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu... semua hadits tentang itu adalah palsu.” Hadits-hadits shahih yang menerangkan tentang keutamaan surat-surat al Qur’an selain surat Yasin memang ada, tetapi tidak menyebut soal ganjaran dan pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hadits-hadits yang menerangkan keutamaan surah Yasin adalah:&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang membaca surat Yasin dalam satu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya. Dan barangsiapa membaca surat Ad-Dukhan pada satu malam jum’at, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya.“ (Ibnul Jauzi, al maudhuat 1:247). Hadits ini dinyatakan palsu oelh Imam Ibnul Jauzi, beliau menyatkaan bahwa hadits ini batil dan tidak ada asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barangsiapa membaca surat Yasin pada malam hari karena mencari keridhaan Allah, maka akan diampuni dosanya pada malam itu.” (Riwayat.Imam Darimi, hadits ini lemah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangisapa terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam kemudian ia mati, maka ia mati syahid.”(Riwayat.Thabrani dalam Mu’jam Shaghir; hadits ini palsu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membaca surat Yasin pada permulaan siang (=di pagi hari), maka terpenuhi semua hajatnya (=keperluannya)” (Riwayat.Imam Darimi, hadits ini lemah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membaca surat Yasin satu kali seolah-olah ia membaca al Qur’an dua kali”. (Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman, hadits ini palsu.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membaca surat Yasin satu kali seolah-oleh ia membaca al Qur’an sepuluh kali.” (Riwayat Baihaqi dalam Syuabul Iman, hadits ini palsu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) al Qur’an adalah surat Yasin. Barangsiapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti membaca al Qur’an sepuluh kali.” (Riwayat Tirmidzi, hadits palsu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membaca surat Yasin di pagi hari, maka akan dimudahkan urusan hari itu sampai sore. Dan barangsiapa yang membacanya di awal malam (sore hari) maka akan diberi kemudahan malam itu samapi pagi.” (Riwayat Imam Darimi, hadits ini lemah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa membaca surat Yasin setiap malam, nisacaya diampuni dosanya. (Riwayat Baihaqi dalam Syuabul Iman, hadits ini lemah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Ta’ala membaca surat Thaha dan Yasin 2000 (dua ribu) tahun sebelum diciptakannya Nabi Adam. Tatkala para malaikat mendengar al Qur’an (yakni kedua surat itu) seraya berkata: Berbahagialah bagi ummat yang turun al Qur’an atas mereka, alangkah baiknya lidah-lidah yang berkata dengan ini (membacanya) dan baiklah rongga-rongga yang membawanya (yakni menghafal kedua surat itu).(Riwayat Darimi, hadits ini hadits mungkar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa mendengar bacaaan surat Yasin, ia akan diberi ganjaran 20 dinar pada jalan Allah. Dan barangsiapa yang membacanya diberi ganjaran kepadanya laksana ganjaran 20 kali melakukan ibadah haji. Dan barangsiapa yang menuliskannya kemudian ia meminum airnya, maka akan dimasukkan ke dalam rongga dadanya 1000 keyakinan, 1000 cahaya, 1000 berkat, 1000 rahmatan, 1000 rezeki, dan dicabut (dihilangkan) segala macam kesulitan dan penyakit. (Riwayat al Khatib, kemudian ia berkata: Hadits ini palsu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Surah Yasin itu bisa memberi manfaat bagi sesuatu tujuan yang dibacakan untuknya.” (Imam as Sakhawi menjelaskan bahwa hadits ini tidak ada asalnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Yasin untuk yang akan mati&lt;br /&gt;Sering kita jumpai ketika ada orang yang sakartaul maut, dibacakan surat Yasin dengan alasan agar kematian orang tersebut dimudahkan. Memang ada hadits menegnai hal ini, namun sangat disayngkan bahwa hadits ini lemah, tidak dapat dipakai sebagai landasan beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bacakanlah surah Yasin kepada orang yang akan mati dari antara kamu.” (Diriwayatkan Ahmad, hadits ini lemah)&lt;br /&gt;“Tidak ada seorang pun yang akan mati, lalu dibacakan surahYasin di sisinya (yaitu ketika ia sedang Naza’), melainkan Allah akan mudahkan (kematian) atasnya.” (Diriwayatkan Abu Nu’aim, hadits ini palsu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca Surat Yasin ketika ziarah kubur&lt;br /&gt;Tidak jarang kita temukan dari kalangan kaum muslimin yang membaca surah Yasin ketika berziarah kubur kedua orang tuanya. Mereka beranggapan bahwa hal ini disyariatkan. Memang ada hadits mengenai hal ini, namun sangat disayangkan bahwa hadits tersebut merupakan hadits palsu, sehingga tidak bisa diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa menziarahi kubur kedua orang tuanya setiap Jum’at dan mambacakan surat Yasin (di atasnya), maka ia akan diampuni dosanya sebanyak ayat atau huruf yang dibacanya.” (diriwayatkan Ibnu Ady, hadits ini palsu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menyatakan bahwa membacakan surat yasin ketiak ada orang yang sedang naza’ dan membaca al Qur’an (membaca surat Yasin atau surat-surat lainnya) ketika berziarah ke kubur adalah bid’ah dan tidak ada asalnya sama sekali dari sunnah nabi Shallallahu 'Alahi wa Sallam yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca Qur’an secara bersama-sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca al Qur’an merupakan ibadah, yang kita dituntut untuk melaksanakan sesuai dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Menurut Syaikh Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz, tidak ada satupun riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya bahwa mereka membaca Al Qur’an secara bersama-sama dengan satu suara dengan waqaf dan berhenti yang sama. Hal ini paling tidak hukumnya makruh. Akan tetapi para sahabat membacanya sendiri-sendiri, atau salah seorang membaca dan orang lain yang hadir mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu 'Alahi wa Sallam memerintahkan kepada Ibnu Mas’ud untuk membacakan Al Qur’an. Ibnu Mas’ud berkata, “Wahai Rasulullah, apakah aku akan membacakan Al Qur’an di hadapanmu, sedangkan Al Qur’an diturunkan kepadamu? Beliau shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Saya senang mendengarnya dari oarang lain.” (HR.Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika membaca secara bersama-sama dengan satu suara dengan tujuan kegiatan belajar mengajar, Syaikh Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz berharap bahwa hal tersebut tidaklah mengapa, boleh hukumnya. Apabila beberapa orang berkumpul membaca al Qur’an dengan tujuan menghafal atau mempelajarinya, dan salah seorang membaca sedang yang lainnya mendengarkannya, atau masing-masing dari mereka membaca sendiri-sendiri, maka hal ini disyariatkan. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artnya, “Apabila suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) sambil membaca al Qur’an dan saling bertadarus bersama-sama, niscaya akan turun ketenangan atas mereka, rahmat Allah akan meliputi mereka, para malaikat akan melindungi mereka dan Allah menyebut mereka kepada makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual Yasinan&lt;br /&gt;Ritual membaca surat Yasin secara bersama-sama, pada hari dan jam yang telah ditentukan, dikenal dengan nama Yasinan. Ritual ini banyak dilakukan pada malam Jum’at atau pada hari Jum’at nya. Biasanya, tiap-tiap RT memiliki halaqah (kelompok) yasinan tersendiri, apakah itu ibu-ibu, bapak-bapak, atau remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ritual ini, surat Yasin dibaca dengan cara bersama-sama dalam satu suara. Tidak jarang pula bersahut-sahutan, yang satu sudah selesai, yang lainnya belum. Bahkan ada beberapa ayat yang sengaja ditinggalkan oleh seorang peserta hanya untuk mengejar ketertinggalannya dalam membaca. Bukan suatu yang sulit pula menemukan para aktivis yasinan ini yang tidak mampu membaca al Qur’an. Mereka membacanya dari buku Yasinan yang memuat transliterasi huruf arab ke huruf latin. Bisa di duga bahwa tajwid pun tidak diperhatikan dalam ritual yasinan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan yasinan ini di sebagian tempat memerlukan biaya, karena yasinan bukan sekedar membaca surat Yasin kemudian pulang, namun dilanjutkan dengan makan ringan atau acara-acara lainnya seperti arisan atau ngobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual Yasinan, haruskah mengikutinya?&lt;br /&gt;Dalam menjalankan suatu kegiatan, terlebih kegiatan yang berlabel keagamaan, kita harus memperhatikan tips dan triknya, agar ibadah yang kita laksanakan diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ust. Fariq Gasim Anus menasihati kita dengan menukil pernyataan Syaikh Husain Al-Awaisyah, “Sebelum engkau melangkah satu pun-wahai saudaraku muslim- maka engkau harus tahu jalan keselamatanmu, janganlah engkau memforsir dirimu dengan banyak amalan, karena boleh jadi orang yang banyak beramal tidak mendapatkan apa-apa, kecuali letih dan lelah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan tersebut sangat tepat. Jangan sampai kita sudah berpayah-payah, capek, letih, dan lelah. Kita juga telah menghabiskan waktu, tanaga, dan biaya; ternyata kita tidak memperoleh apa-apa. Namun bagaimana mungkin, orang banyak beramal kok tidak mendapatkan apa-apa? Itu tidak masuk akal! Bukankah niat ibadah yang kita lakukan ikhlas karena Allah. Bukankah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudaraku, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatNya kepada kita, Bukankah Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman di kitabnya yang mulia, Al-Qur’anul Karim: (yang artinya): ”Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (Al_Kahfi: 103-104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama kita telah menjelaskan, bahwa syarat agar amal ibadah diterima di sisi Allah adalah harus benar, yaitu Ikhlas karena Allah semata, bebas dari syirik besar maupun kecil dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam (mutaba’ah). Syarat pertama adalah konsekuensi dari syahadat Laa ilaaha illallah, karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya untuk Allah dan jauh dari syirik kepadaNya. Adapaun syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah, karena ia menuntut wajibnya ta’at kepada Rasul, mengikuti syariatnya dan meninggalkan bid’ah atau ibadah yang diada-adakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Agar Dia menguji kalian siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.” (Surat Al-Mulk:2) Di dalam ayat ini, Allah Azza wa ‘Ala tidak berfirman (yang artinya): “…yang lebih banyak amalnya”, tetapi Allah berfirman (yang artinya): “…yang lebih baik amalnya.” Yang dimaksud dengan lebih baik amalnya adalah seikhlas-ikhlasnya, dan sebenar-benarnya.” Demikian yang dijelaskan Fudhail bin Iyadh. Beliau berkata,“Sesungguhnya suatu amalan jika dilakukan dengan ikhlas tetapi tidak benar maka tidaklah diterima, dan apabila amalan tersebut benar tetapi tidak dilakukan dengan ikhlas maka tidak diterima pula, sampai amalan tersebut dilakukan dengan ikhlas dan benar. Ikhlas apabila dilakukan karena Allah Ta’ala dan benar apabila sesuai dengan sunnah (Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Utsaimin –rahimahullah- menjelaskan bahwa sesuatu dikatakan mutaba’ah (mengikuti Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam) jika amalan tersebut sesuai dengan syariat dalam enam perkara, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pertama: Sebab&lt;br /&gt;Jika seseorang melakukan suatu ibadah karena Allah dengan sebab yang tidak disyariatkan, maka ibadah tersebut adalah bid’ah dan tidak diterima (ditolak).&lt;br /&gt;Contoh: Seseorang shalat tahajud pada malam 27 rajab dengan alasan bahwa malam itu adalah malam Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mi’raj (dinaikkan ke atas langit). Shalat tahajud merupakan ibadah, namun jika dikaitkan dengan sebab tersebut menjadi bid’ah. Karena ibadah tadi didasarkan atas sebab yang tidak ditetapkan dalam syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kedua: Jenis&lt;br /&gt;artinya: Ibadah harus sesuai dengan syariat dalam jenisnya. Contoh: Seseorang menyembelih kuda untuk kurban adalah tidak sah, karena menyalahi ketentuan syariat dalam jenis. Yang boleh dijadikan kurban yaitu unta, sapi, dan kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketiga: Kadar (bilangan)&lt;br /&gt;Kalau ada seseorang yang menambah bilangan rakaat suatu shalat, dan beranggapan bahwa hal tersebut diperintahkan, maka shalat tersebut adalah bid’ah dan tidak diterima. Karena tidak sesuai dengan ketentuan syariat dalam jumlah bilangan rakaatnya. Seandainya ada orang shalat dzuhur lima rakaat, shalatnya tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keempat: Kaifiyah (Cara)&lt;br /&gt;Seandainya ada orang yang sujud dulu baru ruku di dalam sholat,maka tidak sah, karena tidak sesuai dengan cara yang ditentukan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kelima: Waktu&lt;br /&gt;Apabila ada orang menyembelih binatang kurban pada hari pertama Dzul Hijjah, maka tidak sah; karena waktu melaksanakannya tidak menurut ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Keenam: Tempat&lt;br /&gt;Andaikata ada orang beri’tikaf di tempat selain masjid, maka tidak sah I’tikafnya. Sebab tempat I’tikaf hanyalah masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Saudaraku, kesimpulan dari penjelasan di atas adalah, bahwa ibadah seseorang termasuk amal shaleh yang diterima di sisi Allah jika dilakukan dengan ikhlas dan mutaba’ah. Dan mutaba’ah hanya dapat terjapai jika sebab, jenis, kadar, cara, waktu, dan tempat dalam beribadah tersebut sesuai dengan ketentuan syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui syarat diterimanya ibadah, maka kita bandingkan ritual yasinan dengan syarat-syarat di atas. Ada beberapa kesalahan dalam ritual yasinan: mengkhususkan dengan surat Yasin, padahal tidak ada dalil yang shahih yang mengkhususkan surat tersebut. Mengkhususkan pada hari tertentu dan berpendapat bahwa itu disyariatkan, padahal dalilnya adalah lemah. Dilakukan dengan cara bersama-sama satu suara, saling kejar-kejaran, tidak memperhatikan makhraj dan tajwidnya. Oleh karena itu, tidak selayaknya kita mengikuti ritual yasinan karena hal tersebut menyelisi sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alahi wa Sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan lebih baik kalau lelah kita, capek kita, uang yang kita keluarkan, kita gunakan di jalan yang disyariatkan oleh Allah. Bukankah semuanya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala? “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam hingga ia ditanya tentang empat perkara. Tentang umurnya bagaimana ia menghabiskannya, tentang ilmunya apa yang ia lakukan dengannya, tentang hartanya dari mana ia memperolehnya dan kemana ia menginfakkannya, tentang jasmaninya bagaimana ia menggunakannya.” (HR.Tirmidzi, sanadnya hasan shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;1. Kelemahan Hadits-Hadits Tentang Fadhilah Surat Yaasiin, Yazid Jawwas, Majalah Al Muslimun Bangil, No.254 th.XXII (38), Mei 1991; hal.34-41 (rubrik Mushthalah)&lt;br /&gt;2. Bacaan Surat Yaasin Bukan Untuk Orang Mati, Yazid Jawwas, Majalah Al Muslimun Bangil, No.255 th.XXII (38), Juni 1991; hal.78-81 (rubrik Hadits)&lt;br /&gt;3. Penyimpangan terhadap Al-Qur’an, Abu Anas Ali bin Husain Abu Luz, Darul Haq&lt;br /&gt;4. Fikih Nasehat, Fariq bin Gasim Anuz, Pustaka Azzam&lt;br /&gt;5. Sesuaikah Ilmu dengan Amal Anda? Al Khatib al Baghdadi, Pustaka At-Tauhid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-5268727729327613704?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/5268727729327613704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/05/kontroversi-seputar-tradisi-yasinan_09.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/5268727729327613704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/5268727729327613704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/05/kontroversi-seputar-tradisi-yasinan_09.html' title=''/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-63293652545312529</id><published>2009-04-19T07:44:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T04:09:10.731-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Album Kenangan'/><title type='text'>Bendungan Sodong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/Ses6fTD5uFI/AAAAAAAAAMA/NPXQ1a5eniI/s1600-h/DSC00081.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/Ses6fTD5uFI/AAAAAAAAAMA/NPXQ1a5eniI/s200/DSC00081.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326415293662738514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jalan pagi hoby yang menyehatkan badan, 19 April 2009 ba,da shalat Tahajud dan Shalat Shubuh,kami berempat ( Ahmad Sanusi, Suripto HS, Embah Kartasuwirja dan Bapak Nurzaman, bergegas mempersiapkan diri untuk jalan-jalan pagi, kebetulan cuaca cerah jadi tidak ada hambatan, jalan-jalan ini merupakan kali ke dua dan the destination yang di pilih adalah Bendungan Sodong di Dukuh Belibiran-Desa Limbangan -Madukara. Pemandangannya cukup menarik berikut adalah photo-photonya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan Bersama :&lt;br /&gt;air memang membawa Pesona tersendiri dalam benak setiap kita yang melihatnya. lihat saja ketiga bapak-bapak ini mereka asyik memperhatikan air bendungan yang tiada henti mengalir, sepertinya baru kali ini saja melihat air pak!! hehe...air memang sumber kehidupan manusia tak dapat di pisahkan darinya, semoga kita bisa menjaga lingkungan agar air juga mau berdamai dengan kita,,,kalau tidak kita akan seperti cigintung,,na'udzubillah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/Ses8mAq4iuI/AAAAAAAAAMQ/Wqq4ONKnSzU/s1600-h/DSC00084.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/Ses8mAq4iuI/AAAAAAAAAMQ/Wqq4ONKnSzU/s200/DSC00084.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326417608008305378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati ya naik tangganya&lt;br /&gt;asyik juga naik tangga, lihat kami berbaris di tangga bendungan ini, namun perhatian tetap saja ke aliran sungai, bendungan sodong ini di buat dengan perencanaan yang bagus juga, dengan tujuan utama sebagai irigasi dan juga sebagai upaya penanggulangan banjir. tercatat sungai kali tulis ini beberapa kali meluap sebelum ada bendungan tulis di Sokaraja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/Ses9sAMeLlI/AAAAAAAAAMg/0zDV83nKuDY/s1600-h/DSC00095.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/Ses9sAMeLlI/AAAAAAAAAMg/0zDV83nKuDY/s200/DSC00095.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326418810471591506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bendungan Sodong nan indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pesonanya cukup memikat, diapit dua tebing yang tinggi sekaligus membagi menjadi dua wilayah,yakni Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. penduduk di sini nampak sudah biasa melihatnya, tapi bagi kami para pelancong ini serasa tak bosan melihatnya...ok baguslah.&lt;br /&gt;album kenagan ini akan berlanjut sesuai peristiwa yang di alami, sampai jumpa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-63293652545312529?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/63293652545312529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/04/jalan-pagi-hoby-yang-menyehatkan-badan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/63293652545312529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/63293652545312529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/04/jalan-pagi-hoby-yang-menyehatkan-badan.html' title='Bendungan Sodong'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/Ses6fTD5uFI/AAAAAAAAAMA/NPXQ1a5eniI/s72-c/DSC00081.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-6536462352476447112</id><published>2009-04-14T21:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T22:01:39.210-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mahzarnamah'/><title type='text'>MAHZARNAMAH</title><content type='html'>Merupakan Pembelaan Jemaat Ahmadiyah di Parlemen Pakistan, meninjau beberapa segi dari sudut pandang Hak asasi Manusia dalam hal beragama, tidak ada kebolehan suatu parlemen apapun dan dimanapun yang boleh dan bisa mengekang seseorang untuk beragama.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBUNUHAN TERHADAP ORÀNG MURTAD&lt;br /&gt;MENURUT FAHAM MAUDUDI&lt;br /&gt;Ambisi Maulana untuk memperoieh kekuasaan itu bebas dari se-&lt;br /&gt;gala macarn batasan dan norma; di tiap medan segi demi segi fitrat be-&lt;br /&gt;liau yang cenderung kepada kekerasan itu tampak bergelora. Akidah&lt;br /&gt;beliau tentang pembunuhan terhadap orang-orang pun merupakan se-&lt;br /&gt;kuntum bunga dari akidah ini j'uga. Temyata, mengenai pokok itu&lt;br /&gt;beliau telah mengarang sebuah buku kecil yang beijudul "Murtad ki sa-&lt;br /&gt;la Islami Qanun mein" ("Hukuman terhadap orang Murtad menurut&lt;br /&gt;hukum Islam") yang didalamnya dengan sangat berani beliau meng-&lt;br /&gt;alamatkan faham ini kepada Rasulullah saw. dan menonjolkan pengi-&lt;br /&gt;.riman lasykar oieh Hadhrat Abu Bakar r.a. untuk menumpas pernberon-&lt;br /&gt;takan golongan yang menolak kewajiban membayar zakat (sebagai alas-&lt;br /&gt;an guna mempertahankan faham beliau. peny.).&lt;br /&gt;Sejauh ada pertalian dengan pernbahasan terperinci mengenai dalil-&lt;br /&gt;dalil beliau, baik dari segi akai maupun segi referensi buku-buku, haï&lt;br /&gt;itu inemerklkan suatu buku tersendiri. Jadi, di sini saya akan memba-&lt;br /&gt;tasi diri dengan membahas beberapa seginya saja. Kendatipun benar&lt;br /&gt;bahwa ada sementara ulama lainnya juga yang berhati baik dan bemiat&lt;br /&gt;suci telah tergelincir dalam masalah ini tetapi ada perbedaan besar di&lt;br /&gt;antara ketergelinciran mereka dengan tergelincimya Maulana Maududi.&lt;br /&gt;Pertama-tama ingin saya alihkan perhatian para pernbaca kepada per-&lt;br /&gt;bedaan itu. Kesalahan ulama tersebut hanya kesalahan dalam bidang&lt;br /&gt;fikih serta kekerasan hati mereka sedikit pun tidak berperan. Terbukti&lt;br /&gt;bahwa sekalipun mereka dengan jujur berpegang kepada faham bahwa,&lt;br /&gt;menurut Islam, orang yang murtad harus dihukum mati namun defini-&lt;br /&gt;si  musiim  menurut  mereka begitu luas sehingga tidak pemah timbul&lt;br /&gt;persoalan pembunuhan masal dalam umat Muhammad saw., dan hu-&lt;br /&gt;kuman itu baru dapat diterapkan dalam situasi bila seseorang mening-&lt;br /&gt;galkan agamanya-yang-dahulu lalu memeluk Islam, sesudah itu dia men-&lt;br /&gt;jadi murtad dan dengan tegas menyatakan tidak beragama Islam lagi.&lt;br /&gt;Bahkan di antara para ulama yang mendukung pandangan semacarn itu&lt;br /&gt;juga ada yang memberi fatwa bahwa orang murtad seperti itu harus di-&lt;br /&gt;beri tempo yang tidak terbatas untuk bertobat.&lt;br /&gt;Dari haï ini telah terbukti dengan jelas bahwa kesalahfahaman ini&lt;br /&gt;bukan disebabkan oieh keinginan supaya leher-leher makhiuk Tuhan&lt;br /&gt;masuk di bawah genggaman tangan mereka dan dengan demikian me-&lt;br /&gt;97&lt;br /&gt;reka dapat menjalankanperananTuhan seenak-enaknya. Sekali-kali b»&lt;br /&gt;kan begitu, mereka tidak berambisi untuk memaksakan fatwa kekafîr-&lt;br /&gt;an terhadap mereka yang mengucapkan kalimah syahadat lalu dengan&lt;br /&gt;memegang akidah pembunuhan terhadap yang murtad, dengan harap-&lt;br /&gt;harap cernas mereka rnenunggu-nunggu saat kapan mereka mendapat&lt;br /&gt;kekuasaan dan kapan mereka dapat mengalirkan sungai-sungai darah&lt;br /&gt;dengan membunuh orang-orang murtad itu.&lt;br /&gt;Namun, serupa dengan cara pemuka-pemuka agama di masa abad-&lt;br /&gt;abad kegelapan yang menganggap orang yang murtad dari agama Kris-&lt;br /&gt;ten itu sebagai layak dihukum mati; apa yang dimaksudkan oieh mereka&lt;br /&gt;dengan Kristen ialah orang Kristen yang sesuai dengan jalan pikiran pe-&lt;br /&gt;muka-pemuka itu. Menurut Maulana Maududi pun orang yang murtad&lt;br /&gt;dari Islam harus dihukum mati dan yang dimaksud dengan Islam ia-&lt;br /&gt;lah yang dinyatakan benar oieh Maulana Maududi atau penerus beliau.&lt;br /&gt;Maka dalam "masa pernerintahan" ala Maududi keputusan terakhir me-&lt;br /&gt;ngenai siapakah orang Islam dan siapakah murtad akan terletak di ta-&lt;br /&gt;ngan penguasa dari golongan Maududi. Bagaimanakah keputusan itu&lt;br /&gt;nanti? Jawaban pertanyaan itu telah dicantumkan dalam tulisan-tulisan&lt;br /&gt;Maulana Maududi tanpa bertedeng aling-aling.&lt;br /&gt;Namun sebelum saya membuat corat-coret tentang ide-ide Maula-&lt;br /&gt;na Maududi bertalian dengan persoalan ini pada tempatnyalah bila sa-&lt;br /&gt;ya dengan ringkas membersihkan Rasulullah saw. dari tuduhan bahwa&lt;br /&gt;nauzubillah beliau pun berpegang kepada akidah bahwa bila seorang&lt;br /&gt;memilih agama lain, dengan meninggalkan Islam, ia layak dihukum&lt;br /&gt;mati menurut syariat Islam.&lt;br /&gt;Bila kita menisbahkan suatu pikiran atau perbuatan kepada sese-&lt;br /&gt;orang maka secara wajar timbul pertanyaan dalam hati bahwa, apakah&lt;br /&gt;pengakuan atau perbuatannya itu cocok atau tidak dengan akhiak dan&lt;br /&gt;budi pekerti terbuka orang itu. Atas dasar kriteria itulah kita menguji&lt;br /&gt;banyak haï dalam kehidupan kita sehari-hari dan kriteria ini tidak hanya&lt;br /&gt;dapat diterapkan kepada manusia bahkan berlaku untuk segala sesuatu&lt;br /&gt;di dunia ini.&lt;br /&gt;Misainya, jika ada orang yang mengatakan bahwa ia melihat seekor&lt;br /&gt;kuda di hutan yang sedang merobek-robek badan seekor singa dan me-&lt;br /&gt;makan dagingnya, atau, seekor anak rusa yang dengan sekonyong-ko-&lt;br /&gt;nyong menyerang seekor harimau dan mencabik-cabiknya maka kita&lt;br /&gt;tidak dapat mempercayai barang sejenak pun bahwa haï itu telah terjadi&lt;br /&gt;98&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagaimana diceritakannya; sebab, pernyataan itu berlawanan dengan&lt;br /&gt;sifat-sifat yang telah dirnakiumi pada kuda atau rusa.&lt;br /&gt;Demikian pula akidah "pembunuhan terhadap orang murtad"&lt;br /&gt;itu sajn heg'tu ~lٌ,yanan dengan tindak kewajaran dan begitu jauh&lt;br /&gt;dari rasa keadila.rýýýý sehingga pada pokoknya sekali-kali tidak dapat di-&lt;br /&gt;nisbahka.n kepada Rasulullah  saw.  Justru misi beliau ialah supaya&lt;br /&gt;semua orang di «Jun.ia menerima agarna beliau dengan meninggalkan&lt;br /&gt;agama mereka. Jika demikian bagaimana dapat beliau memberi izin&lt;br /&gt;mempergunakan paksaan apa pun terhadap mereka yang mau menukar&lt;br /&gt;agama mereka.&lt;br /&gt;Manakala orang-orang memeluk agama beliau dengan meninggal-&lt;br /&gt;kan agama mereka dan sebagai hukuman terhadap perbuatan itu mereka&lt;br /&gt;dipukul dan disiksa maka beliau mencapnya sebagai kezaliman. Begitu&lt;br /&gt;pula beliau mengganggap haï itu sebagai suatu ikhtiar yang tidak adil&lt;br /&gt;dan sangat bertentangan dengan hati nurani manusia. Kernudian betapa&lt;br /&gt;mungkin wujud yang paling adil itu seakan sama sekali melupakan to-&lt;br /&gt;lok-ukur atau kriteria itu bertalian dengan perkara beliau sendiri. Bila&lt;br /&gt;ada seseorang mernukul orang lain oieh karena orang itu menukar aga-&lt;br /&gt;ma, beliau menganggap orang itu sangat zaiim; tetapi, bila ada yang me-&lt;br /&gt;ninggalkan agama beliau dan berpindah kepada agama lain beliau men-&lt;br /&gt;fatwakan untuk memberlakukan hukuman mati bagi orang itu. Politik&lt;br /&gt;semacarn ini bila dinisbahkan kepada seorang ahli polifik pun akan di-&lt;br /&gt;anggap sebagai penghinaan baginya, apalagi kaiau politik semacarn itu&lt;br /&gt;dinisbahkan kepada Hadhrat Muhammad Mustafa saw.&lt;br /&gt;Selain itu, jika pun akhiak umum beliau yang sebagian daripada-&lt;br /&gt;nya telah disinggung sepintas lalu sebelumnya diperhatikan maka sama&lt;br /&gt;sekali tidak beralasan menisbahkan akidah seperti itu kepada beliau.&lt;br /&gt;Seperti hainya mengenai matahari biarpun seribu dalil diberikan, orang&lt;br /&gt;tidak akan menerima pernyataan bahwa matahari tidak mengirimkan&lt;br /&gt;sinar melainkan kegelapan, demikian puhlah hainya tidak ada alasan&lt;br /&gt;apa pun untuk menisbahkan perbuatan yang tidak wajar semacarn ini&lt;br /&gt;kepada. Rasulullah saw. Tetapi, jika ada yang mau mengatakan bahwa&lt;br /&gt;akidah semacarn itu sama sekali tidax berlawanan dengan keadilan ma-&lt;br /&gt;ka saya tidak mempunyai jawaban kecuali berdiam diri oieh keheranan&lt;br /&gt;yang sangat.&lt;br /&gt;Haï lain yang patut direnungkan, ialah, dengan telaah sepintas pun&lt;br /&gt;tannpak dari AI-Qur'an yang mençutarakan sefarah agama-aeama. bah-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nn&lt;br /&gt;wa di antara para nabi yang telah lalu tidak seorang pun pemah mene-&lt;br /&gt;tapkan hukuman mati atau pengusiran bagi orang yang murtad. Ke-&lt;br /&gt;balikannya, tanpa kecuali, semua lawan mereka menetapkan hukuman&lt;br /&gt;mati atau pengusiran bagi orang mui-tad dan senantiasa berusaha melak-&lt;br /&gt;sanakan hukuman sesuai dengan ketetapan itu. Allah swt. dalam Al-&lt;br /&gt;Qur'an mencap cara mereka demikiaJî sangat tercela dan pantas dihu-&lt;br /&gt;kum. Juga Dia menentukan hukuman dengan kemusnahan-pasti dan&lt;br /&gt;kernurkaan llahi. Kernudian, bagaimana dapat saya benarkan bahwa&lt;br /&gt;Junjungan saya meninggalkan cara semua nabi yang suci itu lalu nauzu-&lt;br /&gt;billah memilih cara-cara tercela lawan mereka yang tidak sah itu serta&lt;br /&gt;menganggapnya benar. Menurut saya haï ini lebih mustahil daripada&lt;br /&gt;menisbahkan kegélapan kepada matahari. Namun, oieh karena menge-&lt;br /&gt;nai haï ini dalam bab pertama dari buku ini pun telah diberi sorotan&lt;br /&gt;terperinci, sebab itu saya menganggap tidak perlu menambah sesuatu.&lt;br /&gt;Haï ketiga yang perlu diputuskan itu ialah bahwa sejarah yang&lt;br /&gt;telah ditampilkan oieh AI-Qur'an mengenai masa Rasulullah saw. de-&lt;br /&gt;ngan  tegas   menetapkan pandangan ini sebagai batil dan tanpa ber-&lt;br /&gt;dasar. Mengenai sejarah yang ditampilkan oieh AI-Qur'an yang berhu-&lt;br /&gt;bungan dengan masa Rasulullah saw. itu jangankan para ulama Islam&lt;br /&gt;bahkan semua orientalis bangsa Eropa yang bagaimana pun fanatiknya&lt;br /&gt;terpaksa mengakui bahwa uraian itu layak diterima tanpa keraguan&lt;br /&gt;sedikit pun. Fakta-faktà sejarah yang telah dikernukakan oieh AI-&lt;br /&gt;Qur'an, sebagaimana telah saya singgung di sini secara sambil lalu, akan&lt;br /&gt;Insyaallah diutarakan dengan panjang lebar pada akhir bab ini. Pokok-&lt;br /&gt;nya, tiga dalil tersebut bukan saja dalam keseluruhan tetapi secara ter-&lt;br /&gt;pisah-pisah pun adalah begitu berbobot dan padat serta jelas sehingga&lt;br /&gt;setiap dalil lain yang berlawanan dengan itu adalah layak ditolak. De-&lt;br /&gt;ngan mengesampingkan hal-hal lain, lalu hânya sifat-sifat keadilan Ra-&lt;br /&gt;sulullah saw. saja kita perhatikan, maka faham "Pembunuhan terhadap&lt;br /&gt;orang murtad" akan menjadi musnah dengan sendirinya seperti buyar-&lt;br /&gt;nya benteng dari pasir. Bila Maulana Maududi mengernukakan dalil&lt;br /&gt;untuk mcmberi sanggahan terhadap pikiran itu bahwa sejumiah besar&lt;br /&gt;ulama yang cemerlang membenarkan faham ini, maka argumentasi Mau-&lt;br /&gt;lana yang demikian itu, menurut faham saya, adalah serupa dengan&lt;br /&gt;menganggap ranting sebagai permulaan dan akar sebagai akhiran. Bagai-&lt;br /&gt;mana pun tingginya martabat para ulama tetap mereka tidak luput&lt;br /&gt;dari kekeliruan dalam urusan syariat. Tetapi Junjungan kami, Muham-&lt;br /&gt;mad saw., itu bersih dari kesalahan dan kekeliruan.&lt;br /&gt;100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oieh sebab itu, seandainya semua ulama yang telah lahir dalam&lt;br /&gt;berbagai masa yang berlain-lainan dalain jangka waktu empat bêlas abad&lt;br /&gt;ini mengemukakan sesuatu yang dengan menerima sesuatu itu akan me-&lt;br /&gt;nodai shadaqat (sifat kelurusan), amanat, kejujuran, dan keadilan be-&lt;br /&gt;liau, saya sama sekali tidak akan relamenerimanya;sebab,sayamenge-&lt;br /&gt;tahui bahwa para ulama dengan martabat-martabat yang tinggi pun&lt;br /&gt;dapat kelini dan memang adakalanya mereka keliru juga. Tetapi, sifat-&lt;br /&gt;sifat mulia yang ada pada diri Rasulullah saw. tak dapat diragukan. Per-&lt;br /&gt;tikaian yang sengit di antara para ulama itu sendiri cukup membuktikan&lt;br /&gt;bahwa mereka tidak luput dari kekeliruan. Jika ada sepuluh pan5aangan&lt;br /&gt;tapi semuanya berbeda satu sama lain maka, pada pokoknyà, satulah&lt;br /&gt;yang benar dan selebihnya yang sembilan itu tidak benar, atau, boieh&lt;br /&gt;jadi satu pun tidak benar. Bagaimana juga, terlepas dari persoalan apa-&lt;br /&gt;kah para ulama, secara perorangan atau secara kolektif, dapat keliru&lt;br /&gt;atau tidak, satu haï yang jauh dari segala macarn keraguan dan tentu&lt;br /&gt;benarnya ialah, ranting-ranting dapat dikurbankan untuk akar tetapi&lt;br /&gt;akar tidak dapat dikurbankan untuk ranting. Suatu hadis yang diri-&lt;br /&gt;wayatkan oieh para perawi yang bagaimana pun benarnya jika terang-&lt;br /&gt;terang berlawanan dengan sebuah ayat AI-Qur'an, maka hadis semacarn&lt;br /&gt;itu dalam keadaan apa pun tidak dapat diutamakan dari AI-Qur'an.&lt;br /&gt;Demikian pula setiap ijmak (kesepakatan pendapat) atau ?uara&lt;br /&gt;terbanyak yang terang-terang belawanan dengan suatu keterangan AI-&lt;br /&gt;Qur'an atau yang memberi sorotan buruk kepada akhiak Rasulullah&lt;br /&gt;saw. yang luhur itu layak ditolak tanpa ragu-meragu sedikit pun.&lt;br /&gt;Sesudah pernbahasan singkat ini, kita kernbali kepada pokok pern-&lt;br /&gt;bahasan yang telah kita putuskan rangkaiannya. Pokok persoalan yang&lt;br /&gt;sedang dibahas tadi itu ialah sekte-sekte manakah dari antara mayori-&lt;br /&gt;tas orang-orang yang menyebut diri Islam menurut versi Maududi akan&lt;br /&gt;dicap sebagai murtad agar dapat diperkirakan bahwa jika pada suatu&lt;br /&gt;waktu golongan Maududi memperoieh kekuasaan maka beberapa jum-&lt;br /&gt;lah lehcr makhiuk Allah akan menjadi korban golok-golok mereka.&lt;br /&gt;Menurut Maulana Maududi, orang Ahmadi itu jelas tennasuk ka-&lt;br /&gt;tagori "murtad"  dan bagaimana pun merupakan suatu golongan mino-&lt;br /&gt;ritas bukan muslim, namun kernurtadan dan kekafiran tidak terbatas&lt;br /&gt;kepada mereka saja, selain mereka golongan "ahli Qur'an" yaitu mereka&lt;br /&gt;yang mengikuti aliran Tuan "Parwez" pun tanpa ragu-ragu adalah "bu-&lt;br /&gt;kan-musiim" keluar dari daerah Islam atau dengan perkataan lain akan&lt;br /&gt;terhitung "murtad" bahkan lebih dari itu kekafiran mereka akan dihi-&lt;br /&gt;101&lt;br /&gt;tung lebih parah dan "orang-orang Qadiani" (dengan demikian mungkin&lt;br /&gt;mereka dibunuh dengan cara lebih mengerikan). Untuk itu bacalab--di&lt;br /&gt;dalam berkala "Tasnim," terompet "Jemaat Islami," fatwa Maulana&lt;br /&gt;Amin Ahsan Islahi, yaitu ketika beliau masihbelum berpisah dan Mau-&lt;br /&gt;lana Maududi dan bahkaii disebut sebagai tangan kanan beliau, Maulana&lt;br /&gt;Amin Islahi berucap :&lt;br /&gt;"Semcntara orang dengan nnenunjuk kepada perbcdaan-perbc-&lt;br /&gt;daan faham mengenai syariat Islam, memberi musyawarah kepada&lt;br /&gt;orang Islam bahwa dalam negcriinitidak mungkin menegakkan sya-&lt;br /&gt;riat Islam namun hainslah ditegakkan pcmerintahan berdasarkan&lt;br /&gt;prinsip-prinsip AI-Qur'an. Jika menurut mereka syariat itu terbatas&lt;br /&gt;kepada apa yang tersebut dalam AI-Qur'an saja dan segala yang&lt;br /&gt;lain selain ii:ü ddak termasuk katagori syariat maka yang demikian&lt;br /&gt;itu merupakan kekafiran yang nyata bahkan kekafiran semacarn&lt;br /&gt;itu agak lebih parah dan lebih hebat dari kekafiran orang-orang&lt;br /&gt;Qadiani" (diambil dari buku "Mizaj syanas-e-Rasul" atau "sang&lt;br /&gt;pengenal jiwa Rasul," peny.) him. 372 dengan referensi, "Tas-&lt;br /&gt;nim" 15 Agustus 1952).&lt;br /&gt;Kiranya bereslah sudali dengan persoalan Ahmadiyah dan Ahli&lt;br /&gt;Qur'an. Kini timbul pertanyaan, apakah kekafiran dan irtidad (kemur-&lt;br /&gt;tadan) berakhir kepada dua sekte ini saja? Maka, dalam menyelidiki&lt;br /&gt;persoalan ini makin banyak kita menelaah literatur Maududi, semakin&lt;br /&gt;kentara pula hakikat ini bahwa dalam pandangan ala Maududi segala&lt;br /&gt;sesuatu yang lain adalah kekafiran dan kekafiran mutlak, kecuali faham&lt;br /&gt;Maududi. Mari kita menyaksikan ihwai "sekte-sekte musiim" dari&lt;br /&gt;"orang-orang musiim" bahwa menurut Maulana Maududi sejauh mana-&lt;br /&gt;kah benarnya keislaman mereka itu. Dalam menyoroti golongan yang&lt;br /&gt;banyak ini secara sephuas lintas Maulana Maududi menyatakan :&lt;br /&gt;"Golongan besar yang disebut kaum musiim ini keadaannya ada-&lt;br /&gt;lah sedemikian rupa sehingga sembilan ratus sembilan puluh orang&lt;br /&gt;dari seribu tidak memiliki i-lmu Islam, tidak pula mereka bisa mem-&lt;br /&gt;bedakan di antara hak dan batil,jalan pikiran mereka mengenai akh-&lt;br /&gt;Iak serta sikap mental mereka pun tidak mengalami perubahan yang&lt;br /&gt;sejalan dengan Islam. Dari ayah kepada putera dan dari putra kepa-&lt;br /&gt;da cucu secara terus-menerus telah menerima sebutan Islam seba-&lt;br /&gt;gai warisan; oieh sebab itulah mereka itu orang Islam. Mereka tidak&lt;br /&gt;menerima hak karena mengenainya sebagai hak, dan tidak pula&lt;br /&gt;102&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nneninggalkan batil karena mengenainya sebagai batil. Jika mereka&lt;br /&gt;diberi tampuk pimpinan oieh karena hak suaranya yang banyak&lt;br /&gt;dan mengharapkan bahwa kereta Millat Islam akan menempuh&lt;br /&gt;jalan Islam maka rasa optimisnya perlu dipuji" (Musalfnan aur&lt;br /&gt;Maujudah Siasi Kasymakasy — Orang-orang Musiim dan Pergola-&lt;br /&gt;kan PolitikDewasaim,"jilid III, him. 130).&lt;br /&gt;Beliau melanjutkan :&lt;br /&gt;"Perumpamaan pcmilihan umum secara dcmokratis adalah be-&lt;br /&gt;nar-benar serupa dengan cara membuat mentega dari susu yang dika-&lt;br /&gt;cau. Jika susu itu beracun maka mentega yang dihasilkannya su-&lt;br /&gt;dah sewajamya lebih beracun daripada susu itu sendiri.......&lt;br /&gt;"Walhasil, mereka yang menduga bahwa bila kawasan-kawasan&lt;br /&gt;tempat jumiah penduduk musiirnnya merupakan mayoritas, me-&lt;br /&gt;lepaskan diri dari kekuasaan Hindu dan di sini ditegakkan pernerin-&lt;br /&gt;tahan yang demokratis maka dengan demikian akan berdirilah ke-&lt;br /&gt;rajaan llahi maka dugaan ini keliru. Sebenarnya apa yang akan di-&lt;br /&gt;peroieh dari proses ini tak lain ialah pernerintahan orang-orang&lt;br /&gt;musiim yang bercorak kekafiran" (Musalman aur Maujudah Siasi&lt;br /&gt;Kasymakasy  - "Orang-orang Musiim dan prrgolakan Politik&lt;br /&gt;Dewasa ini," jilid III, him. 132).&lt;br /&gt;Jika sampai sekarang fatwa Maulana mengenai "orang-orang Mus-&lt;br /&gt;iim" yang bukan versi Maududi belum jelas maka untuk lebih memper-&lt;br /&gt;jelasnya saya sajikan satu kutipan lagi:&lt;br /&gt;"Kaum yang dinamakan Musiim di sini terdiri dari segalamacarn&lt;br /&gt;orang yang baik maupun buruk. Dilihat dari segi karakter, seba-.&lt;br /&gt;nyak jumiah tipe orang yang terdapat di kalangan orang kafir se-&lt;br /&gt;banyak itu terdapat pula dalam kaum ini. Jumiah pernberi penyak-&lt;br /&gt;sian paisu dalam pengadilan di kalangan orang kafir, prosentase-&lt;br /&gt;nya hampir sama dengan jumiah orang Islam yang memberi pe-&lt;br /&gt;nyaksian paisu. Dalam kebiasaan rnenyogok, pencurian, perzinah-&lt;br /&gt;an, dusta, dan akhiak-akhiak buruk lainnya orang Islam tidak ka-&lt;br /&gt;lah dari orung kafir" ( 'Musalman aur Maujudah Siasi Kasymaka-&lt;br /&gt;sy  — "Orang-orang Musiim dan Pergolakan Politik Dewasa Ini,"&lt;br /&gt;jilid m, him. 166).&lt;br /&gt;Adakah sesudah fatwa-fatwa ini masih diperlukan fatwa-fatwa la-&lt;br /&gt;gi? Jika masih ada keraguan maka, boieh jadi mengingat fatwa ini ber-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;103&lt;br /&gt;Iaku terhadap 999 orang dan seribu orang, fatwa ini tidakdapat dikena-&lt;br /&gt;kan kepadapara ulama umat Islam dan para pernimpin lainnya. Namun&lt;br /&gt;jalan pikiran ini tidak benar, sebab dalam pandançan Maulana Maududi&lt;br /&gt;tiap orang yang bukan termasuk golongan Maududi harus diperlakukan&lt;br /&gt;dengan satu macarn cara saja .&lt;br /&gt;"Baik pernimpin politik yang tclah menerima pendidikan ala Ba-&lt;br /&gt;rat maupun para ulama agama dan mufti syariat, kedua macarn pe-&lt;br /&gt;mimpin itu sama-sama sesat dari segi pandangan dan strategi per-&lt;br /&gt;juangan mereka. Kedua-duanya telah tergelincir dari jalan yang&lt;br /&gt;hak dan sedang berkelana dalam berbagai macarn kegelapan, tia-&lt;br /&gt;da seorang pun dari antara mereka yang pandangannya adalah se-&lt;br /&gt;suai dengan pandangan orang-orang Musiim" (Musulman aur Mau-&lt;br /&gt;judah Siasi Kasymakasy —   'Orang-orang Musiim dan Pergolakar&lt;br /&gt;Politik Dewasa Ini," jilid III Mm. 95).&lt;br /&gt;Para pernbaca yang budiman dapat memutuskan sendiri bahwajika&lt;br /&gt;kesesatan demikian itu namanya bukan "irtidad" maka nama apalagi&lt;br /&gt;yang dapat diberikan?&lt;br /&gt;د)engan membaca kedua fatwa Maulana Maududi tersebut saya ter-&lt;br /&gt;ingat kepada suatu cerita bahwa seorang raja sangat menyayangi seekor&lt;br /&gt;kuda, konon kuda itu jatuh sakit keras. Raja mana tahan mendengar&lt;br /&gt;khabar kernatian kudanya. Dia memerintahkan bahwa siapa pun yang&lt;br /&gt;akan membawa berita naas itu akan dibunuh; namun bersamaan dengan&lt;br /&gt;itu dia mengharuskan supaya selang setengah jam ia harus diberi tahu&lt;br /&gt;tentang keadaan kesehatan kudanya. Tetapi apa yang raja dapat perbuat&lt;br /&gt;di hadapan kehendak llahi? Dalam waktu setengah jam kuda itu mele-&lt;br /&gt;paskan nafasnya yang penghabisan. Melihat gelagat ini para pegawai is-&lt;br /&gt;tana merasa sangat gelisah dan khawatir bahwa siapa kiranya akan&lt;br /&gt;menghadap kepada raja menyampaikan berita kernatian kuda tersebut&lt;br /&gt;dan dengan demikian kernbali dengan membawa perintah untuk kerna-&lt;br /&gt;tiannya sendiri. Pada akhimya mereka memaksa seorang miskinyang&lt;br /&gt;tak berharga untuk menyampaikan kabar naas ini kepada raja. Kini ji-&lt;br /&gt;ka ia menolak perintah ini ia akan dibunuh dengan tangan pegawai ista-&lt;br /&gt;na dan jika menerima perintah itu ia akan menjadi sasaran kernurkaan&lt;br /&gt;raja. Walhasil orang tidak berdaya itu telah terlihat dalam kegelisahan&lt;br /&gt;dan kebimbangan yang sangat. Kini bagi dia, menurut suatu piameo&lt;br /&gt;tinggal hanya dua jalan, atau dia tetap berdiri di pantai dan menerima&lt;br /&gt;kernatian atas tangan setan yang mengejamya, atau ia melompat dalam&lt;br /&gt;104&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;laut biru yang dàlam itu dan tidur lelap untukselaîna-laînanya dibawa&lt;br /&gt;buaian ombak-ombak laut itu. la memang miskin dan tak berdaya, na-&lt;br /&gt;mun sangat cerdik. Akhimya ia menernukan satu jalan untuk mele-&lt;br /&gt;paskan diri dan kernatian kuda kepada raja. Kabar itu disampaikan de-&lt;br /&gt;ngan amat bijak; ia berkata, "Ya Duli bagindaku! Selamat sejahtera ba-&lt;br /&gt;gi yang mulia. Mubarak, mubarak, kinikuda empunya yang mulia da-&lt;br /&gt;lam keadaan amat tenang." Baginda saking gembira bertanya, "Cobaje-&lt;br /&gt;laskan agakitcrpcrinci, berita yang menggembirakan itu." Dia dengan&lt;br /&gt;dua tangan yang tertutup râpât memohon, "Yang Mulia, tadinya kuda&lt;br /&gt;itu anggota badannya bergemetaran, kini ia begitu tenang sehingga tidak&lt;br /&gt;mau membýýlra mata, tadinya suara berdebar-debarjantungnya kede-&lt;br /&gt;ngaran Jauh-jauh, kini tidak akan kedengaran suara debaran biar kita&lt;br /&gt;menarun kuping di dadanya. Tadinya nafasnya amat sesak, kini sudah&lt;br /&gt;habis perkara. Tiada persoalan mengambil nafas lagi."&lt;br /&gt;Mendengar uraian ini baginda dengan berang berkata, "Wahai&lt;br /&gt;orang naas, mengapa engkau tidak berkata bahwa kuda itu telah tiada."&lt;br /&gt;Lalu, orang itu berkata dengan khidmat, "Yang Mulia, bukan hamba&lt;br /&gt;yang mengatakan demikian. Yang Mulialah yang bersabda demikian.&lt;br /&gt;Betapa hamba sampai hati berkata demikian."&lt;br /&gt;Maka, bila ada suatu kaum yang telah menjadi sesat, telah me-&lt;br /&gt;nyimpang dari jalan kebenaran, sedang berkelana dalam beraneka ragarn&lt;br /&gt;kegelapan, pandangannya bukan pandangan seorang musiim, segala ma-&lt;br /&gt;cam tipe manusia yang terdapat di kalangan orang kafir terdapat pula&lt;br /&gt;padanya, maka jika kaum itu tidak dikatakan kafir, sebutan lain apakah&lt;br /&gt;yang akan dikenakan kepadanya? Tetapi, boieh jadi Maulana Maududi&lt;br /&gt;akan menjawab, "Bukan aku yang berkata 'demikian, kamulah yang&lt;br /&gt;mengatakannya."&lt;br /&gt;Oieh sebab itu sekarang pun bila siapa yang belum yakin bahwa&lt;br /&gt;haï ini mungkin teq'adi maka fatwa Maulana yang menganggap murtad&lt;br /&gt;kepada mereka yang memisahkan diri dari "Jemaat Islami" adalah cu-&lt;br /&gt;kup sebagai bukti:&lt;br /&gt;Ini bukan jalan tempat orang yang baginya maju ke depan&lt;br /&gt;dan mundur    sama saja. Tidak begitu! Mundurdi sini adalah&lt;br /&gt;sama dengan menjadi murtad ("Laporan Jemaat Islami," bagian&lt;br /&gt;l him. 8).&lt;br /&gt;Jadi, jika meninggalkan "JJemaat Islami" dan menggabungkan diri&lt;br /&gt;dengan jemaat lain dinamakan "murtad" maka.) jika nama jemaat yang&lt;br /&gt;105&lt;br /&gt;lain itu bukan kafir kernudian narna apa lagi yang mungkin diberikan&lt;br /&gt;kepact9me,reka?&lt;br /&gt;Tetapi, jika kesimpulan saya ini tidak benar kernudian kita berta-&lt;br /&gt;nya kepada beliau, bagaimanakah pandangan beliau mengenai orang-&lt;br /&gt;orang Islam yang menganggap Rasulullah saw. .sebagai "Alimul-Ghaib"&lt;br /&gt;serta mengingkari adanya jasad fisik beliau dan bagaimana pandangan.&lt;br /&gt;beliau mengenai orang-orang Islam yang membolehkan meminta-minta&lt;br /&gt;keperluan mereka di kuburan-kuburan para waliullah. Dan bagaimana-&lt;br /&gt;kah pandangan beliau mengenai mereka yang menganggap semua&lt;br /&gt;paraKhalifah Rasyidin r.a.. kecuali Hadhrat Ali r.a., sebagai perampas&lt;br /&gt;hak serta memaki-maki dan melaknati para khalilah dan para sahabat&lt;br /&gt;sahabat yang lain termasuk Hadhrat Aisyah r.a.&lt;br /&gt;Janganlah memberi jawaban seperti caranya menyampaikan berita&lt;br /&gt;mengenai kernatian kuda tetapi beritahulah serupa dengan kata-kata&lt;br /&gt;raja (dalam cerita tadi) sebutan apakah yang diberikan kepada orang-&lt;br /&gt;orang tersebut.&lt;br /&gt;ORANG-ORANG ISLAM KETURUNAN&lt;br /&gt;Di sini timbul suatu pertanyaan sangat penting, ialah seandainya&lt;br /&gt;dibenarkan pula bahwa hukuman bagi orang murtad itu hukuman mati&lt;br /&gt;dan dibenarkan pula. bahwa menurut Maulvi Maududi selain jemaat&lt;br /&gt;beliau semua orang Islam lainnya adalah kafir karena kekafiran mereka&lt;br /&gt;diterima oieh mereka sebagai warisan dari orangtua mereka; maka me-&lt;br /&gt;nurut Maulana sendiri mereka itu tidak dapat dicap sebagai murtad me-&lt;br /&gt;lainkan akan dihitung sebagai "orang kafir keturunan."&lt;br /&gt;Mengingat haï demikian, nampak bericbih-lcbihan bila dinisbahkan .&lt;br /&gt;kepada Maulana Maududi akidah bahwa semua "orang Islam keturunan"&lt;br /&gt;— adalah yang orangtuanya pun kafir menurut beliau — adalah kafir dan&lt;br /&gt;juga murtad. Memang tidak mungkin seseorang itu kafir dan juga sekali-&lt;br /&gt;gus murtad. Bagaimana haï itu mungkin? Saya sendiri mcngakui bahwa&lt;br /&gt;dalam dunia akai haï ini tidak mungkin. Tetapi, jika itu bukan dunia akai,&lt;br /&gt;jika yang berkuasa ialah kekerasan, dan akai manusia tidak berdaya&lt;br /&gt;maka apa yang tidak mungkin? Tentu dalam dunia macarn ini segala&lt;br /&gt;itu mungkin dan memang dalam lingkungan itu adalah mungkin seorang&lt;br /&gt;disebut "kafir" dan "murtad" pada waktu bersamaan.&lt;br /&gt;Jadi, menurut peraturan itu tiap orang "kafir" yang dipanggil se-&lt;br /&gt;bagai "musiim" dan yang telah dilahirkan di rumah "orang-orang mus-&lt;br /&gt;lOfi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lim-kafir" akan disebut "murtad" dan harus dibunuh. Sebab, bila tuju-&lt;br /&gt;annya ialah menguasai jiwa dan kekayaan mereka maka tiadajalan me-&lt;br /&gt;lainkan pertama-tama mereka diakui sebagai musiim keturunan, sesu-&lt;br /&gt;dah itu dikernukakan dengan gigih bahwa sesudah mencapai usia de-&lt;br /&gt;wasa mereka telah menjadi kafir dengan kehendak mereka sendiri sebab&lt;br /&gt;mereka dididik oieh orangtua mereka dalam lingkungan kekafiran. Oieh&lt;br /&gt;sebab itu semua orang Islam semacarn itu adalah kafir dan wajib dibu-&lt;br /&gt;nuh.&lt;br /&gt;Perhatikanlah, betapa anehnya peraturan otokratik ini bahwa se-&lt;br /&gt;jauh bertalian dengan "faham ala Maududi" dan "bukan alaMaududi"&lt;br /&gt;maka faham "bukan Maududi" merupakan kekafiran. Tetapi, sejauh&lt;br /&gt;ada hubungan dengan ikhtiar seorang "kalir keturunan" untuk memilih&lt;br /&gt;mazhab lain selain mazhab Maududi, maka kafir-keturunan itu terma-&lt;br /&gt;suk dalam katagori "musiim keturunan." Aturan main ini tidak ber-&lt;br /&gt;akhir sampai di sini saja bahkanjika di satu pihak dibenarkannya mem-&lt;br /&gt;bunuh orang "murtad" yang mula pertama masuk Islam dengan me-&lt;br /&gt;ninggalkan kekafiran dengan kehendak sendiri di atas dasar bahwa bila&lt;br /&gt;dia mengetahui bahwaJalan inijalan satuJlrah dan tidak mungkinber-&lt;br /&gt;balik dari jalan ini maka mengapa dia masuk dalam Islam sedangkan di&lt;br /&gt;pihak lain hak seorang "musiim keturunan" untuk menukar agamanya&lt;br /&gt;dirampas dengan dalih bahwa, sekalipun benar bahwa "manusia yang&lt;br /&gt;teipaksa" itu tidak berdaya menghadapi keadaan yang menyebabkan&lt;br /&gt;kelahirannya dan ia ditakdirkan dilahirkan di_rumah orang musiim, na-&lt;br /&gt;mun ia tidak dapat diberi izin mengganti agamanya sebab haï ini akan&lt;br /&gt;menimbulkan kesulitan. Makanya dalam usaha memecahkan problema-&lt;br /&gt;problema yang tak dapat dipecahkan ini beliau berkata :&lt;br /&gt;"Kalimat     J~~MA~&lt;br /&gt;"&lt;   "              -                      maksudnya ialah,&lt;br /&gt;kami tidak memaksa siapa pun masuk ke dalam agama kami,&lt;br /&gt;dan memang demikian Sikap kami; namun, orang yang mau pu-&lt;br /&gt;lang-kembali      sesudah      masuk, kepada orang semacam&lt;br /&gt;itu kami lebih dahulu memberi peringatan bahwa pintu ini tidak&lt;br /&gt;terbuka untuk masuk dan keluar. Maka, jika kamu mau masuk,&lt;br /&gt;putuskanlah dahulu bahwa kamu tidak akan berbalik.&lt;br /&gt;Jika tidak, silahkanjangan masuk."             *"{ • "  ~'•~~r&lt;br /&gt;Membaca tafsir yang demikian mengenai ayat  ~JIJJ L) * 1 J iy&lt;br /&gt;itu saya teringat kalimat pernimpin Ahli Qur'an, Tuan Parwez, yang de-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;107&lt;br /&gt;ngan kata-kata lain menjelaskan faham Maulana Maududi sebagai ben-&lt;br /&gt;kut:&lt;br /&gt;"Islam versi Maulana IMaududi scolah-olah scrupa dengan "pe-&lt;br /&gt;r.angkap tikus." Tikus dapat masukperangkap tetapi tidak dapat kc-&lt;br /&gt;luar dan padanya." (Rupanya keberanian Tuan Parwez mengemu-&lt;br /&gt;kakan inilah yang dibuatnya menjadi sasaran amarah Tuan Maudu-&lt;br /&gt;di).&lt;br /&gt;Tetapi terlepas dan ihwai Maulana telah memperolok-olokkan ayat&lt;br /&gt;ini secara amalan, jika ada orang bodoh atau karena terpaksa menun-&lt;br /&gt;dukkan kepalanya pada keputusan ini lalu ia mengatakan, "Benarlah&lt;br /&gt;apa yang dikatakan Maulana itu, tetapi saya berkata bahwasaya tidak&lt;br /&gt;datang kc dunia dengan kehcndak saya sendiri. Saya telah dilahirkan di-&lt;br /&gt;kalangan orang Islam. Bagaimana dapat saya tahu bahwa jalan ini ja-&lt;br /&gt;lan satu-arah, yakni, terbuka hanya untuk masuk? Karena, saya yang&lt;br /&gt;malang ini tidak tahu akan dilahirkan di masa pernerintahan ala Maudu-&lt;br /&gt;di."&lt;br /&gt;Maulana mengulang" mafhum persoalan itu dengan kata-kata&lt;br /&gt;beliau sendiri, lalu memberi suatu jawaban yang aneh bin ajaib. Selu-&lt;br /&gt;ruh tulisan Maulana bertalian dengan ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;ORANG-ORANG MUSLIM KETURUNAN&lt;br /&gt;"Sehubungan ini masih tinggal satu persoalan lagi yang menini-&lt;br /&gt;bulkan kegelisahan sangat dalam benak banyak orang bertalian de-&lt;br /&gt;ngan soal "pembunuhan terhadap orang murtad," ialah, dalam ke-&lt;br /&gt;adaan seorang yang tadinya bukan musiim lalu ia menerima Islam&lt;br /&gt;dengan kehendaknya sendiri dan sesudah itu ia kernbali lagi menja-&lt;br /&gt;di kafir. Mengenai orang seperti itu Anda dapat mengatakan bah-&lt;br /&gt;wa ia sengaja membuat kesalahan mengapa ia tidak puas menjadi&lt;br /&gt;zimmi .(orang kafir yang dibolehkan berdiam dalam negeri Islam&lt;br /&gt;dengan membayar upeti, peny.). Dan mengapa ia masuk dalam à-&lt;br /&gt;gama yapg bersifat kolektif sedangkan ia mengetahui bahwa pintu&lt;br /&gt;ketuamya tertutup. Namun, perkara orang yang tidak menerima&lt;br /&gt;agama Islam dengan kemauan sendiri bahkan oieh karena ia dila-&lt;br /&gt;hirkan di tengah keluarga orang Islam maka agama Islam dengan&lt;br /&gt;sendirinya telah menjadi agamanya, orang seperti itu apabila men-&lt;br /&gt;capai kedewasaan lalu karena tidak puas dengan agama Islam ia&lt;br /&gt;mau meninggalkannya, maka adalah keterlaluan bahwa orang se-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;108&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perti itu diancarn oieh Anda dengan hukuman mati dan memaksa&lt;br /&gt;dia tetap dalam Islam.&lt;br /&gt;"Halitubukansajanampaknya sebagai tindakan tidak adil bah-&lt;br /&gt;kan salah satuakibatnyayangwajar ialah sejumiah besar orang Islam&lt;br /&gt;keturunan akan terus berkembang dalam sistem kolektif Islam.&lt;br /&gt;Jawab dari kesangsian itu ada yang bersifat prinsipil dan ada yang&lt;br /&gt;bersifat pragmatik. Jawaban secara prinsipil ialah bahwa tidak&lt;br /&gt;dapat diadakan perbedaan bertalian dengan peraturan-peraturan&lt;br /&gt;agamadi antara pengikut-pengikut keturunan dan pengikut dengan&lt;br /&gt;kehendak sendiri, dan tiada agama yang pernah membedakan di-&lt;br /&gt;antara dua golongan itu. Tiap agama pada lazimnya menganggap&lt;br /&gt;keturunan para pengikutnya sebagai pengikut agama itu serta men-&lt;br /&gt;jalankan atas mereka semua peraturan-peraturan yang dapat di-&lt;br /&gt;jalankan kepada mereka yang menjadi pengikut dengan kemauan&lt;br /&gt;mereka sendiri. Haï ini secara amalan (Praktis) tidak mungkin dan&lt;br /&gt;tidak logis ditilik dari sudut akai bahwa keturunan para pengikut&lt;br /&gt;atau, menurut istilah politik, keturunan dari warga negara dan pen-&lt;br /&gt;duduk dididik pada mula pertama sebagai orang-orang kafir atau&lt;br /&gt;orang asing, dan apabila mereka beranjak dewasa, maka diserah-&lt;br /&gt;kan kepada mereka hak keputusan bahwa apakah mereka mau&lt;br /&gt;mengikuti agama ini atau mau menyatakan kesetiaan kepada ne-&lt;br /&gt;saxa. tempat mereka dilahirkaii ini. Tiada sistem kolektif yang da-&lt;br /&gt;pat berjalan dengan cara ini" (Hukuman Terhadap Orang Murtad&lt;br /&gt;Menurut Hukum Islam, him. 76—77).&lt;br /&gt;Saya menyerahkan kepada sidang pernbaca yang budiman untuk&lt;br /&gt;memberi keputusan adakah akai manusia dapat memperoieh kepuasan&lt;br /&gt;atau tidak dengan cara argumentasi Maulana yang khas ini? Secara pri-&lt;br /&gt;badi saya telah sampai kepada kesimpulan bahwa bila pun beliau me-&lt;br /&gt;masukkan kaki beliau ke dalam ruangpermasalahanyanghalus, pandang-&lt;br /&gt;an beliau menjadi kabur sekali sehingga tidak dapat membedakan di-&lt;br /&gt;antara berbagai bentuk dan gambar. Kabut yang menutupi gagasan be-&lt;br /&gt;liau mengenai negara Islam yang oieh karenanya beliau telah membuat&lt;br /&gt;kesalahan fatal dari segi pokok dasar dan prinsip, kini bukan tempat-&lt;br /&gt;nya untuk membahasnya dan untuk itu memerlukan sebuah buku ter-&lt;br /&gt;sendiri mengupasnya.  Namun, bertalian dengan argumentasi beliau&lt;br /&gt;yang_ baru telah dibaca oieh sidang pernbaca, saya ingin mengarahkan&lt;br /&gt;perhatian beliau kepada suatu kealpaan kecil yang jika diperbaiki da-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;109&lt;br /&gt;pat memperluas pandangan beliau bertalian dengan idiologi kekerasan&lt;br /&gt;beliau.&lt;br /&gt;Titik pusat dalil tadi itu ialah, "tiap agama menganggap keturunan&lt;br /&gt;para pengikutnya, secara naluri, sebagai pengikutnya juga." Oieh sebab&lt;br /&gt;orang-orang yang disebut musiim itu (meskipun menurut faham Maula-&lt;br /&gt;na Maududiibu-bapak mereka secara amaliah adalah kafir) biar bagai-&lt;br /&gt;mana pun akan disebut milik Islam pula. Jadi, bila kemilikan Islam&lt;br /&gt;terhadap mereka telah terbukti maka sesudah mereka beranjak dewa-&lt;br /&gt;sa, bagaimanakah dapat mereka diberi izin untuk menjadi apa saja me-&lt;br /&gt;nurut kehendaknya. Dalam membuat gagasan ini rupanya mata Maulana&lt;br /&gt;tidak melihat sabda Rasulullah saw. bahwa:&lt;br /&gt;ï\~ h;J  J~ &gt;J~Vi I  o-u.&lt;br /&gt;&lt;*—-» L~-~.~~ ! &lt;0, \~M'? 1 dJf t &gt;&gt;~•~.&lt;br /&gt;(J~'!')&lt;br /&gt;"Tiap bayi dilahirkan atas fitrat Islam, adalah ibu-bapaknya&lt;br /&gt;yang membuat. dia menjadi orang Yahudi atau Nasrani atau Ma-&lt;br /&gt;jusi" (Bukhari).&lt;br /&gt;Jika argumentasi tersebut di atas itu benar, maka mengapa akibat&lt;br /&gt;yang wajarnya dianggap terbatas kepada keturunan orang-orang yang&lt;br /&gt;disebut musiim itu? Anak-anak di seluruh dunia merupakan warisan Is-&lt;br /&gt;lam. Mengapa mereka disepikan dari kebahagiaan ini dan mengapa&lt;br /&gt;orangtua mereka harus diberi wewenang mendidik pada tahap permula-&lt;br /&gt;an mereka secara orang-orang kafir atau asing sebelum mereka men-&lt;br /&gt;capai usia dewasa. Adalah mengherankan mengapa hadis ini terlepas&lt;br /&gt;dari pandangan Maulana. Dalil itu seharusnya nauzubillah dianggap me-&lt;br /&gt;rupakan dalil yang prinsipil bagi para penganut faham kekerasan sebab&lt;br /&gt;jangkauannya tidak terbatas kepada orang-orang Islam bahkan menca-&lt;br /&gt;kup pula orang-orang kafir. Dan sebutannya bisa mencapai tiap agama&lt;br /&gt;(mazhab) dan tiap yang berkulit hitam atau putih di seluruh, penjuru&lt;br /&gt;dunia. Jika nauzubillah hadis ini diberi arti yang sama dengan cara argu-&lt;br /&gt;mentasi Maulana Maududi kernudian tiada seorang anak kafir pun dapat&lt;br /&gt;meloloskan diri.&lt;br /&gt;Pokoknya tugas saya hanyalah memberi kesadaran, selanjutnya&lt;br /&gt;terserah kepada Maulana sendiri. Saya tidak dapat memaksa beliau me-&lt;br /&gt;110&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyetujui sesuatu dan saya sendiri pun tidak menganut faham yang mem-&lt;br /&gt;benarkan cara kekerasan dalam bidang itikad-itikad dan pandangan-&lt;br /&gt;pandangan.&lt;br /&gt;Adalah tidak mungkin, menurut faham saya, bahwa suatu agama&lt;br /&gt;yang dalam rangka maksud mengajarkan kebenaran akan memaksa se-&lt;br /&gt;seorang berkata dusta. Adakah mungkin benih kebenaran menumbuh-&lt;br /&gt;kan bulir-bulir kebohongan atau buah kedustaan dapat menumbuhkan&lt;br /&gt;pohon kebenaran? Adakah pemah tampak butir-butir biji gandum&lt;br /&gt;mengeluarkan tumbuh-tumbuhan beracun? Jika haï demikian tidak&lt;br /&gt;mungkin, kernudian bagaimana mungkin Islam sendiri yang merupakan&lt;br /&gt;personifikasi kebenaran akan memaksa urnat manusia berdusta? Dan&lt;br /&gt;bagaimana mungkin seorang yang hatinya tidak mengakui lagi kebenar-&lt;br /&gt;an Islam dan karena bodohnya telah memperoieh keputusan dalam iti-&lt;br /&gt;kad bahwa AI-Masih itu anak Allah dan merupakan sekutu dalam ketu-&lt;br /&gt;hanan-Nya lalu Islam bangkit di hadapannya dengan menggenggam pe-&lt;br /&gt;dang seraya berkata, "Mengapa sebelumnya 'kau menyatakan bahwa&lt;br /&gt;Tuhan itu Mahaesa; kini baik karnu menerima atau tidak menerima, ka-&lt;br /&gt;mu harus berkata bahwa dia itu Mahaesa. Jika ia berani bertanya,&lt;br /&gt;"Tuan, hati saya memberi kesaksian bahwa Dia tidak tunggal maka ba-&lt;br /&gt;gaimanakah dapat saya memberi kesaksian bahwa Dia itu Mahaesa?"&lt;br /&gt;Lalu begitu selesai jawaban itu diucapkan serentak itu pula pedang Is-&lt;br /&gt;lam akan jatuh pada lehemya dan akan memenggal kepalanya seraya&lt;br /&gt;berkata, "Berani betul kamû berkata benar, mengapa tidak mau berdus-&lt;br /&gt;ta saja?"&lt;br /&gt;Sekalipun benar bahwa Tuhan itu Mahaesa dan memang tidak syak&lt;br /&gt;lagi bahwa Muhammad saw. adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya namun&lt;br /&gt;ketika orang-orang munafik di masa Rasulullah saw. memberi juga ke-&lt;br /&gt;saksian yang benar ini maka hanya karena hati mereka tidak ikut mem-&lt;br /&gt;beri kesaksian ini Allah swt. berfirman bahwa mereka itu berdusta.&lt;br /&gt;Dalam AI-Qur'an pada ayat pertama Surah Munafiqun Allah&lt;br /&gt;swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"~ &gt;-» " '!' ~ -~&lt;br /&gt;~JL, hء-Y; 1;ýLls ~»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\'îi}{»\ï\&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»         -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. *.,))) A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i                             i tCrY;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8c~s$hcu C~=] l c' l :• 41) tJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila orang-orang munafik datangkepada enghau, mereka ber-&lt;br /&gt;kata, Kami mcinberi kesaksian bahwasanyaengkauaclalahRasul Al-&lt;br /&gt;lah, namun sekalipun Allah (swt.)mengetahuibahwaengkauadalah&lt;br /&gt;Rasai Allah, Allah memberi kesaksian bahwa orang-orang munafik&lt;br /&gt;itu tentu berkata dusta" (Al - Munaflqun: 2).&lt;br /&gt;D~»J-1, '~,n~•n  AII^L ,...c __-_ l    l l -          -_—_ __--——~..~MfîL-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pcndck kata, Allah swt. menghendaki supaya orang-orang munaiik&lt;br /&gt;meninggalkan kebiasaan berkata bohong tetapi Maulana Maududi ber-&lt;br /&gt;pegang kepada akidah bahwa atas nama kebenaran orang-orang harus&lt;br /&gt;dipaksa dengan ancaman senjata untuk berdusta. Oieh karena saya tidak&lt;br /&gt;menyetujui faham ini, saya tidak bisa memaksa Maulana menyetujui&lt;br /&gt;e*ï\T'ï&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya.&lt;br /&gt;Mazhab saya adalah gamblang, yaitu:  ~ &gt; (~J *~ï~_ &gt; 'J&gt;غ,&lt;br /&gt;"Bagi kamu adalah agama kamu dan bagiku adalah agamaka"&lt;br /&gt;(Al-Kafirun : 7).&lt;br /&gt;ef                  1*111             *     *              1*11              iT                   l'**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sambil lalu saya ingin menghilangkaii suatu keraguan di sini,&lt;br /&gt;ialah, boieh jadi Maulana mengernukakan bahwa munafikin yang telah&lt;br /&gt;disinggung dalam ayat ini sama sekali tidak pemah beriman, sedangkan&lt;br /&gt;orang-orang yang Maulana mau memaksanya berdusta adalah tennasuk&lt;br /&gt;macarn munîtfikin yang, sekalipun telah mengetahui bahwa jalan ini ti-&lt;br /&gt;dak terbuka untuk masuk dan keluar, tokh menerima Islam J'uga;maka&lt;br /&gt;akan saya mohon kepada Maulana memperhatikan dua ayat yang lang-&lt;br /&gt;sung menyusul ayat di atas supaya seluruh persoalan akan meniadi jelas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ft             ~  ~      ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"  l-a ~".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~&lt;&lt;&lt;br /&gt;~ Jtlil •»"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~"»*.~~»'&lt;&lt;br /&gt;OO~AJU~~~ckýýýýý&lt;br /&gt;'"Mereka menjadikan persumpahan merekaperisai;dengan demi-&lt;br /&gt;kian mereka menghalangi orang-orang darijalan Allah. Sesungguh-&lt;br /&gt;nya sangat buruklah apa yang telah mereka kerjakan. Yang demi-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka itu menjadi kafir maka materai dikenakan pada kalbu me-&lt;br /&gt;reka dan karena itu mereka tak dapat mengerti" (Al-Munafiqun:&lt;br /&gt;3 - 4).&lt;br /&gt;Dari pokok pernbahasan yang terkandung dalam dua ayat ini ter-&lt;br /&gt;bukti dengan pasti bahwa :&lt;br /&gt;Pertama&lt;br /&gt;Munafikin yang telah dismggung di sini adalah orang murtad, Mu-&lt;br /&gt;la-mula mereka berirnan kernudian telah kernbali menjadi kafir.&lt;br /&gt;Kedua&lt;br /&gt;Mereka telah berpaling dari Islam sekalipun tadinya mereka mem-&lt;br /&gt;beri kesaksian bahwa Muhammad saw. adalah Rasul Allah. Allah Taala&lt;br /&gt;sangat mencela mereka. Mereka disebut sebagai "Orang-orang pendus-&lt;br /&gt;ta", dan Dia berfirman, "Alangkah buruknya apa yang mereka per-&lt;br /&gt;bliat."&lt;br /&gt;Ketiga&lt;br /&gt;Penyaksian mereka yang kemunafikan itu dinyatakan oieh Allah&lt;br /&gt;sebagai tidak berguna untuk Islam bahkan sangat merugikan Islam. Al-&lt;br /&gt;lah swt. bersabda bahwa dengan jalan demikian mereka menghalang-&lt;br /&gt;halangi manusia dari jalan Tuhan.&lt;br /&gt;Tetapi, akidah Maulana Maududi bertolak belakang dengan itu.&lt;br /&gt;Menurut firman Tuhan, mereka itu pendusta dan sangat burukiah per-&lt;br /&gt;buatan mereka. Namun Maududi Sahib menekankan bahwa :&lt;br /&gt;"Berbuatlah demikian, biar karnu tidak beriman dalam hati&lt;br /&gt;tetapi berilah penyaksian dengan lidah bahwa Muhammad saw.&lt;br /&gt;adalah Rasul Tuhan; jika tidak demikian leher kamu akan dipeng-&lt;br /&gt;gal."&lt;br /&gt;Temyata, seraya mencemooh sikap cinta kebenaran beliau mem-&lt;br /&gt;buat pernyataan mengenai murtad semacarn ini:&lt;br /&gt;"Jika ia begitu mencintai kebenaran sehingga tidak mau tetapi&lt;br /&gt;dalam keadaan munafik bahkan mau menganut apa yang sekarang&lt;br /&gt;dipercayainya,  mengapa dia tidak mau menyerahkan dirinya&lt;br /&gt;untuk dihukum mati" (Murtad ki Saza, him. 53.1.&lt;br /&gt;Mengajak orang berpegang kepada kemunafikan dengan mence-&lt;br /&gt;mooh "kecintaan kepada ucapan benar" merupakan karya agung Mau-&lt;br /&gt;lana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;il'.&lt;br /&gt;Walhasil, Allah swt. berfirman, "Hai orang-orang pendusta, jangan&lt;br /&gt;menjadi munafik," sedang Maulana seolah-olah mengatakan, "kok bera-&lt;br /&gt;ni betul karnuberkata terus terang, mengapa tidak mau menyelainat-&lt;br /&gt;kanjiwamu dengan menjadi orang munafik!"&lt;br /&gt;Allah swt. menyatakan bahwa kemunafikan semacarn ini mengha-&lt;br /&gt;lang-halangi manusia dan jalan Tuhan (dan sangat merugikan Islam)&lt;br /&gt;namun Maulana menekankan bahwa bila orang-orang murtad semacarn&lt;br /&gt;itu dibéri izin berkata benar maka Islam tidak dapat mempertahankan&lt;br /&gt;dirinya; dengan demikian tiada lembaga kolektif yang dapat bertahan di&lt;br /&gt;dunia.&lt;br /&gt;Apakah pcriu komentar mengenai perbedaan faham semacarn ini?&lt;br /&gt;Pada permulaanbab ini telah saya kupas bahwa Rasulullah saw.&lt;br /&gt;sekali-kali. tidak menyetujui gagasan "Pembunuhan terhadap orang mur-&lt;br /&gt;tad" yang berlawanan dengan fitrat dan keadilan. Telah saya nyatakan&lt;br /&gt;pula bahwa AI-Qur'an memberi sorotan yang jelas bahwa suri tauladan&lt;br /&gt;baik Rasulullah saw. tidak diragukan lagi mengenai masalah ini. Kini&lt;br /&gt;mari kita memohon keputusan dari AI-Qur'an mengenai masalah yang&lt;br /&gt;kita bahas, sebab tiada keputusan yang lebih baik dan lebih meyakinkan&lt;br /&gt;daripada keputusan AI-Qur'an.&lt;br /&gt;Surah AI-Munafiqun itulah surah (yang sebagian ayatnya telah di-&lt;br /&gt;kutip di atas) yang telah saya isyaratkan. Surah ini bukan saja menje-&lt;br /&gt;laskan persoalan "Pembunuhan terhadap orang murtad" itu dari segi&lt;br /&gt;masalah semata bahkan mengernukakan juga teladan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;perihal ini. Dan, memberi sorotan kepada tiap segi masalah ini akan&lt;br /&gt;menghilangkansegala keraguan. Dalam surah ini dengan pasti Rasulu-&lt;br /&gt;llah saw. telah diberitahukan mengenai orang-orang murtad yang setelah&lt;br /&gt;tadinya menjadi munafik bahwa mereka biasa memberi penyaksian&lt;br /&gt;mengenai kebenaran Rasulullah saw. Namun, Allah swt. membukakan&lt;br /&gt;segala rahasia mereka. Sekalipun demikian,  tidak-pemah adaperintah&lt;br /&gt;dari Tuhan mengenai pembunuhan terhadap mereka dan Rasulullah&lt;br /&gt;saw. pun tidak memerintahkan agar menghukum mereka dengan pem-&lt;br /&gt;bunuhan karena dosa itu. Mungkin Maulana menimbulkan keraguan&lt;br /&gt;bahwa sesudah Allah berfirman, "Orang-orang munafik itu pendusta,"&lt;br /&gt;Diamenambahkanayatberikutnya:&lt;br /&gt;~ ~&lt;~~-&gt; •'..'&lt;•&lt;br /&gt;&lt;u..».~Lb~l~JL?-.'"&lt;br /&gt;"Mereka telah menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai&lt;br /&gt;pensai."&lt;br /&gt;114&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebcnarnya peri-.ai itu untuk menyelamatkan diri dari pembu-&lt;br /&gt;nuhan dan mercka mengadakan penipuan tcrhadap orang-orang Islam&lt;br /&gt;dengan tujuan bahwa jika orang Islam telah mengetahui kernurtadan&lt;br /&gt;mcrekajangan-jangan nanti dibunuh oich orang-orang Islam.&lt;br /&gt;Nampaknya ini merupakan satu jalan keluar untuk lolos, tetapi&lt;br /&gt;sebaiknya Maulana memperhatikan lanjutan surah yang telah begitu ke-&lt;br /&gt;tat .menutup pintu itu sehingga keraguan tidak sempat menembusnya.&lt;br /&gt;Makanya, dalam meneruskan singgungan mengenai munafik-munafik&lt;br /&gt;tersebut Allah swt. berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I/r• ~??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;,   .f   ~  ~ •&gt; "   f  ~ &gt;f I~&lt;br /&gt;~4 JJ O~A~aa-lllll \ lj~p-B-2~ „„ \j~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»»  &gt; •' ~'&lt;'  t 'i"&lt;br /&gt;0 Cj?~/?C.~;فLY4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bila kepada glereka dikatakan, mari,Rasulullah akan me-&lt;br /&gt;mohon pengampunan bagirnu kepada Tuhan, lalu mereka menggü-&lt;br /&gt;.  yang-goyangkan kepala mereka, dan memalingkan muka dalam&lt;br /&gt;nadakesombongan"(Al-Miinafiqun:6).&lt;br /&gt;Dengan adanya ayat ini maka mengartikan ungkapan&lt;br /&gt;1•5 ,~///// I / :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa orang-orang nnunafik itu bersumpah karena takut akan dibunuh&lt;br /&gt;merupakan suatu perbuatan yang melampau segala bâtas. Kesimpulan&lt;br /&gt;yang lugas lagi tidak samar ayat ini sebagai berikut :&lt;br /&gt;l.    Samasekali tidak timbul soal kekhawatiran di pihak orang-oraiig&lt;br /&gt;murtad bahkan ketika dikatakan kepada mereka agar bertaubat,&lt;br /&gt;mereka menggeleng-gelangkan kepala, memalingkan, dan menain-&lt;br /&gt;pilkan sikap yang sangat'sombong.Begitukahbiasanyaorangyang&lt;br /&gt;takut akan mati?&lt;br /&gt;Seandainya mereka telah berdusta karena suatu kekhawatiran ma-&lt;br /&gt;ka seyogyanya mereka kehilangan keseimbangan mental mende-&lt;br /&gt;ngar haï ini dan mereka akan bersumpah-sumpah setengah mati&lt;br /&gt;bahwa, "Demi Allah, kami adalah orangmukmin tetapijikakamu&lt;br /&gt;tidak membenarkan, kini kami mau bertobat.&lt;br /&gt;115&lt;br /&gt;Mereka itu bukan orang-orang yang tidak dikenal bahkan orang-&lt;br /&gt;orang Islam mengetahui siapa orang-orang murtad itu. Oieh sebab&lt;br /&gt;itu orang-orang Islam biasa mendatangi mereka dan memberi na-&lt;br /&gt;sihat supaya bertobat, dan seandainya pun tadinya orang-orang&lt;br /&gt;itu tidak dikenal tentu sesudah ayat ini turun, pokoknya, mereka&lt;br /&gt;telah diketahui.&lt;br /&gt;Allah swt. tidak menyatakan dalam ayat ini, "Mari bertobatlah,ji&lt;br /&gt;ka tidak, kamu akan dibunuh bahkan sebaliknya Allah swt. berfir-&lt;br /&gt;man, "Mari. supaya Rasul-Ku  memohon ampunan bagirnu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lika bukuman irtidad itu pembunuhan adakah ayat ini harus demikian&lt;br /&gt;îunyinya?&lt;br /&gt;Namun, kini orang-orang murtad telah begitu berani sehmgga me-&lt;br /&gt;•eka menampakkan sikap kurang ajar, mulai secara terang-terangan&lt;br /&gt;nenghina orang-orang Musiim, menggeleng-gelengkan kepala, memaling-&lt;br /&gt;f.an muka, dan berlaku sombong.&lt;br /&gt;Bila seorang yang suka kepada kekerasan tiba pada ayat ini tentu ia&lt;br /&gt;akan menaruh harapan bahwa kini dalam ayat selanjutnya akan disebut&lt;br /&gt;)erintah untuk membunuh mereka bahkan boieh jadi akan diberi&lt;br /&gt;dorongan untuk membunuh dengan mendatangkan siksaan. Tetapi sa-&lt;br /&gt;yang orang yang mengharapkan demikian harus menghadapi keadaan&lt;br /&gt;lutus asa lagi dalam ayat berikutnya atau selanjutnya bahkan sampai&lt;br /&gt;akhir surah tidak nampak perintah untuk membunuh mereka.&lt;br /&gt;Jangankan perintah untuk membunuh, mereka masih diberi teng-&lt;br /&gt;gang waktu lagi dan selanjutnya dalam surah itu Allah swt. berfirman&lt;br /&gt;bahwa mereka itu bukan saja menghina orang-orang Islam bahkan&lt;br /&gt;orang-orang zaiim itu tidak segan-segan menghina wujud yang paling&lt;br /&gt;mulia di antara keturunan Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;".   ~     **!»•"*      ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'       .   •»         »    ~  l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'    -.     *  t!  ~ /•      I     l   .T ''«'»•'   l  ~ &lt;ii 'l.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ý5_ ï~))CC) ~cjs 'ý(گ__&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O .1/ ~, ý,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'.~*« *tf\\i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata, 'Jika kita kembalikeMedinah, tentulahorang&lt;br /&gt;yang paling mulia akan mengeluarkan orang yang paling hina dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;116&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;situ': pada haï kemuHaan hakiki itu kepunyaan Allah dan Rasul-&lt;br /&gt;Nya dan orang-orang mukmm; akan tetapi orang-orang munafik&lt;br /&gt;itu tidak mengetahui" (Al-Munafiqun: 9).&lt;br /&gt;Peristiwa yang telah disinggung dalam ayat ini ialah, pada suatu&lt;br /&gt;ketika di waktu ghazwah yang diikuti pula oieh beberapa orang muna-&lt;br /&gt;fik, Abdùllah bin Ubayy bin Salul mengucapkan kata-kata tidak seno-&lt;br /&gt;noh tersebut di tengah-tengah kawan-kawannya mengenai Rasulullah&lt;br /&gt;saw. Maksud kata-kata orang yang bemasib malang itu ialah, setiba di&lt;br /&gt;Medinah ia akan mengusir Rasulullah. saw. dan sahabat-sahabat beliau&lt;br /&gt;dari Medinah (nauzubillah).&lt;br /&gt;Ketika haï ini sampai kepada Rasulullah saw. dan beliau mengada-&lt;br /&gt;kan penyelidikan maka mereka serta merta berdusta secaya mengatakan&lt;br /&gt;bahwa Rasulullah saw. telah mempercayai penyaksian seorang pernuda&lt;br /&gt;remaja. Namun, Allah swt. dengan wahyu-Nya menjelaskan perkara&lt;br /&gt;ini kepada Rasulullah saw. dan membenarkan laporan itu.&lt;br /&gt;Kedurhakaan itu begitu keji sehingga tiap orang yang menaruh ke-&lt;br /&gt;cintaan terhadap Rasulullah saw. tentu akan marah mendengamya serta&lt;br /&gt;hatinya akan bergejolak. Dengan sendirinya orang mulai berpikir bah-&lt;br /&gt;wa sekurang-kurangnya orang nista seperti itu pasti akan dihukum. Se-&lt;br /&gt;bab kejahatannya tidak terbatas kepada irtidad saja bahkan orang mur-&lt;br /&gt;tad yang paling hina itu telah berlaku amat tidak sopan lagi pula menda-&lt;br /&gt;tangkan penghinaan yang paling keji terhadap Rasul yang paling mulia,&lt;br /&gt;karena kalimat-kalimat keji itu diucapkan pada suatu ekspedisi pepe-&lt;br /&gt;rangan yang lazimnya merupakan daur yang sangat genting dalam ke-&lt;br /&gt;hidupan bangsa-bangsa.&lt;br /&gt;Dalam saat-saat seperti itu kata-kata yang diucapkan terhadap&lt;br /&gt;panglima tertinggi itu dianggap sebagai tindakan pengkhianatan yang&lt;br /&gt;nyata dan layak dihukum mati. Terutama, mengucapkan kalimat se-&lt;br /&gt;macarn itu di tengah-tengah suatu golongan tertentu lebih-lebih lagi&lt;br /&gt;merupakan pelanggaran yang lebih dahsyat dan menunjukkan adanya&lt;br /&gt;suatu komplotan di latar belakangnya. Namun, tidakkah tatkala itu&lt;br /&gt;orang yang hatinya sedang bergejolak dengan rasa sedih dan marah akan&lt;br /&gt;merasa heran membaca bahwa hukuman seperti itu tidak diturunkan&lt;br /&gt;oieh Tuhan dan tidak pula diputuskan oieh Rasulullah saw. sendiri.&lt;br /&gt;Inilah peristiwa yang mengenainya Maulana Maududi pun tidak&lt;br /&gt;dapat menakwilkan bahwa saat itu adalah daur yang rawan sedangkan&lt;br /&gt;orang munafik itu mempunyai kekuatan yang cukup besar. Sebab me-&lt;br /&gt;117&lt;br /&gt;nurut ucaDan Maulana sendiri. daur itii adnlnh dٌýýr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika sesudah gagainya tabligh dan nasihat kepada Islam sang&lt;br /&gt;da'i memegang pedaiig di cangannya maka sedikit d«-nii sedikit&lt;br /&gt;karat keburukan dan kejahatan telah mulai menjadi luntur dan de-&lt;br /&gt;ngan sendirinya kotoran-kotoran sedang meninggalkan tabiat-&lt;br /&gt;tabiat manusia."&lt;br /&gt;Peristiwa inijustru terjadi pada "Daur Pedang" bila "karat keburu-&lt;br /&gt;kan dan kejahatan warnanya menjadi luntur." serta kotoran-kotoran se-&lt;br /&gt;dang meninggalkan tabiat-tabiat.&lt;br /&gt;Tetapi terlepas dari pandangan ~PSfaulana yang demikian, fakta-&lt;br /&gt;fakta sejarah pun menunjukkan bahwa tiada tempat bagi sangkaan bah-&lt;br /&gt;wa nauzubilah Rasulullah saw. memaafkan orang tersebut karena ada&lt;br /&gt;kekhawatiran. Sebenamya, membiarkan pandangan semacarn ini ber-&lt;br /&gt;semayarn dalam hati pun merupakan penghinaan kepada Rasul yang&lt;br /&gt;sangat suci itu. Yang kedua, kedok kekuatan orang yang sangat buruk&lt;br /&gt;nasibnya itu terbuka dari fakta bahwa anak Iaki-lakinya sendiri telah&lt;br /&gt;meninggalkan ayahnya dan memilih menjadi debu telapak kaki Rasulu-&lt;br /&gt;llah saw. dan kesetiaan dan kecintaannya terhadap Rasulullah saw. se-&lt;br /&gt;demikian rupa mendalam di hatinya sehingga bila iamendengar peristi-&lt;br /&gt;wa ayahnya yang sangat memalukanitu maka kecintaan terhadap Rasu-&lt;br /&gt;lullah saw. telah menimbulkan satulaufan kegelisahan dan serentak me-&lt;br /&gt;lihat penghinaan terhadap kekasihnya, timbul gairah sedemikian hebat&lt;br /&gt;pada dirinya sehingga ia memohon kepada Rasulullah saw., "Ya Rasu-&lt;br /&gt;lullah, jika Hudhur telah memutuskan mcnghukum ayah.sayadengan&lt;br /&gt;pembunuhan, berilah perintah kepada saya untuk membunuhnya de-&lt;br /&gt;ngan tangan saya sendiri." Namun, tawaran ini ditolak oieh Wujud per-&lt;br /&gt;sonifikasi kerahiman dan kesayangan. Betapa dalamnya rasa kasih mes-&lt;br /&gt;ra pada diri beliau sehingga wujud yang paling mulia di dunia itu telah&lt;br /&gt;memberi maaf kepada orang murtad yang paling hina dan merupakan&lt;br /&gt;noda bagi kemanusiaan itu. Sesudah itu inenyusul suatu kejadian ajaib&lt;br /&gt;yang setara dengan itu tak dapat dijumpai dalam sejarah dunia. Yaitu,&lt;br /&gt;sekali pun wujud yang menjadi sasaran perbuatan jahat ini telah mem-&lt;br /&gt;beri maaf namun putra si penjahat itu tak dapat memaafkannya. Keti-&lt;br /&gt;Ka kafilah sedang masuk di perbatasan Madinah, Abdullah bin Ubayy&lt;br /&gt;pun mau masuk maka sang anak yang dadanya sedang terbakar karena&lt;br /&gt;mengkhayalkan penghinaan terhadap Rasulullah saw. tampil ke muka&lt;br /&gt;dan berdiri menghadang ayahnya. Pedangnya dikeluarkan dari sarung-&lt;br /&gt;nya dan ujamya, "Demi Allah, hari ini akan kupenggal kepalarnu dan&lt;br /&gt;118&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak akan mengizinkan 'kau masuk ke lorong-lorong Medinah sebelum&lt;br /&gt;engkau mengumumkan di sini bahwa engkaulah manusia yang paling&lt;br /&gt;hina di dunia sedangkan Muhammad Rasulullah saw. adalah wujud yang&lt;br /&gt;paling mulia."&lt;br /&gt;Begitu dia melihat wajah anaknya, seketika itujuga dia memahami&lt;br /&gt;bahwa apa yang diucapkan anaknya itu bukanlah gertak sambal bahkan&lt;br /&gt;bertekad melaksanakannya. Jadi, matanya tertunduk dan ia mulai me-&lt;br /&gt;nyatakan penyesalan terhadap perbuatannya. Mungkin pula dengan ini&lt;br /&gt;pun ia tidak akan berhasil menyelamatkan diri namun tahukah siapa&lt;br /&gt;yang datang melepaskannya? Tak lain ialah Rasul, sang kekasih dari se-&lt;br /&gt;mua kekasih, dan tak lain melainkan manusia yang dalam pernberian&lt;br /&gt;maaf tiada duanya dan dialah yang merupakan buah doa-doa Hadhrat&lt;br /&gt;lbrahim a.s. dan mengenamyatelahdinubuatkanoieh Hadhrat Musa a.s.,&lt;br /&gt;wujud yang setiap hati manusia tertarik kepadanya seperti kepada besi&lt;br /&gt;berani, wujud yang Nabi Daud mendendangkan lagu sanjungan penuh&lt;br /&gt;cinta baginya, dialah perwujudan kekasih-sayangan, datang menyela-&lt;br /&gt;matkan si ayah yang berkhianat dari tangan si anak. Tatkala unta beliau&lt;br /&gt;mendekati dan beliau menyaksikan adegan ajaib ini maka dengan sege-&lt;br /&gt;ra beliau membuat untanya tampil ke depan seraya melarang anaknya&lt;br /&gt;itu dan mengajaknya memberijalan kepada ayahnya.&lt;br /&gt;Inilah perlakuan beliau terhadap seorang murtad yang bukan sem-&lt;br /&gt;barangan murtad melainkan pernimpin orang murtad yang kemurtad-&lt;br /&gt;annya telah dinyatakan oieh Tuhan Sendiri dan dengan lidahnya sen-&lt;br /&gt;diri  telah membubuhi cap atas kehinaannya untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;Namun saya memberitahukan kepada mereka yang menetapkan hukum-&lt;br /&gt;an mati bagi orang-orang murtad bahwa sifat kasih sayang Penghulu&lt;br /&gt;saya itu tidak berakhir di situ saja bahkan sifat itu masih mencapai per-&lt;br /&gt;ingkat-permgkat yang lebih tinggi dan lebih agung.&lt;br /&gt;Zaman itu telah lewat dan baik pada waktu itu atau sesudahnya&lt;br /&gt;tiada seorang pun yang menghunus pedang terhadap gembong orang-&lt;br /&gt;orang murtad itu atau kawan-kawannya hingga akhirnya ia menghem-&lt;br /&gt;buskan nafas terakhir dengan kernatian biasa di tempat tidurnya sendiri.&lt;br /&gt;Walhasil, selamanya Rasulullah saw., telah membuktikan dengan amal&lt;br /&gt;perbuatan sendiri bahwa dalam agama Islam hukuman bagi orang mur-&lt;br /&gt;tad bukan bunuh dan penyaksian ini telah tercantum dalam AI-Qur'an&lt;br /&gt;untuk selama-lamanya. Cara demikian diberlakukan terhadap orang-&lt;br /&gt;orang murtad yang sama sekali tidak disangsikan kernurtadannya; se-&lt;br /&gt;bab, fatwa irtidad ini tidak dibcrikan oieh seorang manusia bahkan oieh&lt;br /&gt;119&lt;br /&gt;Zat Yang mengetahui segala yang gaib dan mengenal tiap rahasia hati&lt;br /&gt;manusia serta adalah Penyaksi yang paling benar. Beliau bukan saja ti-&lt;br /&gt;dak melaksanakan hukuman kepadanya atas kernurtadannya di dunia&lt;br /&gt;ini bahkan rasa kasih-sayang dan kelembutan hati beliau begitu melam-&lt;br /&gt;paui bâtas sehingga di saat orang murtad itu menghadapi maut, beliau&lt;br /&gt;merasa gelisah bahwa jangan-jangan orang itu menderita siksaan di&lt;br /&gt;akhirat. Sungguh mengherankan bahwa hati beliau menjadi gelisah ba-&lt;br /&gt;gi orang yang senantiasa memusuhi beliau dan dadanya penuh dengan&lt;br /&gt;kebencian dan kedengkîaR Jnelihat kejayaan dan kernajuan beliau dan&lt;br /&gt;yang hatinya selamanya mendidih dalam api kecemburuan.&lt;br /&gt;Pada saat kernatian orang tersebut, Rasulullah saw. keluar untuk&lt;br /&gt;menyembahyangkannya dengan keinginan meratap di hadapan Tuhan&lt;br /&gt;dan dengan memohon kasih-sayang dan kerahiman-Nyasupayameng-&lt;br /&gt;ampuni musuh yang bemasib buruk itu. Niât SUCJ beliau itu dapat di-&lt;br /&gt;ketahui dari kejadian ketika beliau keluar untuk sembahyang jenazah,&lt;br /&gt;Hadhrat Umar r.a. memberi musyawaran agar jar,gan menyembahyang-&lt;br /&gt;kannya; tetapi tatkala Hadhrat Umar melihat bahwa Rasulullah saw.&lt;br /&gt;tetap pada pendirian beliau Hadhrat Umar r.a. mengernukakan ayat :&lt;br /&gt;~.I •JJ   2/    •/ ï-» {»' 'îf~i&lt;br /&gt;iea~J,»_»J~t&gt;JL» 'A~~&gt;~»~M'.~~.~J~H~M~J~ ~i&lt;br /&gt;~            «~• ~    ••                     »»  ~                     „&lt;br /&gt;"Wulaupun engkau memintakan ampunan bagi mereka tajah pu-&lt;br /&gt;luh kali Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka" (Al-&lt;br /&gt;Taubah: 80).&lt;br /&gt;Mendengar haï itu Rasulullah saw. memberi jawaban yang begitu&lt;br /&gt;kasih-mesranya sehingga timbul keinginan dalam hati untuk mengorban-&lt;br /&gt;kan nyawa bagi beliau serta ruh mencium kaki beliau. Beliau bersabda,&lt;br /&gt;"Umar, Tuhan membatasi 70 kali. Aku akan meminta ampunan lebih&lt;br /&gt;dari 70 kali."&lt;br /&gt;Walhasil, wahai orang-orang yang menuduh Majikanku bersitangan&lt;br /&gt;besi dan penindak kekerasan! Mari sini, dimanakah kalian berada, mari&lt;br /&gt;kernari supaya kuperkenalkan kepada kalian wujud yang tiada taranya&lt;br /&gt;dan kasih-sayangnya melebihi kasih-sayang lbrahim a.s., dan sifat perna-&lt;br /&gt;af Masih a.s. tidak dapat dibandingkan dengan sifat pemaaf beliau.&lt;br /&gt;Dia menderita di tangan "cacing-cacing tanah" dan memberi ampun&lt;br /&gt;kepada penyamun-penyamun paling zaiim. Mari, saksikanlah fitrat lem-&lt;br /&gt;but dan lihatlah hati santun yang kesabarannya membuat malu kesabar-&lt;br /&gt;1 on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;an Ayyub; ya,  itu personiFikasi kemdahan-sempuma yang dalam tiap&lt;br /&gt;segi akhiaknya melebihi pula tiap nabi yang lain. Arahkanlah pandangan&lt;br /&gt;kalian kepada wajah yang bersimbah nurani cemerlang dan renungkan-&lt;br /&gt;lah, betul itukah wujud yang telah digambarkan dengan pena-pena ka-&lt;br /&gt;lian yang gelap? Diakah yang di satu tangannya menggenggam pedang&lt;br /&gt;dan di tangan lainnya memegang AI-Qur'an?&lt;br /&gt;'   Alangkah baiknya jika pandangan kalian tunduk oieh rasa malu&lt;br /&gt;dan mata kalian mengalirkan darah karena rasa menyesal.&lt;br /&gt;Namun, hati kalian tidak mengenal kelembutanU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12:&lt;br /&gt;BEBERAPAPANDANGANKELIRULAINNYA&lt;br /&gt;MENGENAI TINDAK KEKERASAN&lt;br /&gt;Dengaln melihat gambaran yang telahdilukiskan Maulana Maududi&lt;br /&gt;mengenai Rasulullah saw. dan Islam, seorang yang inempunyai periger-&lt;br /&gt;tian yang dangkai sekalipun dapat memahami bahwa gambaran ini cu-&lt;br /&gt;kup membuat tiap orang bukan-lslam menjauhi Islam. Gambaran dan&lt;br /&gt;faham Maulana mengenai Islam yang. deimkian itu dapat disingkatkan&lt;br /&gt;dalam ungkapan Sauda sebagai berikut :&lt;br /&gt;Ujang, Ambilkan Penaku!&lt;br /&gt;Sauda adalah seorang satirist  (penyair yang ahli dalam kecam-&lt;br /&gt;mengecam) dan bila ia ingin membuat sajaksajak bemadakan keca-&lt;br /&gt;man mengenai seorang lawannya dengan tujuan memaksanya untuk&lt;br /&gt;mengikuti kehendaknya dalam suatu haï, maka untuk menggertak&lt;br /&gt;orang itu ia bisa mengnngkapkan kalimat di atas. Ungkapan itu dapat&lt;br /&gt;diubah sedikit untuk menggambarkan citra Maulana Maududi tentang&lt;br /&gt;Islam, yaitu:&lt;br /&gt;"Ujang, ambilkan.pedangku!"&lt;br /&gt;Oieh sebab itu ancaman beliau dengan perantaraan pedang belum&lt;br /&gt;berakhir sampai di sini saja dan masih ada lagi dongengan-dongengan&lt;br /&gt;dan fantasi-fantasi beliau mengenai kekuasaan.&lt;br /&gt;~~~~/iEف/::&lt;br /&gt;r • C,I&lt;br /&gt;"Sekalipun tangankami ringan untuk memecahkan berhala na-&lt;br /&gt;mun bila kami ada. "Maka masih ada batu-batu keras (maksud-&lt;br /&gt;nya berhala-berhala yang susah dipecahkan) di jalan kami."&lt;br /&gt;Bila lingkaran kekerasan mulai menggertak satu kali maka tiada sesuatu&lt;br /&gt;dapat menahannya kecuali kekerasan. Kini 'Batu keras' telah mengha-&lt;br /&gt;dang di tengah jalan sehingga dengan mengernukakan tanggapan dahsyat&lt;br /&gt;mengenai kekerasan maka s'emuapintu tabligh telah tertutup râpât. "Ti-&lt;br /&gt;kus" akan masuk perangkap bila ia "tidak diperingatkan." Namun,&lt;br /&gt;di sini tikus itu telah diberi peringatan sebelumnya. la sempat me-&lt;br /&gt;nyaksikan pula keadaanorang-orang Islam keturunan; tata cara ibadah&lt;br /&gt;pun tidak tersembunyi dan matanya; ia telah menyaksikan penumpah-&lt;br /&gt;122&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;an darah atas nama agama dan ia telah pula mengenal ajaran "pernbe-&lt;br /&gt;rontakaii." Apakah si tikus begitu toloi sehingga ia pasti akan mema-&lt;br /&gt;sukkan diri dalam "Sangkar Tikus."&lt;br /&gt;c  t&lt;br /&gt;£~rlii ul/~~ýýýý&lt;br /&gt;~~~/'~&lt;br /&gt;Jangan menduga bahwa hutan ini'kosong.&lt;br /&gt;Boleh jadi macan itu sedang tidur.&lt;br /&gt;HAKTETANGGA&lt;br /&gt;Namun, bctapa pun nampaknya batu keras ini bagaikan gunung&lt;br /&gt;besar di hadapan politik radikai Maududi Sahib, semua penghalang itu&lt;br /&gt;tak berarti apa-apa dan adalah bagaikan zarah-zarah debu beterbangan&lt;br /&gt;belaka. Temyata beliau menyodorkan suatu prograni tiga butir. Bagian&lt;br /&gt;pertama berkaitan dengan hak tetangga dan, dengan perkataan lain,&lt;br /&gt;intisarinya ialah bila "tikus" tidak mau menghanipirinya, beliau sendiri&lt;br /&gt;bisa pergi mendapatkan "tikus" itu.&lt;br /&gt;Beliau mengernukakan satu motif untuk inenyerang negara-negara&lt;br /&gt;tetangga kafir. Motif itu pantas kita sirnak dan kita ikuti menurut kàta&lt;br /&gt;beliau sendiri:&lt;br /&gt;"Islam tidak puas dengan mengadakan revolusi ini dalam satu-&lt;br /&gt;satu atau beberapa negara bahkan ingin membangkitkannya di&lt;br /&gt;seluruhjagat. Meskipun dalam langkah pertama Fartai Musiim&lt;br /&gt;berkewajiban membangkitkan revolusi dalam ketatanegaraan di&lt;br /&gt;manapun mereka berdomisili namun tuj'uan akhir mereka tak lain&lt;br /&gt;ialah suatu revolusi sejagat" (Haqiqat-i-Jihad, him. 63).&lt;br /&gt;Saya pun setuju dengan beliau bahwa, "Tujuan akhir Islam tak lain&lt;br /&gt;ialah suatu revolusi sejagat" namun perbedaan faham terletak dalam&lt;br /&gt;fakta bahwa yang dimaksud oieh Maulana Maududi dengan "revolusi"&lt;br /&gt;adalah revolusi ala sistem komunis bahkan seruan dan slogannya pun&lt;br /&gt;persis seperti itu. Namun, menurut faham saya, tujuarr,akhir Islam ialah&lt;br /&gt;mewujudkan suatu revolusi rohani.&lt;br /&gt;"Revolusi Islam" menurut pola Maulana itu langkah demi langkah&lt;br /&gt;mengikuti jejak komunis dan, sebagaimana sebelumny.a pernah saya&lt;br /&gt;mohon, jika Anda membaca "Fartai Komunis" alih-alih "Fartai Mus-&lt;br /&gt;iim" maka tiada orang komunis dapat memahami bahwa apakah suara&lt;br /&gt;ini suara Lenin ataukah suara Tuan Maududi. Dasar reyolusi komunis&lt;br /&gt;pun tidak bertumpu atas individu tetapi pada keadilan dan revolusi,&lt;br /&gt;123&lt;br /&gt;dan Tuan Maududi pun bergerak di sckitar gagasan sentral ini bahkan&lt;br /&gt;dengandalihinijuga.Dananeh  benar   bahwa motif kedua-duanya&lt;br /&gt;pun sama serta gagasan hak-hak tetangga pun persis itu-itujuga.&lt;br /&gt;Camkanlah apa yang dikatakan Maulana :&lt;br /&gt;"Hubungan dan komunikasi antar manusia mcmpunyai sifat uni-&lt;br /&gt;versal sedemikian rupa sehingga suatu pernerintahan tidak dapat&lt;br /&gt;sepenuhnya melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan sesuai de-&lt;br /&gt;ngan prinsip-prinsipnya selama di dalam negara tetangganya prin-&lt;br /&gt;sip-prinsip itu tidak berlaku. Oieh sebab itu merupakan suatu ke-&lt;br /&gt;harusan mutlak bagi Fartai Musiim, demi perbaikan umum dan&lt;br /&gt;penjagaan keselamatan sendiri, supaya ia jangan puas dengan me-&lt;br /&gt;negakkan tata pernerintahan Islam di suatu khittah saja" (Haqiqat-&lt;br /&gt;i-Jihad, him. 64).&lt;br /&gt;Anda telah membaca dan mengetahui "gagasan ala Islam" menge-&lt;br /&gt;nai hak-hak terhadap tetangga menurut Maulana Maududi. Apakah ada&lt;br /&gt;sesuatu perbedaan di antara gagasan ini dengan "gagasan ala komunis?"&lt;br /&gt;Selanjutnya mari kita mengkaji bagaimanakah mencapai tujuan&lt;br /&gt;tersebut. Maka, cara yang dikernukakannya ialah disatu pihak Fartai&lt;br /&gt;Musiim akan berdakwah kepada semua penghuni negara-negara untuk&lt;br /&gt;menerima jalan yang di dalamnya terkandung kebahagiaan sejati ini,&lt;br /&gt;di pihak lain jika parlai itu cukup memiliki kekuatan maka ia akan me-&lt;br /&gt;musnahkan pernerintahan-pemerintahan bukan-MusIim dengan berpe-&lt;br /&gt;rang.&lt;br /&gt;Gabungan di antara kekerasan dan watak penakut yang nampak&lt;br /&gt;dalam kalimat terakhir ini tidak ada bandingnya. "Jika (Fartai Musiim)&lt;br /&gt;itu kuat maka ia dengan beiperang ............................"&lt;br /&gt;Atau, dengan kata-kata lain manakala bertemu dengan yang lemah ia&lt;br /&gt;akan dipaksa menerima dengan menimpakan siksaan padanya; tetapi di&lt;br /&gt;mana berhadapan dengan yang kuat partai itu dengan segera akan mc-&lt;br /&gt;nyodorkan undangan kepadanya. Bila golongan teraniaya yang lemah&lt;br /&gt;diserang maka gagasan taktiknya yang demikian dari pihaknya dapat&lt;br /&gt;ditolerir sebab golongan itu tidak mampu menahan serangan itu. Bila&lt;br /&gt;karena merasa lemah dan takut, jangan-jangan ia menderita lebih ba-&lt;br /&gt;nyak dalam bentrokan, ia mencari jalan untuk berdiam diri maka ia&lt;br /&gt;dapat dianggap mempunyai dalih untuk berbuat demikian.&lt;br /&gt;Tetapi politik penyerangan dengan satu tangan menggenggam&lt;br /&gt;pisau dan di tangan lain ada surat undangan itu merupakan haï yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;124&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anch. Tika saya menulis nama yang diberikan kepada orang semacarn itu&lt;br /&gt;yang timbul dalaxn benak ;saya tentu Maulana akan sangat berang. Na-&lt;br /&gt;mun beliau pun tcrpaksa berbuat demikian. Bila akidah-akidah telah&lt;br /&gt;dilusakkan serta semua senjata berupa dalil-dalil, akhiak yang mulia,&lt;br /&gt;pengorbanan, doa, nasihat, dan sabar telah menjadi tidak berdaya lagi&lt;br /&gt;maka pokoknya agama Islam hams disebarkan dengan jalan bagaimana&lt;br /&gt;pun, bukan?&lt;br /&gt;Allah swt. telali menciptakan berbagai binatang; ada yang terma-&lt;br /&gt;suk j'enis burung yang hanya memiliki lagu-lagu manis serta himbauan&lt;br /&gt;atau undangan dengan keindàhan-keindahan polos tanpa bersuara;&lt;br /&gt;ada yang tennasuk jenis binatang buas yang tak memiliki apa pun me-&lt;br /&gt;lainkan daya serangan-serangan dahsyat; namun, jarang pemah disak-&lt;br /&gt;sikan gabungan aneh, yaitu, tangan yang satu memegang pedang sedang-&lt;br /&gt;kan tangan yang lain menyodorkan kartu undangan.&lt;br /&gt;Masih segar 'dalam ingatan saya bahwa dahulu di depan pengadil-&lt;br /&gt;an tinggi (di Lahore, peny.) telah ditempatkan patung Lord Laurence&lt;br /&gt;yang di tangan sebelah memegang pedang dan di tangan yang sebelah-&lt;br /&gt;nya lagi memegang pena. Yaitu, jika kamu tidak mau tunduk kepada&lt;br /&gt;kekuasaan pena, sedialah menerima kekuasaan pedang. Namun, pedang&lt;br /&gt;itu bersangkutan hanya dengan mereka yang sebelumnya pun telah di-&lt;br /&gt;tundukkan oieh pedang dan pena pun hanya bagi mereka yang baginya&lt;br /&gt;tersedia pula pedang.&lt;br /&gt;Tetapi patung orang yang paling aneh masih belum dibuat yang&lt;br /&gt;di satu tangan menggenggam sebuah pedang terhunus lagi berkiiau-&lt;br /&gt;kilauan dan padanya tergantung pula sepucuk surat undangan kecil,&lt;br /&gt;sedangkan di tangan lain lagi memegang sepucuk surat undangan yang&lt;br /&gt;indah-permai terletak di atas sebuah pinggan dan perak. Tangan yang&lt;br /&gt;memegang pedang menunjuk kepada seorang kurus kering setengah ma-&lt;br /&gt;ti  dan  tak  berdaya  serta  papa-sengsara,  sedang  tangan  yang  meme-&lt;br /&gt;gang pinggan menunjuk kepada jurusan lain seraya menyodorkan&lt;br /&gt;pinggan perak itu kepada seorang pernuda kekar, kuat gagah, ganteng,&lt;br /&gt;dan berbadan tinggi itu.&lt;br /&gt;Tetapi jika di pinggan itu disimpan juga sebuah kartu kecil yang&lt;br /&gt;bertuliskan kata-kata, "Hai yang mulia, kami masih lemah. Bila kami&lt;br /&gt;memperoieh kekuatan, kami akan datang lagi dan berjumpa dengan&lt;br /&gt;yang mulia," maka bagaimanakah reaksi para pernbaca?&lt;br /&gt;Namun, jika terkaan telah keliru dan pandangan revolusioner te-&lt;br /&gt;lah terpedaya dan pedang telah terpancung atas orang kuat, gerangan&lt;br /&gt;125&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah yang akan terjadi?&lt;br /&gt;Pokoknya, inilah pandangan dan gagasan Maulana Maududi me-&lt;br /&gt;ngenai penyiaran l. m dan beliau bebas mandiri dalam haï ini. Sedang-&lt;br /&gt;kan kami orang yang tidak bebas dan tidak dii/.inkan menyatakan se-&lt;br /&gt;suatu. Intisari gagasan ini dengan kata-kata sederhana hanyalah ini:.&lt;br /&gt;"Oieh karena kamu adalah tetangga kami sedangkan kamu ber-&lt;br /&gt;kcwajiban mengatur scgala sesuatu bagi kescjahteraan kamu dan po-&lt;br /&gt;koknya menyelamatkan kamu dari kebinasaan. Sebab itu kami&lt;br /&gt;berhak menelan kamu dengan menutup mata bila kami mendapat-&lt;br /&gt;kan kamu dalam keadaan lemah."&lt;br /&gt;DUA BUTIR (SEGI) LAGI&lt;br /&gt;Dua butir lagi dari rencana tabligh ini merupakan upaya-upaya&lt;br /&gt;yang bersifat préventif. Yang pertama adalah bertalian dengan hak&lt;br /&gt;orang-orang bukan-MusIim untuk bertabligh kepada orang-orang Mus-&lt;br /&gt;lim.Jawabannya adalah nyata benar:&lt;br /&gt;"Masalah ini padagalibnyatelah diputuskan sendiri oieh peratur-&lt;br /&gt;an mengenai pembunuhan terhadap orang-orang murtad (yaitu, bi-&lt;br /&gt;la tidak ada bambu, seruling pun tidak jadi ditiup, pen.)   sebab&lt;br /&gt;bila kita tidak memberi hak kepada seorang Musiim yang tinggal&lt;br /&gt;dalam kekuasaan kami untuk keluar dari Islam dan memilih&lt;br /&gt;agama dan faham yang lain, maka barang tentu haï itumengan-&lt;br /&gt;dung arti bahwa dalam daerah kekuasaan Islam kami tidak mem-&lt;br /&gt;beri hak kepada faham lain untuk berbangkit dan berkembang "&lt;br /&gt;(Hukuman Terhadap Orang Murtad Dalam Hukum Islam, hlm.32).&lt;br /&gt;Dalil ini gamblang sekali dan tentu para pernbaca telah memaha-&lt;br /&gt;minya. Dalil ini hendak saya utarakan secara singkat dengan perkataan&lt;br /&gt;sendiri. Bila Islam ala Maulana Maududi menjamin untuk diri sendiri&lt;br /&gt;hak-hak sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.    Kirimiahundanganberisibahan tabligh.&lt;br /&gt;2.    Baik orang menerimanya atau tidak, bilakitamampu serang-&lt;br /&gt;lah dan rampasiah pernerintahan dengan paksa.&lt;br /&gt;3.   Jika di antara kita ada yang menerima agama lain ia harus di-&lt;br /&gt;bunuh.&lt;br /&gt;Maka, jelas bahwa agama lain tidak berhak menempuh cara-cara&lt;br /&gt;tersebut di atas. Karena agama lain tidak mengikuti kebenaran, betapa&lt;br /&gt;dapat memperoieh hak-hak tersebut. Adapun Maulana Maududi, be-&lt;br /&gt;126&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;liau memastikan diri sendiri orang yang benar dan menentukan sendiri&lt;br /&gt;hak-haknya.&lt;br /&gt;LARANGAN BAGI ORANG KAFIR BERTABLIGH&lt;br /&gt;KEPADA YANG KAFIR&lt;br /&gt;Butir (segi) terakhir yang dikernukakan Maulana Maududi dalam&lt;br /&gt;rangka penyiaran Islam, ialah,jika sementara orang kafir mau bertabligh&lt;br /&gt;kepada orang-orang kafir juga maka ada kemungkinan bahwa sebagian&lt;br /&gt;orang kafir mendorQng orang-orang kafir lainnya ke jurang kehancuran&lt;br /&gt;dengan menarik mereka ke pihak mereka sendiri; oieh sebab itu dan&lt;br /&gt;manakah orang-orang kafir itu memperoieh hak untuk bertabligh kepa-&lt;br /&gt;da orang kafir lain. Kata-kata itu adalah dan saya sedangkan dalil itu&lt;br /&gt;adalah dalil Maulana Maududi. Maka, kini dengarkanlah dalil beliau da-&lt;br /&gt;lam kata-kata beliau sendiri :&lt;br /&gt;"Kini telah nyata bahwa apabila sikap asii Islam adalah demikian&lt;br /&gt;maka Islam jangankan mcnyukai bahkan tidak rela samasekalibah-&lt;br /&gt;wa di kalangan keturunan Adam dapat tersiar dakwah-dakwah&lt;br /&gt;yang dapat membawa, mereka ke aràh kebinasaan abadi. Islam ti-&lt;br /&gt;dak' dapat memberi izin terbuka kepada penyeru-penyeru ke ja-&lt;br /&gt;lan batil untuk menarik orang lain ke arah api yang ditempuh oieh&lt;br /&gt;mereka sendiri" (Hakuman Terhadap Orang Murtad, him. 35).&lt;br /&gt;Ànda telah membaca kata-kata Maulana Maududi juga. Apalagi&lt;br /&gt;yang dapat saya katakan mengenai itu kecuali:&lt;br /&gt;r &lt;br /&gt;"Aku heran'menangisijantungku atau mernukul-rnukul hatiku,&lt;br /&gt;Jika aku mampu ingin aku menyertakan scorang tukang ratap."&lt;br /&gt;Persoalan yang telah timbul bukan ihwai diizinkan atau tidak&lt;br /&gt;orang-orang kafir untuk bertabligh kepada umat Islam melainkan me-&lt;br /&gt;nurut Maulana Maududi, Agama Islam tidak memberi izin kepada "Pe-&lt;br /&gt;nyeru-penyeru kepada batil" untuk itu. Maulana telah menetapkan da-&lt;br /&gt;lil  kira-kira sebagai berikut. Jika seseorang yang dirinya sendiri telah&lt;br /&gt;terjerumus ke dalam api kekafiran betapa ia dapat diberi izin menarik&lt;br /&gt;orang lain ke arah api itu. Padahal, api yang di dalamnya terdapat&lt;br /&gt;orang-orang kafir dari jenis yang satu, dalam api itu pula duduk orang-&lt;br /&gt;orang  kafir yang lain. Dan, sejauh haï yang menyangkut soal adanya&lt;br /&gt;mereka dalam api, tiada perbedaan di antara kedua-duanya. Maka dalil&lt;br /&gt;127&lt;br /&gt;Maulana dapat dibentangkan sebagai bcrikut.&lt;br /&gt;"Agama Isi~m&gt;&gt; tidak rela bila orang-orang kafir yang sedang ter-&lt;br /&gt;bakar dalam api besar itu memanggii-înanggil orang-orang lain masuk kc&lt;br /&gt;daJam api itu juga, tetapi dari jurusan lain. Jika mereka diberi izin ma-&lt;br /&gt;ka orang-orang yang menyambut seruan itu akan menjadi hangus se-&lt;br /&gt;dangkan bagaimanakah Islam dapat irembiarkan kezaliman itu? Maka&lt;br /&gt;rasa sayang yang mendalam menuntut supaya, pertama diusahakan agar&lt;br /&gt;manusia itu keluar dari api itu dengan cara lemah-lembut, maka jika&lt;br /&gt;tidak berhasil hendakiah diberi peringatan-peringatan. Namun, jika me-&lt;br /&gt;reka tidak menerima ajakan ini maka paling sedikit daerah api harus&lt;br /&gt;dikuasai dengan jalan perang dan bila kekuasaan telah diperoieh maka&lt;br /&gt;serdadu-serdadu dengan menghunus pedang berdiri bcr)'aga-jaga di de-&lt;br /&gt;pan orang-orang kafir itu dan seorang penyeru menyeru, "Awas! ja-&lt;br /&gt;ngan  ada di antara kamu yang memanggil yang lainnya. Siapa yang&lt;br /&gt;melanggar, lehemya akan dipancung. Dengan cara kamu ini kamu seka-&lt;br /&gt;lian akan turut terbakar dan dengan mengkhayalkan demikian pun mata&lt;br /&gt;kami menjadi berkaca-kaca. Maka biarlah kamu terbakar dalam api da-&lt;br /&gt;lam keadaan apa pun kamu berada. Jika tidak, kami akan menyayat-&lt;br /&gt;nyayat anggota-anggota badan kamu. Tidakiah kamu malu? Orang za-&lt;br /&gt;limkah kami?"&lt;br /&gt;Mendengar suara ini siapakah yang berani angkat bicara atau ber-&lt;br /&gt;pindah tempat? Tetapi jika di antara yang terbakar itu, karena gelisah-&lt;br /&gt;nya mengalami kurungan terus-menerus dan tak menghiraukan lagi aki-&lt;br /&gt;bat-akibatnya, ada yang angkat bicara dan bertanya, "Wahai raja yang&lt;br /&gt;berkuasa!Anda telah merampas semua hak kebebasan kami serta telah&lt;br /&gt;mengikat kaki kami dengan rantai hanya semata-mata supaya kami di-&lt;br /&gt;keluarkan dari daerah api yang kami tidak menganggapnya api dan kami&lt;br /&gt;diselamatkan dari kehangusan siksaan yang kami tidak merasakannya.&lt;br /&gt;Hai sang penguasa! Yang dikatakan api itu tidak kami anggap api. Na-&lt;br /&gt;mun, api sebenamya ialah api yang dinyalakan oieh Anda dalam dada&lt;br /&gt;kami dengan merampas segala kekuasaan kami dengan pedang dan de-&lt;br /&gt;ngan memusnahkan semua kebebasan dan kemerdekaan kami. Apakah&lt;br /&gt;yang telah kami peroieh sebagai imbalannya? ............... Bukankah kami&lt;br /&gt;masih berada di dalam "daerah api" yang daripadanya Anda hendak&lt;br /&gt;mengeluarkan kami? Jadi, apa yang sedang Anda saksikan sambil berdiri&lt;br /&gt;di sini? Tampillah ke depan dan jika semua pengakuan Anda mengenai&lt;br /&gt;kasih-sayang Anda terhadap kami benar maka keluarkanlah kami dari&lt;br /&gt;"daerah api" ini yang menurut pandangan Anda adalah daera~ api su-&lt;br /&gt;i oo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;paya karni dapat menghirup hawa kemerdekaan, atau padamkanlah api&lt;br /&gt;yang telah Anda nyalakan dalam dada karni. "&lt;br /&gt;Mendengar jawaban yang penuh kerawanan ini sang penyeru itu&lt;br /&gt;akan menjawab bahwa satu pun di antara dua keadaan ini tidak dapat&lt;br /&gt;diubah; Islam tidak memberi izin kepadanya untuk berbuat demikian.&lt;br /&gt;"Maksimum yang dapat diizmkan oieh Islam tapi itu pun dengan&lt;br /&gt;berat hati, ialah, barang siapa yang mau bertahan dalam kckafiran&lt;br /&gt;mempunyai kebebasan untuk terus mengikuti jalan kebinasaan&lt;br /&gt;dengan meninggalkan jalan kebahagiaan dan haï itu pun ditolerir&lt;br /&gt;sebab memasukkan keimanan dengan paksaan ke dalam dada se-&lt;br /&gt;seorang adalah tidak mungkin berdasarkan hukum fitrat" (Huku-&lt;br /&gt;man Terhadap Orang Murtad, him. 35).&lt;br /&gt;Tiap orang yang tidak buta perasaan halus dapat menghayati apa&lt;br /&gt;yang akan dialami oieh sang penanya itu bila mendengar jawaban demi'&lt;br /&gt;kian. Tidakkah ia akan mernukul-rnukul kepalanya pada dinding-din-&lt;br /&gt;ding yang mengelilingi api itu bahwa apabila sang sesepuh ini telah me-&lt;br /&gt;ngetahui sebelumnya bahwa, "memasukkan keimanan ke dalam dada&lt;br /&gt;seseorang dengan paksaan adalah tidak mungkin berdasarkan hukum&lt;br /&gt;fitrat,"  kernudian  mengapa sampai  kini Anda memperlakukan saya&lt;br /&gt;dengan cara ini? .&lt;br /&gt;Tetapi saya berkata biarkanlah orang kafir itu mernukul-rnukul&lt;br /&gt;kepalanya kepada dinding-dinding yang mengelilingi api itu. Dan, de-&lt;br /&gt;ngarkanlah apa yang terlintas di dalam hati saya setelah mendengar ja-&lt;br /&gt;waban itu. Hati saya bergejolak oieh bermacam-macarn perasaan yang&lt;br /&gt;membuat saya menjadi keheran-heranan, sedih, dan gelisah bahwa me-&lt;br /&gt;ngapa perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan fitrat dan Mau-&lt;br /&gt;lana Maududi sendiri pun tidak berani melakukannya itu dialamatkan&lt;br /&gt;kepada Penghulu kami, Hadhrat Muhammad saw., dengan begitu berani&lt;br /&gt;dan begitu gegabah?&lt;br /&gt;Beliau sendiri berada dalam dunia khayalan beliau, yaitu, dunia&lt;br /&gt;tempat kekerasan merajalela dan pedang-pedang sedang berkelebat dan&lt;br /&gt;leher-leher manusia dipancung. Ketika telah sampai ke tahap terakhir&lt;br /&gt;dalam per)'uangan ini dan nampak pula benteng yang untuk menakiuk-&lt;br /&gt;kannya telah menjadi tujuan semula maka ketika itu tangan gemetar-&lt;br /&gt;an dan kaki terhuyung-huyung dan lidah tidak dapat pula membenar-&lt;br /&gt;kan perbuatan yang berlawanan dengan Fitrat itu.Ttetika itu beliau men-&lt;br /&gt;dengar suara fitratnya bahwa "memasukkan keimanan dengan paksaan&lt;br /&gt;129&lt;br /&gt;ke dalam dada seseorang adalah tidak mungkin berdasarkan hukum&lt;br /&gt;fitrat."&lt;br /&gt;Saya ingin bertanya kepada beliau, mengapa suara fitrat itu men-&lt;br /&gt;jadi bisu bila beliau dengan seenaknya melancarkan tuduhan-tuduhan&lt;br /&gt;kotor kepada Rasulullah saw., mengapa beliau tidak mendengar suara&lt;br /&gt;itu bila pena beliau sedang memuntahkan racun bahwa :&lt;br /&gt;"Kaum telah menolak menerima dakwah beliau namun apabila&lt;br /&gt;setelah gagainya nasihat dan tabligh Da'i Islam itu memegang pe-&lt;br /&gt;dang di tangan beliau ........... maka sedikit demi sedikit karat ke-&lt;br /&gt;j'ahatan dan kenakalan mulai meluntur."&lt;br /&gt;Jika Maulana Maududi benar dalam pemyataan beliau bahwa Ra-&lt;br /&gt;sulullah saw. telah menghilangkan karat dari hati orang-orang dengan&lt;br /&gt;kekuatan senjata, kernudian bohonglah pernyataan bahwa, "memasuk-&lt;br /&gt;kan keimanan dengan paksaan kedalam dada seseorang adalah tidak&lt;br /&gt;mungkin berdasarkan hukum fitrat." Dan, jika pemyataan yang tadi itu&lt;br /&gt;benar maka dustalah pernyataan bahwaJunjungan saya (saw.) telah me-&lt;br /&gt;ngorek-ngorek karat hati dengan ujung pedang. Namun, adalah puncak&lt;br /&gt;kezaliman bahwa untuk diri sendiri fitrat itulah yang menjadi tolok-&lt;br /&gt;ukur sedangkan akhiak Penghulu agung itu dinilai dengan tolok-ukur&lt;br /&gt;yang berlawanan dengan fitrat.&lt;br /&gt;Jika Maulana tetap menuduh Rasulullah saw. demikian, maka tun-&lt;br /&gt;tutan akhiak dan kesetiaaRmenghendaki supaya beliau sendiri pun me-&lt;br /&gt;letakkan leher beliau di bawah pisau tu-duhan itu pula. Para sahabat&lt;br /&gt;Rasulullah saw. telah begitu mabuk dalam kecintaan terhadap Rasulu-&lt;br /&gt;llah saw. sehingga segala pukulan yang dilancarkan terhadap kekasih&lt;br /&gt;mereka, telah diterima mereka oieh tangan mereka dan hati mereka.&lt;br /&gt;Telah terbukti dari sejarah bahwa di waktu pertempuran di Hunain&lt;br /&gt;tangan Hadhrat Thalha r.a. karena tcrus mencrus mcnahan panah-panah&lt;br /&gt;yang dilujukan kepada Rasulullah saw. sehingga telah kehilanganfung-&lt;br /&gt;sinya untuk selama-lamanya. Tetapi keadaan Maulana lain coraknya. Ja-&lt;br /&gt;ngankan menahan panah, Maulana dalam mengiakan musuh-musuh&lt;br /&gt;Rasulullah saw. melepaskan panah-panah tuduhan-tuduhan terhadap&lt;br /&gt;beliau saw. dan- bila panah-panah itu dilemparkan ke arah Maulana maka&lt;br /&gt;beliau mengelakkan diri dan berdiri terpisah dari yang lain-lain.&lt;br /&gt;i  i   J•'          „  &lt;-     .-   '&lt;br /&gt;r  ýI:r ýý :&lt;br /&gt;"Yang demikian itu sungguh pernbagian yang curang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;130&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBXJNUHAN ORANG MURTAD BUKAN&lt;br /&gt;rr~f A T r•i A 1~1 n A uv A ~T •rrrr~ l »• A rý W*T~T A r&lt; 17" A ~TT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernbagian ini sangat buruk tetapi pernbagian itu lazimnya ber-&lt;br /&gt;çantung kepada sang pernbagi dan jalan pikiran sang pernbagi itu mem-&lt;br /&gt;bubuhi cap kepada setiap ciptaan pikirannya, persis seperti seorang&lt;br /&gt;pengrajin. atau seorang pelukis atau penyair dikenal dari hasil karyanya&lt;br /&gt;atau lukisan atau syairnya. Dan sebagaimana hasil-hasil kerajinan atau&lt;br /&gt;lukisan-lukisan atau syair-syair itu sekalipun merupakan hasil berbagai&lt;br /&gt;keadaan, kondisi, dan kaifiat (kualitas) namun di dalamnya terkandung&lt;br /&gt;warna khas sang pelakunya. demikian pula satu warna khas Maulana&lt;br /&gt;Maudvdi menguasai tiap hasil ciptaan beliau dan warna itu adalah&lt;br /&gt;'merah.' Tiap orang yang melihatnya memandangnya sebagai merah&lt;br /&gt;belaka dan itulah warna karakteristik yang melalui itu mata Maulana&lt;br /&gt;Maududi terbiasa memandang warna Islam. Namun, entah mengapa&lt;br /&gt;Maulana adakalanya menamakannya hijau dan meyakinkan semua per-&lt;br /&gt;misa bahwa apa yang tampak kepada mereka berwarna merah itu&lt;br /&gt;sebçnarnya berwarna hijau.&lt;br /&gt;Para pernbaca tentu telah mengenal dengan pandangan-pandangan&lt;br /&gt;Maulana mengenai "Pembunuhan terhadap orang murtad" dan telah&lt;br /&gt;pula baru-baru saja mengetahui akidah Maulana bahwa seorang pun&lt;br /&gt;tidak dapat dijadikan Musiim dengan paksaan. Akibat wajar dari akidah&lt;br /&gt;yang disebutkan belakangan ini ialah bila orang tidak mungkin dijadi-&lt;br /&gt;kan Musiim d( igan paksaan maka mempergunakan kekerasan dalam&lt;br /&gt;kaitannya dengan haï itu bertentangan akai dan terlarang. Namun Mau-&lt;br /&gt;lana Maududi tidak mau menerima natijah ini dengan jalan apa pun dan&lt;br /&gt;dengan cara argumentasi khas beliau membuat hati beliau membenar-&lt;br /&gt;kan segala macarn paksaan untuk menyiarkan Islam dan, jika bukan&lt;br /&gt;untuk penyiaran, sekurang-kurangnya paksaan itu harus dibolehkan de-&lt;br /&gt;ngan dalih menielihara dan menyelamatkan keimanan orang-orang&lt;br /&gt;mukmin. Temyata, dengan motif penjagaan terhadap diri sealii-i.me&lt;br /&gt;nyerbu negeri-negeri tetangga bukan saja dibolehkan bahkan bila mung-&lt;br /&gt;kin serangan itu adalah wajib.&lt;br /&gt;Tetapi, bila sampai kepada satu keadaan, beliau menyerah kalah di&lt;br /&gt;hadapan tuntutan akai; situasi itu adalah pembunuhan terhadap orang&lt;br /&gt;kafir. Dan, Maulana sendiri pun telah terpaksa mengakui baliwa seorang&lt;br /&gt;G~F;r +î~„l. 1~„1„L -1:1-. ._--l. l-_--~- .'„ ~:J-1- __„.. l---:__-—&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keadaan itu seruoa kata n&lt;-nhaha&lt;;a '&gt;Sýýrlnh iatiih te-rtimna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l              ————-— - __—— ,—J_ —, i.».»~, '" ~~.1.1. tJtAl.l.tAtJW.f tJ U.\A.&lt;-M*. l IA 1-~1.1.1 l. V- J. LJ.J.J J. 1~(4,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangga pula.  Beliau menyelamatkan diri dan suatu kritik berdasarkan&lt;br /&gt;akai tetapi dihadapkan kepada yang lain; problema yang timbul di sini&lt;br /&gt;ialah bahwa bila seorang tidak boieh dibunuh oieh karena kekafirannya&lt;br /&gt;kernudian atas dasar apakah seorang murtad harus dihukum mati?&lt;br /&gt;Apakah ia dapat dipaksa untuk memeluk Islam? Jika dikatakan bahwa&lt;br /&gt;adanya orang seperti itu dalam masyarakat mendatangkan kerugian bagi&lt;br /&gt;masyarakat maka dapat dikatakan, sebagaijawaban, bahwa sebagaimana&lt;br /&gt;berdiamnya orang kafir lain dalam masyarakat tidak membawa penga-&lt;br /&gt;ruh buruk terhadap masyarakat, demikian pula keadaannya orang ka-&lt;br /&gt;fir yang bani itu. Dan, jika dalam haï itu dapat ditolerir adanya seorang&lt;br /&gt;kafir di tengah-tengah masyarakat, tentu dalam haï ini pun harus dito-&lt;br /&gt;lerir. Batasan-batasan yang mau Anda tetapkan terhadap orang-orang&lt;br /&gt;kafir  lainnya dapat pula ditetapkan terhadap orang kafir baru itu. Se-&lt;br /&gt;sangat-sangatnya kafir-baru itu dapat diusir dari rumah atau diusir ke&lt;br /&gt;negara lain atau dimasukkan di rumah tahanan seumur hidup ; namun,&lt;br /&gt;tiada alasan untuk membunuhnya. Ini merupakan tindakan yang nyata-&lt;br /&gt;nyata berlawanan dengan keadilan dan merupakan kezaliman. Mende-&lt;br /&gt;ngar jawahan demikian Maulana memberi khabar kepada kita: Wahai&lt;br /&gt;orang-orang bodoh yang matanya buta, ini bukan kezaliman; inijustru&lt;br /&gt;merupakan belas-kasih. Jika tidak tampak kepadarnu, rajin-rajinlah ber-&lt;br /&gt;tanya. Dengan kata-kata beliau sendiri beliau menjelaskan mengenai&lt;br /&gt;{.asih-sayang sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanya tinggal dua alternatif pcnanggulanganitu.iadiccîpotda-&lt;br /&gt;ri semua hak kcwargancgaraannya lalu dibiarkan hidup dalam kca-&lt;br /&gt;daan demikian atau hidupnya dihabisi. Hukuman pertama memang&lt;br /&gt;lebih berat daripada hukuman kedua sebab dibiarkannya hidup&lt;br /&gt;tanpa dijamin hak-haknya adalah serupa dengan keadaan:&lt;br /&gt;i  /ý´ I• ''*•'&lt;br /&gt;~—~~ '4—t,~J~',&lt;br /&gt;Yaitu, ia tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup ..........&lt;br /&gt;Oieh sebab itu lebih baik ia dihukum mati dan dengan demikian&lt;br /&gt;musibahnya dan musibah masyarakat disudahi pada waktu ber-&lt;br /&gt;samaan" (Hukuman Terhadap Orang Murtad Dalam Hukum Is-&lt;br /&gt;lam, hlm. 51).&lt;br /&gt;îldakkah Sliara ini «f-nina hpnar ~pnrrin nrinn l~Prl-.••orýrý~ __..--1-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--—-—-""•" Uuuýu 1111 u~ýu~aaa urýýaý u~ý~cuýýýý Vldll~l iJciuuaaJia. iiieroii&lt;br /&gt;~ang, sambil berdiri ditengah-tengah orang ramai, meyakinkan orang de-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngan kata-kata, "Wahai orang-orang buta, wahai para tunanetra! Akui-&lt;br /&gt;lah bahwa pakaianku berwama hijau" .........................?&lt;br /&gt;Namun, jika warnanya betul-betul hijau dan kami telah keliru&lt;br /&gt;maka saya akan memberi saran kepada Maulana Maududi supaya ber-&lt;br /&gt;bicara saja  dengan siia.f»agak kecil. Seandainya suara ini sampai ke te-&lt;br /&gt;linga orang-orang kafir yang berdiam di p~apianyang baru saja dising-&lt;br /&gt;gung itu maka tidakkah me~kaa akair terpe~anjat bahwa "yang telah di&lt;br /&gt;umumkan itu ialah bat~vaa segala yang dikerjakan itu semata-mata ka-&lt;br /&gt;rena rasa kasih-sayang kepada kamu dan untuk kesejahteraanmu; na-&lt;br /&gt;mun, bila tiba saat pernbagian nasib-nasib maka rasa kasih-sayang telah&lt;br /&gt;dilimpahkan keharibaan kawan-kawan sendiri sedangkan kezaliman di-&lt;br /&gt;timpakan kepada kami. Padahal, kedua-dua pelanggaran itu coraknya&lt;br /&gt;sama." Bayangkanlah pikiran-pikiran, khayalan-khayalan, serta pan-&lt;br /&gt;dàngan-pandangan macarn apakah yang akan timbul dalam hati orang-&lt;br /&gt;ofang kafir semacarn itu mengenai Maulana?&lt;br /&gt;Oieh sebab itu adalah lebih baik kaiau beliau jangan mengumum-&lt;br /&gt;kan pandangan beliau dengan suara keras. Sebaiknya bicaralah dengan&lt;br /&gt;suara kecil bahkan cukuplah beberapa saat sebelum pelaksanaan hu-&lt;br /&gt;kuman mati dibisikkan saja hanya kepada telinga orang-orang murtad,&lt;br /&gt;"Kawan-kawan! Janganlah salah faham, pada hakikatnya kamu telah&lt;br /&gt;mendapat hukuman ringan dan kamu telah diperlakukan dengan belas-&lt;br /&gt;kasih secara khas." Ketïka mereka mulai melangkah menuju ke tempat&lt;br /&gt;hukuman,, tekaafelدi tangan mereka dengan sembunyi-sembunyi sambil&lt;br /&gt;senyum-sen.ytim dan bertemu pandang. Jika kebetulan ada seorang kafir&lt;br /&gt;di situ maىià sambil memberi isyarat dengan kepala ke arah orang itu&lt;br /&gt;klu menambah lagi kata-kata, "Tidak tampakkah oieh kamu bagaima-&lt;br /&gt;nakah keadaan orang ini?&lt;br /&gt;lj3, )La~i&lt;br /&gt;"la tidak mati di dalamnya dan tidak pula hidup. "&lt;br /&gt;~&lt;br /&gt;Tetapi rupanya dalam menetapkan perlakuan belas-kasih ini Mau-&lt;br /&gt;lana telah lupa bahwa, menurut Islam, maut itu dalam zatnya sendiri&lt;br /&gt;bukanlah Itesudahan bahkan maut itu akan disusul oieh suatu kehidup-&lt;br /&gt;an yang dinamakan "kehidupan ukhrawi" oieh Islam. Maka, sebenar-&lt;br /&gt;nya dengan jalan demikian beliau tidak mengakhiri musibah orang&lt;br /&gt;murtad itu bahkan akan membuatnya langsung masuk ke neraka. Pan-&lt;br /&gt;133&lt;br /&gt;dangan beliau mengenai kemungkinan hidup orang murtad di dunia ini&lt;br /&gt;(yang dan padanya Maulana mau menyelamatkan orang yang cciaka itu)&lt;br /&gt;ialah, keadaan kehidupan itu adaiah cocok dengan keadaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;' "ï ~ " l -î ' • ~ •* •2, \ý&lt;br /&gt;dan merupakan pandangan manusia namun tempat yang ke sana beliau&lt;br /&gt;mau mengirimnya memang cocok dengan ayat&lt;br /&gt;' • 'ï~"\ ""-f ;\r&lt;br /&gt;فc~ yj ~*~~ v&lt;br /&gt;sebab Tuhan sendiri berfirman demikian. Tetapi perbandingannya lebih&lt;br /&gt;berat lagi. Api yang daripadanya Maulana, menurut  pandangannya,&lt;br /&gt;mau menyeleinatkan otang itu karena kasih-sayang itu adalah api yang&lt;br /&gt;dinyalakan oieh tangan beliau sendiri, dan sesangat-sangatnya kita bisa&lt;br /&gt;menyebutnya         i •-' ý••        ,ialah, "api kecil" tetapi yang&lt;br /&gt;.I ~*ü'J »&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;w~-'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kc arahnya beliau mau mengirimnya dinamakan oieh Tuhan sendiri&lt;br /&gt;sebagai      n i ''/*) "»~       yaitu, "apibesar."&lt;br /&gt;~A~Jiii&lt;br /&gt;Jadi, cara aneh Maulana mengeluarkan manusia dari musibah-musi-&lt;br /&gt;bah itu ialah sesudah mengeluarkan manusia dari keadaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l " \ &lt; » -  .' » )•.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;»-*•&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• *J'\.~~\&lt;*• -'&gt;'''•~~&lt;br /&gt;'J'-"•~)~.~~.y&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• » // \"' " -?. &gt;-*•' \ï&lt;br /&gt;yang satu lalu mendorongnya kepada keadaan ~~~• )î LB3 j ~*~' Y.&lt;br /&gt;yang lebih buruk. Perlakuan mengeluarkan dari api yang ringandan&lt;br /&gt;menjebloskan ke api yang lebih keras masih dikatakannya perlakuan&lt;br /&gt;yang lunak; di samping itu beliau tidak berhenti-hentinya mengumum-&lt;br /&gt;kan bahwa warna ini bukan merah tetapi bijau.&lt;br /&gt;Orang kafir masih mempunyai harapan biar pun sedikit sebab,&lt;br /&gt;sampai tiba saat mautnya yang wajar entah untuk berapa tahun ia akan&lt;br /&gt;dapat memperoieh kesempatan mengamat-amati dan entah berapa&lt;br /&gt;memperoieh kesempatan membedakan di antara hak dengan batil dan&lt;br /&gt;dengan demikian mendapat keselamatan di akhirat. Tetapi, orang mur-&lt;br /&gt;tad-kena-paksa yang dipotong urat nadinya dan segala harapannya un-&lt;br /&gt;tuk meraih najat (keselamatan) telah terputus`baginya, a sesampainya di&lt;br /&gt;alam akhirat kernudian membuka matanya,serentakitu pula ia akan di-&lt;br /&gt;'.34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;giring ke neraka; entah pikiran macarn apakah yang akan menguasai&lt;br /&gt;dirinya mengenai orang yang telah menekan-nekan tangannya dan te-&lt;br /&gt;lah meyakinkannya sebelum dibunuh bahwa segala'itu dilakukan hanya&lt;br /&gt;untuk kebahagiaan dan kesejahteraan dia semata-mata.&lt;br /&gt;Pada akhimya, dengan tujuan menyegarkan sekali lagi ingatan pa-&lt;br /&gt;ra pernbaca, saya membeberkan dengan singkat semua butir (segi) Mau-&lt;br /&gt;lana Maududi mengenai penyiaran Islam :&lt;br /&gt;1.    Supaya kartu-kartu undangan (seruan) dikirim ke negeri-negeri bu-&lt;br /&gt;kan Islam namun sesudah memperoieh kekuatan dengan segera&lt;br /&gt;mengadakan serbuan, khususnya kepada negara-negara tetangga.&lt;br /&gt;2.   Orang-orang kafir dilarang bertabligh kepada orang musiim.&lt;br /&gt;3.   Orang-orang kafir dilarang bertabligh kepada kafir lainnya.&lt;br /&gt;Selain itu, menurut pandangan saya, masalah "Pembunuhan terha-&lt;br /&gt;dap orang murtad" adalah termasuk siasat ini juga. Sebenarnya rencana&lt;br /&gt;ini hanis disebut rencana empat butir. Tetapi, susahnya Maulana tidak&lt;br /&gt;sepakat dengan saya; menurut pendapat saya, "Pembunuhan terhadap&lt;br /&gt;orang murtad" merupakan bagian dari siasat inikarena secara alami&lt;br /&gt;banyak orang Islam akan terhambat untuk memilih agama lain sebab&lt;br /&gt;ketakutan akan dibunuh. Misainya, baru-baru ini satu jumiah orang&lt;br /&gt;yang agak banyak telah meninggalkan Islam dan memilih agama KrisLen&lt;br /&gt;di Pakistan. Jika;"Hukum pembunuhan terhadap orang murtad" telah&lt;br /&gt;berlaku, baTàngkali hanya satu dua orang saja dari efang-orang murtad&lt;br /&gt;ini akan tampak begitujujur sehingga akanmenolak "hidup sebagai&lt;br /&gt;oraog munafik."&lt;br /&gt;Tetapi menurut Maulana masalah ini tidak termasuk kategori sia-&lt;br /&gt;sat mi dan tidak bertujuan agar dengan cara demikian orang-orang&lt;br /&gt;munafik timbul di kalangan orang Islam. Beliau menulis:&lt;br /&gt;"Adalah salah memberi makna kepada masalah "pembunuhan&lt;br /&gt;terhadap orang murtad" bahwa dengan menakut-nakuti orang dari&lt;br /&gt;maut kita memaksanya mengikuti tingkah Iaku orang munafik.&lt;br /&gt;Sebenarnya keadaan itu justru sebaliknya. Kami ingin menutup&lt;br /&gt;pintu bagi orang-orang plin-plan semacarn itu yang masuk ke da-&lt;br /&gt;lam jemaat kami dan seenaknya menjadikan perobahan ideologi&lt;br /&gt;sebagai suatu permainan .......... Oieh sebab itu, adalah benar&lt;br /&gt;sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan agar memberitahukan&lt;br /&gt;terlebih dahulu kepada tiap orang yang mau masuk ke dalam je-&lt;br /&gt;maat ini bahwa tindakan pulang balik dari sini akan dihukum de-&lt;br /&gt;ngan maut agar sebelum masuk ia dapat berpikir seratus kali apa-&lt;br /&gt;135&lt;br /&gt;kah harus ia masuk dalam jemaat semacarn ini atau tidak. Dengan&lt;br /&gt;demikian maka yang akan masuk ke dalam jemaat ini hanyalah&lt;br /&gt;orang yang tidak lagi akan keluar dari padanya" (Hukuman Ter-&lt;br /&gt;hadap Orang Mur-tad, him. 50—51).&lt;br /&gt;Saya masih ingat, sebelum Pakistan berdiri partai komunisindia&lt;br /&gt;pun mempunyai cara yang persis serupa itu. Mereka senantiasa mem-&lt;br /&gt;beri ancaman sebelumnya kepada siapa-siapa yang mau menjadi anggota&lt;br /&gt;himpunan mereka yang rahasia itu bahwa bila keluar akan dihukum&lt;br /&gt;mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mahasiswa akademi pertanian di Lyalipur (kini Faisal A-&lt;br /&gt;bad. venv. ) vano- sava kenal telah dihunuh karena kesalahan ini oula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oaü, peny.f yang saya fcenal telah cliDunun Karena Kesaianan ini puia.&lt;br /&gt;Peristiwa ini teringat oieh saya secara insidental dan saya cantumkan&lt;br /&gt;di sini sebab haï itu lebih memperkuat pandangan saya bahwa warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komunisme dominan dalam faham Maududi. Tidak mustahil dan boieh&lt;br /&gt;iadi Manlana rii rnana rernaianva nprnah rnfrnhara tpnfrnahan dalarn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi Maulana di masa remajanya pernan membaca teqemanaJi dalam&lt;br /&gt;bahasa Urdu dan beberapa karya Marx atau Lenin dan bahan bacaan&lt;br /&gt;itu telah dipergunakan dalam membentuk gagasan-gagasan beliau di&lt;br /&gt;hari kernudian secara berlebih-lebihan. Namun haï ini saya tinggalkan&lt;br /&gt;di sini sebab ini ti.dak termasuk pokok pernbahasan.&lt;br /&gt;Tadi saya mencantumkan penjelasan yang dikernukakan Maulana&lt;br /&gt;dan sesudah membacanya saya tidak berhak lagi menjadikan gagasan&lt;br /&gt;"Pembunuhan terhadap orang murtad" sebagian dari siasat penyiaran&lt;br /&gt;Islam. Makanya saya tidak berbuat demikian dan hanya mengernukakan&lt;br /&gt;rencana Maulana yang terdiri dari tiga butir (segi). Kini saya mengakhi-&lt;br /&gt;ri bagian masalah ini namun sebelum meninggalkannya saya memohon&lt;br /&gt;izin dari Maulana untuk mengernukakan satu dua pertanyaan bertalian&lt;br /&gt;rlrnrr9n r\f*Tnïf*ï*îC&lt;ïn hplraii \r*îYïrT t~•l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengan penjelasan beliau yang tadi.&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan itu adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;p.  ~1 «,01110&lt;br /&gt;l        T1lr'a nprn~ T'~•~•'ï'î•y\  &amp; •nfA rt •~'r~f•~ i np~î'a•~' ~~"l~l•«*l•~~ -t . iiiiri»~   PPmh~.n. ~~&gt;'~•»~ +~»*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pemyataan Anda tadi benar bahwa lujuan "Pembunuhan ter&lt;br /&gt;ladap orang murtad" adalah karena Anda hendak menutup jalan bag&lt;br /&gt;)rang semacarn itu masuk ke dalam jemaat Anda, maka coba jelaskar&lt;br /&gt;•encana apa yang terpikir oieh Anda guna menghalangi orang-oran~&lt;br /&gt;"ang akan terus-mencrus masuk ke dalam jernart Anda mcialui hükuir&lt;br /&gt;ilam, ialah, karena kelahiran, dan&lt;br /&gt;r   «&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•aua&lt;br /&gt;TlKa Iýýatný &gt;&gt;h;lrm-ýh rt~n lrphi;~&gt;G~n&gt;' mpnýýn,ýi+ •  &gt;f ~*•-i~i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang masuk dalam jemaat harus sebelumnya diberitahu bahwa bukum-&lt;br /&gt;an bagi orang yang mau pulang balik dari sini adalah maut," maka&lt;br /&gt;sarana-sarana apakah yang dengan melaksanakannya orang-orang Mus-&lt;br /&gt;lim akan diperingatkan sebelum kelahirannya bahwa jika mau datang,&lt;br /&gt;"boieh datang sesudah berpikir seratus kali."&lt;br /&gt;, Sudah lazim bahwa akidah-akidah yang berlawanan dengan fitrat&lt;br /&gt;itu  penjelasan-penjelasannya  adalah berlawanan dengan fitrat pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13'&lt;br /&gt;SATU GAMBARAN MENGENAI MASA PEMERINTAHAN ALA&lt;br /&gt;iiiiTrMTrtT017AMrkATnd hT MZ;DC~AA Drol~lTACA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l î&gt;t:AJNUAIMYA MfcKfcKA Bh-KKL&lt;br /&gt;~•/* J ~\   •j * î   • ** . t 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v/ K Crl -- -,, V' l&lt;br /&gt;« ~~:lia~~~~؟•I:&lt;br /&gt;t"?   * **   »    ~&lt;br /&gt;Kebudayaan karnu akan rncmbunuh diri dengan belatinya sendiri.&lt;br /&gt;Tak akan kokoh sarang yang dibuat di atas cahang yang lcmah.&lt;br /&gt;Dengan mempelajari halaman-halaman sebelumnya, bagi para&lt;br /&gt;pernbaca teritu telah jelas citra Maulana Maududi mengenai Islam,&lt;br /&gt;Rasuinya, penyiaran Islam, dan kekuasaan Islam. Kini dalam halaman-&lt;br /&gt;halaman berikut ini saya ingin membuat suatu sketsa mengenai perne-&lt;br /&gt;rintahan ala Maududi seandainya Maududi berhasil memegang kekua-&lt;br /&gt;saan dan akan muncul di pentas negeri Islam atau bukan-lslam. Para&lt;br /&gt;pernbaca tidak perlu heran bila saya mempergunakan ungkapan "negeri&lt;br /&gt;bukan-lslam" sebab sebenamya adalah tidaJt di luar dugaan bila revolusi&lt;br /&gt;ini dapat menampakkan diri di negeri yang sebagian besar penduduknya&lt;br /&gt;bukan-musiim sebelum terlaksananya di salah satu negeri Islam. Sebab,&lt;br /&gt;bila tiap "Fartai Musiim" akan giat berusaha mendatangkan di negeri-&lt;br /&gt;nya masing-masing apa yang dianggapnya "revolusi Islam" serta akan&lt;br /&gt;berusaha mempergunakan segala macarn daya-upaya untuk memper-&lt;br /&gt;oieh kekuasaan maka siapa yang dapat menerka di manakah mula per-&lt;br /&gt;tama akan muncul "revolusi" ini? Di Saudi Arabiakah atau di Ghana?&lt;br /&gt;Di Mesirkah, atau di Lebanon? Di Pakistankah atau di India?&lt;br /&gt;Pokoknya, bila pun, dengan cara apa pun, dan di mana pun akan&lt;br /&gt;muncul pernerintahan Islam ini, pernerintahan ini akan mempunyai&lt;br /&gt;l)eberapa ciri-ciri khusus yang di atasnya akan irielekat cap kekai jalan&lt;br /&gt;pikira-n wujud yang menciptakan gagasan itu dan yang telah berdaya-&lt;br /&gt;upaya memindahkan gagasan ini dari alam khayal ke alam kenyataan.&lt;br /&gt;Langkah pertama yang kiranya akan diambil setelah memperoieh&lt;br /&gt;kekuasaan ialah, mungkin akan menyiarkan daftar akidah-akidah ala&lt;br /&gt;Maududi di bawah judul "Islam" dan akan membuat pemyataan umum&lt;br /&gt;bahwa dalam jangka waktu tertentu semua orang Islam yang membe-&lt;br /&gt;narkan akidah-akidah itu harus mendaftarkan namanya di kantor polisi&lt;br /&gt;1 n n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau pengadilan yang terdekat. Bila seorang Musiim tidak mendaftar-&lt;br /&gt;kan namanya dalam jangka waktu yang tertentu itu, ia sendiri akan ber-&lt;br /&gt;tanggung jawab mengenai jiwa, harta-benda dan kehormatannya. Demi-&lt;br /&gt;kian pula dalam jangka waktu itu rakyat wajib menyerahkan segala sen-&lt;br /&gt;jatanya.&lt;br /&gt;Setelah pengumurnan itu pemerintah dengan segera akan menyi-&lt;br /&gt;bukkan diri mengadakan persiapan untuk menjalankan hukuman mati&lt;br /&gt;serta tentara Maududi dan polisi Maududi akan membersihkan senjata-&lt;br /&gt;senjata dan mengencangkan tali pinggang mereka; semua itu akan me-&lt;br /&gt;nuntut kerja keras dan meletihkan tetapi para pelakunya tidak akan&lt;br /&gt;menghadapi bahaya mati syahid sebab jauh sebelum hari yang diten-&lt;br /&gt;tukan itu musuh telah dilucuti.&lt;br /&gt;Sesudah masa menanti yang menggelisahkan, akhimya tibalah hari&lt;br /&gt;bila beq'uta-juta leher orang-orang murtad yang dikatagorikan sebelum-&lt;br /&gt;nya sebagai orang-orang musiim keturunan akan dipersembahkan ke-&lt;br /&gt;pada pedang-pedang Maududi.&lt;br /&gt;Serentak berkumandang seruan dan penyeru-penyeru entah berapa&lt;br /&gt;jumiah pedang akan diacungkan dan akan ditimpakan dan entah berapa&lt;br /&gt;kepala akan dipancung dan berapa banyak jasad akan rebah di tanah&lt;br /&gt;dan bermandikan darah. Jika tiada pertentangan di antara ucapan-&lt;br /&gt;ucapan dan perbuatan-perbuatan Maulana Maududi dan jika beliau da-&lt;br /&gt;pat mengerjakan apa yang dikatakannya, tentu akan teijadilah demi-&lt;br /&gt;kian. Entah berapa jumiah pedang yang akan diacungkan, bukan satu&lt;br /&gt;kali tetapi ribuan kali, dan akan menimpa ribuan kali serta kepala ma-&lt;br /&gt;nusia akan terus berpisah dari badan danjasad-jasad akan bermandikan&lt;br /&gt;darah tergeletak di tanah.&lt;br /&gt;Pada saat itu, seandainya suami telah bertobat atau menyimpang&lt;br /&gt;dari jalan kejujuran maka ia sendiri akan dibiarkan hidup sedangkan is-&lt;br /&gt;trinya yang tidak akan mengikuti jejak suaminya akan dipancung di ha-&lt;br /&gt;dapan matanya. Jika istrinya ber.tobat atau mengikuti jalan kemuna-&lt;br /&gt;fikan dengan bei-dusta maka ia sendiri akan dibiarkan hidup sedangkan&lt;br /&gt;suaminya yang memilih jalan kebenaran dan kejujuran akan dibinasakan&lt;br /&gt;dihadapan matanya. Adapun anak-anak mereka tanpa kecuali, mereka&lt;br /&gt;akan dibiarkan hidup namun bagaimanapun juga mereka akan menyak-&lt;br /&gt;sikan ibu atau bapak mereka atau kedua-duanya menjalani hukuman&lt;br /&gt;mati.&lt;br /&gt;Dan sebagai akibat suara tangisan sedu-sedan dari bayi-bayi yang&lt;br /&gt;masih menyusui yang matanya tak akan melihat lagi ibu-ibu mereka&lt;br /&gt;د39&lt;br /&gt;yang murtad itu, serta suara meraung-raungnya putra-putra dan putri-&lt;br /&gt;putri yang matanya yang menjadi basah kareniý mencucurkan air tidak&lt;br /&gt;akan lagi inelihat ayah mereka yang murtad itu. Kampung demi kam-&lt;br /&gt;pung, desa demi desa di Pakistan akan berkumandang dengan tangisan-&lt;br /&gt;tangisan sehingga teriakan-teriakan yang penuh kerawanan itu akan&lt;br /&gt;menggoyangkan kaki Arasy dan di belahan bumi yang satu dinding-din-&lt;br /&gt;ding tembok Cina akan gemetar sedang di belahan bumi yang lain Eropa&lt;br /&gt;akan tergoncang-goncang. Dan, bila lengan-lengan beberapa "orang sa-&lt;br /&gt;leh" akan menjadi lumpuh karena tak henti-hentinya dipakai meman-&lt;br /&gt;cung leher-leher maka orang-orang murtad itulah yang akan disuruh&lt;br /&gt;menggàli lubang-lubang besar di tanab lalu menyalakan api merah dan&lt;br /&gt;sisa-sisa orang-orang murtad akan dibakar hidup-hidup dalam lubang-&lt;br /&gt;lubang itu. Lidah-lidah nyala api itu yang seolah-olah mcnjilat-jilat&lt;br /&gt;sampai ke langit akan menyinari utara, selatan, timur, dan barat Pakis-&lt;br /&gt;tan. Jadi, betapa bcberkatnya fajar itu bila di ufük Pakistan akan mere-&lt;br /&gt;kah fajar yang merah itu.&lt;br /&gt;Tetapi, itu hanya suatu permulaan saja dan harus melalui banyak&lt;br /&gt;tahapan sebelum sampai ke puncaknya. Jika Pakistan ditakdirkan men-&lt;br /&gt;jadi negara revolusi pertama, masih terdapat banyak negeri Islam yang&lt;br /&gt;membentang luas disebelah kanan, kiri, di depan dan di belakang Pakis-&lt;br /&gt;tan tempat wanita-wanita murtad tengah melahirkan "anak-anak mur-&lt;br /&gt;tad." Dan, masih ada enam puluh juta orang-orang murtad di India (ki-&lt;br /&gt;ai bilangan orang Islam di India telah jauh bertambah dalam jangka&lt;br /&gt;waktu 22 tahun ketika buku ini dikarang, peny.) perlu dibersihkan.&lt;br /&gt;ringgal lagi jerit keluh-kesah yang akan merekahkan dada gunung serta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ikan memecahkan kulit langit. Masih pula tinggal lagi suara ratapan&lt;br /&gt;yang bila didengar akan membuat susu dada bumi akan menjadi kering-&lt;br /&gt;kerontang serta bintang-bintang di langit akan mercmas-remas kepala&lt;br /&gt;iaking gelisah. Dan karena rasa sakitnya maka rembulan dan sang surya&lt;br /&gt;iun akan menjadi buta karena lamanya menangis!&lt;br /&gt;Dan apakah setelah pembunuhan dan pernbantaian massai semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;legeri Islam akan kosong dan sebagian besar penduduk Musiim, kehaus-&lt;br /&gt;n "orang-orang Musiim sejati" yang bcrkuasa ini akan menjadi reda&lt;br /&gt;ierta api nafsu berkuasa ini akan menjadi padam? ..........Jikatekad-te-&lt;br /&gt;ad luhur yang bergejolak di dada dan mengalir dan ujung lidah serta&lt;br /&gt;] ena Maulana Maududi kita perhatikan maka jawaban untuk perta-&lt;br /&gt;i yaan di atas adalah négatif. Tidak! Kehausan ini masih belum akan me-&lt;br /&gt;i eda dan api ini tidak akan padam selama pernerintahan-pemerintahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kafir belum menerima seruan Islam dan selama belum mengatasi kede-&lt;br /&gt;gilan kekafiran mereka, atau, tanpatnenunggu-nunggujawaban,mereka&lt;br /&gt;ditalukkan di bawah ancaman pedang. Halilintar kernurkaan beliau&lt;br /&gt;masih harus jatuh di Eropa, juga di Arnerika, juga di Cina, juga di Je-&lt;br /&gt;pang, juga di Australia, juga di Selandia bani. Kilat ini masih akan ha-&lt;br /&gt;rus menerangi padang-padang pasir Afrika dan membakar hutan belan-&lt;br /&gt;tara hitam. Masih akan harus menyalakan api di Rusia serta akan meng-&lt;br /&gt;anugrahkan nyala iman kepada lembah-lembah saJju Siberia, entah be-&lt;br /&gt;rapa banyak pembunuhan dan pernbantaian masih akan diperlukan! En-&lt;br /&gt;tah berapa banyak tepian sungai akan menjadi merah oieh darah yang&lt;br /&gt;akan ditumpahkan oieh pedang-pedang Maududi.&lt;br /&gt;Saya suka mengkhayalkan bahwa apabila Islam ala Maududi ini&lt;br /&gt;akan mewamai tiap hasta bumi dengan warna merah maka di tengah-&lt;br /&gt;tengah padang tandus yang membentang seluas ribuan kilometer betapa&lt;br /&gt;indahnya suara azan yang dikumandangkan oieh seorang "musiim sa-&lt;br /&gt;leh" yang kesunyian. Dan, saya pikir, betapa dahsyatnya konsepsi Mau-&lt;br /&gt;lana mengenai keamanan alam yang gambar keamanannya hanya tam-&lt;br /&gt;pak tanpa bersuara di pekuburan-pekuburan yang sunyi-senyap itu dan&lt;br /&gt;yang dengan kata-kata lain dapat disebutkan "tuna kehidupan" alias&lt;br /&gt;tnati.&lt;br /&gt;SATU JEMAAT UNIVERSAL ORANG-ORANG MUNAFIK&lt;br /&gt;•Jika penumpahan darah dan pernbantaian ini tidakjadiberwujud,&lt;br /&gt;itu hanya mungkin, sekali lagi hanya mungkin, bila di pentas bumi mun-&lt;br /&gt;cul satu jemaat orang-orang munafik yang universal sifatnya, tiada jalan&lt;br /&gt;lain selain dari itu untuk menyelamatkan diri dari pedang ini. Jangan&lt;br /&gt;hendaknya para pernbaca yang budiman menganggap lukisan ini sebagai&lt;br /&gt;suatu hikayat atau fantasi puitis belaka. Sekalipun benar bahwa bila&lt;br /&gt;kehendak-kehendaknya Maulana Maududi digambarkan dalam dunia&lt;br /&gt;amal maka ia akan nampak sebagai cerita yang dahsyat, atau suatu&lt;br /&gt;mimpi yang menakutkan, atau pun khayalan dan gagasan seorang ahli&lt;br /&gt;sajak yang menggoncangkan hati. Namun, sayang bahwa ini bukan mim-&lt;br /&gt;pi,  bukan pula dongengan, dan bukan pula fantasi seorang penyaii&lt;br /&gt;bahkan ini merupakan konsepsi-konsepsi seorang wujud berdarah da-&lt;br /&gt;ging yang pada lahimya memiliki kekuatan berfikir dan mengaku diri-&lt;br /&gt;nya sebagai menguasai ilmu agama lagi cerdas dan mempunyai firasat;&lt;br /&gt;konsepsi itu dikernukakan kepada dunia atas nama agama Islam dan de-&lt;br /&gt;ngan tandas dinyatakannya bahwa, bila pun ada kesempatan, konsepsi-&lt;br /&gt;141&lt;br /&gt;konsepsi itu akan dilaksanakan.&lt;br /&gt;ltulah hari keunggulan semesta Islam yang sedang mengintai dunia&lt;br /&gt;dari jendela-jendela alam pikiran MaududL Untuk mendatangkan hari&lt;br /&gt;itukah,nauzubillah,matahari Muhammad saw. yang menyinari seluruh&lt;br /&gt;dunia telah terbit dari ufuk Arab kurang lebih empat bêlas abad yang si-&lt;br /&gt;lam?&lt;br /&gt;Alangkah baiknya Maulana Maududi menamakan agania beliau de-&lt;br /&gt;ngan agama lain dan bukan Islam dan jangan hendaknya nama junjung-&lt;br /&gt;an kami dicemarkan oieh konsep gelap dan yang kelihatannya pun&lt;br /&gt;sangat buruk itu&lt;br /&gt;Tetapi, jika beliau berbuat demikian, siapa yang akan mengikuti&lt;br /&gt;beliau, dan siapa yang akan memberi suara kepada beliau atas nama&lt;br /&gt;agama bâru ini? Walhasil, bagi beliau terbuka hanya satu jalan, ialah,&lt;br /&gt;mengaitkan pandangan-pandangan beliau yang kediktator-diktatoran itu&lt;br /&gt;kepada Junjungan kami yang suci-bersih itu. Dan jalan inilah yang di-&lt;br /&gt;tempuh beliau dan beliau tidak segan-segan menyeret-nyeret juga nama&lt;br /&gt;nabi keamanan dan keselamatan yang tiap-tiap nafasnya mengandung&lt;br /&gt;amanat perdamaian dan agamanya juga dinamakan Islam itu di ajang&lt;br /&gt;pernbantaian ini.&lt;br /&gt;Saya dengan sengaja telah membuat gambaran yang sesingkat&lt;br /&gt;mungkin dan dengan sikap hati-hati mengenai konsepsi Maulana Mau-&lt;br /&gt;dudi seandainya konsepsi ini jadi dilaksanakan. Dan saya membatasi diri&lt;br /&gt;melukiskan hanya gambaran-gambaran yang secara jelas dan tanpa ragu&lt;br /&gt;terdapat dalam berbagai buku-buku beliau sedangkan kutipan-kutipan-&lt;br /&gt;nya telah disampaikan ke hadapanpara pernbaca dalam halaman-halam-&lt;br /&gt;an yang telah lewat. Dan begitu kita sudah mengenai raut watak Maudu-&lt;br /&gt;disme tidakiah sulit bagi kita membuat gambaran yang tepat dalam se-&lt;br /&gt;gala bidang kehidupan mengenai pernerintahan ala Maududi.&lt;br /&gt;Misainya, dapat dibuat gambaran mengenai keadaan dalam daur&lt;br /&gt;itu, atau  dapat dibeberkan keadaan yang menggelikan ketika manusia&lt;br /&gt;dengan paksa disuruh beribadah. Demikian pula dapat ditulis banyak&lt;br /&gt;haï bertalian dengan hubungan antar bangsa di bawah pernerintahan se-&lt;br /&gt;macarn itu dan dapat pula dibuat perkiraan mengenai upaya-upaya yang&lt;br /&gt;dengan perantaraan itu pengkhianatan, suap-menyuap, dan ketidakwa-&lt;br /&gt;jaran dalam berperilaku antara satu sama lain dapat diikhtiarkan supaya&lt;br /&gt;lenyap dari negeri. Demikian pula adalah tidak sulit untuk menggam-&lt;br /&gt;barkan keadaan politik negara. Suatu negara yang dasamya diletakkan&lt;br /&gt;pada konsep kekcrasan dan pertumpahan darah, tentu menjadi tempat&lt;br /&gt;142&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bercokolnya pernberontakan-pemberontakan dan jika orang munafik&lt;br /&gt;merupakan mayoritas di negara semacarn itu maka bahaya pernberon&lt;br /&gt;takan akan bertambah secara tak seimbang. Bahkan, dengan berlalu-&lt;br /&gt;nyamasa, reaksi terhadap pernerintahan itu semakin meningkat lagi.&lt;br /&gt;Walhasil, banyak yang dapat ditulis mengenai bahaya-bahaya yang pasti&lt;br /&gt;akan dihadapkan kepada pernerintahan semacarn itu. Di samping itu&lt;br /&gt;dapat pula dibayangkan adanya bentuk persekongkolan-persekongkolan&lt;br /&gt;lainnya, dan dapat pula diperkirakan adanya lembaga spionase raha-&lt;br /&gt;sia yang dengan perantaraannya pemerintah akan mengetahui gerak-&lt;br /&gt;gerik komplotan-komplotan rahasia dan pernberontakan-pemberontak-&lt;br /&gt;an; dan adalah menarik hati jika membeberkan berbagai macarn cara&lt;br /&gt;penyiksaan yang akan dilaksanakan pernerintahan semacarn itu untuk&lt;br /&gt;memperoieh informasi-informasi lebih banyak lagi atau untuk menyeli-&lt;br /&gt;diki kebenaran semata-mata. Namun, saya mengesampingkan semua haï&lt;br /&gt;seperti itu dan menyerahkan kepada kccondongan atau minât pribadi&lt;br /&gt;pernbaca tetapi jika ada kawan yang ingin menyelidiki lebih dalam ma-&lt;br /&gt;ka untuk haï yang terakhir ini dapat dijumpai gambaran-gambaran&lt;br /&gt;faktual dalam sejarah revolusi komunis atau dalam buku "History of&lt;br /&gt;thé Priest Craft in Ail Ages" yang penelaahannya tentu akan menarik.&lt;br /&gt;SATU PERNYATAAN UMUM MENGENAI PEMBERIAN&lt;br /&gt;TENGGANG WAKTU DAN PEMBERIAN MAAF&lt;br /&gt;Pada akhirnya, sebelum menamatkan bab ini, jika saya tidak me-&lt;br /&gt;nyebutkan pernberian tenggang-waktu dan pemberian maaf-umum,&lt;br /&gt;yang kemungkinan diberlakukannya telah dikernukakan oieh Maulana&lt;br /&gt;Maududi, akan menipakan sikap tidak adil terhadap beliau. Sebagaima-&lt;br /&gt;na telah saya kernukakan pendapat bahwa, menurut hemat saya, pe-&lt;br /&gt;merintahan ala Maududi akan membuat suatu pernyataan umum se-&lt;br /&gt;gera setelah memperoieh kekuasaan; dan memang demikianlah kebia-&lt;br /&gt;saan tiap pernerintahan revolusioner. Menurut pemyataan itu, sebagai&lt;br /&gt;orang-orang Islam mereka harus mendaftarkan diri -mengingat akan be-&lt;br /&gt;berapa akidah khusus.&lt;br /&gt;Maulana Maududi telah mengernukakan kemungkinan dikeluarkan-&lt;br /&gt;nya pemyataan yang hampir serupa itu pada akhir buku beliau,&lt;br /&gt;'Hukuman Terhadap Orang Murtad. ' Bedanya ialah, menurut pan-&lt;br /&gt;dangan saya, mereka yang menurut istilah Maududi tidak akan diakui&lt;br /&gt;sebagai "Musiim," biar bagaimana pun, akan dihukum mati. Tetapi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;143&lt;br /&gt;Maulana Maududi telah mengernukakan adanya kemungkinan bahwa:&lt;br /&gt;oieh karena dengin demikian mau tidak mau akan terjadi pembunuh&lt;br /&gt;an massai yang tak ada taranya, sebab itu masih terbuka kemungkinar&lt;br /&gt;bahwa mereka tidak akan dibunuh dengan segera dan sebagai gantinya&lt;br /&gt;akan dianggap memadai bila mereka akan dipaksa menjalani kehidupan&lt;br /&gt;sebagai orang-orang zimmi  (orang bukan-MusIim yang mempunyai&lt;br /&gt;hak hidup di negara lçlani dengan memenuhi beberapasyarat, peny.) se&lt;br /&gt;telah mereka dinyatakan sebagai kafir. Namun, sesudah itu bila dan&lt;br /&gt;antara sisa orang-orang yang diakui sebagai Musiim ada seseorang yang&lt;br /&gt;terbukti kekafirannya dan amal perbuatan atau dari segi itikad maka&lt;br /&gt;ia bagaimana pun akan dibunuh.&lt;br /&gt;Kendatipun oieh Maulana Maududi telah disebutkan kemungkinan&lt;br /&gt;adanya pengampunan-kerajaan namun gambaran singkat yang telah saya&lt;br /&gt;paparkan dalam sketsa saya bertalian dengan pembunuhan massai itu&lt;br /&gt;adalah disebabkan oieh alasan-alasan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U&amp;UI UIJCUaUn41J VI~11 fcLLU,)3CUICI,IU.l9CUI O~vaمaýý IL/~lýnu~lL •&lt;br /&gt;Pertama, dan Maulana Maududi sendiri tidak ada pernyataan yang&lt;br /&gt;pasti mengenai pengampunan, paling banter telah disebutkan suatu&lt;br /&gt;pemeca'lan yang nnungkm dan, saya yakin, sesudah kekuasaan di-&lt;br /&gt;peroieh tidak akan terbit soal untuk perlakuan yang lunak itu&lt;br /&gt;berdasarkan kata-kata Maulana Maududi :&lt;br /&gt;"......  tiap  orang mcngctahui betapa hcbatnya percobaan&lt;br /&gt;yang dikandung oieh pernerintahan dan kekuasaan, dengan&lt;br /&gt;hanya mencitrakannya saja akan timbul taufan keinginan-&lt;br /&gt;keinginan keras dalam hati manusia. Hawa nafsu menghen-&lt;br /&gt;daki bahwa bila khazanah-khazanah bumi dan leher-leher&lt;br /&gt;manusia dapat dipegang ditangannya terbukalah kesempatan&lt;br /&gt;bagi dia untuk berbuat sekehendak hatinya" (Haqiqat-i-Ji-&lt;br /&gt;had, him. 15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kedua, menurut keyakinan saya, ialah, Maulana Maududi&lt;br /&gt;telah membuat satu kesalahan dalam menyatakan kesediaanpya&lt;br /&gt;melaksanakan pengampunan yang cepat atau lambat akàn disadari&lt;br /&gt;oieh beliau atau boieh jadi seseorang yang sefaham beliau akàn me-&lt;br /&gt;nunjukkan kesalahan itu. Kesalahan itu ialah, jika menurut hukum&lt;br /&gt;Islam orang murtad itu harus dibunuh dan orang-orang Musiim-ke-&lt;br /&gt;lahiran juga yang setelah dewasa menyimpang dan Islam, baik da-&lt;br /&gt;lam itikad atau secara praktis, maka sesuai dengan hukum syariat&lt;br /&gt;ini tïiçreka itu harus dibunuh. Dari manakah Maulana memperoieh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;144&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wewenang untuk seenaknya memberi ampunan kepada merekaï&lt;br /&gt;Apakah beliau akan membuat suatu syariat baru ataukah beliau&lt;br /&gt;mempunyai hak untuk membatalkan atau mengubah suatu hu-&lt;br /&gt;kum Islam? Jika tidak, maka tiada jalan kecuali, karenatelahme-&lt;br /&gt;nyimpang dan jalan syariat, harus duduk bersama-sama orang-&lt;br /&gt;orang murtad, atau, dengan hati yahg berat mengumumkan hu-&lt;br /&gt;kuman pembunuhan massai biar pun berjuta-juta orang menemui&lt;br /&gt;ajal dengan jalan demikian.&lt;br /&gt;Maulana telah melupakan satu haï lain, ialah, apabila beliau menga-&lt;br /&gt;kuibahwadiantaraduakasus:&lt;br /&gt;"Orang seperti itu dibiarkan hidup dengan merampas dari&lt;br /&gt;padanya semua hak kewarganegaraan, atau menamatkan ri-&lt;br /&gt;wayat hidupnya. Hukuman dalam keadaan pertama memang&lt;br /&gt;lebih keras daripada dalam keadaan kedua, sebab haï demiki-&lt;br /&gt;an mengandung arti bahwa ia dibiarkan dalam keadaan tidak&lt;br /&gt;mati dan tidak pula hidup" (Hukuman Terhadap Orang Mur-&lt;br /&gt;tad, him. 51).&lt;br /&gt;.«il  •  . _...__l.:_ l-„l....„ L:1~__„„„ l.„l;„,. J:1:~..~•î „l«.li nn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bagaimana mungkin bahwa bilamana beliau diliputi oieh pe-&lt;br /&gt;rasaan lunak dan kasih-sayang, beliau menetapkan macarn hukuman&lt;br /&gt;yang pada hakikatnya lebih keras dan antara dua hukuman itu. Atas da-&lt;br /&gt;sar alasan-alasan itu saya terpaksa mengernukakan sketsa yang saya&lt;br /&gt;buat itu sebagaimana yang saya kernukakan, sebab konsep pemerintah-&lt;br /&gt;an ala Maududi telah terikat dengan rantai-rantai-besi pernbantaian&lt;br /&gt;dan pengrusakan yang begitu kuat sehingga bila si pencipta rantai-&lt;br /&gt;rantai itu sendiri pun hendak membukanya atau mematahkalînya dan&lt;br /&gt;memisahkan konsep itu maka haï demikian itu adalah sesuatu yang&lt;br /&gt;di luar kernampuannya.&lt;br /&gt;"Ular telah lewat, sekarang 'kau boieh mernukul-rnukul jejaknya&lt;br /&gt;saja."&lt;br /&gt;Sesudah mengernukakan alasan ini kini saya mengutip kata-kata&lt;br /&gt;yang dipergunakan oieh Maulana Maududi sendiri dengan tujuan bah-&lt;br /&gt;wa bila saya keliru dalam mengambil kesimpulan, para pernbaca sendiri&lt;br /&gt;dapat memperbaikinya :&lt;br /&gt;"Bila kernudian hari pada suatu ketika tertib pemerintahan ala&lt;br /&gt;Islam dapat ditegakkan (perlu diperhatikan bahwa karangan itu&lt;br /&gt;ditulis pada tahun 1942, peny.) dan dengan menjalankanundang-&lt;br /&gt;undang "Pembunuhan terhadap Orang Murtad" semua orang yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-6536462352476447112?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/6536462352476447112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/04/mahzarnamah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/6536462352476447112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/6536462352476447112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/04/mahzarnamah.html' title='MAHZARNAMAH'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-5998805025971695920</id><published>2009-04-13T03:30:00.000-07:00</published><updated>2009-04-13T03:33:30.542-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENUMPAHAN DARAH'/><title type='text'>PENUMPAHAN DARAH ATAS NAMA AGAMA</title><content type='html'>Merupakan salah satu karya Emas Hadhrat Khalifatul Masih ke IV, beliau seorang cendekiawan yang telah memuaskan banyak para penaya dari berbagai belahan dunia, dalam buku ini antara lain beliau menulis ...&lt;br /&gt;Sejarah kehidupan manusia memang diseret-seret melalui debu dan darah. Sejak hari dan saat bila Qabil membunuh saudaranya, Habil, sampai hari ini demikian banyak darah telah mengalir tanpa hak sehingga jika darah itu dikumpulkan maka hari ini darah itu cukup untuk mewarnai pakaian seluruh manusia penduduk persada bumi ini. Bahkan mungkin sisa darah itu akan cukup memerahi pula pakaian hingga keturunan kita yang akan datang. Tetapi disesalkan bahwa hingga hari ini manusia tidak pernah merasa puas minum darah.&lt;br /&gt;Terbunuhnya Habil di tangan Qabil merupakan darah pertama yang tidak berdasar hukum yang telah disebutkan dalam AI-Qur'an dan Bible sebagai peringatan bagi kita untuk selama-lamanya, dan peringatan ini akan terpelihara seterusnya hingga berakhirlah lembaran sejarah hidup manusia dan bila bumi ini akan tergulung habis. Akan tetapi bila manusia memperhatikan kernbali latar belakang sejarah hidupnya lalu sejenak meninjau keadaan sekelilingnya dalam dunia hari ini maka timbul pencelaan menusuk-nusuk dalam hatinya seperti pecahan-pecahan kaca. Sebagaimana dahulu manusia zalim hari ini juga manusia tetap zalim. Sebagaimana dahulu ia kejam, sekarang pun kejam. Kisah kezaliman amat panjang dan bab-bab kisah itu tak kunjung berakhir. Dan haus darah yang bergolak di hati Qabil dahulu, sekarang pun bisa bergolak dalam berbilang dada manusia merupakan bara api yang walaupun beribu tahun lamanya disirami tetap tidak pernah mendingin.&lt;br /&gt;Contoh pembunuhan secara perseorangan pun tiada terhitung banyaknya. Contoh-contoh peristiwa berdarah secara kelompok dan kaum pun tak terhingga banyaknya dan adalah bagaikan gelombang lautan yang tiada hentinya bergerak dari suatu sudut bumi ke sudut bumi yang lain menyerbu penghuninya. Gerombol demi gerombol dan pasukan demi pasukan lasykar keluar dari kubu-kubu menyerbu negeri-negeri. Kaisar pun telah menumpahkan darah seperti juga Kisra. Tangan lskandar Agung dan Nero juga berlumuran darah. Tangan Hulaku dan Jengis Khan pun ketika menghancurkan Baghdad telah memerahi lembaran sejarah sampai hari ini bagaikan rona merah ufuk waktu senja.zamannya. Mereka dihina, diolok-olok pula dan dianiaya seperti orang-orang sebelum mereka. Namun Nabi Nuh serta pengikutnya tetap bersabar mempertahankan pendirian mereka. Hal yang sama juga dilancarkan kepada Nabi lbrahim dan para pengikutnya. Untuk Nabi lbrahim bukan saja api fitnah dinyalakan bahkan betul-betul beliau dilemparkan hidup-hidup ke dalam kobaran api.&lt;br /&gt;Para penentang Nabi Luth yang buta hakikat agama pun memakai nama agama untuk melancarkan penganiayaan terhadap Nabi Luth dan para pengikutnya lalu memberikan juga ancaman-ancaman serupa. Para penentang Nabi Luth mengancam akan mengusir beliau dari negerinya kernudian berulang kali menyerang, mengancam, dan menakut-nakuti agar beliau berhenti dari kegiatan tabligh agamanya. Para penentang Nabi Syu'aib pun melakukan tindakan serupa itu dan berkata kepada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUMPAHAN DARAH ATAS NAMA AGAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kehidupan manusia memang diseret-seret melalui debu dan darah. Sejak hari dan saat bila Qabil membunuh saudaranya, Habil, sampai hari ini demikian banyak darah telah mengalir tanpa hak sehingga jika darah itu dikumpulkan maka hari ini darah itu cukup untuk mewarnai pakaian seluruh manusia penduduk persada bumi ini. Bahkan mungkin sisa darah itu akan cukup memerahi pula pakaian hingga keturunan kita yang akan datang. Tetapi disesalkan bahwa hingga hari ini manusia tidak pernah merasa puas minum darah.&lt;br /&gt;Terbunuhnya Habil di tangan Qabil merupakan darah pertama yang tidak berdasar hukum yang telah disebutkan dalam AI-Qur'an dan Bible sebagai peringatan bagi kita untuk selama-lamanya, dan peringatan ini akan terpelihara seterusnya hingga berakhirlah lembaran sejarah hidup manusia dan bila bumi ini akan tergulung habis. Akan tetapi bila manusia memperhatikan kernbali latar belakang sejarah hidupnya lalu sejenak meninjau keadaan sekelilingnya dalam dunia hari ini maka timbul pencelaan menusuk-nusuk dalam hatinya seperti pecahan-pecahan kaca. Sebagaimana dahulu manusia zalim hari ini juga manusia tetap zalim. Sebagaimana dahulu ia kejam, sekarang pun kejam. Kisah kezaliman amat panjang dan bab-bab kisah itu tak kunjung berakhir. Dan haus darah yang bergolak di hati Qabil dahulu, sekarang pun bisa bergolak dalam berbilang dada manusia merupakan bara api yang walaupun beribu tahun lamanya disirami tetap tidak pernah mendingin.&lt;br /&gt;Contoh pembunuhan secara perseorangan pun tiada terhitung banyaknya. Contoh-contoh peristiwa berdarah secara kelompok dan kaum pun tak terhingga banyaknya dan adalah bagaikan gelombang lautan yang tiada hentinya bergerak dari suatu sudut bumi ke sudut bumi yang lain menyerbu penghuninya. Gerombol demi gerombol dan pasukan demi pasukan lasykar keluar dari kubu-kubu menyerbu negeri-negeri. Kaisar pun telah menumpahkan darah seperti juga Kisra. Tangan lskandar Agung dan Nero juga berlumuran darah. Tangan Hulaku dan Jengis Khan pun ketika menghancurkan Baghdad telah memerahi lembaran sejarah sampai hari ini bagaikan rona merah ufuk waktu senja.zamannya. Mereka dihina, diolok-olok pula dan dianiaya seperti orang-orang sebelum mereka. Namun Nabi Nuh serta pengikutnya tetap bersabar mempertahankan pendirian mereka. Hal yang sama juga dilancarkan kepada Nabi lbrahim dan para pengikutnya. Untuk Nabi lbrahim bukan saja api fitnah dinyalakan bahkan betul-betul beliau dilemparkan hidup-hidup ke dalam kobaran api.&lt;br /&gt;Para penentang Nabi Luth yang buta hakikat agama pun memakai nama agama untuk melancarkan penganiayaan terhadap Nabi Luth dan para pengikutnya lalu memberikan juga ancaman-ancaman serupa. Para penentang Nabi Luth mengancam akan mengusir beliau dari negerinya kernudian berulang kali menyerang, mengancam, dan menakut-nakuti agar beliau berhenti dari kegiatan tabligh agamanya. Para penentang Nabi Syu'aib pun melakukan tindakan serupa itu dan berkata kepada&lt;br /&gt;Insert&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Wahai Syu'aib! pilihlah antara dua hal, kamu bersama pengikutmu akan diusir dari negeri ini atau kembalilah ke dalam agama kami. Jika tidak, kami akan melancarkan serangan lalu menyiksa kamu serta pengikutmu. Kamu harus mengubah perilakumu. Oleh sebab itu kami berikan kesempatan untuk meninggalkannya. "Awalau kunna kaarihim?" Hazrat Syu'aib berkata,"Sekali pun hati kami tidak membenarkan agama kamu?"(Al-Araf:89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan cara macarn ini dapat dibuat seseorang beriman dan mengkuti sesuatu agama padahal hatinya meyakini bahwa agama itu palsu? Dan jika hati ingin lari dan mencari agama yang damai dan mengajarkan kebenaran, apakah dapat dia dipaksakan supaya melawan kata hatinya dan fitratnya ia memeluk agama yang tidak dapat memberikan kepada hatinya ketentraman?&lt;br /&gt; Jawaban Nabi Syu'aib yang menolak faham "qatli murtad" (menghalalkan pembunuhan bagi orang yang dituduh murtad) berisikan satu dalil yang begitu kokoh-kuat laksana karang sehingga tidak dapat dibantah oleh siapa pun hingga saat ini sebab hati dan akal tiap manusia selalu menjadi saksi, bahwa belum pemah dan tidak akan pernah hati nurani dapat ditâklukkan dengan kekuatan pedang. Kendatipun pedang itu dapat menguasai daging dan tulang tetapi akal, perasaan, dan akidah tidak dapat digoyahkan atau dipaksa.&lt;br /&gt;Karéna, ini adalah suara kata hati nurani manusia yang tidak dapat dirubah dan dasar fitrat yang telah dianugerahkan kepada Adam. Manusia yangterakhir di dunia ini pun akan mati atas dasar fitrat itu. Suara fitrat insani itu tidak dapat ditukar dan tidak dapat berubah dan mereka yang teraniaya dan dituduh murtad dan wajib dibunuh oleh pemimpin-pemimpin yang buta agama, suara hati nurani mereka akan tetapilcngumandangkan kebenaran, "Apakah kamu memaksakan kami beriman kepada iktikad-iktikadmu yang rusak sedang hati kami sedikit.pun tidak tertarik kepadanya?" Tetapi sangat disesalkan bahwa dan da&lt;br /&gt;hi orang-orang yang buta agama selalu memusuhi nabi-nabi beserta&lt;br /&gt;pcngikut mereka lalu'memberi fat\va murlad séria wajib dihukum mati&lt;br /&gt;diin menciptakan cara kezaliman yang mencemari citra kcmanusiaan.&lt;br /&gt;•J        Kernudian  camkanlah  bnhwa  wirih  ~-nh; \f..»-  -i—-  -—---      "      •&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--_..._ I-JLY~U' .,u.&lt;Ji Ji 11.1311 u&lt;ui para pcilgiKUt-&lt;br /&gt;:ffya pun mengalarni periakuan demikian dan Fir'aun pun mengatakan&lt;br /&gt;.l~ll»a yang telah dikatakan pernimpin-pemimpin gadungan kaum-kaum&lt;br /&gt;'îS&lt;خII»lýmٌ\&gt;aa  T~-" -—"--~ -----  -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~'--~•ý1••C4•• uaýý a~ycrLý caia pengafilayaan dan para kaum terdahulu&lt;br /&gt;liMphadap nabi-nabi mereka, demikian juga Fir'aun inemerintahkan kc-&lt;br /&gt;lpBada kaumnva.                  ',        ,;  _.   ,,,,,&lt;br /&gt;l-       1;~ ýip t~ll ~ ýýý ~~ ~ي~;;;;;;;&lt;br /&gt;"»•&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1~                                -~JL~UJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai para pengikutku! hancurkanlah kaum dan para peng-&lt;br /&gt;ikllt Musa dengan cara kekerasan dan bunuhlah anak-anak lelaki&lt;br /&gt;mereka, lalu biarkanlah hidup anak-anak perempuan mereka!"&lt;br /&gt;(Al-Mu'min : 26)&lt;br /&gt;Alhasil. lihatlah hahwٌ atnc n~mll ~rr?m  ~_J-I--- i  '&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-_- U ~ruuuu ýýaýýýa agtuiiti LuiuaK.aii KeKerasan serta&lt;br /&gt;lijpiHnbunuhan senerti itii tirlal- nprno~ ~lll'&gt;~..l."- ,ý,~ - -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;r  -----„ ---- f,~i.ii.uii &gt;JiJiin.uB.aiiuicii{JaTajeniaatpciigi-&lt;br /&gt;i~fcftt Nabi tetapi selalu oleh penentangnya, sedangkan nabi serta pengi-&lt;br /&gt;,:-t.:r~atnvaa  mpn~rl;;  E?O'lrF••~ »-*-— -—~---  -     "~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;„-.,„—,_ ..~.~•IUUI .,Mai.an tJc"g•dlll•dy•dn. A-emuaian sesudah Nabi Musa&lt;br /&gt;I•aegitUJ'uga dialami oleh Nabi Isa a.s. sehinggamusuh-musuh menangkap&lt;br /&gt;ljbeliau lalu berusaha membunuh beliau di atas tiang saJib dan para peng-&lt;br /&gt;likut-setia beliau pun ditimpa berbagai penganiayaan kejam. Jadi rang-&lt;br /&gt;lte3Tl nPno~nف~~ll~nn PPI•+~ »~~---~-—  l--"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-—- i..~jaýýýc~y aýýýý a'-l~a ycit!&gt;.w'diui ti'dK. yang benalaii sejak dahulu&lt;br /&gt;ngga sekarang atas namaagama dan dikenal sebagai hukuman bagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang yang dianggàp murtad, sama sekali tidak tercantum dalam buku-&lt;br /&gt;buku samawi. Maksud saya ialah bahwa ajaran semacarn itu tidak ter-&lt;br /&gt;dapat dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah swt. kepada nabi-nabi.&lt;br /&gt;Jika sesudah wafatnya para Nabi, di masa ratusan tahun kernudian,&lt;br /&gt;orang-orang khianat mengadakan perubahan dalam teks kitab itu atau&lt;br /&gt;menambah ajaran yang membolehkan kezaliman, karena dorongan nap-&lt;br /&gt;su mereka, maka kitab-kitab samawi tidak dapat disalahkan.&lt;br /&gt;AI-Qur'an telah mengernukakan bukti yang nyata berdasarkan fak-&lt;br /&gt;ta-fakta sejarah agama yang tak dapat dipungkiri bahwa para nabi serta&lt;br /&gt;jemaat pengikut mereka yang mukhiis adalah golongan manusia yang&lt;br /&gt;paling banyak menjadi sasaran penganiayaan. Tetapi mereka menerima&lt;br /&gt;segala kezaliman itu dengan sabar dan istikamah, semata-mata karena&lt;br /&gt;Allan. Sesudah membaca sejarah ini, siapa pun — biar bagaimana pun&lt;br /&gt;kurang akalnya — tidak dapat mengatakan bahwa kezaliman tetap diizin-&lt;br /&gt;kan oleh agama terhadap mereka yang meninggalkan suatu agama. Para&lt;br /&gt;nabi memang mengajarkan untuk meninggalkan suatu agama serta me-&lt;br /&gt;narik masuk ke dalam agama lain. Jika mereka sendiri yang menga-&lt;br /&gt;jarkan demikian maka bagaimana boleh jadi bahwa hanya semata-mata&lt;br /&gt;karena seseorang meninggalkan sesuatu agama memasuki agama lain&lt;br /&gt;lantas terhadap dia dibenarkan melakukan suatu bentuk kekerasan dan&lt;br /&gt;penganiayaan? Dari AI-Qur'an juga dapat kita ketahui bahwa bukan ha-&lt;br /&gt;nya terhadap jemaat nabi-nabi bahkan sesudah mereka juga para peng-&lt;br /&gt;ikut mereka sesudah ratusan tahun berlalu pun dianiaya oleh orang-&lt;br /&gt;orang zalim pada zamannya dengan mengatasnamakan agama. Tetapi&lt;br /&gt;perbuatan mereka itu tidak mendapât ridha dan restu llahi dan keza-&lt;br /&gt;liman semacarn itu terlalu asing dan jauh dari agama. Sehubungan de-&lt;br /&gt;ngan itu AI-Qur'an mengernukakan "Ashhabul Kahfi" sebagai misai.&lt;br /&gt;Mereka itu adalah orang-orang Kristen yang selama tiga abad menjadi&lt;br /&gt;sasaran penganiayaan musuh-musuh Kristen. Mereka begitu dianiaya&lt;br /&gt;dan disiksa sehingga bila teringat akan peristiwa sadis itu siapa pun&lt;br /&gt;tidak dapat menahan cucuran air mata. Saya sendiri telah menyaksikan&lt;br /&gt;bangunan-bangunan itu tempat orang-orang Kristen pemah dipenjara&lt;br /&gt;dan disiksa itu. Bangunan-bangunan itu disebut "Collisium." Dizaman&lt;br /&gt;Romania purbakala, tempat-tempat itu merupakan teater-teater yakni&lt;br /&gt;tempat-tempat tontonan. Di tempat-tempat itu diadakan adu kekuatan&lt;br /&gt;antar gladiator-gladiator atau singa-singa dan banteng-banteng.&lt;br /&gt;Menurut AI-Qur'an, tempat-tempat tontonan itu dijadikan sarana&lt;br /&gt;untuk menyiksa orang-orang Kristen. Di satu pihak di dalam kandang-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kandang itu ditempatkan singa-singa dan binatang-binatang buas yang&lt;br /&gt;iengaja dibiarkan lapar taupa diberi makan berhari-hari, sedang di lain&lt;br /&gt;pihak mereka menempatkan orang-orang Kristen yang dituduh murtad&lt;br /&gt;atas fatwa ulama-ulama mereka karena keluar dan agama tradisi mereka&lt;br /&gt;-dan masuk agama bani.&lt;br /&gt;Jadi dalam penjara itulah "orang-orang murtad" disekap dan dibiar-&lt;br /&gt;kan lapar dalam keadaan telanjang dan berhari-hari tidak diberi makan&lt;br /&gt;dan minum sehingga berdiri pun mereka tidak sanggup lagi karena 1e-&lt;br /&gt;mahnya. Kebalikannya, binatang-binatang buas yang lapar dan haus&lt;br /&gt;menjadi tambah buas lalu dilepas masuk penjara dengan amat mengeri-&lt;br /&gt;kan dan menerkarn mangsa mereka. Tentu saja binatang-binatang buas&lt;br /&gt;itu melahap mereka sampai tulang-tulangnya pun habis  dikunyah me-&lt;br /&gt;reka. Itulah tontonan yang mereka saksikan dengan sorak-sorai karena&lt;br /&gt;gembiranya bahwa itulah hukuman bagi orang-orang yang murtad.&lt;br /&gt;Setelah itu mereka kernbali ke rumah dengan berseri-seri meneriakkan&lt;br /&gt;slogan-slogan kernenangan karena telah menumpas fitnah dengan cara&lt;br /&gt;mengesankan, yaitu, menganiaya orang-orang yang dituduh murtad dan&lt;br /&gt;sesat.&lt;br /&gt;Kadang-kadang mereka melepaskan kawanan banteng liaryang&lt;br /&gt;sudah sangat menderita karena kelaparan. Lalu binatang itu seolah-&lt;br /&gt;olah nienjadi gila menyaksikan lingkungan yang asing bagi mereka serta&lt;br /&gt;menyaksikan pernandangan yang aneh adanya manusia yang begitu&lt;br /&gt;banyak itu. Dan bila orang Kristen yang sedang dianiaya itu maju ke&lt;br /&gt;arah banteng-banteng itu maka dengan mata merah berlumur darah dan&lt;br /&gt;Suara nafas mendengus, hewan-hewan itu menerkarn, menanduk, dan&lt;br /&gt;menginJ'ak-inJ'ak mangsa mereka di bawah kaki mereka» Bersama suara&lt;br /&gt;' ~dan nafas mendengus itu kedengaran juga jeritan tangis manusia yang&lt;br /&gt;,niengerikan di tengah gemuruh sorak-sorai penonton.&lt;br /&gt;Tetapi di tengah arnukan binatang dan hewan buas itu orang-&lt;br /&gt;orang mukmin itu tetap memperlihatkan keteguhan pendirian mereka.&lt;br /&gt;~ereka pantang mundur, menyerahkanJ'iwa dimakan singa dan binasa&lt;br /&gt;çlitanduk banteng-banteng.&lt;br /&gt;Penganiayaan ini terus-menerus berlangsung dan masa ke masa&lt;br /&gt;.s~lama tiga abad sampai pada akhimya ketika para pengikut Kristen&lt;br /&gt;Àerasa tidak ada lagi bagi mereka tempat berpijak di atas bumi ini. saat&lt;br /&gt;itulah mereka melarikan rliri dari knta  mpnc~tý r.~î:~J-~--~--"•—-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-—--  —-- -  —-- -- ———f — ~ '»— i"J nt.niiniu.ng&lt;uiUlgUa-&lt;br /&gt;iîlB~a di bawah tanah. Dalam gua-gua itu mereka merasa lebih aman&lt;br /&gt;~~tt.•*«~~l J-- ~— __ý  ..-     •       •      ••-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ui [cngan-iengan cacing-cacing, ulat-ulat, dan ular; namun di atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19&lt;br /&gt;pennukaan burni tidak ada lagi tempat bagi mereka hidup di tengah-&lt;br /&gt;tengah manusia sebab bahaya binatang-binatang kejam yang berjubah&lt;br /&gt;adalah jauh lebih besar daripada bahaya binatang-binatang melata da-&lt;br /&gt;lam tanah (gua).&lt;br /&gt;Selain dan "Ashhabul Kahfi" yang bermukim di bawah tanah, Al-&lt;br /&gt;Qur'an juga menyinggung kaum Muwahid Kristen di zaman permulaan&lt;br /&gt;yang hidup di bawah tindasan pernerintahan orang-orang yang tidak&lt;br /&gt;beragama, tetapi dengan dalih agama, menyiksa serta menganiaya de-&lt;br /&gt;ngan melemparkan kaum Muwahid itu hidup-hidup ke dalam api yang&lt;br /&gt;sedang menyala-nyala hanya oleh sebab mereka beriman kepada Tuhan&lt;br /&gt;Yang Maha Perkasa dan Maha Terpuji. AI-Qur'an menjelaskan hal itu&lt;br /&gt;sebagai berikut dalam surah AI-Buruj:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Demi langityangmempunyaigugusan     bintang-bintang&lt;br /&gt;dan demi hari yang dijanjikan, dan sang saksi dan ia yang diberi&lt;br /&gt;kesaksian. Terkutuklah pernbuat parit api yang dinyalakan dengan&lt;br /&gt;bahan bakar ketika mereka duduk di dekat api itu. Dan mereka&lt;br /&gt;menjadi saksi atas apa yang dilakukan mereka terhadap orang-&lt;br /&gt;orang mukmin. Dan mereka tidak menarah dendam terhadap me-&lt;br /&gt;reka itu melainkan hanya karena mereka beriman kepada Allah&lt;br /&gt;Yang Mahaperkasa tagi Maha Terpuji, Dzat Yang kepunyaan-&lt;br /&gt;Nya kerajaan selurah langit dan burni; dan Allah menjadi saksi&lt;br /&gt;atas segala sesuatu " (A l-Buruj: 1-10).&lt;br /&gt;Sebagai dalil bahwa mereka yang senantiasa menganiaya dengan&lt;br /&gt;bertopeng agama, sebenamya mereka sendiri tidak beragama, AI-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wjif.&lt;br /&gt;"»,'•!'•&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;n.trýPocffýykakan satu bukti yang tidak dapat ditolak, ialah, bahwa orang-&lt;br /&gt;~~~     _Lt~«~ itit mpnlrkalan&lt;ri rnariliçia ýýntýýk hrrihlrllh Gpnirls Týýhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;fQftfl[  zaurr~  ILU  ýIý~ý~ýý&lt;rýaý~ýýýý  IJI«J*VLt»AU,  uýý un  vrýýu~ur~ýý  J~t~4UQ  JLUAACU*&lt;br /&gt;~~,a~ niipmakal nama Tuhan pula. Sedang kezaliman semacarn ini 1e-&lt;br /&gt;bih mc~8kiti orang-orang mukmin daripada segala pcnderitaan jasma-&lt;br /&gt;'•       *tf»t.   «nA7t     herfinnan   rialarn   al-Oiir'an'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ifah swt. berfirman dalam al-Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.r »»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~?6~~L •(  ~,•(urCrCCCC  ~•'~*.•'f&lt;'~&lt;br /&gt;") w01,4Lý \ rhr؟a E"• ~w   i ~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LII t s '* *\ • ~' •~ t. J •». t "» •&lt;br /&gt;* C8r ýSj-؟s &lt;~~~ «ul~ l L1~&lt;br /&gt;~       ~ ~~  '                •« '&lt;br /&gt;"Dan ni/innkah vane lehih aniav/i flarinada nrane vans moM»-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;halangi nama Allah disebut di mesjid-mesjid-Nya dan berusaha me-&lt;br /&gt;• wsaknya ? ' ' (A l-Baqarah • 115).&lt;br /&gt;Rmgkasnya AI-Qur'an secara halus membantah tuduhan terhadap&lt;br /&gt;ma whairai nelaltii 1{p7.a1irnan. Kpnflatiniin rnf'rnh«'narl{•an hallvva &lt;\\&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enîa ini telah terjadi kezaliman-kezaliman amat keji atas nama agama&lt;br /&gt;~ilun Dia sama sekali meiribersihkan pengikut-pengikut sejati dan&lt;br /&gt;in~tفiir-tindak keaniayaan.&lt;br /&gt;~lii î &gt; ,- - •               '&lt;br /&gt;~pmýýl o•tmhar~n Iptphýýl inl arlnlili l~îCQln npril 1Gýý nrlnrr p~~ýýý&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i   VCIII~Q yaýýýuaýaýý ~l&gt;9~Lfuur 1111 clUMICUl Rý3aýý Ll~lUfcUU VLILIIL CLUkU&lt;br /&gt;•':i&lt;fSii&amp;'!•'.~•                   .                                .        .&lt;br /&gt;~Ji~Sngan manusia terhadap nabi-nabi masa lampau ketika manusia&lt;br /&gt;دB»asih diliputi alam kegelapan dan cahaya ـahi pun belum menampak&lt;br /&gt;sqpenuhnya. Tetapi pada waktu cahaya kebenaran itu telah lahir dengan&lt;br /&gt;seçal•~yma ketika matahari-kebenaran muncul dan ùfuk jazirah Arab,&lt;br /&gt;iy~. orang-orang zalim yang buta agama pun temyata masih tidak&lt;br /&gt;ininglibah haluan perilaku mereka.&lt;br /&gt;d . J .Yatkala penghulu agung dunia yang didambakan seluruh anak-cucu&lt;br /&gt;~dam sejak beribu-ribu tahun dan nabi-nabi yang beq'umiah 124.000&lt;br /&gt;telah merintis jalan bagi kehadiran beliau serta demi beliaulah dunia&lt;br /&gt;âan alam raya ini diciptakan Tuba», pembawa syariat yang lebih se-&lt;br /&gt;oiarakdari semua syariat lainnya. la adalah mahkota manusia dan segala&lt;br /&gt;~hlukciptaan Allah, pengejawantah (manifestai) jalal dan jamal fla-&lt;br /&gt;hفف yang paling maksum (bersih dan segala noda) dan antara semua&lt;br /&gt;nabi. Tetapi ketika beliau lahir kc dunia maka beliau dijadikan sasaran&lt;br /&gt;fitnah dan penganiayaan. Bahkan kezaliman dan keaniayaan yang di-&lt;br /&gt;~ii~akan kepada beliau tidak ada taranya dalam sejarah dunia.&lt;br /&gt;~- t_     l»,         ,11  1*1   _• ___~     l.*1          1,      lll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.?emua ûenta yang teian uiaiami para naoi oan pengiKutnya danulu&lt;br /&gt;ljan situasi dan zaman yang berbeda, keseluruhannya telah tertimpa&lt;br /&gt;دa dan dialami oleh seorang nabi (Nabi Muhammad isaw.) dan umat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;serta para pengikutnya. Mereka diikat, dalam keadaan tak berbusana,&lt;br /&gt;lalu ditarik di ataspasir yang panas membara di bawah sinar matahari&lt;br /&gt;tei-ik. Ada pula yang di pinggangnya diikatkan batu. Mereka diseret-&lt;br /&gt;seret, dalam keadaan diikat dengan tali, keliling lorong-lorong kota&lt;br /&gt;Mekkah seperti hewan-hewan yang tak bemyawa. Bertahun-tahun me-&lt;br /&gt;reka diboikot serta diputuskan hubungan mereka dengan keluarga dan&lt;br /&gt;masyarakat lainnya. Mereka dibiarkan lapar dan haus berhari-hari da-&lt;br /&gt;lam penderitaan lahir dan batin. Kadang-kadang mereka disekap di da-&lt;br /&gt;lam kamar gelap seperti tahanan dalam penjara. Ada yang dirampas&lt;br /&gt;hak dan semua hartanya. Ada yang diusir lalu dipisahkan dan istri&lt;br /&gt;atau suaminya. Wanita-wanita hamil dinaikkan di atas punggung unta la-&lt;br /&gt;lu unta dibuat berlari sehingga wanita itu jatuh lalu ditertawakan oleh&lt;br /&gt;mereka. Dengan cédera itu ia meninggal dunia. Ketika dalam keadaan&lt;br /&gt;sujud tengah sembahyang dilempari isi-perut unta. Mereka diarak de-&lt;br /&gt;ngan suara gemuruh caci-maki di pasar dan di lorong-lorong. Dipandang&lt;br /&gt;hina dan rendah lalu dilempari batu di mana saja mereka lewat hingga&lt;br /&gt;darah suci mengalir di lorong-lorong kota Thaif. Ada yang diberi makan&lt;br /&gt;racun. Dikobarkan api peperangan lalu bagaikan hewan-korban leher&lt;br /&gt;mereka dipancung dengan ayunan pedang. Mereka dihujani dengan&lt;br /&gt;batu dan anak panah. Tanah gunung Uhud menjadi saksi mengenai&lt;br /&gt;penganiayaan yang dilakukan oleh orang-orang kejam dan bengis se-&lt;br /&gt;hingga gigi wujud yang paling suci di alam raya ini tanggal.&lt;br /&gt;Pendeknya, penumpahan darah yang tak ada taranya itu tidak lain&lt;br /&gt;dilakukan, dengan dalih agama, hanya karena mereka berkata, "Rab-&lt;br /&gt;bunallahu" bahwa''Tuhan kami tiada lain selain Allah." Dan dengan da-&lt;br /&gt;lih agama ini penumpahan darah dilakukan oleh musyrikin Mekkah&lt;br /&gt;tiada lain hanya karena orang-orang mukmin itu dianggap mereka mur-&lt;br /&gt;tad.&lt;br /&gt;Dalam sejarah dapat kita ketahui bahwa kaum musyrik Mekkah&lt;br /&gt;menamakan NabiMuhammad saw. serta parapengikutbeliau "Sabi."&lt;br /&gt;Sabi dikatakan kepada orang-orang yang meninggalkan agama kebia-&lt;br /&gt;saan nenek-moyang lalu memeluk agama baru. Oleh karenanya untuk&lt;br /&gt;menumpas Fitnah murtad (naudzu billah min zaiik) itu mereka menern-&lt;br /&gt;puh segala usaha yang telah dipergunakan oleh penentang-penentang&lt;br /&gt;agama nabi-nabi terdahulu. Suatu masa yang panjang penderitaan ini'&lt;br /&gt;berjalan terus dilakukan oleh orang-orang yang menentang agama terha-&lt;br /&gt;dap para pernikul panji agama bahkan terhadap kaum yang telah&lt;br /&gt;menjadi bulan dan matahari di langit agamawi dan telah mencapai pun-&lt;br /&gt;22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sb çvôlusi semua agama sehingga meraih martabat-martabat setinggi-&lt;br /&gt;tinnainyم dan lebih dari itu tidak ada lagi martabat lain. Agama itu&lt;br /&gt;tdab melahirkan satu kaum yang serupa itu belum pemah diciptakan&lt;br /&gt;oleh agama sebelumnya dan tidak mungkin ada kaum yang melebihi&lt;br /&gt;„jeiek&amp; sesudahnya di dunia ini. Tetapi suatu keistimewaan yang ma-&lt;br /&gt;tiafioggi ialah akhiak serta kesabaran yang dianugerahkan oleh Allah&lt;br /&gt;swt. خscpada nabi itu. Oleh karena dalam menghadapi taufan tantangan&lt;br /&gt;vang begitu gencar beliau telah membuktikan daya tahan luarbiasa&lt;br /&gt;serta kesabaran dan keluwesan yang mengagumkan. Dengan ketahan-&lt;br /&gt;afi derita dan pengorbanan dan kucuran darah beliau membuktikan&lt;br /&gt;bahwa setiap penganiayaan serta kerusuhan itu timbul bukan dari pi-&lt;br /&gt;hak orang dan golongan yang beriman melainkan dari pihak yang&lt;br /&gt;inenentang.&lt;br /&gt;"   Tidak hanya sampai di situ bahkan sesudah memperagakari sifat&lt;br /&gt;l~ar yang tiada tara bandingnya dinampakkannya pula kecintaan dan&lt;br /&gt;~fat kasih-sayang,kèmurahanhati danpemberianmaafdemikiansempur&lt;br /&gt;fliaftya sehingga akal manusia kagum  menyaksikannya dan bertanya-&lt;br /&gt;tauya kepada dirinya siapa orangnya dan bagaimana mencapai kedu-&lt;br /&gt;dukan-kedudukan begitu tinggi itu. Hal ini terbukti ketika pertolongan&lt;br /&gt;Allah yang dijanjikan telah tiba dan kaum kafir Mekkah telah bertekuk-&lt;br /&gt;lutut kepada beliau, ketika di bawah, kemiiau pedang-pedang terhunus&lt;br /&gt;~luh ribu wujud suci badan orang-orang Arab yang haus' darah itu&lt;br /&gt;~èlgèmetaran oleh karena takut atas kemungkinan tindakan balas&lt;br /&gt;dendam, maka tiap-tiap batu' ubin tanah Mekkah menjadi saksi atas&lt;br /&gt;kcJàdian a)'aib bahwa ketika teq'adi hari kernenangan yang dikenal de-&lt;br /&gt;ـ~ûd "Fatah Mekkah" (kernenangan Mekkah), Rasulullah igaw.'i mengu-&lt;br /&gt;ilétôdangkan "amnesti" besar dengan perkataan,&lt;br /&gt;.î                                                       (-  "~~,  Lr   ~  '}"••  ~&lt;br /&gt;~L ;FLj3tttt ~~ y&lt;br /&gt;"Bahwa pada hari ini segala kesalahanmu dan segala dosarnu telah di-&lt;br /&gt;inaafkan sama sekali." Segala dosa orang yang paling banyak berbuat&lt;br /&gt;kesalahan pun telah dimaafkan. Mereka yang telah menganiaya de-&lt;br /&gt;ngan menyeret-nyeret orang yang tidak berdaya di atas pasir di bawah&lt;br /&gt;tenk matahari pun dimaafkan. Mereka yang telah menghujani batu&lt;br /&gt;kepada wujud suci dan para pengikutnya pun diberi ampun. Pembunuh,&lt;br /&gt;ponbuat onar, pengkhianat, dan penyamun pun dimaafkan. Orang ber-&lt;br /&gt;~ttah dingin yang telah mengoyak dada dan mengeluarkan jantung&lt;br /&gt;:~'~g yang tidak berdosa pun telah dimaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~-•cjr 1. ~ ~-f ~ J-~uu i&lt;br /&gt;- ~ 1~ ~~~~ i 35 f~~bbbbbb « / &gt; ~&lt;br /&gt;Walhasil, saya berkata, sekiranya segala peristiwa dalam sejarah&lt;br /&gt;selumh agama mulai dan Adam a.s. sampai kepada masa kebangkitan&lt;br /&gt;RasuluUah saw.dihapuskan.kemudian dan wafat beliau saw. hingga hari&lt;br /&gt;ini pun ditiadakan maka sejarah kehidupan Junjungan kita, Muhainmad&lt;br /&gt;saw.. 23 tahun yang relatif singkat itu cukup membuktikan hakikat&lt;br /&gt;bahwa agama sama sekali tidak mengajarkan penganiayaan, penindasan,&lt;br /&gt;kekerasan hati, dan kebencian. Bahkan sebaliknya, agama mengajarkan&lt;br /&gt;kasih-sayang, kesabaran, dan kernurahan hati.&lt;br /&gt;Tidak sampai di situ saja bahkan wujud pengemban''Rahmatun&lt;br /&gt;lil Alamin" mengambi) satu langkah lagi ke depan untuk mencegah ke-&lt;br /&gt;zaliman dan setelah menerima wahyu flahi beliau mengumumkan untuk&lt;br /&gt;selama-lamanya "Laa ikraaha fiddin" bahwa tidak dibenarkan paksaan&lt;br /&gt;dalam masalah agama dan memang paksaan itu tidak perlu sebab :&lt;br /&gt;~~ P •/r,/&lt;br /&gt;~f&lt;br /&gt;"Hak telah menjadi nyata kentara dengan wajah nuraninya&lt;br /&gt;dan hak tidak mungkin bercampur dengan kekejian" (Al-Baqa-&lt;br /&gt;rah:257).&lt;br /&gt;Pada satu pihak kezaliman yang dengan segala macam tindakan&lt;br /&gt;kekerasan berusaha memusnahkan dari burni segolongan orang lemah&lt;br /&gt;dan tak berdaya dengan menuduh mereka sebagai murtad serta mernak-&lt;br /&gt;sa mereka untuk kernbali kepada  agama mereka yang semula. Sedang&lt;br /&gt;di pihak lain kendati mereka yang beriman kepada agama baru itu telah&lt;br /&gt;memperoleh kekuatan namun kepada mereka diajarkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ 'C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~oqll .‍cC, ~SJýý j'a Oi~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~piL ~;;; ,o ~JLL 'A~~ ~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P~oA&gt;ci I~  ~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak diperkenankan suatu paksaan dalam agama. Sesung-&lt;br /&gt;guhnya telah nyata bedanya kebenaran dari kesesatan; dan keta-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~uflah, barangsiapa dengan kehendak sendiri menyanggah ajak-&lt;br /&gt;an syaitan dan beriman kepada Allah maka sesungguhnya ia te-&lt;br /&gt;lah berpegang pada suatu pegangan yang sangat kuaf dan tak ada&lt;br /&gt;'  ' putusnya "(Al-Baqarah: 257).&lt;br /&gt;ةobalah perhatikan betapa hebatnya proklamasi ini dan betapa pula&lt;br /&gt;aman dan damainya.&lt;br /&gt;Walhasil, wahai para pelaku aniaya dengan dalih agama! Kamu ti-&lt;br /&gt;dak mengerti serta mengenal hakikat agama. Dengan kata lain agama&lt;br /&gt;sebenamya adalah suatu perobahan dalam hati. Agama bukanlah suatu&lt;br /&gt;oiganisasi politik. Agama datang untuk mengadakan perobahan rohani&lt;br /&gt;y~g teq'adi di dalam lubuk hati sanubari dan erat hubungannya dengan&lt;br /&gt;ruh manusia. Tidak ada suatu pedang, tidak ada suatu kekuatan, tidak&lt;br /&gt;ada. suatu kekerasan dan paksaan yang bagaimana pun hebatnya dapat&lt;br /&gt;mengubah hati manusia sebagaimana tidak mungkinnya seekor semut&lt;br /&gt;dapat mcmindahkan gunung-gunung tinggi. Di tempat yang lain Allah&lt;br /&gt;swt. mengernukakan:&lt;br /&gt;~T~ '~''*»V\~"~ *"~ .-»-~»•&lt;» »~î.'•'  ~-"&lt;br /&gt;~&lt;br /&gt;Dan katakanlah ini adalah kebenaran kepadarnu dari Tahan-&lt;br /&gt;mu; maka barangsiapa menghendaki maka berimanlah dan barang-&lt;br /&gt;'    siapa menghendaki maka ingkarlah " (A l-Kahfi: 30).&lt;br /&gt;Yang dikatakan hak ialah sesuatu yang menundukkan kaibu dengan ke-&lt;br /&gt;benaran dan diterima ruh manusia lagi tiada kaitannya dengan paksaan&lt;br /&gt;serta kekerasan jasmani. Oleh karena itu umumkanlah bahwa kebenaran&lt;br /&gt;tdah datang dari Tuhan-mu :&lt;br /&gt;::.                 ~Li  Z?c,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diserahkan  sepenuhnya kepadarnu iintuk memilih. Jlka&lt;br /&gt;kamu mau bolehlah beriman dan jika mau ingkar pan terserah"&lt;br /&gt;Lcbih jauh Allah swt. berfirman lagi (Surah Adh - Dhariyat: 30),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«,-f l&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~-ýJJ sO~JJ~ •  ~4~ ~ C)t•&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah nasihat.Olehkarena itu siapayangmenyadarinasihclt&lt;br /&gt;itu boleh memilihjalanmenuju Tahan-nya".&lt;br /&gt;Betapa indah dan mesranya ajaran ini! Aneh bin ajaib bahwa ken-&lt;br /&gt;dati adanya ajaran yang indah itu, bagaimanakah manusia dapat meng-&lt;br /&gt;khayalkan bahwa agama itu menganjurkan perlakuan zalim dankejam?&lt;br /&gt;Pada tempat lain Allah s.w.t. menegaskan lagi :&lt;br /&gt;~ ý S&lt;br /&gt;"Hai Mahammad! Katakanlah kepada   mereka :  Saya ini&lt;br /&gt;tiada lain hanya beribadat dengan penuh ikhlas kepada Tuhan"&lt;br /&gt;(Az Zurnar: 15).&lt;br /&gt;Artinya, segala sesuatu yang ada padaku telah menjadi kepunyaan Dia.&lt;br /&gt;Serta aku beribadah kepada Tuhan dengan mengikhiaskan agama bagi-&lt;br /&gt;Nya.                ., 'i•'*"».î•f'~ • ý/ &gt;~_)»~&lt;br /&gt;'                f~»J 3 0~ JCJ  \د U~S- U&lt;br /&gt;"Maka terserahlah kepada karnu, kamu boleh saja beribadah&lt;br /&gt;kepada apa yang kamu mau selain dari Dia. Adapun diriku, maka&lt;br /&gt;saya telah menemuijalanku" (Az-Zumar: 16).&lt;br /&gt;Betapa ajaibnya jalan yang aman dan damai ini. Dengan berpijak&lt;br /&gt;kepada agama ini, tiada keperluan untuk melakukan kezaliman atas&lt;br /&gt;nama agama. Bukankah datang terang, gelap pasti hilang? Lagi firman-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;! ~l~~.-&gt; ,~&lt;&lt;br /&gt;Jr~ ~~jpl ~sJJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi kama agama kama sendiri, dan bagiku agamaku&lt;br /&gt;(Al-Kafîrun : 7).&lt;br /&gt;Memang demikianlah kenyataannya bahwa semua pendiri agama se-&lt;br /&gt;nantiasa berpegang kepada satu macam pendakwaan dan pendakwaan&lt;br /&gt;itu mereka selalu membuktikan dengan amal perbuatan mereka. Orang-&lt;br /&gt;orang Atheis (yang tidak beragama) pun sebaliknya senantiasa mengu-&lt;br /&gt;inaiidangkaJi satu seruan supaya tutuplah pintu fitnah murtad ini de-&lt;br /&gt;ngan kekerasan dan paksaan. Dan dalam pelaksanaannya mereka selalu&lt;br /&gt;mengikuti cara yang itu-itu juga, yaitu, mereka berusaha menekan aga-&lt;br /&gt;ma dengan menganiaya, memakal kekerasan, dan membuat kerusuhan.&lt;br /&gt;Lebih menjelaskan masalah itu Allah swt. dalam surat Yunus me-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngâtakân kepada Rasulullah saw.,&lt;br /&gt;\*' '~~ Oi i ~ "•' ~ î i~~»~&lt;br /&gt;ý'•-ul-.~Il &lt;&gt;&lt;-»• r- , , .  I&lt;br /&gt;~• 1 - '/                    ~~~&lt;br /&gt;Bahwa, scandainya Tuhan-mu menghendaki, apa perlu Tuhan memaksa&lt;br /&gt;serta menekan, sebab Dialah Raja Mahakuasa Dialah Khalik (Mahapen-&lt;br /&gt;cipta); Dia mempunyai hak mutlak untuk berbuat apa yang dikehenda-&lt;br /&gt;ki-Nya! Kaiau ia mau,        ,1&lt;br /&gt;~ipI/&lt;br /&gt;niscaya semua orang yang berada di persada bumi ini akan beriman&lt;br /&gt;bersama-sama pada satu hari.&lt;br /&gt;Nah, bagaimanamungkin Tuhan yang kudrat dan kekuasaan-Nya&lt;br /&gt;begitu lengkap akan berusaha membuat seorang menjadi mukmin de-&lt;br /&gt;ngan perantaraan pedang.&lt;br /&gt;Sekiranya takdir-Nya menetapkan bahwa mau tak mau semuanya&lt;br /&gt;harus beriman, tidak perduli apakah lurus hatinya atau bengkok, po-&lt;br /&gt;koknya terimalah Islam. Maka sebenamya hanya satu iradah dan satu.&lt;br /&gt;perintah-Nya  sudah cukup. Maka dalam sesaat saja seluruh umat ma-&lt;br /&gt;nusia akan tunduk-taat. Tetapi dalam kitab suci yang asii-murni tidak&lt;br /&gt;ditakdirkan demikian. Hikmah-hikmah halus yang berperan dalam ke-&lt;br /&gt;jadian Adam menuntut hal-hal lain. Apakah tuntutan-tuntutannya?&lt;br /&gt;Tak lain ialah bahwa tiap orang itu mengambil keputusan, apakah dia&lt;br /&gt;mau beriman atau tidak, dan tiada yang berhak memaksa orang lain.&lt;br /&gt;Makanya ajaran yang diberikan kepada Rasullullah saw. adalah demi-&lt;br /&gt;kian.&lt;br /&gt;" د .    't  f   "*' ~/~     ".  ~    "  i  -6.    f  '/ *    " *•(&lt; ~&lt;br /&gt;~xj ;; i~~-f rrJ  LI K~Jخ oîli \&lt;br /&gt;"Apakah engkau akan memaksa orang untuk beriman?" (Yunus:&lt;br /&gt;100).&lt;br /&gt;D~,         usl                  •rtي ~&lt;br /&gt;"Pada hal hakikatyang sebenamya ialah tiada yang dapat&lt;br /&gt;beriman melainkan dengan izin flahi" (Yunus : 101).&lt;br /&gt;Bahwa, orang-orang yang beriman hanyalah merekayangmenge-&lt;br /&gt;B~nya dan telah diputuskan Allah bahwa mereka tidak layak untuk&lt;br /&gt;dicopoti dari nikmat keimanan. Akan tetapi sayang seribu sayang bah-&lt;br /&gt;27&lt;br /&gt;wa walau seratus duajpuluh empat ribu (124.000) nabi-nabi, temiasuk&lt;br /&gt;PembawaAgama.,Agurgsenantiasa menganjurkan kebebasan dalam ber-&lt;br /&gt;agama serta membuktikan dengan amal perbuatan dan perikehidupan&lt;br /&gt;mereka bahwa para penganut agama-agama yang benar menjalani ke-&lt;br /&gt;hidupan penuh penderitaan karena dianiaya dan bukan sebagai pengani-&lt;br /&gt;aya dan bahwa agama menundukkan hati dengan akhiak yang luhur,&lt;br /&gt;bukan dengan pedang, namun kernudian lahir orang-orang yang menga-&lt;br /&gt;ku diri mereka ulama dan kiyai-kiyai besar dengan jubah-jubah besar&lt;br /&gt;yang disebut ulama agama atau rohaniwan atau rahib, pastor atau&lt;br /&gt;"manteri" dan adakalanya "mhant."&lt;br /&gt;Ringkasnya, orang-orang yang mengaku dirinya sebagai berWenang&lt;br /&gt;dalam agama padahal mereka sebenarnya asing darijiwa agama; dengan&lt;br /&gt;memakal nama para nabi mereka — yang teraniaya dengan bertopeng&lt;br /&gt;menjaga kemuliaan nama nabi itu — telah melakukan kezaliman-keza-&lt;br /&gt;liman sedemikian rupa sehingga kemanusiaan menundukkan kepalanya&lt;br /&gt;karena merasa malu menyaksikan perbuatannya.&lt;br /&gt;Sebelum Rasulullah ;saw.  diutus pun demikianlah keadaannya.&lt;br /&gt;Sesudah beliau diutus pun dan hingga sekarang demikianlah hainya.&lt;br /&gt;Beberapa abad menjelang masa sekarang, pengikut-pengikut Kristen&lt;br /&gt;atau katakanlah pernikul-pemikul panji agama Kristen yang sudah ru-&lt;br /&gt;sak, juga pendeta-pendeta besar, para uskup besar dan kardinal-kardinal&lt;br /&gt;besar telah melakukan penganiayaan atas nama agama serta tidak ada&lt;br /&gt;tara bandingnya dalam sejarah dunia. Dan cara-cara yang diciptakan&lt;br /&gt;oleh pendekar-pendekar dunia Kristen untuk menyiksa manusia di masa&lt;br /&gt;itu adalah begitu mengerikan sehingga bilamana manusia melihat serta&lt;br /&gt;merenungkannya ia terperangah keheranan bercampur kecemasan dan&lt;br /&gt;bertanya apakah ada lagi lembah kehinaan bagi manusia yang lebih&lt;br /&gt;dalam dari itu? Apakah dalam kekerasaft hati bisa melampaui kekerasan&lt;br /&gt;batu permata? Tetapi, memang demikian hainya dan sejarahwan Kristen&lt;br /&gt;sendiri mengakuinya bahwa penganiayaan serta penindasan yang di-&lt;br /&gt;timpakan terhadap segolongan manusia atas nama Kristen adalah de-&lt;br /&gt;mikian kejamnya sehingga manusia merasa malu mengkhayalkannya&lt;br /&gt;pula.&lt;br /&gt;Di Inggeris pernah saya mendapat kesempatan melihat dengan&lt;br /&gt;mata kepala sendiri beberapa alat kekejaman itu. Saya menyaksikan&lt;br /&gt;suatu pameran di London yang dinamakan "Madame Toussaud,"&lt;br /&gt;yakni, pameran yang memamerkan barang-barang yang dibuat oleh Ma-&lt;br /&gt;dame Toussaud. Di sana seorang wanita Perancis, Madame Toussaud,&lt;br /&gt;28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah.menempatkan patung-patung orang baik-baik, juga orang-orang&lt;br /&gt;penjahat, yang terkenal di dunia. Patung-patung itu dibuat dengan be-&lt;br /&gt;gitu trampil sehingga keadaan dan bentuknya persis utuh seperti manu-&lt;br /&gt;sia.Sering orang tertipu sspintas sebab nampaknya persis sebagai manu-&lt;br /&gt;siadan bukan patung. Temyata, adakalanya orang yang belum kenal,&lt;br /&gt;Iletikai elihat patung seorang polisi yang sedang berdiri lalu dihampiri-&lt;br /&gt;nya 4w bertanya kepadanya mengenai arah jalan padahal sebenarnya&lt;br /&gt;b~canýpoli hidup tetapi hanyalah patung belaka.&lt;br /&gt;.niDi situ terdapat patung-patung mereka yang berjasa besar atau&lt;br /&gt;QT~ing-orang temama dan terdapat pula patung-patung orang zalim, be-&lt;br /&gt;ngis, dan para penjahat ulung. Bukan itu saja bahkan disimpan pula di&lt;br /&gt;sanaalat-alat kezaliman yang seasiinya dipakal oleh orang-orang zalim&lt;br /&gt;dalam menjalankan tindak kezaliman mereka. Dan di sana terdapat&lt;br /&gt;pulamesin-mesin yang dengan perantaraannya para pernikul panji aga-&lt;br /&gt;nia Kristen menghukum segolongan manusia yang dituduh mereka mur-&lt;br /&gt;tad tau adakalanya mereka disiksa dan dianiaya supayamengaku bah-&lt;br /&gt;wa mereka itu murtad.&lt;br /&gt;i.     Siksaan-siksaan  yang  ditimpakan  mereka  itu  begitu  mengerikan&lt;br /&gt;sçhingga, tanpa kecuali, mereka menghembuskan nafas terakhir oleh&lt;br /&gt;péladeritaan yang melebibi daya tahan manusia, atau, mereka mengang-&lt;br /&gt;g»pmasih beruntung dengan mengakui saja sebagai murtad.&lt;br /&gt;Mereka menganggap lebih baik dilemparkan dalam api hidup-&lt;br /&gt;lîiçl;up  daripada menyerahkan  nyawa dalam  tangan  orang-orang  Spa-&lt;br /&gt;•~~yol dan Perancis dalam melaksanakan proses inkuisisi yang tiada ber-&lt;br /&gt;,p$rikemanusiaan. Sebagian dari mesin-mesin yang masih tersimpan di&lt;br /&gt;i~jusium London itu ada yang diselubungi dan diatasnyatertulis per-&lt;br /&gt;::~atan agar wanita dan anak-anak jangan melihatnya. Yakni, dengan&lt;br /&gt;~at perbuatan sadis yang demikian hebatnya, menurut para pe-&lt;br /&gt;;~aigurus, dampaknya kepada wanita dan anak-anak, sebagai jenis yang&lt;br /&gt;~nlah, akan sangat mendalam dan merusak mereka.&lt;br /&gt;Saya telah menyaksikan sendiri mesin-mesin itu serta berpikir be-&lt;br /&gt;~îapa luar biasanya dan ajaibnya kejadian manusia itu. Manusia dapat&lt;br /&gt;(~encapai titik terakhir dalam kernajuan maupun kemunduran. Pada&lt;br /&gt;l:giýrtu pihak bila mengejar cita-cita rohaninya ia terbang tinggi ke angkasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~niti jenjang kenabian lalu bercakap-cakap dengan Tuhan, Khalik dan&lt;br /&gt;~ikan-nya. Dan di lain pihak apabila jatuh maka ia mengambil rupa&lt;br /&gt;خllaoia-beq'ubah yang korup dan menjadi bagaikan Iaknat bagi manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atas dunia ini. Pada satu pihak saya dapat membayangkan wujud tei-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aniaya Isa AI-Masih ketika disalib dan dalam menderita siksaan menge-&lt;br /&gt;rikan itu beliau menjeritkan doa yang mengharukan, "Eli-Eli lama sabak&lt;br /&gt;tani!" Beliau menerima segala siksaan salib hanya karena beliau telah&lt;br /&gt;dituduh oleh ulania-ulama Yahudi murtad dan agama mereka. Sedang&lt;br /&gt;di lain pihak saya mcmbayangkan betapa gembala-gembala Kristen yang&lt;br /&gt;mengaku penunjuk jalan atas nama vyujud yang teraniaya (AI-Masih)&lt;br /&gt;itu telah memperlakukan manusia-manusia tak berdaya demikian sadis&lt;br /&gt;sehingga siksaan salib nanipaknya tidak berarti dibandingkan dengan&lt;br /&gt;penganiayaan-penganiayaan mereka itu. Saya berpikir, apakah sesudah&lt;br /&gt;dikumandangkannya pelajaran Islam "Laa ikraha fiddin" — "tidak ada&lt;br /&gt;paksaan dalam agama," berarti suatu kabar gembirabagi umat manusia&lt;br /&gt;bahwa keamanan dan perdamaian telah ditegakkan di dunia untuk se-&lt;br /&gt;lama-lamanya? Tindak kekerasan dan paksaan dalam agama adalah ha-&lt;br /&gt;ram dan telah dikikis habis dengan seruan Allah "Laa ikraha fiddin" —&lt;br /&gt;lidak ada kekerasan dan paksaan dalam masalah agama. "Qad tabayya-&lt;br /&gt;nar rusydu" cahaya kebenaran Islam telah terbit bagaikan sinar mataha-&lt;br /&gt;ri di siang hari bolong.&lt;br /&gt;Saya berpikir dengan adanya pengumuman damai yang jelas lagi&lt;br /&gt;gamblang itu pun masih adakah di antara umat Islam yang berpendirian&lt;br /&gt;bahwa agama Islam menghalalkan kekerasan atas nama agama? Lalu&lt;br /&gt;pandangan saya tertuju kepada para ulama masa kini dan kepala tertun-&lt;br /&gt;duk dengaii perasaan malu dan sedih lagi kesal mengapa pada zaman ki-&lt;br /&gt;ta ini pun masih ada juga sisa-sisa pernimpin agama yang menisbahkan&lt;br /&gt;diri kepada wujud "Rahmatan lil alamiin" padahal wujud suci yang&lt;br /&gt;sepanjang hayatnya mengajarkan kepada umînat manusia damai, rujuk,&lt;br /&gt;kasih sayang, tenggang menenggang, rasa-kasih, dan menjalani hidup&lt;br /&gt;yang keras di bawah himpitan tindakan aniaya; namun hati pernimpin-&lt;br /&gt;pernimpin agama itu penuh dengan kezaliman .serta dada mereka berge-&lt;br /&gt;jolak dengan lautan kernurkaan dan kebengisan dan menganggap tin-&lt;br /&gt;dakan-tindakan kekerasan dan kekejian itu sebagai sah dan termasuk&lt;br /&gt;dalam itikad-itikad mereka.&lt;br /&gt;Dengan perantaraan air samawi yang pada hakikatnya diturunkan&lt;br /&gt;untuk memadamkan gejolak api kebencian dan kernarahan dalam hati&lt;br /&gt;sanubari, mereka menjadikan air samawi itu minyak untuk menyala-&lt;br /&gt;kan atau mengobarkan fitnah, benci serta kernarahan pada hati orang-&lt;br /&gt;orang awam yang tidak 'berilmu. Dengan membawa nama Raja Perda-&lt;br /&gt;maian yang telah mengorbankan jiwa raganya untuk mengikis habis&lt;br /&gt;penumpahan darah di atas permukaan tanahjaziratul Arab, mereka me-&lt;br /&gt;30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;neobarkan fatwa pembunuhan terhadap orang yang tiada berdosa. De-&lt;br /&gt;ngan membangkitkan kecintaan terhadap wujud Al Amin (terpercaya,&lt;br /&gt;julukan kepada Rasulullah saw. di masa sebelum nubuwat, peny.) yang&lt;br /&gt;i.mnahnya digasak oleh para penyamun, mereka mengajar dunia melaku-&lt;br /&gt;kan penyamunan.&lt;br /&gt;VVujud yang juga menjaga kehormatan istri-istri musuh dan penja-&lt;br /&gt;hat'îtu, wujud yang paling suci dan paling berwatak malu dan antara&lt;br /&gt;o~g-ol'ang berperangai pernalu, wujud yang telah datang untuk memus-&lt;br /&gt;iiithkan perangai tidak bermalu itu hari ini, atas nama kehormatan wu-&lt;br /&gt;jùd yang menjadi manifestasi kesucian, wanita-wanita yang bertahun-&lt;br /&gt;tàhun menikmati kehidupan istri telah dinyatakan haram bagi suami&lt;br /&gt;idercka dan halal bagi orang yang bukan-suami yang sah. Penghulu se-&lt;br /&gt;mua ahli-ibadah yang menjaga pula kehormatan tempat ibadah agama-&lt;br /&gt;agama batil, hari ini pernimpin-pemimpin agama itu memberi fatwa&lt;br /&gt;menghalalkan pemusnahan mesjid-mesjid segolongan orang ahli-ibadah&lt;br /&gt;yang membaca kalimah Nabi itu pula. Segala bentuk keaniayaan&lt;br /&gt;yang pemah dilancarkan guna meniadakan wujud penghulu segala nabi&lt;br /&gt;itu sendiri dilancarkan lagi atas nama nabi teraniaya itu terhadap go-&lt;br /&gt;lurigan tersebut. Adakah pula seorang Musiim yang dapat mengkha-&lt;br /&gt;yalkan bahwa seandainya kini Junjungan kita (selawat dan salam yang&lt;br /&gt;tàk terhingga kepada wujud yang mulia itu) ada ditengah-tengah kita,&lt;br /&gt;béliau akan merasa gembira menyaksikan umat beliau yang begitu kea-&lt;br /&gt;dàannya? Tidak! Sekali-kali tidak! Jangan mempunyai prasangka demi-&lt;br /&gt;kian. Sebab yang demikian merupakan penghinaan terhadap wujud&lt;br /&gt;yang menjadi cermin kebagusan, kebijaksanaan, keindahan.&lt;br /&gt;Adakah pula seorang Musiim yang dapat menyangka bahwa wujud&lt;br /&gt;tttulia  itu  mengajarkan  ulama-ulama  umatnya  untuk  menghina  to-&lt;br /&gt;ferih-tokoh lainnya  di  atas mimbar-mimbar dan menyuruh mereka&lt;br /&gt;Hiemaki-maki dan membuat tuduhan-tuduhan keji serta dengan me-&lt;br /&gt;nyebut-nyebut nama-nama wanita terhormat yang memakal hijab&lt;br /&gt;dan menjaga kehormatannya, meribuat pernbualan begitu kotor lagi&lt;br /&gt;keji sehingga seorang yang tak beragama pun merasa malu mendengar-&lt;br /&gt;nya.&lt;br /&gt;Adakah pula seorang Islam yang dapat membayangkan dalam pi-&lt;br /&gt;kirannya bahwa pangeran keselamatan itu akan mengajarkan ulama-ula-&lt;br /&gt;....•Ilianya untuk memberi ceramah-ceramah yang menggelorakan semangat&lt;br /&gt;~uru-hara sehingga berakibaf rusaknya keamanan daerah-daerah serta&lt;br /&gt;~emberi perintah untuk mengobar-ngobarkan api permusuhan sehingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rcl&lt;br /&gt;rumah-rumah orang-orang lemah dan tak berdaya dan harta kekayaan&lt;br /&gt;mereka dibakarmusnahkan berikut penghuninya. Dan akan menyuruh,&lt;br /&gt;"Jangan berhenti sampai di sini saja, hancurkanlah mesjid-mesjid orang-&lt;br /&gt;orang murtad yang sebagian keislamannya berbeda dengan keislaman&lt;br /&gt;kami. Bunuhlah Iaki-laki mereka dan wanita-wanita. mereka sebab inilah&lt;br /&gt;satu-satunyajalan rohani untuk memusnahkan kernurtadan."&lt;br /&gt;Karena Allah, tanyalah hati sanubari Anda danjawablah,adakah&lt;br /&gt;pula seorang Musiim yang dapat membayangkan demikian? Tidak, dan&lt;br /&gt;pasti tidak! Sayabersumpah atas nama Tuhan yang nyawa saya ada&lt;br /&gt;dalam genggaman-Nya serta tiap batu bâta di kota Mekkah menjadi sak-&lt;br /&gt;si, yaitu, batu bâta yang di atasnya para budak teraniaya, yang dituduh&lt;br /&gt;sebagai murtad, ditarik-tarik Iaksana bangkai-bangkai binatang yang&lt;br /&gt;mati.&lt;br /&gt;Demikian pula butir-butir pasir yang membara itu menjadi saksi&lt;br /&gt;dan demikian pula menjadi saksi batu-batu panas yang biasa diletakkan&lt;br /&gt;atas dada mereka yang tak berdaya itu bahwa cara-cara macam ini bu-&lt;br /&gt;kanlah cara-cara yang diambil oleh Junjungan semua anak-cucu Adam,&lt;br /&gt;dan akhiak ini bukanlah akhiak Rasul yang kudus itu.&lt;br /&gt;Dan saya bersumpah atas nama Tuhan yang tangan-Nya menggeng-&lt;br /&gt;gam nyawa saya serta tiap batu keras di tanah Thaif yang pernah men-&lt;br /&gt;jadi tempat tumpahnya  darah Penghulu semua anak-cucu Adam itu&lt;br /&gt;merupakan saksi bahwa majikanku tidak pernah mengajarkan paksaan&lt;br /&gt;atas nama agama, tidak pernah menyuruh merampas kesucian wanita&lt;br /&gt;atas nama kesucian, dan tidak pernah mengobar-ngobarkan semangat&lt;br /&gt;orang untuk memusnahkan rumah-rumah 'ibadah atas nama ibadah.&lt;br /&gt;. Jika demikian, maka salahkah bilamata saya menjadi tertunduk&lt;br /&gt;karena rasa malu dan hati saya menjadi sarat oleh rasa nyeri bahwa pada&lt;br /&gt;hari ini pun terdapat pernimpin-pemimpin dan pemuka-pcmuka yang&lt;br /&gt;tak kenal rasa kasih-sayang dan menisbahkan diri mereka kepada wujud&lt;br /&gt;suci itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUA PANDANGAN MENGENAI PENYEBARAN ISLAM&lt;br /&gt;Mengenai cara Rasulullah saw. menyiarkaii Islam terdapat dua&lt;br /&gt;pandangan di dunia.&lt;br /&gt;1.   Menurut para lawan Islam, peperangan Rasulullah saw. itu agresif&lt;br /&gt;dan Islam telah tersebar berkat dukungan pedang — tetapi,&lt;br /&gt;2.   Penyclidikan yang tidak-berat-sebelah (obycktip) menyatakan bah-&lt;br /&gt;wa Rasulullah saw.  tidak pernah mengangkat senjata untuk&lt;br /&gt;menyiarkan Islam dan bahkan semua peperangan beliau itu sema-&lt;br /&gt;ta-mata bersifat membela diri. Tersebamya Islam semata-mata ka-&lt;br /&gt;rena kekuatan rohani dan akhiak beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33&lt;br /&gt;PANDANGAN-PANDANGANMAULANAMAUDUDIDAN&lt;br /&gt;BEBERAPA ORANG YANG BUKAN-ISLAM MENGENAI&lt;br /&gt;PENYIARAN ISLAM&lt;br /&gt;Merupakan puncak keaniayaan bahwa sebagian para "pernimpin"&lt;br /&gt;Islam tidak membatasi faham "kekerasan dalam agama" kepada diri&lt;br /&gt;mereka bahkan berusaha pula melibatkan Junjungan kita (saw.) serta&lt;br /&gt;menganggap agama beliau dan kekuatan-mensucikan beliau begitu 1e-&lt;br /&gt;mah, sama seperti dalil-dalil mereka sendiri yang haiiipa dan kernam-&lt;br /&gt;puan — kernampuan mereka yang telah menjadi lemah bagai dimusnah-&lt;br /&gt;Lên oleh rayap sehingga seolah-olah, jika beliau tidak menguasai pe-&lt;br /&gt;dang, beliau sekali-kali tidak akan mungkin mendatangkan perobahan&lt;br /&gt;îK~iani agung yang telah dinampakkan oleh wujud agung sumber kero-&lt;br /&gt;l~['uan yang terbit di Tanah Arab itu dalam jangka waktu beberapa ta-&lt;br /&gt;hjqlsaja. Menurut penilaian mereka peperangan-peperangan bersifat&lt;br /&gt;fliliibela diri yang dilakukan Nabi yang mazium (teraniaya) itu hanya&lt;br /&gt;~'f~';"''    l              .111             •r              •*                     «   «•&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ypakan suatu langkah agresif untuk menyiarkan agama beliau serta&lt;br /&gt;(masa) kehidupan beliau di Mekkah itu hanya merupakan bukti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nai ketidak-berdayaan beliau. Amir "Jemaat Islam," ialah, Maula-&lt;br /&gt;idudi, menulis dengan kata-kata yang tegas tanpa bertedeng aling-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~uâ!     "Selama tiga bêlas tahun Rasulullah saw. nn«;manggil orang kc-&lt;br /&gt;~gadaaaaaa Islam, selama itu beliau melakukan cara yang scefektifmung-&lt;br /&gt;alilun untuk mengajak dan memberi nasehat, mengernukakan dalil-da-&lt;br /&gt;s:!li  III  yang  kuat,  memaparkan   hujah-hujah yangjelas, membakar hati&lt;br /&gt;,v.;manusia dengan kefasihan lidah, kelancaran dan bahasa yang in-&lt;br /&gt;~.pdah, menampakkan dan Allah swt. mukjizat-mukJ'iîatyailgmenghc-&lt;br /&gt;~~rankan, menampilkan contoh dan teladan akhiakdan kehidupan&lt;br /&gt;igsuci yang sebaik-baiknya, dan tidak membiarkanjalan apa pun&lt;br /&gt;yang dapat mendatangkan manfaat untuk hak dan kebenaiàn. Na-&lt;br /&gt;i,lffiUn, sekalipun kebenaran beliau menjadi tcrang-bcnderang aksana&lt;br /&gt;nientari. kaum beliau menolak meneripiapanggilan beliau .......&lt;br /&gt;"Tetapi manakala Da'i (penyeru) kepada Islam memegang pe-&lt;br /&gt;dang di tangan beliau sesudah cara nasihat dan anjuran mengalami&lt;br /&gt;kegagalan maka sedikit demi sedikit karat kcjahatan dan kcbcjatan&lt;br /&gt;; yang meieKat pada hati manusia mulai meniadi buvar dan unsur-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-~ ;'   /—~Q ý•ýrr~Rar ~uuu AIIAbJ IJIbb*«**w*u, *«*w**kk&amp; *J&amp;«rJ~HLII UUrCIA UCU* UIWUI&lt;br /&gt;~33- unsur jahat sudah keluar dari tabiat-tabiat, kekotoran ruh-ruh te-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i huang lenyap dan bukan saja selubung yang menutup mata te-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35&lt;br /&gt;lah terbuka dan nur kebenaran telah menjadi terang-benderang&lt;br /&gt;bahkan kekencangan leher dan kesombongan pada kepala yang&lt;br /&gt;menjadi sebab tidak tunduknya manusia kepada kebenaran akhir-&lt;br /&gt;nya telah menghilang. ...................................&lt;br /&gt;"Sebabnya negeri-negeri lain mengikuti pulajejak negeri.Arab&lt;br /&gt;menerima Islam dengan begitu cepat sehingga dalam jangka waktu&lt;br /&gt;hanya satu abad seperempat dunia telah memeluk agama Islam&lt;br /&gt;adalah tak lain pedang Islam telah berhasil menguak tirai tutupan&lt;br /&gt;yang telah menyelubungi hati manusia" (A l—Jihad Fil Islam, him.&lt;br /&gt;137-138).&lt;br /&gt;Innalillahi wa inna ilaihi mji'un. Tuduhan keji yang lagi bengis&lt;br /&gt;yang biasa dilemparkan kepada wujud suci Rasulullah saw. oleh mu-&lt;br /&gt;suh-musuh Islam fanatik yang terus-menerus dikobar-kobarkan oleh pa-&lt;br /&gt;ra orientalis Eropa sampai akhir abad yang lampau itu, dan dengan itu&lt;br /&gt;mereka menerbitkan rasa benci terhadap Islam dalam hati manusia,&lt;br /&gt;hari ini seorang "Penunjuk jalan dari umat Islam" sendiri tidak segan-&lt;br /&gt;segan melontarkan tuduhan itu terhadap wujud suci Rasulullah saw.&lt;br /&gt;apalagr penunjuk jalan itu mendakwakan dirinyasebagai "pengenalwa-&lt;br /&gt;tak Rasulullah àaw."&lt;br /&gt;Sekalipun telah diusahakannya dengan bahasa yang indah bagaikan&lt;br /&gt;pil manis bahwa apa yang dianggapnya kernenangan pedang akan nam-&lt;br /&gt;pak sebagai indah namun kupasan itu tetap merupakan pil pahit, kotor,&lt;br /&gt;dan beracun seperti yang pernah dilemparkan ke arah Rasulullah saw.&lt;br /&gt;Tuduhan itu merupakan batu yang sebelumnya telah dilemparkan oleh&lt;br /&gt;George SaW, Smith, dan Dowzy kepada Rasulullah saw. Tuduhan itu&lt;br /&gt;merupakan tuduhan yang pernah dilancarkan kepada Rasulullah saw.&lt;br /&gt;oleh Tuan Gandhi ketika dia belum mengenal dengan sebenar-benamya&lt;br /&gt;ajaran Islam, dan telah mendapat kesan yang keliru hanya karena se-&lt;br /&gt;mata-mata terpengaruh oleh tuturan para musuh Islam. Ternyata, Tuan&lt;br /&gt;Gandhi mengatakan:&lt;br /&gt;"Islam telah lahir dalam keadaan dan situasi ketika kekuatan-&lt;br /&gt;nya yang menentukan itu tak lain ialah pedang dan hari ini pun tetap&lt;br /&gt;pedang."&lt;br /&gt;Dowzy berkata :&lt;br /&gt;"Jenderal-jenderal Muhammad telah biasa mengajak manusia&lt;br /&gt;(kepada Islam) dengan memegang pedang di satutangan dan Al-&lt;br /&gt;Qur'anditanganlainnya."&lt;br /&gt;Sedangkan Smith mengatakan bahwa jangankan jenderal-jenderal,.&lt;br /&gt;36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beliau sendiri mendatangi berbagai bangsa dengan memegang pe-&lt;br /&gt;dang di satu tangan dan AI-Qur'an ditangan yang lain."&lt;br /&gt;Dan George Sale menyatakan pendiriannya,&lt;br /&gt;"Bila beliau berhasil mengumpulkan jumiah banyak pengikut,&lt;br /&gt;beliau mendawakan bahwa beliau telah diberi izin oleh Allah swt.&lt;br /&gt;untuk menyeraJig mereka dan menegakkan agama yang benar de-&lt;br /&gt;ngan j'alan memusnahkan penyembahan berhala dengan pedang."&lt;br /&gt;ai     Dengarlah suara musuh-musuh Islam ini lalu telaahlah kalimat&lt;br /&gt;fi'Maalana Maududi tersebut di atas. Apa mi bukankan tuduhan yang per-&lt;br /&gt;. 'sissama dengan tuduhan sebelumnya yang telah dilancarkan puluhan&lt;br /&gt;Tpengarang-pengarang musuh Islam kepada wujud Rasul yangmaksum&lt;br /&gt;-ý:~tidak bemoda, suci) îtu? Tuduhan dari Maulana Maududi itu lebih ber-&lt;br /&gt;bahaya dan merupakan serangan terhadap Quwwati Qudsiah beliau (ke-&lt;br /&gt;kuatan beliau untuk mensucikan manusia)?&lt;br /&gt;;;                  Silahkan   baca   kutipan-kutipan   dari   musuh   Islam,   dalam   tulisan-&lt;br /&gt;ir: tulisan itu di mana pun saudara-saudara tidak akan menyaksikan pe-&lt;br /&gt;l"«iandangan yang begitu mengerikan mengenai apa yang dianggapnya&lt;br /&gt;Bteicmahan Quwwati Qudsiah Rasulullah saw. dan tidak efektifnyamuk-&lt;br /&gt;aôjizat-mukjizat Hahi seperti apa yang telah digambarkan oleh kata-kata&lt;br /&gt;rf•Maulana Maududi, yakni, seruan beliau kepada Islam selama tiga bêlas&lt;br /&gt;tahun terus-menerus itu tidak berhasil menakiukkan hati manusia na-&lt;br /&gt;-"Blun pedang dan paksaan seolah-olah telah berhasil mencapai tujuan itu.&lt;br /&gt;I:l~a-cara nasihat seefektif-efektifnya itu menjadi hilang-sima di tengah-&lt;br /&gt;tengàh angin kencang di padang pasir, namun ujung-ujung tombak&lt;br /&gt;l~tىengantarkan Islam sampai ke lubuk hati manusia. Dalil-dalil Rasulul-&lt;br /&gt;"hh'iiaw. yang kuat itu seolah-olah tidak dapat menyinari akal manu-&lt;br /&gt;-'àia;'tctapi pukulan palu-godam telah menghantam dan menakiukkan&lt;br /&gt;otak manusia.&lt;br /&gt;.xi.'           .Diskusi-diskusi   yang   jelas    tidak   dapat   mempengaruhi   kekuatan&lt;br /&gt;logika mereka, tetapi suara telapak kaki kuda membuat mereka menger-&lt;br /&gt;-{jburabasia-rahasia ajaran Islam. Kefasihan lidah tak memberi buah, dan&lt;br /&gt;SsS~cbatan-kchebatan berceramah pun tidak dapat membakar hati me-&lt;br /&gt;.',rçka supaya Nur Islam menyinari -kaibu mereka, sampai-sampai muk-&lt;br /&gt;,:iJýzat-mukjizat Tuhan yang lurun dari Arasy dan mengherankan akal pur&lt;br /&gt;~~~ i»embawa hasil apa pun. Tetapi, bila "sang pemanggil kepada ls-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~" ýtu memegang pedang di tangannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/. يي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~~~ISIS"-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa menggelikaii pandangan ini dan betapa kejmya kata-kata&lt;br /&gt;ini yang membuat kita meratap demi membacanyaîinikah kata-kata&lt;br /&gt;yang telah keluar dan pena "seorang penunjuk jalan Islam" yang men-&lt;br /&gt;dakwakan dirinya pecinta Rasld? Bacalah kata-kata yang keluar dari&lt;br /&gt;pena Maulana tersebut dan sesudah itu bandingkanlah pula dengan apa&lt;br /&gt;yang dikatakan dalam buku "Mezanul Haq" oleh Pastor Vander yang&lt;br /&gt;sangat membenci Islam :&lt;br /&gt;"Kini Hadhrat Muhammad saw. telah berusaha sclama tiga bê-&lt;br /&gt;las tahun untuk Bicnyiarkan ajaran agamanya dengan jalan lemah-&lt;br /&gt;lembut .......... Maka mulai saat itu beliau terkenal dengan "Nabi&lt;br /&gt;dengan pedang" dan semenjak itu yang diakui sebagai dalil Islam&lt;br /&gt;yang paling kuat dan paling ampuhialah pedang dan hanya pe-&lt;br /&gt;dang" {Mezanul Haq, Mm. 468).&lt;br /&gt;Diamenulislagi:&lt;br /&gt;"Bila kita mcmpcrhatikan perilakunya Hadhrat Muhammad&lt;br /&gt;(saw.) dan para pcngikutnya,-maka akan nampak seolah-olah kini&lt;br /&gt;mercka tidak perlu mentaati peraturan-peraturan akhiak yang ter-&lt;br /&gt;cantum dalam perjanjian 'Aqabah yang tersohor dan populer itu.&lt;br /&gt;Kini Tuhan menuntut hanya satu dari mereka ialah mereka harus&lt;br /&gt;berperang di jalan Allah dan terus membunuh orang dengan panah&lt;br /&gt;dan pedang" (Mezanul Haq, him. 499).&lt;br /&gt;Selanjutnya pengarang itu dengan nada sangat bangga memban-&lt;br /&gt;dingkan keteraniayaan AI-Masih dengan apa yang disangkanya sikap&lt;br /&gt;paksa Rasulullah saw., ia menulis:&lt;br /&gt;"Anda harus mcmilih salah satu dari dua orang ialah Yesus Kris-&lt;br /&gt;tus Kalimatullah dan Hadhrat Muhammad saw. Anda harus menyc-&lt;br /&gt;nangi orang yang terus berbuat kebajikan ataukah yang telah dise&lt;br /&gt;but Nabi dengan pedang" (Appendiks Mezanul Haq).&lt;br /&gt;Lalu bacalah ucapan-ucapan seorang musuh Islam lainnya, ialah,&lt;br /&gt;Tuan Henry Kaupi yang senada dengan Maulana Maududi:&lt;br /&gt;"  ....... Dan pada tahun ketiga bêlas Nabawi beliau mengata»-&lt;br /&gt;kan bahwa Tuhan-ku bukan saja mengizinkan aku mengadakan pe-&lt;br /&gt;rang hanya untuk membela diri bahkan telah memberikan izin&lt;br /&gt;pula untuk mcnyebarkan agamâku dengan pedang" (Sejarah&lt;br /&gt;orang-orang Arab di Spanyol, oleh Henry Kaupi Jilid l hal 39&lt;br /&gt;diterbitkan di Boston. Dikutip dari kitab Muqaddimah Tahqi-&lt;br /&gt;qul Jihad hal 31").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan baca pulalah kata-kata Doktor St. A. Sprenger yang menyo-&lt;br /&gt;kring pandangan Maulana Maududi. sebagai berikut :&lt;br /&gt;"Kini Rasul itu (saw.) mènyiarkan hukum perang dengan mu-&lt;br /&gt;suh untuk menumpas fitnah atas namaTuhan dan scmenjak saat itu&lt;br /&gt;cara demikian merupakan semboyan Agama penumpahan darah&lt;br /&gt;itu (kami berlindung kepada Allah dari ucapan itu)" (Dikutip dan&lt;br /&gt;MuqaddimahTahqiqul Jihad dengan acuan Tarikh Muhammadl,&lt;br /&gt;hlm.207tahunl851).&lt;br /&gt;Tidakiah mengherankan kaiau musuh-musuh yang termasuk pern-&lt;br /&gt;benci-pembenci Rasulullah saw. nornor satu yang dadanya mendidih&lt;br /&gt;karena rasa pennusuhan dan kedengkian dan seolah-olah terbakar dalam&lt;br /&gt;api pennusuhan menuduh Rasulullah saw. sebagai seorang tangan besi.&lt;br /&gt;Namun heran bin ajaib sikap orang-orang yang disamping mengakui diri&lt;br /&gt;pengikut-pengikut Nabi yang maksum dan teraniaya itu tega melempar-&lt;br /&gt;kan tuduhan terhadap beliau sebagai orang buas dan liar.&lt;br /&gt;Menurut Maulana Maududi, dahulu pun Islam tidak pernah mam-&lt;br /&gt;pu menakiukkan hati manusia dengan keindahan dan kebagusannya tan-&lt;br /&gt;pà dibantu dengan pedang dan hari ini pun tidalL Beliau menulis dalam&lt;br /&gt;kaianganbelia.u"Haqiqatul Jihad.&lt;br /&gt;"Tiada suatu negara yang dapat sepcnuhnya menycsuaikan se-&lt;br /&gt;gala tindakannya dengan prinsip-prinsip dan konscp-konsepnya se-&lt;br /&gt;lama prinsip-prinsip dan konsep-konsep itu tidak pula dilaksana-&lt;br /&gt;kan di negeri-negeri tetangga. Oleh sebab ýtu, tidak boleh tidak&lt;br /&gt;Fartai Musiim, demi perbaikan umum dan keselamatan diri, jangan&lt;br /&gt;menjadi puas dengan menegakkan tertib Islam di suatu kawasan&lt;br /&gt;yangtertentubahkan sejauh kernampuannya harus berusaha mem-&lt;br /&gt;perluas tertib Islam ke seluruh jurusan. Di satu pihak ia akan me-&lt;br /&gt;nyebarluaskan pandangan-pandangan dan pendapat-pendapatnya&lt;br /&gt;di dunia serta akan menyeru penduduk tiap negeri untuk mene-&lt;br /&gt;rima jalan pikiran itu yang mengandung falah (Keberhasilan),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesuksesan, kemakmuran sejati, dan di pihak lain jika Fartai&lt;br /&gt;Islam itu mainpu, ia akan memusnahkan kerajaan-kerajaan bukan&lt;br /&gt;musiim dengan jalan perang dan sebagai gantinya akan menegak-&lt;br /&gt;kan negara Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l~ltipan ini bila dibacakan liersama-sama kutipan yang sebelumnya ma-&lt;br /&gt;~•rqcara spontan akan muncul pandangan Gandhi di benak kita seperti&lt;br /&gt;hc~t :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"î  ••  ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39&lt;br /&gt;"Islam dilahirkan dalam keadaan dan situasi ketika kckuatan-&lt;br /&gt;nya yang mcncntukan itu tak lain ialah pedang dan hanini pun te-&lt;br /&gt;tap pedang."&lt;br /&gt;Dan pikiran kita beralih kepada gambaran Rasulullah saw. yang di-&lt;br /&gt;ciptakan oleh khayalan manusia dan yang dilekatkan oleh Washington&lt;br /&gt;lrwing padahalaman pertama buku karangan yang bernama "See-&lt;br /&gt;rat Muhammad saw. " dimana Rasulullah saw. diperlihatkan sedang&lt;br /&gt;memegang pedang di satu tangan dan AI-Qur'an di tangan yang lain;&lt;br /&gt;dan secara tiba-tiba timbul pikiran dalam hati bahwa pandangan sang&lt;br /&gt;Maulana mengenai agama Islam dan Rasul sucinya tidak berbeda dengan&lt;br /&gt;pandangan Washington lrwing itu.&lt;br /&gt;Di satu pihak kepada kita menampak "ulama-ulama" musiim yang&lt;br /&gt;tidak segan-segan melancarkan tuduhan-tuduhan kepada Nabi yang pa-&lt;br /&gt;ling suci ini bahwa beliau menyokong kezaliman, bersitangan besi,&lt;br /&gt;pernberontakan, dan dengan demikian mereka bersatu suara dengan mu-&lt;br /&gt;suh-musuh Islam yang keras; di pihak lain kami menyaksikan sejumiah&lt;br /&gt;besar ahli-ahli pikir bukan-musiim yang mencintai keadilan dan kenda-&lt;br /&gt;tipun mempunyai faham-faham yang sangat berlawanan namun terpak-&lt;br /&gt;sa mengakui bahwa agama Muhammad saw. sekali-kali tidak tersebar&lt;br /&gt;karena ditunJ'ang oleh pedang melainkan berhasil menakiukkan hati ma-&lt;br /&gt;nusia oleh keindahan dan kebagusan lahir-batin dan kekuatan akhiak&lt;br /&gt;yang agung.&lt;br /&gt;Makanya, bukan tidak pada tèmpatnya bila sesudah mengemuka-&lt;br /&gt;kan kutipan-kutipan dari Maulana dan para musuh Islam, kami menyak-&lt;br /&gt;sikan pula pandangan pribadi dari beberapa orang bukan Islam yang me-&lt;br /&gt;nyukai keadilan. Orang-orang ini bukan semuanya pernbela dan peng-&lt;br /&gt;agum Islam bahkan sebagian dari antara mereka tidak membiarkan ke-&lt;br /&gt;sempatan sekecil-kecil pun untuk menyerang Islam; namun, setelah me-&lt;br /&gt;nyelidiki secara seksama peperangan-peperangan Rasulullah saw. me-&lt;br /&gt;reka, tidak boleh tidak, terpaksa mengakui :&lt;br /&gt;"Sejumiah lawan Islam yang fanatik, khususnya mereka yang&lt;br /&gt;terbiasa mengadakan propaganda mcnycsatkan dan yang membakar&lt;br /&gt;api-kerusuhan dalam negeri suka berkata bahwa seslidah tiba di&lt;br /&gt;Medinah, dan setelah mempeloleh kekuatan dan kekuasaan, Haefc&lt;br /&gt;rat Muhammad saw. tidak dapat berpegang pada ajaran kasih*&lt;br /&gt;sayang dan toleransi yang dibuat-buat itu bahkan mempergunakan&lt;br /&gt;pedang dengan penuh semangat demi mencapal tUJuan hidupnya&lt;br /&gt;yang terutama (ialah mengejar keduniaan, kekuasaan, kedudukan&lt;br /&gt;À.{\&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan harta kekayaan dan sebagainya). Bahkan, sebagai seorang "U-&lt;br /&gt;tusan penumpah darah" belia~ mengadakan kerusuban, huru-hara,&lt;br /&gt;mendatangkan kehancuran, dan kemusnahan di dunia. Dan, telah&lt;br /&gt;jatuh dan nonna-nonna "kesabaran dan menaban diri" yang di-&lt;br /&gt;buat-buat itu. Tetapi, sikap dari para lawan Islam semacarn iar di-&lt;br /&gt;sebabkan oleh pandangan picik mereka (yang menaruh benci ke-&lt;br /&gt;pada Islam dan orang-orang Islam tanpa alasan) dan sifat menutup&lt;br /&gt;mata terbadap kebenaran serta berwatak berat-sebelah sehingga&lt;br /&gt;oleh sebab itu Nur itu tampak kepada mereka sebagai api, kebagus-&lt;br /&gt;an sebagai keburukan, kebajikan sebagai kejahatan, serta tingkat-&lt;br /&gt;an-tingkatan yang paling tinggi yang dicapai oleh tiap kebaikan&lt;br /&gt;dan tiap ajaran digambarkannya dalam rupa yang begitu busuk se-&lt;br /&gt;hingga dengan demikian telah terbukalah sifat batin mereka yang&lt;br /&gt;busuk dan hati mereka yang hitam dan gelap itu" (Dunia ka Hadi-&lt;br /&gt;e-aazam,  dalam pandangan orang bukan musiim, him. 57).&lt;br /&gt;Kutipan ini telah diambil dari suatu ceramah seorang bukan-ls-&lt;br /&gt;lam, ialah, Yth., Pandit Gianindar Dew Syanna Syâstri. Ceramah itu di-&lt;br /&gt;ucapkan pada tahun 1928 di kota Gorakhpur mengenai seerat Rasulul-&lt;br /&gt;lah saw. Dalam ceramah ini Yth. Tuan Pandit itu lebih lanjut menge-&lt;br /&gt;mukakan sari penyelidikan beliau mengenai kekuatan Islafn yang se-&lt;br /&gt;jati dengan kata-kata sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Para lawan adalah buta, mereka tidak dapat mclihat bahwa&lt;br /&gt;pedang Muhammad (Rasulullah saw, peny.)itu tak lain ialah kasih&lt;br /&gt;sayang dan iba hati, rasa persahabatan dan sifat mcmaafkan. Pe-&lt;br /&gt;dang inilah telah betul-betul membawa hasil dan membersihkan&lt;br /&gt;hati para lawan. Dan selanjutnya menjadikan hati mereka bersih&lt;br /&gt;danjernih seperti kaca. Pukulan pedang semacarn itu jauh lebih&lt;br /&gt;efektip dan tajarn daripada pedang-pedang bisu" (Kitab Dunia Ka&lt;br /&gt;Hadi Hazam Ghaironfi Nazar Mein, artinya, "Pcmanduduaia&lt;br /&gt;teibesar dalam pandangan orang lain," him. 611).&lt;br /&gt;Sesudah kutipan ini tak perlu dikernukakan pandangan atau per-&lt;br /&gt;timbangan yang lain. Hanya hati secara tak tertahan-tahan mengcluh,&lt;br /&gt;alangkah baiknya Maulana Maududi berlaku terhadap Penghulu dan&lt;br /&gt;Junjungan beliau sekurang-kurangnya setaraf dengan seorang khadim&lt;br /&gt;Krisna dan bukan saja seorang bahkan puluhan khadim Hadhrat Kriina&lt;br /&gt;«ttt merenungkan sejarah Islam; mereka merasakan keindahan dan ke-&lt;br /&gt;.bajikan tak terhingga yang dimiliki oleh Penghulu kita. Mereka tak da-&lt;br /&gt;pat menahan diri menyatakan bahwa :&lt;br /&gt;41&lt;br /&gt;ll'i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang berkata bahwa Islam tclah tcrscbar karena -ditunjang&lt;br /&gt;oich kckuatan pedang. Tetapi kami tidak dapat mcnyctuJui pan-&lt;br /&gt;dangan mercka sebab sesuatu yang disiarkan deogan paksaan sclama-&lt;br /&gt;nya dengan cepat dicopot kernbali dari sang zaiirn. (Amat menghe-&lt;br /&gt;rankan bahwa penglihatan Maulana yang menyebut diri "Pengenal&lt;br /&gt;watak Rasul" itu tidak dapat mengernukakan hakikat yang amat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyata danjelas mi,pen-)&lt;br /&gt;"Seancl.ainya agama Islam itu telah tersebar dengan perantaraan&lt;br /&gt;pedang, maka hari ini tidak akan ada bekas apa pun dan Islam. Te-&lt;br /&gt;tapi, tidak. Bukan demikian, bahkan mata kita menyaksikan bah-&lt;br /&gt;wa Islam makin hari makin berderap maju. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;Tidak lain oleh karena batin pendiri Islarn (saw. peny.). berisi-&lt;br /&gt;kan kesaktiaii rohani. Hati beliau penuh dengan kecmtaan bagi&lt;br /&gt;manusia, semangat suci, kekasih-sayangan dan iba hati bersema-&lt;br /&gt;yam di kaibu beliau, pikiran-pikiran yang baik membimbing be-&lt;br /&gt;liau."&lt;br /&gt;Namun demikian Maulana Sahib masih juga berpegang pada pan-&lt;br /&gt;dangan beliau bahwa rahasia kekuatan Islam tidak terletak dalam muk-&lt;br /&gt;j'izat rohani beliau  tetapi pada pedang beliau. Sayang seribu sayang,&lt;br /&gt;mukjizat suci dalam kchidupan Rasulullah saw. yang tidak luput dari&lt;br /&gt;pandangan seorang Arya fanatik, luput dari "pandangan yang menda-&lt;br /&gt;lam" Maulana Maududi.&lt;br /&gt;Siapa yang tidak mengenal sikap tidak bersahabat terhadap Islam&lt;br /&gt;Arya Musafir  (satu majalah yang dikeluarkan oleh orang-orang Arya&lt;br /&gt;yang anti Islam, peny.).  Arya Musafir  adalah terompet agama Arya&lt;br /&gt;yang senantiasa menentang Islam dengan gigih; tetapi, bila salah seorang&lt;br /&gt;dari staf pengarangnya mcnyelidiki sebab-sebab keunggulan dan kerne-&lt;br /&gt;nangan Rasulullah saw. maka tuduhan bahwa Islam itu tersebar karena&lt;br /&gt;ditunjang oleh pedang ditolaknya sebagai tuduhan yang usang dan tan-&lt;br /&gt;pa alasan dan terpaksa mengakui sebab kernenangan beliau adalah bah-&lt;br /&gt;wa péri kehidupan beliau merupakan suatu peragaan mukjizat. Dia me-&lt;br /&gt;nulis dan betapa benar lagi sucinya kesaksian hati nurani manusia ialah&lt;br /&gt;bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang meminumkan orang-orang Quraisy piala Syaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita dengan khidmat-khidmat Khalid (Hadhrat Khalid bin Walid,&lt;br /&gt;penJ,Hadhrat' uhammad (saw. peny.). menggelorakan lautan se-&lt;br /&gt;mangat keimanan penduduk Arab nomad dan menjadikan mereka&lt;br /&gt;pemuja Allah yang Mahaesa" (Arya Musaflr, Oktober 1913 hlm.&lt;br /&gt;2 — 3, acuan Barg_iizidah Rasul Ghairon Mein Maqbul. him. 24) .&lt;br /&gt;Begitu pula dalam sebuah pertemuan yang diadakan oleh Arya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samaj di kota Lahore, Tuan Ram Dev bekas profesor di Gui-ukai Kanga-&lt;br /&gt;ri serta redaktur   Vedic Magazine   dalam menolak tuduhan yang keji&lt;br /&gt;bahwa Islam itu telah tersebar karena ditunjang pedang telah mengemu-&lt;br /&gt;kakan hasil penyelidikannya dengan kata-kata sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Tetapi scsudah berdomisili di Medinah, Muhammad (saw.&lt;br /&gt;peny.). telah meniupkan daya sihir ke dalam diri mereka bagaikan&lt;br /&gt;kekuatan halilintar yang membuat manusia menjadi dewa ...... Dan&lt;br /&gt;adalah tidak benar bahwa Islam itu telah tersebar semata-mata&lt;br /&gt;karena ditunjang oleh pedang. Adalah merupakan kenyataan&lt;br /&gt;bahwa pedang itu sekali-kali tidak pernah dihunus untuk menye-&lt;br /&gt;barluaskan Islam. Seandainya ajaran agama itu dapat disebarluas-&lt;br /&gt;kan dengan pedang maka coba sebarkanlah pada hari ini" (Surat&lt;br /&gt;kabar Parkasi dengan acuan, "Barguzidah Rasai Ghairon Mein&lt;br /&gt;Maqbul. " him. 24).&lt;br /&gt;Betapa kekainya nilai kebenaran yang telah dikandung oleh kali-&lt;br /&gt;mat terakhir ini, yaitu "Seandainya ajaran agama itu dapat disebarluas-&lt;br /&gt;kan dengan pedang maka coba sebarkanlah pada hari ini. "&lt;br /&gt;Ini merupakan suatu tantangan terhadap mereka yang menuduh&lt;br /&gt;Junjungan kami, Muhammad saw., melakukan paksaan. Dan saya&lt;br /&gt;bersumpah dengan Zat yang telah mewujudkan agama bahwa sejak saat&lt;br /&gt;silsilah nubuwat mulai berlaku, baik di masa dahulu maupun di masa&lt;br /&gt;sekarang, tiada seorang zalim dan kejam dapat menjawab tantangan&lt;br /&gt;tersebut di atas dan tidak akan dapat menjawab. Jangankan seorang&lt;br /&gt;Maududi, jika lima ratus juta Maududi pun bersama-sama berusaha,&lt;br /&gt;mereka tidak dapat mengusir kepercayaan dari hati seorang manusia&lt;br /&gt;pun dengan kekuatan pedang. Seratus dua puluh empat ribu nabi men-&lt;br /&gt;jadi saksi bahwa seratus dua puluh empat ribu kali musuh-piusuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka telan bangkit untuk memaksa mereka meninggalkan keper-&lt;br /&gt;cayaan mereka dengan pedang tetapi tiap kali pedang itu mengalami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;J  ~      0                                           0           0  ~----II   l——     }—&lt;br /&gt;dat kcimanan, orang itu merupakan suatu mukjizat dalam dirinya&lt;br /&gt;sendiri ........................ Seandainva kchidunan Mllhammad &lt;saw..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;peny.) bukan mukjizat, maka siapakah yang akan memanfaatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~     o  oý  --- 0 --— ------0—-—"-&lt;br /&gt;kegagalan. Tangan-tangan yang memegang pedang itu menjadi tak ber-&lt;br /&gt;daya dan pedang-pedang itu sendiri menjadi patah, serta di bawah na-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43&lt;br /&gt;ungan mereka agama itu terus mekar berkembang dan berbuah tanpa&lt;br /&gt;ketakutan. Jika demikian, layakkah bagi penghulu semua nabi mening-&lt;br /&gt;galkan cara pertablighan mereka yang efektif itu lalu menempuh cara&lt;br /&gt;orang-orang zalim yang mengalami kegagalan? Janganlah berkata demi-&lt;br /&gt;kian! Sebab, kata-kata demikian merupakan kezaliman terbesar terha-&lt;br /&gt;dap Penghuluku dan begitu nyatanya kezaliman ini sehingga orang-&lt;br /&gt;orang bukan Islam pun dengan serta-merta menyangkai bahwa tidak&lt;br /&gt;pernah terjadi demikian.&lt;br /&gt;Ternyata Monsieur Angene Kelofai menulis mengenai beliau :&lt;br /&gt;"Muhammad (szw,pen.) tejah berkehendak menaklukkan e-&lt;br /&gt;luruh dunia dan membuat Islam memperoleh keunggulan namuiTBe-&lt;br /&gt;liau tidak mengizinkan adanya tindak kekerasan macarn apa U" tr-&lt;br /&gt;hadap p-a pengikut agama-agama lainnya. Mereka diberi kebeEas-&lt;br /&gt;an beragama dan kebebasan menyatakan pendapat mereka serta&lt;br /&gt;beliau tetap membiarkan berlakunya hak-hak peradaban mereka"&lt;br /&gt;(Islam aur Ulamae ferang, him. 9 dengan acuan "Bargnzidah Rasai&lt;br /&gt;Ghairon Mein Maqbul").&lt;br /&gt;Tuan Gandhi pun yang memiliki firasat sangat tajarn akhimya ter-&lt;br /&gt;paksa mengubah pandangan beliau yang telah tersebut di atas sesudah&lt;br /&gt;beliau mengadakan penyelidikan lebih lanjut. Beliau dalam suatu pe-&lt;br /&gt;nerbitan surat kabarnya,  Youngindian,   mengubah pandangannya&lt;br /&gt;dengan mengatakan bahwa :&lt;br /&gt;"Makin banyak saya pelajari agama yang ajaib ini, hakikat ini&lt;br /&gt;semakin nyata bagi saya bahwa kcagungan dan kejayaan Islam tidak&lt;br /&gt;bersumber kepada pedang."&lt;br /&gt;L/   Dan Doktor D.W. Lights pun memperoleh bahan dari AI-Qur'an&lt;br /&gt;sendiri untuk membantah tuduhan ini. Beliau menulis:&lt;br /&gt;"Sungguh, semua dalil mereka enjadi patah. ialah, dalil-dalil&lt;br /&gt;yang berpegang kepada pandangan bahwa tujuan iihad itu tak lain&lt;br /&gt;ialah menyebarluaskan lsjain_dengan pedang. Sebab y berlawanan&lt;br /&gt;dengan tuduhan mereka, telah tersebut dengan j'elas dalam Surah&lt;br /&gt;AI-Haj bahwa, "tujuan jihad ialah menjaga mesjid-mesjid. gereja-&lt;br /&gt;gereja, tempat-tempat peribadatan umat Yabudi,. dan tempat-teni..&lt;br /&gt;pat peribadatan orang-orang zahid dari kehancuran" (Asiatic&lt;br /&gt;Quart erly Review, Oktober 1886).&lt;br /&gt;Saya bertanya kepada mereka yang menuduh bahwa Islam telah&lt;br /&gt;tersebar dengan pedang dengan mengutip ungkapan AI-Qur'an sendiri.&lt;br /&gt;44&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;' ´Cý•~//   ý Iý :r ~  :&lt;br /&gt;céJ ~C,)C; ~, ii&lt;br /&gt;a&lt;br /&gt;"Tidakkah mereka mai' merenungkan Al-Qur'an, atau adakah&lt;br /&gt;kuncipadakalbu mereka?" (Muhammad: 25).&lt;br /&gt;Tetapi, siapa yang dapat membuat sang Maulana memahami&lt;br /&gt;bahwa beliau yang begitu gigih berpegang kepada dakwaan, secara tan-&lt;br /&gt;das tanpa bertedeng aling-aling, dan kepada pemyataan beliau yang de-&lt;br /&gt;ngan demikian menyokong Funder, Sale,  Coupy, Smith, Dowzy,&lt;br /&gt;Springer, dan Henry bahwa :&lt;br /&gt;"Kebijaksanaan inilah yang diikuti oleh Rasulullah saw, dan di-&lt;br /&gt;ikuti pula oleh para Khulafa Rasyidin sepeninggal beliau. Tanah A-&lt;br /&gt;rab tempat Fartai Musiim pertama-tama lahir, telah ditakiukkan di&lt;br /&gt;bawah pernerintahan Islam. Sesudah itu Rasulullah saw. menyarn-&lt;br /&gt;paikan seruan kepada negara-negara tetanggauntuk menerima prin-&lt;br /&gt;sip-prinsip dan jalan pikiran beliau; namun, beliau tidak menunggu&lt;br /&gt;apakah seruan itu diterima atau ditolak bahkan manakala beliau&lt;br /&gt;cukup kuat untuk bertindak, beliau mulai menyerang kerajaan&lt;br /&gt;Romawi. Setelah Hadhrat Abu Bakar r.a. menggantikan Rasulullah&lt;br /&gt;saw. sebagai pernimpin partai, maka beliau padawaktu bersamaan&lt;br /&gt;mengadakan serbuan terhadap dua kerajaan bukan-musiim, ialah,&lt;br /&gt;Roma dan Iran; sedangkan Hadhrat Urnar r.a. membawa serangan&lt;br /&gt;itu kepada titik terakhir dan memperoleh kernenangan mutlak"&lt;br /&gt;(HakikatJihad,h\m.65).&lt;br /&gt;Seandainya tulisan ini merupakan hasil pikiran seorang penulis ko-&lt;br /&gt;munis dan kebijaksanaan yang demikian dinisbahkan kepada Marx atau&lt;br /&gt;Lenin atau pun Stalin dan andaikala ungkapan "Partai Musiim" diganti&lt;br /&gt;dengan ungkapan "Partai Komunis," tentu saya tidak akan heran dan&lt;br /&gt;hati saya sedikit pun tidak bergejolak karenanya lagi saya tidak akan&lt;br /&gt;payah-payah memikir gerangan apa yang ditulisnya. Alangkah baiknya&lt;br /&gt;Jika demikian keadaannya, tetapi sayang, bukanlah demikian kejadian-&lt;br /&gt;nya. Sekali lagi sayang. Dan, tulisan ini adalah tulisan seorang pernikir&lt;br /&gt;Islam yang dengan kata-kata tegas dan jelas menuduh wujud yang di-&lt;br /&gt;akuinya sebagai anutan baginya.&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah tulisan Maulana Maududi. Kata-katanya jelas&lt;br /&gt;dan tidak meragukan. Tuduhan ini sangat keji dan kotor lagi tidak berisi&lt;br /&gt;satu tuduhan saja bahkan telah melancarkan tuduhan demi tuduhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45&lt;br /&gt;Sangat berat bagi saya membacanya dan sangat berat pula menulisnya.&lt;br /&gt;Dan tak tahan hati menderita bila pandangan jatuh kepada kalimat be-&lt;br /&gt;tapa Rasulullah saw. telah menvampaikan seruan Islam :&lt;br /&gt;"Namun beliau tidak mcnunggu apakah seruan itu diterima a-&lt;br /&gt;tau ditolak bahkan manakala beliau cukup kuat untuk bertindak,&lt;br /&gt;beliau mulai menyerang kerajaan Romawi."&lt;br /&gt;Kebijaksanaan dan siasat Rasulullah saw. adalah kebijaksanaan&lt;br /&gt;maksum (lugu) yang suci lagi bersih bagaikan hati anak baru lahir. Be-&lt;br /&gt;liau mengangkat pedang hanya bila beliau menjadi sasaran tindakan-tin-&lt;br /&gt;dakan kezaliman yang melampaul bâtas. Tangan beliau adalah tangan&lt;br /&gt;keselamatan, dan sama sekali asing dari pedang agresi. Bila orang-orang&lt;br /&gt;berhati putih dari kalangan bukan Islam mengarahkan pandangap kepa-&lt;br /&gt;da kebijaksanaan beliau, mereka menamakannya sebagai kebijaksanaan&lt;br /&gt;keselamatan, keamanan, dan bêla diri semata-mata. Sesudah membaca&lt;br /&gt;kata-kata Maulana Maududi tersebut, kini silahkan memeriksa kata-&lt;br /&gt;kata yang diucapkan oleh seorang Sikh yang semasa dengan Maulana&lt;br /&gt;Maududi :&lt;br /&gt;"Mula pertamabilamusuh-musuh R.asulullahsaw. membuat&lt;br /&gt;kchidupan beUau_peimh_dengan pendentaanJnaka beliau menyu-&lt;br /&gt;ruh para gengikut beliau meninggalkan tanah tumpah darah mere-&lt;br /&gt;ka dan berhijrah ke Medinah, yang berarti, bahwa daripa'da meng-&lt;br /&gt;angkat senjata terhadap saudara-saudara setanah air lebih baik&lt;br /&gt;meningRalkan tempat tumpah darah yang sangat dicintainya. Te-&lt;br /&gt;t_api_gada_ahirnya, apabila kezaliman dan tindak kekerasan telah&lt;br /&gt;melampaui bâtas maka terpaksalah beliau menghunus pedang un-&lt;br /&gt;tuk membela diri dan Islam ............. propaganda bahwa paksaan&lt;br /&gt;diizinkan a)B;ama_merupakan akidah orang-orang bodoh yang ti-&lt;br /&gt;dak memahami hakikat agama maupun duniawl. Disebabkan jauh-&lt;br /&gt;nya dari kebenaran-kebenaran hakiki mereka merasa bangga atas&lt;br /&gt;akidah yang salah ini" (Nawan Hindustan Delhi, edisi 17—II—49).&lt;br /&gt;Saya tidak mau menambahkan penilaian saya sendiri terhadap ku-&lt;br /&gt;tipan ini, hati para pernbaca akan menjadi saksi bahwa orang yang ma-&lt;br /&gt;nakah yang benar di antara kedua orang tersebut, apakah pengulas be-&lt;br /&gt;rita yang adalah orang Sikh itu ataukah sang "Pengenal jiwa Nabi" itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUDUHAN BAHWA ISLAM TERSIAR&lt;br /&gt;MELALUITINDAKKEKERASAN&lt;br /&gt;DISOROTDARISEGIFAKTA-FAKTASEJARAH&lt;br /&gt;Kutipan ungkapan Maulana Maududi yang dicantumkan dalam bab&lt;br /&gt;yang lalu, yaitu, "Namun ketika sesudah gagainya nasihat dan pertab-&lt;br /&gt;lighan sang penyeru kepada Islam memegang pedang di tangannya. . . ,"&lt;br /&gt;adalah diambil dari kitab beliau  A l-JihadFil Islam.  Dengan menelaah&lt;br /&gt;buku itu orang dengan mudah dapat mengambil kesimpulan bahwa&lt;br /&gt;buku itu adalah hasil renungan otak seorang yang jalan pikirannya me-&lt;br /&gt;ngikuti keeendrungan-keeendrungan pribadi serta gejala-gejala kaibu-&lt;br /&gt;nya. Allah  swt." telah menganugerahkan akal budi kepada manusia&lt;br /&gt;sebagai penengah dan hakim yang sekaligus menjalankan keadilan ter-&lt;br /&gt;hadap perasaan-perasaan dan inteleknya, danjika di satu pihak menjaga&lt;br /&gt;kedua-duanya supaya jangan berlaku tidak wajar terhadap satu sama&lt;br /&gt;lain maka di pihak lain memelihara juga keseimbangan internnya. Te-&lt;br /&gt;tapi bila hakim yang menengahi pandangan dan pikiran berobah menja-&lt;br /&gt;di tidak adil oleh karena salah didikan atau tidak dapat mempertahan-&lt;br /&gt;kan kebebasannya dan sebaliknya menjadi budak perasaannya sendiri,&lt;br /&gt;maka dalam alam pikiran orang seperti itu mulai menampakkan gejala-&lt;br /&gt;gejala kokacalian tak terkendalikan oleh hukum serta kesimpangsiuran.&lt;br /&gt;Jika akal yang tidak bebas atau tidak adil itu terdapat dalam diri yang&lt;br /&gt;benar-benar jahil atau sama sekali kosong dari perasaan, maka orang&lt;br /&gt;semacarn itu tidak berbahaya bagi manusia secara kolektif, tetapi,&lt;br /&gt;makin banyak orang semacarn itu memiliki khazanah ilmu atau kelim-&lt;br /&gt;pahan perasaan maka sebanyak itu pula ia mengambil kesimpulan-ke-&lt;br /&gt;simpulan yang keliru dan hal demikian itu menjadi sebab datang musi-&lt;br /&gt;bah dan percobaan bagi dunia. Bila hakim akal ini lemah maka adakala-&lt;br /&gt;nya akal itu dikuasai oleh perasaan-perasaannya dan kadang-kadang&lt;br /&gt;menjadi budak ilmu lahiriahnya. Adakalanya ia menjelma dalam rupa&lt;br /&gt;seorang penyair yang sesat atau seorang sinting; adakalanya, ia menam-&lt;br /&gt;pak sebagai ahli filsafat yang gersang atau sebagai seorang ulama yang&lt;br /&gt;asing dari kerohanian. Dalam salah satu bentuk dan rupa seperti itu&lt;br /&gt;ia menjadi musibah dan bahaya bagi umat manusia. Penclaahan terha-&lt;br /&gt;dap beberapa buku Maulana Maududi, seperti    Al-Jihad Fil Islam,&lt;br /&gt;memberi kesan kepada saya bahwa hakim akal budi beliau tidak bebas&lt;br /&gt;melainkan tunduk kepada kecendrungan tertentu pribadi beliau. ltulah&lt;br /&gt;sebabnya konkiusi-konkiusi yang diambil beliau dari perbendaharaan&lt;br /&gt;47&lt;br /&gt;ilmunya adalah sangat rancu (kacau) bahkan saling bertentangan. Se-&lt;br /&gt;cara apriori beliau telah bertekad mengenai Islam bahwa agama yang&lt;br /&gt;tak bemoda ini kalaulah dapat disebarkan maka hanya dengan keke-&lt;br /&gt;rasan, tetapi beliau dihadapkan kepada kesulitan bahwa pertama Al-&lt;br /&gt;Qur'an sendiri menentang pandangan itu dan tiap saat dari kehidupan&lt;br /&gt;Rasulullah saw. mendustakannya dan kedua, belfau agak khawatir an-&lt;br /&gt;tara lain apa yang akan dikatakan oleh orang bukan Islam bahwa Is-&lt;br /&gt;lam itu agama yang kejam sekali.&lt;br /&gt;Ringkasnya, Maulana itu têrjerat dalam kebingungan. Apa yang&lt;br /&gt;diinginkannya tidak dapat dikatakannya dengan selengkapnya, dan apa&lt;br /&gt;yang dapat dikatakannya bukanlah sepenuhnya suara hatinya. Maka,&lt;br /&gt;terkurung dalam kekacauan demikian beliau menciptakan suatu jalan&lt;br /&gt;berliku-liku untuk menyatakan suara hatinya. Dalam buku yang sedang&lt;br /&gt;kita kaji itu mula pertama beliau menyatakan bahwa Islam tidak meng-&lt;br /&gt;izinkan mempergunakan paksaan dalam urusan agama, tetapi kesudah-&lt;br /&gt;annya bersemayarn pada pendakwaan yang sama sekali bertentangan de-&lt;br /&gt;ngan yang semula. Pada permulaan buku itu segala daya-upaya dike-&lt;br /&gt;rahkan untuk membuktikan bahwa peperangan Rasulullah saw. meru-&lt;br /&gt;pakan peperangan bêla diri dan bertujuan menjamin kebebasan menya-&lt;br /&gt;takan suara hati manusia, menggagalkan semua usaha kotor dari para&lt;br /&gt;lawan yang hendak menekan Islam, melalui tindak kekerasan dan pak-&lt;br /&gt;saan, membebaskan hak dari semua belenggu dan kekangan.&lt;br /&gt;SATU LANGKAH KE DEPAN&lt;br /&gt;Membaca ini hati manusia merasa gembira bahwa betapa sucinya&lt;br /&gt;agama yang mengemukakan s~aon_Eenuh kedamaian dan kebebasan&lt;br /&gt;yang cocok sekali dengari fitrat manusia serta mengakui hak kebebasan&lt;br /&gt;manusia dalam panjjmgan-pandangan agamawi dan bahwa -g--a-&lt;br /&gt;cam tjndak kekerasan untuk mendesakkan kepadanya pandangan aga-&lt;br /&gt;mawi lainnya adalah tidak sah. Tetapi sayang, kegembiraan ini tidak&lt;br /&gt;bertahan lama dan Maududi Sahib mulai mengambil peran lain setelah&lt;br /&gt;sampai kepada titik ini serta seluruh argumentasi demikian rupa dipu-&lt;br /&gt;tarkan sehingga mengaitkan pandangan-pandangan radikai dengan aga-&lt;br /&gt;ma Islam. Anda tentu akan merasa heran jika pertama-tama pandangan&lt;br /&gt;ini diterima, yaitu, peperangan Islam semata-mata bersifat bêla diri&lt;br /&gt;serta merupakan suatu protes secara praktis terhadap penggunaan tin-&lt;br /&gt;dak kekerasan dalam urusan agama, maka bagaimana dapat sekaligus&lt;br /&gt;48&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikatakan bahwa Islam sendiri membenarkan tindak kekerasan atas&lt;br /&gt;nama agama? Memang bagi Anda dan saya sulit memahami paradoks&lt;br /&gt;ini tetapi hal ini sedikit pun tidak sulit bagi Maududi Sahib. Temyata&lt;br /&gt;setelah merasa puas dengan memberikan jawaban yang mendiam bisu-&lt;br /&gt;kan mulut lawan, kini mulai menyatakan isi hatinya melalui suatu pero-&lt;br /&gt;bahan hati yang menakjubkan, memberi arti semau-maunya kepada Al-&lt;br /&gt;Qur'an dan Hadis lalu mengernukakan alasan yang tak dapat dipahami,&lt;br /&gt;beliau pada akhimya sampai kepada kesimpulan bahwa memang perang&lt;br /&gt;itu tidak diizinkan untuk mengislamkan orang-orang;namun, peperang-&lt;br /&gt;an bukan saja dibolehkan bahkan diwajibkan untuk mencegah. orang&lt;br /&gt;dan hal-hal buruk yang telah menjadi lumrah berlaku di negeri-negeri&lt;br /&gt;~,, kebudayaan serta peradaban bukan musiim. Oleh sebab itu Islam&lt;br /&gt;lima sekali tidak mentolerir melibat orang melakukan hal-hal buruk di&lt;br /&gt;4egeri mereka sendiri. Tindak kekerasan demikian tidak dapat disama-&lt;br /&gt;kan dengan mencampuri kebebasan manusia sebab tindak kekerasan&lt;br /&gt;ini tidak berkaitan sedikit pun dengan penyebaran Islam bahkan tindak&lt;br /&gt;kekerasan ditempuh hanya semata-mata untuk mencegah orang dari&lt;br /&gt;hal-hal yang buruk.&lt;br /&gt;Dengan satu langkah ke depan lagi membuat pernyataan demikian&lt;br /&gt;Maulana Sahib telah sampai dekat sekali kepada kecenderungan-kecen-&lt;br /&gt;derungan pribadinya namun sampai kini isi hati beliau belum sepenuh-&lt;br /&gt;nya temngkap. Apa enaknya dalam berupaya menahan orang dan per-&lt;br /&gt;buatan tercela dengan kekuatan pedang? Bila satu kali pemah meraih&lt;br /&gt;pedang dengan tujuan mencegah hal-hal yang buruk, maka akan menja-&lt;br /&gt;di puaskah sampai di situ? Tidak, bahkan seyogyanya ada tujuan lain-&lt;br /&gt;nya dan tujuan itu tidak sulit dicari. Jika sebuah saja ayat AI-Qur'an&lt;br /&gt;dilepaskan dari konteksnya lalu diberi arti sesuai dengan kemauan sen-&lt;br /&gt;diri maka tujuan itu dengan mudah didapat. Temyata, seraya menern-&lt;br /&gt;puhjalan yang mudah ini Maulana Maududi bertutur,&lt;br /&gt;"'~' \  P PL/&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;"Dalam kalimat ~itl l ~~• ~•  (Hingga mereka memba-&lt;br /&gt;yar jiziah) telah dikernukakan tujuan dan maksud perang semacarn&lt;br /&gt;itu dengan sebaik-baiknya (yaitu peperangan yang dilakukan de-&lt;br /&gt;ngan maksud mencegah orang dari hal-hal yang buruk, pen.); jika&lt;br /&gt;dikatakan     ) rP ~L "   yakni, hingga mereka menerima Islam,&lt;br /&gt;Ll*•~'cf&lt;br /&gt;tentu vane dimaksudkan itu ialah memaksa mereka untuk masuk&lt;br /&gt;Islam dengan kekuatan pedang.Tetapi kata-kata ~ ~ ý ~: ~ " "&lt;br /&gt;4Q&lt;br /&gt;(hingga mereka mcmbayarjiziah) menyatakan bahwa kerclaani mc-&lt;br /&gt;reka membayar jiziah merupakan tujuan terakhir peperatigan&lt;br /&gt;dan sesudah itu tidak dapat dilakukan pcnyerangan tcrhadalp ji-&lt;br /&gt;wa dan harta kekayaan mereka, baik mereka menerima Islam atau&lt;br /&gt;tidak menerima" (Al-Jihad Fil Islam, him. 93).&lt;br /&gt;Saya harap para pernbaca telah memahami dengan seksama kata&lt;br /&gt;pendahuluan tadi bahwa akal yang tidak bebas bila memperoleh sedikit&lt;br /&gt;kemahiran dalam ilmu, ia mengernukakan ke-hadapan khalayak dunia&lt;br /&gt;konkiusi-konkiusi yang kacau lagi amat berbahaya. Ini merupakan suatu&lt;br /&gt;ironi yang amat keji bahwa pernbahasan itu dimulai dengan pemyataan&lt;br /&gt;bahwa agama Islam itu menjamin kebebasan pribadi serta satu-satunya&lt;br /&gt;tujuan peperangan Islam itu hanya mengimbangi tindakan para musuh&lt;br /&gt;Islam yang sedang menindas kebebasan beragama; maka, tiba-tiba dike-&lt;br /&gt;rnukakannya pandangan bahwa sebenarnya ajaran agama Islam itu meli-&lt;br /&gt;puti dua hal, ialah, menyuruh berbuat baik dan melarang perbuatan ti-&lt;br /&gt;dak baik; karena perintah untuk memaksa orang berbuat baik adalah&lt;br /&gt;berlawanan dengan Islam, tentu Islam tidak berbuat demikian tetapi&lt;br /&gt;oleh karena perbuatan-perbuatan yang buruk sama sekali tidak dapat&lt;br /&gt;ditolerir maka itu Islam menyuruh berperang dengan tujuan mengikis&lt;br /&gt;habis seluruh kejahatan dari seluruh penjuru dunia. Pada akhirnya ia&lt;br /&gt;mengambil konkiusi bahwa oleh karena peperangan itu bertujuan me-&lt;br /&gt;ngikis habis kejahatan-kejahatan maka Islam merasa puas dengan me-&lt;br /&gt;nerima jiziah dan "Sesudah itu tidak dapat dilakukan penyerangan&lt;br /&gt;terhadap jiwa dan harta kekayaan mereka, baik mereka menerima&lt;br /&gt;Islam atau tidak menerima." Sesampainya di sini Maulana sama sekali&lt;br /&gt;melupakan separuh Islam lagi, yaitu, melarang kejahatan sebab bila&lt;br /&gt;jiziah  diperoleh  maka tercapailah   sudah tujuan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Temyata, sampai-sampai apa yang dimaksudkan dengan  menerima&lt;br /&gt;atau menolak Islam itu lupa disebutkan. Amar bil ma'ruf  da.nNahi&lt;br /&gt;ami munkar  dua-duanyakah  atau salah satu di antara keduanya?&lt;br /&gt;LOMPATAN TERAKHIR&lt;br /&gt;Tetapi, sampai kini Maulana Sahib belum dapat menyatakan se-&lt;br /&gt;penuhnya kata hati beliau dan masih lagi tinggal satu lompatan terakhir.&lt;br /&gt;Daya naluri Maududi tidak dapat berpikir bahwa penyiaran Islam ti-&lt;br /&gt;dak mempunyai pertalian sedikit pun dengan pedang dan bahwa tanpa&lt;br /&gt;kekerasan pun ada agama yang dapat tersebar di dunia. Temyata, se-&lt;br /&gt;telah mengernukakan penerimaan jiziah sebagai tujuan peperangan ls-&lt;br /&gt;Rh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~m tsrliau benisaha membuktikan bahwa pokoknya untuk penyebaraii&lt;br /&gt;Islلm tidak ada jalan lain melainkan pedang dan sesuai dengan ucapan&lt;br /&gt;Juggeris, 'Thé cat is out of thé bag" (kucing itu melompat keluar dari&lt;br /&gt;kantang) — isi hati beliau akhirnya telah keluar pula dan tiba-tiba Mau-&lt;br /&gt;igJia mengambil suatu lompatan dengan menuduh wujud suci Rasulu-&lt;br /&gt;llah saw.,  "Namun, ketika setelah mukjizat-mukjizat gagal sang Da'i&lt;br /&gt;Islam itu meraih pedang ......................" dan serta-mertamemuntahkan&lt;br /&gt;segala yang sampai kini masih tertimbun di hati. (Sayang, sebelum sam-&lt;br /&gt;pai kepada titik ini langkah-langkah beliau masih dalam bâtas perolok-&lt;br /&gt;olokan maka dengan lompatan ini langkah-langkah itu masuk dalam&lt;br /&gt;daerah kezaliman yang nyata). Dan dengan cara khas beliau, seraya&lt;br /&gt;menyatakan siang sebagai malam dan malam sebagai siang, menampak-&lt;br /&gt;kan citra berdarah dalam rangka penyebaran agama ini sebagai kebe-&lt;br /&gt;naran yang senyata-nyatanya. Konkiusi terakhir dari semua halaman&lt;br /&gt;hitam itu sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Sebagaimana hainya tidak benar mengatakan bahwa Islam&lt;br /&gt;memaksa orang-orang menerima Islam dengan kekuatan pedang,&lt;br /&gt;demikian pula hainya ucapan ini pun salah bahwa pedang tidak&lt;br /&gt;mempunyai peran apa pun dalam penyebaran Islam" (Al-Jihad Fil&lt;br /&gt;Islam, him. 138).&lt;br /&gt;Tainpak kepada Anda dari mana Maulana bertolak dan telah sam-&lt;br /&gt;pai ke mana, dengan tujuan apa pedang dipegangnya dan di mana di-&lt;br /&gt;pergunakannya? Melihat diplomasi Maulana demikian, jalan pikiran ma-&lt;br /&gt;nusia dengan sendirinya beralih kepada gambaran negara-negara yang&lt;br /&gt;tadinya memanggui senjata untuk tujuan bêla diri tapi akhirnya mulai&lt;br /&gt;mempergunakannya untuk tujuan-tujuan agresi. Maulana mempunyai&lt;br /&gt;kesenangan berbuat semau beliau dan dapat pula berpikir menurut cara&lt;br /&gt;beliau sendiri tetapi sekurang-kurangnya beliau harus berhati-hati su-&lt;br /&gt;paya jangan dengan tangan beliau sendiri membuka pintu benteng&lt;br /&gt;bagi musuh dengki yang sejak semula terus menerus melancarkan se-&lt;br /&gt;rangan-serangan keras terhadap Islam dan setiap saat bersiap-siap men-&lt;br /&gt;can dan mempergunakan segala macarn kesempatan!&lt;br /&gt;Seandainya Maulana tidak sempat menelaah AI-Qur'an dan Hadis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wau sedikit pun tidak mengenal sejarah Islam saya akan merasa puas&lt;br /&gt;XM~IL                        ,.«      •»         lllrl       *.     •«1        1•4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pwa apa yang dikatakan oleh Maulana itu timbuinya dan ketunaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U. Tetapi sayang, tiada alasan untuk berkata demikian sebab beliau&lt;br /&gt;Suliki  dan  mengetahui  ilmu  itu semuanya. Kendati fakta-fakta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/112694822874465107-5998805025971695920?l=sundakelana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sundakelana.blogspot.com/feeds/5998805025971695920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/04/penumpahan-darah-atas-nama-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/5998805025971695920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/112694822874465107/posts/default/5998805025971695920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sundakelana.blogspot.com/2009/04/penumpahan-darah-atas-nama-agama.html' title='PENUMPAHAN DARAH ATAS NAMA AGAMA'/><author><name>Sunda Kelana</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_dfxHsQp5aps/SkikZmGVlyI/AAAAAAAAATM/IAfbgbXK0wI/S220/abi.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-112694822874465107.post-3288764359533516282</id><published>2009-04-13T03:25:00.000-07:00</published><updated>2009-04-13T03:30:01.060-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHTERA NUH'/><title type='text'>BAHTERA NUH</title><content type='html'>DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-   Kata Pengantar ……………………………..………………………………  vii&lt;br /&gt;- Sambutan Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia ……………………………   viii&lt;br /&gt;- Bahtera Nuh ……………………………………………………………….    ix&lt;br /&gt;- Daftar isi …………………………………………………………………..     x&lt;br /&gt;- Suntikan Tha’un…………………………....………………………………     1&lt;br /&gt;- Ajaran……………………………………....………………………………    15&lt;br /&gt;- Jangan cemas akan kutuk laknat dunia  ..….. ……………………………...   18&lt;br /&gt;- Kemuliaan di langit …………………...……………………………………   20&lt;br /&gt;- Siapakah Warga Jemaat ? …………………..………………………………   28&lt;br /&gt;- Tuhan Mahaperkasa …………………….......………………………………  30&lt;br /&gt;- Cukup Allah sebagai pelindungmu………….………………………………  33&lt;br /&gt;- Jangan meniru kaum lain ………………….. ………………………………  35&lt;br /&gt;- Pintu wahyu masih terbuka ………………..………………………………    38&lt;br /&gt;- Ketinggian Alquran ………………………..………………………………    40&lt;br /&gt;- Nubuatan dalam Al-Fatihah ………………..……………………………….  66&lt;br /&gt;- Kedudukan Sunnah …………………………………………………………  86&lt;br /&gt;- Kedudukan Hadits ………………………….………………………………   87&lt;br /&gt;- Menguji Sahih tidaknya hadits ……………..………………………………   90&lt;br /&gt;- Keyakinan membebaskan manusia dari dosa. ………………………………  94&lt;br /&gt;- Jangan puas dengan Hikayat-hikayat …….…………………………………  96&lt;br /&gt;- Sarana memperoleh kesucian ialah Shalat . ………………………………… 98&lt;br /&gt;- Hai para Hartawan …………………………………………………………  100&lt;br /&gt;- Wahai para Ulama …………………………………………………………  103&lt;br /&gt;- Halaman tambahan …………………….......………………………………  112&lt;br /&gt;- Sejemput Nasihat bagi Kaum Wanita ……...………………………………  116&lt;br /&gt;- Kata-kata penutup ………………………….………………………………  118&lt;br /&gt;- Anjuran Sumbangan untuk perluasan Rumah ……………………………… 125 &lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;SAMBUTAN AMIR &lt;br /&gt;JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam berteriak keras, memperingatkan manusia, agar segera mengoreksi diri, melihat dirinya secara seksama, ada apa gerangan yang terjadi pada dirinya, yang mengakibatkan alam (yang di ciptakan Allah swt. untuk manusia) jadi tidak bersahabat lagi dengan manusia. Bumi bergoyang(gempa bumi), longsor, banjir, angin ribut, kebakaran, penyakit, hama dan perang yang hampir seluruhnya membawa kerugian kepada manusia.Bumi bergoyang karena ijin Allah demikian pula tanah longsor, banjir, angin ribut dll. seluruhnya terjadi dengan ijin Allah yang Memiliki alam se-isinya termasuk manusia.&lt;br /&gt;Lalu, apakah Allah swt telah memperingatkan manusia akan terjadinya semua mala-petaka ini, kapan malapetaka itu akan terjadi dan apa sebenarnya tujuan dari pengiriman malapetaka ini?&lt;br /&gt;Nabi Nuh as. di perintahkan Allah swt. untuk membuat kapal karena banjir segera akan datang. Ummat Nabi Nuh menertawakan termasuk puteranya juga ikut barisan penentang Nabi Nuh as.. Lalu apa yang terjadi? Banjir memang terjadi menelan dan membinasakan harta benda dan manusia yang mengingkari Nabi Nuh. Selamatlah Nabi Nuh as. beserta pengikut beliau.&lt;br /&gt;Banjir yang menimpa kaum Nabi Nuh as. dulu, kini telah datang, bukan hanya disatu daerah, namun hampir di seluruh dunia. Gempa Bumi, tanah longsor, angin ribut, kebakaran dan terakhir bom yang menghancurkan harta benda termasuk manusia menjadi korban, juga telah terjadi dan akan terus terjadi.&lt;br /&gt;Pertanyaan yang muncul, mana Nabi Nuh-nya? Adakah seorang Nabi telah datang dan kita semua mengingkarinya sehingga malapetaka ini terus-menerus terjadi?&lt;br /&gt;Buku Bahtera Nuh yang akan diterbitkan ulang ini sangat baik serta bermutu tinggi untuk menjawab pertanyaan, bagaimanakah caranya  kita menyelamatkan diri dari kebinasaan yang terus menerus mengancam ini? Pengarang Buku ini, Hadhrat Mirza Gulam Ahmad as. adalah yang mendapat perintah dari Allah Swt. untuk membuat Bahtera seperti halnya perintah yang diterima oleh Nabi Nuh as. untuk menyelamatkan kaumnya.&lt;br /&gt;Kepada saudara-saudaraku bangsa Indonesia, khususnya para pencari Kebenaran, simaklah buku ini dengan baik dan berdo’alah semoga kita semua mendapatkan Jalan Keselamatan seperti halnya para pengikut Nabi Nuh as. yang diselamatkan oleh Allah swt.&lt;br /&gt;Khususnya bagi saudara-saudaraku warga Jemaat, bacalah berulang-ulang buku ini, baik untuk diri sendiri maupun keluarga agar tidak satu-pun anggota keluarga kita yang luput dari Keselamatan yang di Janjikan oleh Allah swt. Bai’at secara lahir belum berarti apa-apa karena di langit baru akan tergolong dalam warga Jemaat setelah kita benar-benar melangkahkan kaki pada jalan ketakwaan.&lt;br /&gt;Semoga Allah swt. meridho semua usaha kita, amin.&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku “Bahtera Nuh” yang ada di tangan para pembaca ini merupakan karya Hadhrat Mirza Gulam Ahmad as, diterbitkan untuk pertama kali tahun 1902 dengan judul “Kisyti Nuh” dalam bahasa Urdu. Buku ini telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa dunia, termasuk kedalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;Penerbitan dalam bahasa Indonesia mulai dilakukan tahun 1947, penerbitan kedua tahun 1978, ketiga tahun 1991, ke-empat tahun 1993, ke-lima tahun 1996 dan yang ke 6(enam) tahun 2003 ini.&lt;br /&gt;Walaupun sudah berusia seratus satu tahun hingga saat ini, isinya masih tetap kuat, hangat dan sangat sesuai dengan perkembangan dunia sekarang ini yang semakin lama semakin mengarah ke-kebinasaan.&lt;br /&gt;Masyarakat dunia sedang berusaha mencari jalan untuk menyelamatkan diri dari kehancuran namun tidak satu pun “jalan keluar” yang memberi “jaminan” bahwa bila kita berpegang kepada “pegangan” itu, kita akan selamat dari kehancuran dan kebinasaan dunia &amp; akhirat. Pegangan demi pegangan itu terus di upayakan namun hingga saat ini terasa semakin jauh, semakin di upayakan semakin tidak menentu dan semakin seperti fatamorgana, ummat manusia umumnya dan ummat Islam khususnya terus menderita. &lt;br /&gt;Buku “Bahtera Nuh” ini antara lain berisi “Jaminan”, bahwa bila kita masuk kedalam “Bahtera” ini dengan sebenar-benarnya, maka akan mendapatkan keselamatan seperti selamatnya para pengikut Nabi Nuh dari kehancuran.&lt;br /&gt;Yayasan Wisma Damai mendapat kehormatan untuk kembali menerbitkan buku ini dan semoga para pembaca dapat memanfaatkan secara maksimal untuk mendapatkan “Keselamatan” yang dijanjikan.&lt;br /&gt;Allah swt. senantiasa mendengar do’a kita. Karena itu marilah kita berdo’a semoga kita, khususnya para pembaca sekalian, dan lebih khusus lagi para pencari kebenaran dan keselamatan, dapat memperoleh keselamatan dari Allah swt., amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Maret 2003&lt;br /&gt;Yayasan Wisma Damai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHTERA NUH (KISYTI NUH)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul kedua : Dakwah Keimanan (Da’watul Iman)&lt;br /&gt;Judul ketiga  : Pengukuh Keimanan (Taqwiyatul Iman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                             - arabic -&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buatlah bahtera itu dengan pengawasan petunjuk wahyu Kami. Sesungguhnya orang-orang yang bai’at kepada engkau, mereka sesungguhnya bai’at kepada Allah, Tangan Allah di atas tangan mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ayat-ayat itu wahyu Ilahi dalam Alquran yang turun kepadaku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Risalah ini merupakan bagai suntikan samawi yang dipersiapkan&lt;br /&gt; bagi Jemaatku berkaitan dengan wabah tha’un (pes).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                      - arabic -&lt;br /&gt;“Mengapakah Allah akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Mahamensyukuri lagi Mahamengetahui” (An-Nisa: 148).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                         - arabic -&lt;br /&gt;“Naiklah kamu sekalian ke dalam bahtera ini dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berla&lt;br /&gt;buhnya. Tiada yang dapat melindungi hari ini dari takdir Ilahi selain Allah Yang Mahapenyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Qadian, 5 Oktober 1902&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUNTIKAN THA’UN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekali-kali tidak akan menimpa musibah kepada kami selain apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dia pelindung kami dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal” (9:51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patutlah bersyukur bahwa karena rasa kasihan kepada rak- yatnya dalam rangka usaha membasmi wabah tha’un (pes), peme- rintah kerajaan Inggeris [Pada waktu risalah ini ditulis, India masih dijajah oleh Inggeris, Peny.] telah merencanakan gerakan suntikan untuk kedua kalinya. Dan, demi kesejahteraan ummat Tuhan, pe- merintah telah memikul sejumlah biaya yang meliputi beratus-ratus ribu rupees. Sesungguhnya, tiap warganegara yang bijaksana berkewajiban untuk menyambut gerakan itu dengan rasa terima kasih. Dan mereka yang berprasangka terhadap gerakan suntikan itu sungguh amat bodoh dan sebenarnya memusuhi dirinya sendiri. Sebab, telah berkali-kali terbukti di dalam pengalaman bahwa pe- merintah sangat berhati-hati (dalam tindakannya itu) – tidak mau melancarkan suatu cara pengobatan yang berbahaya; bahkan peme- rintah selamanya memperkenalkan suatu usaha yang terbukti benar -benar berfaedah, apabila sudah mengadakan banyak kali eksperi- men di dalam usaha-usaha serupa itu.&lt;br /&gt;Adalah suatu sikap yang jauh dari kewajaran dan peri ke- manusiaan jika orang mengadakan penilaian terhadap tindakan pe- merintah, yang dengan tulus ikhlas telah mengeluarkan beratus-ratus ribu rupees untuk tujuan itu, sebagai tindakan yang mempu- nyai latar-belakang tujuan tertentu untuk kepentingan sendiri. Alangkah malang nasib mereka yang mempunyai sangka buruk sejauh itu.&lt;br /&gt;Sedikit pun tidak diragukan bahwa sampai sekarang upaya setinggi-tingginya dan semaksimal-maksimalnya, yang dapat dila- kukan oleh pemerintah di alam serba kebendaan ini, ialah upaya kebendaan itulah, yakni melancarkan gerakan suntikan. Bagaimana pun tidak dapat orang ingkari bahwa upaya itu telah terbukti ber- manfaat. Wajiblah bagi semua warganegara untuk memperhatikan sarana itu dan membantu melepaskan beban pemerintah yang ber- maksud hendak menyelamatkan jiwa rakyat.&lt;br /&gt;Akan tetapi dengan segala hormat, kami ingin mengatakan kepada pemerintah yang baik hati itu, bahwa seandainya tidak ada suatu rintangan samawi, maka kamilah yang pertama-tama dianta- ra semua warganegara yang akan minta disuntik. Rintangan sama- wi itu ialah, sebab Tuhan menghendaki untuk memperlihatkan sua- atu Tanda kasih-sayang dari langit di zaman ini kepada ummat ma- nusia. Oleh karena itu, Dia berfirman kepadaku bahwa Dia akan  menyelamatkan aku dari wabah tha’un beserta semua orang yang tinggal di dalam tembok rumahku – yaitu yang melupakan diri dan menyatukan diri dengan diriku, seraya patuh dan taat secara sem- purna, disertai ketakwaan yang setulus-tulusnya. Dan ini akan me- njadi Tanda Ilahi di zaman mutakhir ini, saat Dia memperlihatkan perbedaan di antara satu kaum dengan kaum yang lain. Akan tetapi yang tidak mematuhi secara sempurna, mereka itu bukanlah dari padaku. Mereka itu tidak usahlah dihiraukan. Demikianlah perin- tah Ilahi!&lt;br /&gt; Oleh sebab itu, bagi diriku dan bagi semua orang yang ting- gal di dalam dinding rumahku tidak perlu suntikan. Karena seba- gaimana tadi telah kuterangkan, Tuhan Yang memiliki langit dan bumi, semenjak dahulu telah menurunkan wahyu kepadaku, bahwa Dia akan menyelamatkan dari kematian karena wabah tha’un seti- ap orang yang tinggal di dalam dinding rumahku, tapi dengan sya- rat bahwa mereka melepaskan semua kehendak untuk melawan, la- lu masuk ke dalam lingkungan orang-orang yang bai’at dengan pe- nuh keikhlasan, ketaatan dan merendahkan diri. Lagi dengan syarat bahwa mereka dengan cara apapun tidak bertakabur, melawan, sombong, lalai, congkak dan tinggi hati di hadapan perintah-perin- tah Ilahi dan utusan-Nya dan akan bertingkah-laku sesuai dengan Ajaran-Nya.&lt;br /&gt;Tuhan berfirman pula kepadaku bahwa, pada umumnya, wabah tha’un yang menghancur-luluhkan itu – dan karenanya orang-orang akan mati terhantar bagai anjing, dan karena derita kesedihan dan kebingungan orang-orang menjadi gila – tidak akan melanda Qadian. Lagi, pada umumnya semua orang dalam Jemaat- ku, betapapun banyak bilangannya dibandingkan dengan orang-orang yang menentangku akan terpelihara dari wabah tha’un. Akan tetapi, wabah tha’un dapat menjangkiti orang-orang di antara me- reka yang tidak menepati janji mereka dengan sepenuh-penuhnya atau karena sebab lain yang tersembunyi tentang mereka, dan ha- nya Allah yang mengetahui. Akan tetapi pada akhirnya, orang akan mengakui dengan pandangan ketakjuban bahwa secara relatif dan komparatif, pertolongan Tuhan ada di samping golongan ini. Dan demikian rupa Dia telah menyelamatkan mereka dengan rahmat-Nya yang istimewa sehingga tidak ada tara bandingannya. Menge- nai hal ini sebagian orang yang bodoh akan tercengang dan seba- gian lagi akan menertawakan, sedangkan sebagian lagi akan me- nyebut aku orang gila. Sebagian lagi akan merasa heran bahwa apakah ada Tuhan serupa itu, Yang tanpa menggunakan sarana-sarana kebendaan pun dapat menurunkan rahmat-Nya?&lt;br /&gt;Untuk menjawabnya ialah, memang tidak diragukan lagi bahwa Tuhan Yang Mahakuasa serupa itu memang ada. Seandai- nya Tuhan serupa itu tidak ada, maka orang-orang yang mempu- nyai ikatan tali silaturahmi dengan Dia pasti akan binasa di dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;Wujud Yang Mahakuasa itu ajaib dan kekuasaan-kekuasa- an-Nya yang kudus pun ajaib pula. Pada satu pihak Dia membiar- kan orang-orang yang menentang (kebenaran) leluasa bertindak keras terhadap sahabat-sahabat-Nya bagaikan terhadap anjing-anjing dan pada pihak lain Dia memerintahkan para malaikat untuk mengkhidmati mereka (sahabat-sahabat-Nya) itu. Demikian pula apabila kegusaran-Nya bangkit dan bersimaharajalela di seluruh jagat dan kemurkaan-Nya bergejolak terhadap orang-orang aniaya, maka mata-Nya memberi perlindungan kepada orang-orangNya yang tertentu. Jika tidak demikian keadaannya, maka tugas orang-orang suci akan menjadi kacau-balau dan tidak seorang pun dapat mengenal-Nya.&lt;br /&gt;Kekuasaan-kekuasaan-Nya tidak terbatas, akan tetapi keku- asaan-kekuasaan itu nampak kepada orang-orang menurut kadar  keyakinan mereka masing-masing. Terhadap mereka yang dianu- gerahi keyakinan serta kecintaan dan yang memutuskan segala hu- bungan kecuali dengan Dia dan yang dijauhkan dari kebiasaan-kebiasaan memanjakan hawa nafsu mereka, kekuasaan-kekuasaan itu akan nampak secara luar biasa. Tuhan berbuat apa yang Dia ke- hendaki. Akan tetapi, kehendak untuk memperlihatkan kekuasaan-kekuasaan-Nya secara luar biasa itu hanya bagi mereka yang mau merobek-robek kebiasaan-kebiasaan mereka demi mementingkan Dia. Pada zaman ini amat sedikit orang-orang yang mengenal Dia dan percaya kepada kekuasaan-Nya yang ajaib itu. Kebalikannya, terdapat banyak orang yang sama sekali tidak percaya kepada Tuhan Yang Mahakuasa yang suara-Nya didengar oleh segala se- suatu, yang bagi-Nya tiada sesuatu yang mustahil.&lt;br /&gt;Pada tempat ini baiklah diingat bahwa walaupun tiada do- sanya berobat untuk melawan penyakit tha’un (pes) dan penyakit lainnya, bahkan tercantum dalam sebuah hadits bahwa tiada sesua- tu penyakit pun yang bagi penyakit itu Tuhan tidak menciptakan obatnya. Akan tetapi, aku menganggap diriku berdosa jika aku me- ragukan Tanda Tuhan  melalui suntikan yang Dia ingin tampakkan kepada kita dengan sejelas-jelasnya di atas muka bumi ini. Aku ti- dak ingin mencemari kehormatan tanda-Nya yang benar dan janji-Nya yang benar dengan menganbil faedah dari suntikan. Jika aku berbuat demikian, niscaya aku patut dituntut karena dosa itu, sebab aku tidak mempercayai janji Tuhan yang telah diberikan kepadaku. Dan seandainya demikian, maka semestinya aku berterima-kasih kepada sang dokter yang telah menemukan serum suntikan ini dan bukanlah bersyukur kepada Tuhan yang telah berjanji kepadaku bahwa tiap orang yang tinggal di dalam dinding rumahku akan diselamatkan oleh Dia.&lt;br /&gt;Aku berkata berdasarkan penglihatan rohani bahwa janji-janji Tuhan Yang Mahakuasa itu benar dan aku menyaksikan saat-saat yang akan datang demikian jelasnya sehingga seakan telah ti- ba layaknya. Aku pun mengetahui bahwa tujuan pemerintah yang sebenarnya ialah, menyelamatkan orang-orang dari wabah tha’un dengan jalan apa pun dan apabila di masa yang akan datang peme- rintah menemukan suatu sarana yang lebih mujarab dari pada sun- tikan untuk menyelamatkan rakyat dari bahaya tha’un, maka peme- rintah dengan senang hati akan menerimanya. Dalam keadaan ini jelaslah bahwa cara yang telah direstui Tuhan untuk ditempuh olehku tidaklah bertentangan dengan tujuan pemerintah. Dan dua puluh tahun yang lalu tercantum di dalam kitabku Barahin Ahmadiyah berupa nubuatan mengenai wabah tha’un yang maha dahsyat itu dan juga tercantum mengenai janji limpahan berkat istimewa bagi Jemaat ini. Lihatlah Barahin Ahmadiyah halaman 518 dan 519. Kemudian, kecuali itu ada nubuatan yang tegas dari Tuhan, bahwa orang-orang mukhlis yang tinggal di dalam batas-batas rumahku dan yang tidak bertakabur di hadapan Allah dan Utusan-Nya, akan diselamatkan dari malapetaka tha’un dan secara relatif maupun secara komparatif karunia Tuhan yang istimewa akan tetap menyertai Jemaat ini, walaupun ada kalanya oleh karena kelemahan iman atau oleh karena cela dalam amal atau oleh karena ajal yang telah jadi suratan takdir atau oleh karena sesuatu sebab lain yang diketahui Allah, peristiwa semacam itu terjadi di dalam Jemaat ini. Maka peristiwa yang langka itu boleh dikatakan tidak ada. Biasanya pada waktu mengadakan perbandingan yang orang perhatikan ialah jumlah angka. Sebagaimana telah dibuktikan sen- diri oleh pemerintah dalam pengalaman, jumlah kematian di antara orang-orang yang telah mendapat suntikan anti tha’un dibanding- kan dengan jumlah kematian di antara orang-orang yang tidak mendapat suntikan adalah sangat sedikit.&lt;br /&gt;Jadi, seperti halnya peristiwa kematian yang jarang terjadi tidak dapat mengurangi pentingnya arti suntikan, demikian pula mengenai Tanda ini jika di Qadian peristiwa tha’un terjadi – yang secara komparatif sangat kurang atau kadangkala ada juga seorang-orang di dalam Jemaat ini meninggal dunia akibat penyakit itu – maka nilai Tanda itu pasti tidak akan berkurang.&lt;br /&gt;Nubuatan ini ditulis sesuai dengan kata-kata yang diucap- kan oleh Kalam Suci Tuhan. Adalah tidak layak bagi seorang bijak kalau ia dari semula memperolok-olokan Kalam Samawi. Ini ada- lah Kalam Ilahi dan bukanlah ucapan seorang ahli nujum. Ini ada- lah cahaya yang ditangkap indera penglihatan yang nyata dan bu- kanlah patgulipat permainan kegelapan. Ini adalah Kalam Ilahi yang telah membangkitkan wabah tha’un dan Dia-lah yang dapat melenyapkannya.&lt;br /&gt;Pemerintah pasti akan menghargai nubuatan ini kelak, bila pemerintah akan menyaksikan betapa mengherankannya orang-orang ini yang tetap sehat wal afiat dibandingkan dengan orang-orang yang mendapat suntikan. Dan aku berkata dengan sejujur-jujurnya, bahwa apabila tidak terjadi keadaan yang sesuai dengan nubuatan yang sebenarnya telah dikumandangkan semenjak dua puluh atau dua puluh dua tahun yang lalu, maka aku bukanlah dari Tuhan.&lt;br /&gt;Sebagai tanda bahwa aku datang dari Tuhan ialah, orang-orang mukhlis yang tinggal di dalam dinding rumahku akan tetap terpelihara dari kematian akibat penyakit ini. Dan warga Jemaatku seutuhnya – secara relatif dan secara komparatif – akan tetap terpe- lihara dari serangan wabah tha’un. Dan kesejahteraan yang terda- pat di dalam Jemaat ini pasti tidak terdapat tara bandingannya pada golongan lain. Dan kegemparan wabah tha’un yang membinasakan itu tidak akan melanda Qadian kecuali sedikit atau jarang-jarang.&lt;br /&gt;Alangkah baiknya jika hati orang-orang itu lurus dan takut kepada Tuhan, supaya mereka benar-benar akan diselamatkan. Se- bab, siksaan (azab) tidak turun kepada seorang di alam dunia ini disebabkan perbedaan agama, karena mengenai itu pertanggung-jawabannya akan diminta nanti pada hari kiamat. Di dunia ini sik- saan turun hanya akibat kenakalan, keangkuhan dan terlampau ba- nyak dosa. Dan perlu diingat pula, bahwa di dalam Alquran suci dan bahkan juga di dalam beberapa bagian Taurat [Khabar tentang berjangkitnya wabah tha’un di zaman Masih Mau’ud dalam kitab-kitab Bible tercantum pada Zakaria 14:12, Injil Matius 24:8 dan Wahyu-wahyu 22:8, Pen.] terdapat khabar, bahwa di masa Masih Mau’ud akan berjangkit wabah tha’un. Bahkan Hadhrat Masih as. pun mengabarkan mengenai itu di dalam Injil. Dan tidaklah mung- kin kalau nubuatan-nubuatan para nabi akan meleset.&lt;br /&gt;Hendaknya juga diingat, bahwa adalah wajib bagi kita un- tuk menjauhi upaya-upaya ciptaan manusia karena sudah ada janji Tuhan agar orang-orang yang anti jangan sampai mengaitkan Tan- da Ilahi itu kepada hal-hal lain. Akan tetapi, apabila di samping itu Allah Taala sendiri dengan perantaraan Kalam-Nya menunjukkan sesuatu upaya atau memberitahukan sesuatu obat, maka upaya atau obat serupa itu tidaklah menjadi halangan bagi Tanda itu, sebab upaya atau obat itu datang dari Tuhan yang dari pada-Nya juga Tanda itu datang.&lt;br /&gt;Hendaknya jangan ada yang mempunyai dugaan bahwa kalau kadangkala seseorang di dalam Jemaat kita mati akibat wa- bah tha’un, lantas nilai serta martabat Tanda itu akan berkurang. Sebab pada zaman dahulu Musa as. dan Yesaya as. dan pada akhirnya Nabi kita saw. mendapat perintah untuk barangsiapa yang telah mengangkat pedang dan membunuh ratusan jiwa, mereka itu boleh dibunuh dengan pedang pula. Dan ini merupakan suatu Tanda dari para nabi itu yang sesudah itu mereka mendapat kemenangan besar. Padahal dalam bentrokan itu di pihak para pengikut kebenaran terdapat juga yang tewas oleh pedang pihak lawan, akan tetapi amat sedikit dan kerugian sebesar itu tidaklah berarti apa-apa untuk Tanda itu.&lt;br /&gt;Jadi demikianlah, apabila ada beberapa orang dalam Jemaat kita telah terkena wabah tha’un karena sebab-sebab tersebut diatas, maka peristiwa itu pasti tidaklah menodai sedikit pun Tanda Ilahi itu. Tidakkah ini merupakan suatu Tanda agung, bahwa seperti te- lah berkali-kali kukatakan bahwa Allah Taala akan menampakkan nubuatan itu demikian rupa sehingga setiap pencari kebenaran ti- dak akan ragu-ragu. Dan mereka akan mengerti bahwa Allah Taala telah memperlakukan Jemaat ini bagai mukjizat. Bahkan bagai Tanda Ilahi akibatnya ialah Jemaat ini akan berkembang dalam jumlahnya dengan perantaraan wabah tha’un dan akan maju secara luar biasa pesatnya. Kemajuan itu akan disaksikan dengan takjub, sedangkan lawan terus-menerus menderita kekalahan pada setiap kesempatan sebagaimana telah kutulis dalam kitab Nuzulul Masih. Seandainya Tuhan tidak memperlihatkan perbedaan di antara Jemaat ini dengan golongan-golongan lainnya, niscayalah mereka berhak mendustakan diriku. Sampai sekarang apa yang mereka dustakan, dengan itu mereka hanya mengundang laknat belaka. Umpamanya, mereka berulang-ulang berteriak-teriak bahwa Athim tidak mati dalam tempo lima belas bulan, sedangkan nubuatannya dengan tegas mengatakan, bahwa apabila ia kembali kepada kebe- naran maka ia tidak akan mati di dalam tempo lima belas bulan itu. Maka di tengah berlangsungnya pertemuan debat, ia di hadapan tujuh puluh orang-orang terhormat bertobat dari menyebut Rasulullah saw. sebagai dajjal dan bahkan bukan hanya itu saja, ia pun telah membuktikan tobatnya dengan tutup mulut dan dengan menunjukkan ketakutan selama lima belas bulan. Latar belakang nubuatan itu ialah, karena ia telah menyebut Rasulullah saw. seba- gai dajjal. Oleh karena itu ia mengambil faedah dari tobatnya ha- nya sekedar sampai disitu, yakni matinya akan terjadi sesudah le- wat lima belas bulan, tapi memang ia mati juga. Terjadinya hal de- mikian ialah, karena di dalam nubuatan itu dinyatakan bahwa salah satu di antara kedua pihak yang tidak benar dari segi kepercayaan- nya, ia akan mati lebih dahulu. Maka ia mati lebih dahulu dari pada diriku.&lt;br /&gt;Demikianlah khabar-khabar ghaib yang telah disampaikan Allah Taala dan telah menjadi kenyataan pada waktunya adalah berjumlah tidak kurang dari sepuluh ribu buah. Akan tetapi di da- lam kitab Nuzulul Masih yang sedang dicetak hanya disebutkan seratus lima puluh buah untuk contoh beserta bukti dan saksi-saksinya dan tiada suatu pun dari nubuatan-nubuatanku itu yang tidak menjadi kenyataan atau dari dua bagiannya sebagian belum menjadi sempurna.&lt;br /&gt;Andaikata seseorang mencari-cari sampai ia tutup usia, ti- dak akan ia dapati sebuah nubuatan pun yang telah diucapkan mu- lutku dan mengenai itu ia dapat mengatakan nubuatan itu hampa belaka. Akan tetapi jika tidak punya rasa malu atau tiada mempu- nyai kesadaran berpikir, boleh sajalah ia berkata seenak hatinya. Dan aku berkata dengan tegas bahwa ada ribuan nubuatan serupa itu yang telah menjadi kenyataan dengan sejelas-jelasnya, sedang ratusan orang telah menjadi saksi terhadap nubuatan-nubuatan itu. Seandainya bandingannya dicari pada nabi-nabi terdahulu, maka tidak akan didapati bandingannya di tempat lain kecuali pada wu- jud Rasulullah saw. Andaikata lawan-lawanku mengambil keputu- san dengan cara itu pula, maka sudah lamalah mata mereka terbuka dan aku bersedia memberi hadiah besar seandainya mereka dapat menampilkan tandingan bagi nubuatan-nubuatan itu di dunia ini. Hanya semata-mata karena kenakalan atau kebodohan belaka ber- kata, bahwa nubuatan yang ini atau yang itu tidak menjadi kenya- taan, mengenai itu tidak dapat kami berbuat selain mengatakan bahwa ucapan-ucapan itu bersumber pada kekejian dan buruk sangka belaka.&lt;br /&gt;Sekiranya di dalam suatu pertemuan diadakan tukar pikiran untuk menyelidiki hal itu, niscaya mereka akan menarik kembali ucapannya atau terpaksa harus disebut tidak punya rasa malu. Ka- lau ribuan nubuatan telah menjadi sempurna persis seperti dinubu- atkan, lagi pula terdapat ribuan orang yang masih hidup dan men- jadi saksi atas penyempurnaan nubuatan itu, maka hal itu bukanlah suatu hal sepele, melainkan seolah-olah penampakan Wujud Tuhan Yang Mahaagung.&lt;br /&gt;Kecuali di masa nabi Muhammad saw. pernahkah ada za- man di mana terdapat seseorang yang menyaksikan ribuan nubuat- an yang telah disampaikan lalu nubuatan-nubuatan itu telah jadi sempurna laksana terang benderangnya siang hari dan ribuan orang telah memberi kesaksian atas penyempurnaan nubuatan-nubuatan itu? Kukatakan dengan seyakin-yakinnya, bahwa sebagaimana di zaman ini Tuhan sedang menghampiri dan menampakkan wujud-Nya, sedang ratusan perkara ghaib tengah disingkapkan tirainya bagi hamba-Nya ini, serupa itu jarang sekali terdapat contohnya pada zaman dahulu. Dalam waktu dekat orang-orang akan me- nyaksikan bahwa Wajah Tuhan akan nampak di zaman ini, seakan-akan Dia akan turun dari langit. Telah semenjak lama Dia me- nyembunyikan diri dan Dia di ingkari (manusia), tetapi Dia tetap diam. Akan tetapi sekarang Dia tidak akan bersembunyi lagi. Dunia akan menyaksikan bukti-bukti kekuasaan-Nya yang tidak pernah disaksikan nenek moyang mereka.&lt;br /&gt;Hal itu akan terjadi karena dunia telah rusak-binasa dan ka- rena orang-orang tidak lagi percaya kepada Sang Pencipta langit dan bumi. Bibir mereka menyebut nama-Nya, namun hati mereka berpaling dari pada-Nya. Oleh karena itu Tuhan berkata: “Sekarang Aku akan ciptakan langit baru dan bumi baru”. Maksudnya ialah, bumi telah mati, yakni hati orang-orang diatas bumi telah menjadi keras seakan telah mati. Sebab, Wajah Tuhan telah bersembunyi dari mereka dan tanda-tanda samawi yang ter- dahulu hanya tinggal sebagai kisah-kisah belaka semuanya. Maka Tuhan telah berkehendak untuk menciptakan bumi baru dan langit baru. Apakah langit baru itu? Dan apakah bumi baru itu?&lt;br /&gt;Bumi baru ialah hati yang suci, yang tengah dipersiapkan tangan-Nya sendiri, yang dinampakkan Tuhan, dan Tuhan akan di- nampakkan melalui hati yang suci. Sedang langit baru ialah Tanda-tanda yang sedang dinampakkan melalui tangan hamba-Nya ini de- ngan seizin-Nya juga. Akan tetapi sayang, dunia telah memusuhi penampakan-Nya yang baru ini. Pada tangan mereka tiada lain se- lain kisah-kisah belaka. Tuhan mereka hanyalah menurut citra me- reka sendiri. Hati mereka resah, semangat mereka lumpuh dan di atas mata mereka ada tutupan.&lt;br /&gt;Ummat-ummat lain telah meninggalkan Tuhan hakiki. Apa yang dapat dikatakan tentang mereka yang telah menjadikan anak manusia sebagai Tuhan? Tengoklah keadaan orang-orang Islam, betapa mereka telah melantur jauh dari Dia menjadi musuh kental bagi kebenaran dan menjadi penentang jalan lurus bagai musuh kejam.&lt;br /&gt;Umpamanya, apa-apa yang telah diserukan oleh golongan Nadwatul Ulama untuk kepentingan Islam dan golongan Anjuman Himayat-i-Islam, Lahore, yang mengumpulkan harta dari orang-orang Islam atas nama Islam. Benarkah orang-orang itu mengi- nginkan kesejahteraan bagi Islam? Apakah orang-orang ini mem- beri dukungan kepada jalan lurus? Apakah mereka ingat, di bawah musibah-musibah apakah Islam sedang dihimpit dan bagaimana- kah sunnah Ilahi akan bekerja untuk menyegarkannya kembali?&lt;br /&gt;Aku berkata dengan sesungguh-sungguhnya, sekiranya aku tidak datang, niscaya pengakuan mereka untuk mendukung Islam sedikit-banyak dapat diterima. Akan tetapi, orang-orang itu jadi orang-orang terdakwa di hadapan (meja pengadilan) Tuhan; sebab, kendati mereka mengaku sebagai pendukung Islam, namun tatkala bintang terbit di langit, mereka itulah yang pertama-tama menging- karinya. Sekarang, bagaimanakah mereka akan memberi jawaban kepada Tuhan yang telah mengutus diriku tepat pada waktunya. Akan tetapi mereka tidak acuh. Sementara matahari mendekati rembang tengah hari, menurut mereka hari masih malam. Sumber mata air Tuhan telah memancar, namun mereka masih menangis-nangis di tengah padang belantara. Sebuah aliran sungai ilmu samawi sedang mengalir, namun mereka tidak tahu menahu. Tanda-tanda Tuhan sedang menampakkan diri, namun mereka tetap lengah. Tidak hanya lengah, malahan mereka memusuhi Jemaat Ilahi. Inikah yang disebut mendukung Islam, memelihara Islam dan menegakkan ajaran Islam seperti apa yang mereka laksanakan? Apakah dengan memalingkan muka, dapat mereka rintangi kehendak Tuhan yang semenjak dahulu para nabi semuanya telah memberi kesaksian terhadap kehendak-Nya itu? Sesungguhnya nubuatan Tuhan itu dalam waktu dekat akan terbukti benar.&lt;br /&gt;Sebagaimana Allah berfirman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arabic&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah telah menetapkan, Kami dan Rasul-rasul Kami niscaya akan memperoleh keunggulan” (58:22) Peny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Tuhan sepuluh tahun yang silam telah me-ngadakan gerhana matahari dan bulan di langit pada bulan Rama- dhan untuk menampakkan kebenaran hamba-Nya ini dan Dia me- nunjukkan dua buah tanda dengan cahaya siang dan cahaya malam guna memberi kesaksian bagi diriku, demikian pula Dia telah me- nampakkan dua buah Tanda di atas permukaan bumi sesuai dengan nubuatan para nabi.&lt;br /&gt;Tanda pertama ialah sebagaimana anda sekalian baca di dalam Alquran suci:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila unta-unta akan dibebas-tugaskan” (81:5), Peny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan anda sekalian baca dalam hadits :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan akan dilepaskan unta-unta lalu tidak akan dipergunakan”. Pen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang dalam penyempurnaannya kini tengah dipersiapkan juga jalan kereta api antara Mekkah dan Medinah di negeri Hijaz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda kedua ialah wabah tha’un, sebagaimana Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tak ada suatu negeri pun, melainkan Kami membina- sakannya sebelum hari kiamat atau Kami beri azab kepada penduduknya dengan azab keras” (17:59), Peny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Allah Taala telah memungkinkan kereta api berjalan di negeri ini dan juga menjangkitkan tha’un agar bumi jadi saksi, begitu pun langit menjadi saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu janganlah mengadakan konfrontasi dengan Tuhan. Berkonfrontasi dengan Tuhan adalah suatu perbuatan bo- doh. Sebelum ini, ketika Tuhan berkehendak menjadikan Adam as. sebagai khalifah, para malaikat menghalang-halangi kehendak itu, akan tetapi, apakah Tuhan membatalkan kehendak-Nya karena per- kataan mereka itu? Sekarang Tuhan berfirman lagi waktu mem- bangkitkan Adam kedua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku telah berkehendak untuk menjadikan khalifah. Maka Aku telah menciptakan Adam ini”. &lt;br /&gt;[Lihat kitab “Tadzkirah” halaman 211, cetakan 1935, Peny.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, cobalah katakan, apakah anda sekalian dapat me- rintangi kehendak Tuhan? Jadi, mengapakah anda berprasangka sia-sia dan tidak menempuh jalan pasti? Janganlah masuk dalam u- jian. Camkanlah dengan seyakin-yakinnya, bahwa tidak ada yang dapat merintangi kehendak Tuhan. Konfrontasi-konfrontasi seperti itu bukanlah merupakan jalan ketakwaan.&lt;br /&gt;Andaikan timbul was-was, anda dapat menempuh cara se- perti caraku telah menyiarkan khabar suka yang berdasar ilham da- ri Tuhan berkenaan dengan keselamatan sekelompok insan yang mengikuti ajaranku dari azab tha’un. Demikianlah pula apabila di dalam hati anda sekalian ada hasrat untuk mendatangkan kesejah- teraan bagi kaum anda, hendaknya anda pun mendapatkan khabar suka dari Allah Taala untuk keselamatan kawan-kawan seagama anda dari wabah tha’un, lalu menyiarkan surat selebaran seperti yang telah kulakukan agar khalayak ramai mengerti bahwa Tuhan ada beserta anda.&lt;br /&gt;Bahkan kesempatan ini pun sungguh baik sekali bagi um- mat Kristen yang selamanya berkata, bahwa najat atau keselamatan itu terletak pada kepercayaan kepada Yesus Kristus. Maka wajib pulalah bagi mereka pada saat-saat musibah ini berkecamuk, me- nyelamatkan ummat Kristen dari wabah tha’un. Di antara semua firkah yang paling banyak doa-doanya dikabulkan, mereka itulah yang makbul. Sekarang Tuhan memberi kesempatan kepada setiap orang agar jangan tak keruan berdebat antara satu dengan yang la- in. Perlihatkanlah keunggulan dalam kemakbulan, agar mereka se- lamat dari wabah tha’un dan kebenaran mereka nampak nyata juga. Teristimewa para pendeta yang menyatakan hanya Masih ibnu Maryam sajalah juru selamat di dunia dan di akhirat. Dan sekira- nya mereka mempercayai dengan setulus hati bahwa Ibnu Maryam-lah yang memiliki dunia dan akhirat, maka mereka ber- hak menyaksikan contoh najat atau keselamatan dengan perantara- an penebusan dosa oleh ibnu Maryam.&lt;br /&gt;Dengan cara demikian bagi pemerintah pun akan mudahlah bila berbagai sekte yang ada di India, yang berpegang pada kebe-naran agamanya masing-masing berusaha melepaskan serta me- nyelamatkan golongannya dari wabah tha’un dengan mohon sya- faat dari Tuhan yang mereka percayai atau dari sembahan lain se- lain Allah bagi orang-orang yang tertimpa musibah. Setelah mere- ka mendapatkan janji tegas (dari Tuhan), hendaknya mereka siar- kan janji itu dengan perantaraan selebaran-selebaran, seperti telah kami lakukan. Cara itu semata-mata demi kesejahteraan makhluk Tuhan dan merupakan bukti mengenai kebenaran agama mereka, lagi pula merupakan bantuan bagi pemerintah. Tentulah yang di- inginkan pemerintah tiada lain selain keselamatan rakyat dari ma- lapetaka wabah tha’un biar dengan cara apapun.&lt;br /&gt;Pada akhirnya hendaklah dimaklumi bahwa kami tidak me- larang warga Jemaat kami yang tersebar di pelbagai wilayah Punyab dan India untuk minta disuntik. Mereka yang dengan tegas diperintahkan pemerintah, seyogianya mereka harus minta disuntik dan hendaklah menaati perintah dari pemerintah. Dan mereka yang diperbolehkan menentukan pilihan mereka sendiri – jika mereka ti- dak mengamalkan sepenuhnya ajaran yang telah diberikan kepada mereka – seyogianya mereka pun minta disuntik agar mereka ja- ngan tergelincir dan agar disebabkan oleh peri keadaan pribadi me- reka yang buruk janganlah mengelabui mata orang-orang tentang janji Tuhan itu.&lt;br /&gt;Jika timbul pertanyaan, apakah ajaran yang dengan mengi- kutinya secara sesempurna-sempurnanya dapat menyelamatkan da- ri serangan wabah tha’un itu, maka akan kutuliskan dengan ringkas beberapa baris di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya difahami dengan jelas, bahwa ikrar bai’at seca- ra lisan saja tidak berarti, selama bai’at itu tidak dihayati dengan sesempurna-sempurnanya disertai kebulatan tekad dalam hati. Jadi barang siapa mengamalkan ajaranku dengan sesempurna-sempurna-nya, ia masuk rumahku – perihal rumah itu ada janji yang tersirat dalam Kalam Ilahi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Aku akan menyelamatkan tiap-tiap orang yang tinggal di dalam rumah engkau”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini hendaknya jangan diartikan, bahwa penghuni rumahku bukanlah hanya mereka yang berdiam di dalam rumahku yang terbuat dari tanah dan batu bata ini, melainkan juga mereka yang mengikutiku dengan sesempurna-sempurnanya, adalah terma- suk penghuni rumah-rohaniku.&lt;br /&gt;Untuk mengikuti ajaranku, hendaknya mereka harus meya- kini hal-hal berikut ini, bahwa mereka mempunyai satu Tuhan Yang Qadir (Mahakuasa), Qayyum (Berdiri sendiri dan segala se- suatu bergantung pada-Nya) dan Khalikul Kul (Pencipta segala se- suatu yang ada); Yang sifat-sifat-Nya kekal-abadi dan tidak pernah berubah. Dia bukan anak seseorang dan Dia tidak mempunyai a- nak. Dia bersih dari penanggungan derita dan dinaikkan ke tiang salib dan dari kematian. Dia adalah demikian rupa keadaan-Nya, kendatipun jauh namun dekat. Dan, meskipun Dia dekat namun jauh. Walaupun tunggal namun penampakan-Nya beraneka-ragam. Manakala di dalam diri manusia terjadi suatu perubahan baru, ma- ka baginya Dia pun menjadi Tuhan yang baru dan Dia memperla- kukannya dengan penampakan-Nya yang baru pula. Orang itu me- lihat suatu perubahan di dalam wujud Tuhan, menurut kadar atau proporsi perubahan yang terjadi atas dirinya, tetapi hal itu tidak berarti bahwa ada perubahan terjadi dalam wujud Tuhan. Kebalikannya, semenjak azali Dia tidak pernah mengalami peru- bahan dan wujud-Nya paripurna. Akan tetapi pada waktu terjadi perubahan-perubahan di dalam diri manusia yang menuju keba- ikan, Tuhan-pun menampakkan diri-Nya kepada orang itu dengan penampakan baru. Dan pada setiap kemajuan yang dicapai manu- sia, penampakan kekuasaan Tuhan-pun terjadi lebih meningkat. Dia memperlihatkan kekuasaan-Nya yang luar biasa manakala ter- jadi perubahan luar biasa. Inilah pangkal keajaiban-keajaiban serta mukjizat-mukjizat. Itulah Tuhan yang merupakan syarat bagi Jemaat kita. Berimanlah kepada-Nya dan hendaklah mengutama- kan Dia lebih dari dirimu, kesenangan-kesenanganmu dan segala perhubungan-perhubunganmu. Dengan perbuatan-perbuatan nyata disertai keberanian, perlihatkanlah kesetiaan dengan sejujur-jujurnya.&lt;br /&gt;Orang kebanyakan di dunia ini tidak mengutamakan Dia dari harta-benda mereka dan karib-kerabat mereka, akan tetapi kamu sekalian hendaknya mengutamakan Dia agar kamu sekalian di langit akan dituliskan di dalam daftar Jemaat-Nya.&lt;br /&gt;Memperlihatkan tanda-tanda kasih-sayang merupakan sun- nah Ilahi semenjak zaman bahari. Akan tetapi kamu sekalian baru akan dapat memperoleh bagian dalam sunnah itu, apabila di antara kamu sekalian dan Dia tidak ada jarak pemisah sedikit pun. Keinginan-keinginanmu menjadi keinginan-Nya dan kedambaan- mu menjadi kedambaan-Nya dan selama-lamanya – baik dalam suasana keberhasilan maupun dalam suasana kegagalan – kepala- mu rebah di hadapan istana-Nya, agar Dia boleh berbuat apa saja yang Dia kehendaki.&lt;br /&gt;Apabila kamu sekalian hendak berbuat serupa itu, maka di dalam dirimu akan nampak wujud Tuhan yang telah semenjak la- ma menyembunyikan wajah-Nya itu. Apakah ada di antaramu se- kalian orang yang mengamalkan hal serupa itu dan mencari keri- dhaan-Nya tanpa berkeluh-kesah atas Qadha dan Qadar-Nya?&lt;br /&gt;Maka, meskipun kamu melihat suatu musibah, kamu harus melangkahkan kakimu terus ke muka, sebab inilah sarana kemaju- anmu. Berusahalah dengan segenap kemampuanmu untuk menye- bar-luaskan ketauhidan Ilahi di permukaan bumi ini.&lt;br /&gt;Berbelas-kasihlah kepada sesama hamba-Nya. Janganlah berbuat aniaya terhadap mereka, baik dengan mulutmu atau de- ngan tanganmu, maupun dengan cara-cara lain. Hendaklah kamu selamanya berusaha menyampaikan kebaikan bagi sesama makh- luk. Janganlah berlaku sombong terhadap siapa pun, sekalipun ter- hadap bawahanmu juga. Janganlah mencaci-maki orang lain, seka- lipun ia mencaci-makimu. Hendaklah bersikap merendah-rendah, lemah-lembut, berkeniatan suci, kasih sayang terhadap sesama makhluk sehingga kamu dihargai Allah.&lt;br /&gt;Banyak orang menampakkan perangai lemah-lembut, akan tetapi di dalam dirinya ia tak ubah seperti serigala tabiatnya. Ba- nyak orang pada penampakan lahirnya bersih, namun di dalam hati mereka terdapat ular-ular berbisa. Maka, kamu tidak akan dapat diterima di hadirat Allah selama keadaan lahir dan keadaan bathin- mu tidak serupa. Seandainya kamu jadi orang besar, berbelas-kasih lah terhadap orang-orang kecil dan janganlah menghina mereka. Seandainya kamu orang berilmu, berilah orang-orang yang tidak berpengetahuan nasihat dan janganlah merendahkan mereka de- ngan menonjolkan kepandaianmu. Andaikan kamu hartawan, maka berbaktilah kepada orang-orang miskin dan janganlah takabur de- ngan menunjukkan sikap keaku-akuan. Takutilah langkah-langkah yang dapat membawa kepada kebinasaan. Hendaklah takut kepada Tuhan dan tempuhlah jalan ketakwaan. Janganlah menyembah makhluk. Berpasrah dirilah kepada Tuhanmu dan berpalinglah dari dunia. Jadilah kepunyaan Dia sepenuhnya dan jalanilah kehidupan bagi Dia semata-mata. Dan bencilah segala kenajisan dan dosa demi Dia, sebab Dia adalah wujud yang suci. Hendaklah tiap-tiap hari bilamana fajar menyingsing memberi kesaksian bahwa kamu telah melewatkan hari dengan penuh ketakwaan dan tiap-tiap pe- tang hendaklah menjadi saksi bahwa kamu menjalani siang hari dengan hatimu merasa takut terhadap Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN CEMAS AKAN KUTUK-LAKNAT DUNIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah cemas akan kutuk-laknat dunia, sebab kutuk-laknat itu lama kelamaan akan hilang-sirna dengan sendirinya lak- sana asap menipis dan hilang di udara. Kutuk-laknat itu tidak dapat mengubah hari jadi malam. Tetapi kamu harus takut kepada laknat Tuhan yang turun dari langit, laknat yang jika menimpa seseorang akan menjadikan dia binasa di dalam kedua alam (yakni di alam ini dan di alam nanti, Peny).&lt;br /&gt;Kamu tidak dapat melindungi dirimu dengan sikap pura-pura sebab Allah, Tuhanmu, dapat melihat sampai ke dasar lubuk hati manusia. Dapatkah kiranya kamu memperdayai Tuhan? Maka buatlah dirimu lurus, bersih, suci dan berdirilah dengan teguh, se- bab apabila terdapat di dalam dirimu kegelapan walau sedikit saja, kegelapan itu akan menghalau semua cahaya nuranimu. Dan, an- daikan di sudut relung dadamu ada terselip keangkuhan, ria, me- ninggikan diri ataupun kemalasan, maka kamu tidak dianggap se- suatu yang layak diterima Tuhan. Jangan-jangan nanti oleh bebe- rapa hal yang kamu sangka karya baktimu,malah kamu sebenarnya menipu dirimu sendiri dan beranggapan bahwa segala apa yang seharusnya kamu kerjakan telah kamu laksanakan. Sebab, Tuhan menghendaki agar di dalam wujudmu terjadi revolusi yang dahsyat dan menyeluruh. Dia menuntut dari dirimu suatu maut, yang sesu- dah maut itu kamu akan Dia hidupkan kembali.&lt;br /&gt;Segeralah berdamai antara satu sama lain dan maafkanlah kesalahan saudaramu. Sebab, jahatlah orang yang tidak sudi ber- damai dengan saudaranya. Ia akan diputuskan perhubungannya sebab ia menanam benih perpecahan. Tinggalkanlah keinginan hawa nafsumu dalam keadaan apapun dan lenyapkanlah  ketegang- an antara satu dengan yang lain. Walau pun seandainya kamu ada di pihak yang benar, bersikaplah merendah diri seakan-akan kamu bersalah agar kamu diampuni. Lepaskanlah segala sesuatu yang bakal menggemukkan hawa-nafsu sebab pintu itu – yang melalui pintu itu kamu diperkenankan masuk – tak dapat dilalui orang yang gemuk oleh hawa-nafsunya.&lt;br /&gt;Alangkah malangnya orang yang tidak mempercayai apa-apa yang difirmankan Tuhan dan yang telah kusampaikan kepada- mu. Sekiranya kamu ingin agar Tuhan ridha kepadamu di langit, maka segeralah bersatu-padu dan seakan-akan kamu sekalian an- tara satu dengan yang lain bagaikan saudara-saudara sekandung layaknya. Di antara kamu sekalian yang paling mulia adalah dia yang paling suka memaafkan kesalahan saudaranya dan malanglah dia yang bersikeras kepala dan tidak bersedia memaafkan kesalah- an orang lain, maka ia bukan dari golonganku.&lt;br /&gt;Hendaklah kamu senantiasa takut sekali akan laknat Allah sebab Dia itu Kudus dan Ghayyur (sangat tinggi rasa hormat-Nya). Setiap orang yang berkelakuan buruk tidak akan dapat memperoleh qurub-Nya atau kedekatan pada-Nya. Setiap orang takabur tidak akan dapat memperoleh qurub-Nya, begitu juga orang zalim, orang khianat dan setiap orang yang tidak mempunyai rasa hormat terha- dap nama Tuhan.&lt;br /&gt;Barang siapa tergila-gila oleh keduniaan dan layaknya se- perti anjing, semut atau burung nasar [tatkala ia melihat bangkai busuk] dan mereka sudah merasa puas oleh kesenangan dunia, me- reka tidak dapat memperoleh qurub-Nya. Setiap orang yang tidak bersih matanya, ia akan tetap jauh dari Dia. Setiap orang yang ha- tinya tidak bersih, tidak akan menyadari adanya Tuhan. Barang siapa tinggal di dalam gejolak api [penderitaan], ia akan diselamat- kan dari api itu. Barang siapa menangis demi Dia, ia akan dibuat tertawa gembira oleh-Nya.&lt;br /&gt;Barang siapa memutuskan diri dari dunia demi Dia, ia akan menemukan Dia. Dengan kesungguhan hati, dan dengan penuh ke- tulusan serta dengan langkah-langkah bersemangat jadilah sahabat Tuhan agar Tuhan pun akan menjadi sahabatmu. Perlihatkanlah belas-kasih terhadap bawahanmu, isteri-isterimu dan saudara-saudaramu yang tak berada agar kamu pun di langit akan dilimpahi kasih sayang. Hendaknya kamu benar-benar menjadi kepunyaan-Nya agar Tuhan-pun menjadi kepunyaanmu. Dunia ini tempat yang penuh dengan seribu satu macam bala-bencana yang antara lain termasuk wabah tha’un, maka kamu sekalian hendaknya ber- pegang teguh pada tangan Allah agar Dia menjauhkan bala- &lt;br /&gt;bencana itu dari kamu. Tak akan ada bencana timbul di atas per- mukaan bumi ini selama belum ada perintah dari langit dan tidak ada bencana hilang-lenyap selama belum turun belas-kasih dari langit.&lt;br /&gt;Oleh karena itu akan bijaksanalah apabila kamu berpegang kuat-kuat pada akar dan bukan pada dahan. Kamu sekalian tidak dilarang untuk berobat atau berikhtiar, akan tetapi yang dilarang ialah menggantungkan kepercayaan pada hal-hal itu. Kesudahan- nya adalah kehendak Allah jualah yang akan terjadi. Bagi dia yang memiliki kekuatan berpegang pada sikap dan pendirian itu, kedu- dukan tawakal adalah unggul dari pada segala martabat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YANG MENDAPAT KEMULIAAN DI LANGIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula bagimu sekalian suatu ajaran penting, yaitu kamu hendaknya jangan meninggalkan Alquran sebagai benda yang dilu- pakan sebab, justru di dalam Alquran-lah terdapat kehidupanmu. Barang siapa memuliakan Alquran ia akan memperoleh kemuliaan di langit. Barang siapa lebih mengutamakan Alquran dari segala Hadits dan dari segala ucapan lain, akan di utamakan di langit. Bagi ummat manusia di atas permukaan bumi ini, kini tidak ada kitab lain kecuali Alquran dan bagi seluruh Bani Adam kini tidak ada seorang rasul juru syafaat selain Muhammad Musthafa saw. Maka berusahalah untuk menaruh kecintaan yang setulus-tulusnya kepada Nabi agung itu dan janganlah meninggikan seseorang selain beliau dalam segi apapun agar di langit kamu dicatat, di daftar orang-orang yang memperoleh keselamatan. Dan ingatlah, bahwa najat (keselamatan) bukanlah sesuatu yang akan nampak nanti sesudah mati, melainkan najat yang hakiki ialah yang memperlihatkan cahayanya di alam dunia ini juga. Siapakah yang memperoleh keselamatan? Ialah dia yang berkeyakinan bahwa Tuhan benar-benar ada dan bahwa Muhammad saw. adalah juru syafaat yang menjadi penengah antara Tuhan dan seluruh makhluk; bahwa di bawah bentangan langit ini tidak ada rasul lain semartabat dengan beliau dan tidak ada kitab lain semartabat dengan Alquran; bahwa Tuhan tidak menghendaki siapa pun untuk hidup selama-lamanya, akan tetapi Nabi pilihan ini hidup untuk selama-lamanya. Untuk menjadikan beliau tetap hidup selama-lamanya, Tuhan telah meletakkan dasar demikian, ialah Dia mengalirkan keberkatan-keberkatan syariat dan keberkatan rohani terus hingga hari kiamat. Dan pada akhirnya, karena barkat rohani beliau saw. Dia mengutus Masih Mau’ud [Al Masih yang dijanjikan] ke dunia ini, yang kedatangannya sangat diperlukan untuk menyempurnakan pembangunan gedung Islam, sebab, hal demikian itu diperlukan karena dunia ini jangan habis sebelum kepada ummat Muhammad saw. seorang Al-Masih rohani diutus, seperti halnya telah diutus seorang Al-Masih kepada ummat Musa as. Hal itulah yang diisyaratkan oleh ayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuntunlah kami pada jalan yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musa as. telah mendapat harta pusaka yang telah hilang se- menjak berabad-abad yang lampau sedangkan Muhammad saw. te- lah menemukannya kembali harta pusaka yang telah hilang dari ummat Musa as. itu. Sekarang ummat Muhammad saw. telah men- jadi pengganti ummat Musa as. akan tetapi di dalam derajat kebe- sarannya adalah seribu kali lebih tinggi. Yang menjadi tandingan Musa as. kini lebih besar dari Musa as. sendiri, sedangkan yang menjadi tandingan Isa ibnu Maryam adalah lebih besar dari Isa ibnu Maryam sendiri. Dan Al-Masih Mau’ud tidak saja datang – menilik jangka waktunya – di dalam abad keempat belas sesudah Rasulullah saw. sebagaimana Almasih ibnu Maryam datang dalam abad keempat belas sesudah Musa [Semua orang Yahudi berpen- dapat berdasar sejarahnya, bahwa Isa as. bangkit pada permulaan abad keempat belas sesudah Musa as. – lihat sejarah bangsa Yahu- di – Pen.] melainkan ia telah datang pada saat dikala keadaan um- mat Islam demikian rupa sehingga serupa dengan keadaan orang-orang Yahudi di mana Masih ibnu Maryam datang. Maka aku-lah sesungguhnya Al-Masih yang dijanjikan itu. Apa yang Tuhan ke- hendaki, Dia kerjakan. Bodohlah orang yang bertengkar dengan Dia. Jahillah orang yang mengecam terhadap Dia dengan menga- takan, jangan begitu melainkan harus begini. Dia telah mengutusku disertai Tanda-tanda cemerlang, yang melebihi sepuluh ribu jum- lahnya. Dari jumlah itu sebuah di antaranya ialah wabah tha’un pula.&lt;br /&gt;Pendek kata, barang siapa bai’at kepadaku dengan sesung- guh-sungguhnya dan menjadi pengikutku dengan hati yang setu- lus-tulusnya dan juga membuat dirinya tenggelam sirna di dalam ketaatan kepadaku, hingga ia meninggalkan segala keinginan-keinginan pribadinya, dialah yang pada hari-hari penuh derita, rohku akan memberi syafaat kepadanya.&lt;br /&gt;Maka, wahai sekalian orang yang merasa dirinya tergolong dalam Jemaat-ku! Kamu sekalian di langit baru akan tergolong dalam warga Jemaat-Ku setelah kamu sekalian benar-benar me- langkahkan kakimu pada jalan ketakwaan. Oleh karena itu dirikan- lah shalat [sembahyang] kelima waktu dengan penuh rasa ketakut- an dan pemusatan pikiran seakan-akan kamu sekalian melihat wa- jah Ilahi di hadapanmu. Jalanilah hari-hari puasamu karena Allah dengan penuh ketulusan. Setiap orang yang wajib membayar zakat, hendaklah ia melunasi zakat. Barang siapa telah memenuhi syarat untuk menunaikan ibadah haji dan tidak ada yang menghalangi, hendaklah ia menunaikan ibadah haji. Kerjakanlah segala amalan baik dengan cermat dan tinggalkanlah perbuatan buruk disertai perasaan jengkel.&lt;br /&gt;Ingatlah dengan seyakin-yakinnya bahwa tiada sesuatu amal dapat sampai ke hadhirat Allah apabila amal itu kosong dari takwa. Setiap amal baik berakar pada takwa. Sesuatu amal yang tidak kehilangan akar itu, amal itu sekali-kali tidak akan sia-sia. Sudahlah pasti bahwa kamu sekalian akan diuji pula dengan ber- macam-macam duka-nestapa dan musibah seperti ujian yang dia- lami orang-orang mukmin dahulu. Maka waspadalah, jangan-jangan kamu nanti tergelincir. Bumi tidak akan dapat membinasa- kan kamu sedikit pun andaikata hubunganmu dengan langit terjalin erat. Manakala sesuatu kemalangan menimpa dirimu, itu bukanlah dikarenakan perbuatan musuhmu melainkan oleh tanganmu sendi- ri. Apabila kemuliaan duniawimu satu demi satu hilang, Allah akan menganugerahimu di langit kemuliaan yang kekal-abadi. Oleh karena itu janganlah kamu melepaskan Dia. Kamu sekalian pasti akan diberi bermacam-macam dukacita, sedangkan beberapa harapanmu tidak akan terlaksana. Jadi, dalam menghadapi keadaan serupa itu, kamu sekalian jangan putus-asa sebab Tuhanmu sedang mengujimu, apakah langkahmu pada jalan-Nya teguh atau tidak. Seandainya kamu sekalian menghendaki agar para malaikat di la- ngit mendendangkan sanjung-puji bagimu, maka deritalah dera dan pukulan dan tetaplah bersuka-cita. Dengarkanlah caci-maki orang dan bersyukurlah. Alamilah kegagalan demi kegagalan, akan tetapi janganlah memutuskan hubungan. Kamu sekalian merupakan Jemaat Allah terakhir. Hendaknya kamu memperlihatkan amal ba- ik yang kesempurnaannya mencapai derajat tertinggi. Setiap orang dari antara kamu yang menjadi malas, ia akan dilempar ke luar dari Jemaat bagai sebuah barang kotor dan ia akan mati dengan mem-bawa penyesalan, dan bagaimana pun tidak akan merugikan Tuhan.&lt;br /&gt;Wahai, perhatikanlah! Dengan gembira sekali aku beri kha- bar kepadamu bahwa Tuhanmu sungguh-sungguh ada. Kendatipun segala sesuatu merupakan makhluk-Nya, namun Dia memilih orang yang memilih Dia. Dia menghampiri orang datang meng-hampiri-Nya. Barang siapa memuliakan Dia, Dia pun akan meng- anugerahkan kemuliaan kepadanya. Hendaknya sesudah kamu me- luruskan hatimu dan mensucikan lidahmu, matamu dan telingamu, datanglah kepada-Nya supaya Dia akan menyambutmu.&lt;br /&gt;Apa yang Tuhan kehendaki dari dirimu berkenaan dengan segi kepercayaan hanyalah demikian; Tuhan itu Esa dan Muhammad saw. adalah nabi-Nya serta Khaatamul Anbiya, lagi beliau adalah termulia. Sesudah beliau kini tiada nabi lagi kecuali yang secara buruzi [bayangan] dikenakan jubah Muhammadiyat. Sebab, seorang khadim tidaklah terpisah dari makhdum-nya [majikan-nya]; demikian pula sebuah dahan tidak terpisah dari akarnya. Maka, barang siapa karena sama sekali melarutkan diri di dalam wujud majikannya dan menerima gelar kenabian dari Tuhan, ia tidak mencemari gelar Khaatamun Nubuwwat. Tak ubahlah halnya seperti kamu sekalian melihat rupamu pada cermin, kamu tidak menjadi dua bahkan kamu tetap satu adanya, kendati- pun nampaknya dua. Bedanya hanya terletak dalam bentuk zil [bayangan] dan bentuk asal belaka. Demikianlah Tuhan menghen- daki tentang seorang Masih Mau’ud. Di sinilah letak rahasia sabda Rasulullah saw. yang mengatakan, bahwa Masih Mau’ud akan di- kubur di dalam kuburan beliau saw. yakni orang yang dimaksud itu akulah dan dalam hal ini [antara wujud Rasulullah saw. dan Masih Mau’ud as. - Peny.] tidak terdapat kelainan.&lt;br /&gt;Hendaknya anda mengerti dengan seyakin-yakinnya, bah- wa Isa ibnu Maryam telah wafat [Para ahli riset kaum Kristen me- ngemukakan pendapat serupa. Lihat buku Supernatural Religion halaman 522. Untuk penjelasan lebih lanjut bacalah buku kami Tuhfah Golarwiyah halaman 139, Pen.] dan kuburannya terdapat di desa Khanyar, kota Srinagar, Kasymir. Allah Taala telah mem- beritahukan mengenai wafat beliau dalam Kitab Suci-Nya. Dan jika ayat itu mengandung arti lain, maka di manakah tercantum di dalam Alquran berita tentang wafatnya Isa ibnu Maryam? Ayat-ayat yang bertalian dengan kematian beliau seandainya mempu- nyai arti lain – sebagaimana diartikan orang-orang yang bertenta- ngan faham dengan kami – maka Alquran seakan-akan sama sekali tidak menyebutkan kematian Isa as. bahwa beliau pun pada suatu ketika akan wafat pula. Allah Taala telah menerangkan tentang wa- fat Nabi kita saw. akan tetapi di seluruh Alquran tidak diterangkan mengenai wafat Isa as. Apakah rahasia di balik hal itu? Dan sean- dainya dikatakan bahwa berita mengenai wafatnya Isa as. terdapat di dalam ayat yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi setelah Engkau wafatkan daku, maka Engkau-lah yang menjadi pengawas terhdap mereka” (5:117) – Peny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dari ayat ini jelas, bahwa Hadhrat Isa as. tidak a- kan datang lagi ke dunia ini. Karena, seandainya beliau a- kan datang lagi ke dunia ini, maka dalam keadaan demiki- an jawaban Hadhrat Isa as. bahwa beliau tidak tahu-mena- hu tentang kesesatan orang-orang Kristen adalah dusta. Barang siapa datang kedua kalinya ke dunia dan tinggal empat puluh tahun lamanya, lalu menyaksikan beratus-ratus juta ummat Kristen yang menganggap beliau Tuhan dan mematahkan salib serta menjadikan ummat Kristen masuk ke dalam agama Islam, betapakah pada hari kiamat dapat berdalih di hadapan Ilahi Taala, bahwa beliau sama sekali tidak tahu-menahu tentang kesesatan orang-orang Kristen. Pen.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka ayat itu jelas menerangkan, bahwa beliau as. telah wafat se- belum orang-orang Kristen menjadi sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, jika ayat       - arabic -               diartikan, bahwa Isa as. dinaikkan ke langit hidup-hidup dengan tubuh kasar beliau, mengapakah Allah Taala tidak menyebutkan dalam Alquran tentang wafatnya seorang yang karena dianggap masih hidup telah menyesatkan beratus-ratus ribu manusia? Seakan-akan Allah Taala membiarkannya hidup untuk selama-lamanya agar orang menjadi musyrik dan tidak beragama lagi. Jadi, seakan-akan bukanlah kesalahan manusialah, melainkan semuanya itu adalah karena Tuhan sendiri menghendaki orang-orang menjadi sesat.&lt;br /&gt;Ingatlah dengan sebaik-baiknya, bahwa kepercayaan Isa as. mati di atas kayu salib tidak dapat dibatalkan, selama belum ada kepercayaan bahwa nabi Isa as. sudah wafat. Apakah faedahnya beranggapan, bahwa beliau masih hidup, padahal akidah itu berten- tangan dengan ajaran Alquran? Biarkanlah beliau wafat, agar agama [Islam] ini hidup! Allah Taala telah menyatakan dengan firman-Nya sendiri tentang wafatnya Masih, begitu pula Rasulullah saw. telah melihat dalam peristiwa Mi’raj bahwa Isa as. terdapat di antara mereka yang telah meninggal dunia. Sekarang apakah anda masih juga belum percaya? Iman semacam apakah itu? Apakah an- da lebih mengutamakan tutur kata manusia dari pada mengutama- kan Kalam Ilahi? Agama macam apakah itu?&lt;br /&gt;{Diisyaratkan pada sebuah ayat Alquran dengan jelas ten- tang Kasymir, bahwa Masih as. dan bundanya telah bertolak ke Kasymir setelah peristiwa salib, sebagai Dia berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   = arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami berikan kepada Isa dan ibunya tempat di atas bukit yang tenteram-damai dan di sana terdapat air jernih yakni mata air” (23:51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi di dalam ayat ini Allah Taala menggambarkan suasana Kasymir. Kata …… (Awaa) menurut kamus bahasa Arab adalah menyatakan arti memberi perlindungan dari suatu musibah atau kesulitan. Sedangkan sebelum peristiwa salib, Isa as. dan bunda- nya tidak pernah mengalami masa penderitaan yang demikian rupa gawatnya sehingga kedua beliau perlu diselamatkan. Jadi dari situ ternyata bahwa Allah Taala telah mengirimkan Isa as. dan budanya ke atas bukit itu setelah terjadi peristiwa salib. Pen.}&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nabi kita Rasulullah saw. tidak saja memberi kesaksian bahwa beliau saw. melihat Isa as. terdapat di antara roh-roh mereka yang telah meninggal dunia, tetapi juga dengan wafatnya beliau sendiri terbukti bahwa tidak ada seorang nabi pun masih hidup.&lt;br /&gt;Jadi, para penentang kami telah menjadi demikian keadaan-&lt;br /&gt;nya bahwa sebagaimana mereka mengabaikan Alquran, demikian pula mereka mengabaikan Sunnah, sebab wafat merupakan Sunnah Nabi kita saw. Seandainya Isa as. masih hidup, maka dengan wa- fatnya Rasulullah saw. tentu merupakan suatu kenistaan kepada pribadi beliau saw. Oleh karena itu selama anda sekalian belum percaya kepada wafatnya Isa as. selama itu anda bukanlah ahli Sunnah dan bukan pula ahli Quran.&lt;br /&gt;Aku sekali-kali tidak mengingkari keluhuran Hadhrat Isa as. Sesungguhnya kepadaku Tuhan mengabarkan bahwa Masih Muhammadi adalah lebih tinggi dari pada Masih Musawi, akan tetapi meskipun demikian aku sangat menghormati Masih ibnu Maryam oleh karena – menilik segi kerohanian – aku adalah Khaatamul Khulafa di dalam Islam seperti halnya Masih ibnu Maryam merupakan Khaatamul Khulafa di dalam ummat Israil. Di dalam ummat Musa as., Isa ibu Maryam adalah sebagai Masih Mau’ud, sedangkan di dalam ummat Muhammad saw. akulah se- bagai Masih Mau’ud. Maka aku menghormati beliau, sebab aku adalah se-nama dengan beliau. Dan barang siapa mengatakan bah- wa aku tidak menghormati Masih ibnu Maryam, ia adalah seorang pembuat onar dan seorang pendusta besar. Aku bukan hanya menghormati pribadi Almasih as. saja, bahkan aku pun menghor- mati pula keempat saudara beliau juga.&lt;br /&gt;{Yesus masih mempunyai empat saudara laki-laki dan dua sauda- ra perempuan. Mereka itu semua adalah saudara laki-laki dan saudara perempuan sekandung Yesus yakni semuanya itu adalah anak-anak Yusuf dan Maryam. Keempat saudara laki-lakinya itu adalah Yehuda, Ya’kub, Syam’un dan Yozas dan kedua saudara perempuannya adalah Asia dan Lidiya. Lihat Apostlic Records karangan Padri John Ellein Giles, cetakan London 1886, halaman 159 dan 166. Pen.} Sebab kelima bersaudara itu seibu. Bukan ha- nya sekedar itu, bahkan kuanggap kedua saudara perempuan se-kandung Hadhrat Almasih as. adalah pribadi-pribadi suci juga. Karena semua wujud itu lahir dari kandungan Sang Dara Suci Siti Maryam. Keluhuran Siti Maryam ialah bahwa beliau selama jang- ka waktu lama menahan diri dari menikah. Kemudian, atas desak- an para orang saleh dikalangan kaumnya, beliau dinikahkan sebab beliau berbadan dua (hamil), walaupun timbul celaan dari orang-orang bahwa mengapa pernikahan dilangsungkan padahal beliau sedang hamil, hal mana adalah bertentangan dengan ajaran Taurat? Mengapakah beliau membatalkan janji tanpa semestinya dalam ke- adaan beliau mendara? Lalu, mengapa meletakkan dasar bagi prak- tek poligami yakni kendatipun Yusuf sang tukang kayu itu sudah beristeri, mengapakah Maryam setuju untuk dikawini Yusuf? Akan tetapi, kuberkata bahwa semua itu terjadi karena menghadapi suatu keadaan darurat. Dalam keadaan demikian, seyogianya beliau-beliau patut dikasihani dan bukan harus dicela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIAPA YANG DIAKUI SEBAGAI WARGA JEMAAT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  kuterangkan hal-hal di atas, sekali lagi kukatakan bahwa janganlah hendaknya kamu mengira bahwa bai’at secara lahir memadai. Bentuk lahir adalah tak berarti apa-apa. Tuhan me- lihat kepada hatimu dan Dia akan memperlakukanmu sesuai de- ngan keadaan hatimu.&lt;br /&gt;Perhatikanlah, dengan mengatakan kata-kata berikut ini aku menunaikan tugas tabligh: Dosa adalah racun, maka janganlah ka- mu makan racun itu. Kedurhakaan terhadap Tuhan adalah suatu kematian yang rucah, maka hindarilah dia. Berdoalah, berdoalah agar kamu sekalian mendapat kekuatan. Barang siapa tatkala me- manjatkan doa tidak berkeyakinan bahwa Tuhan berkuasa atas tiap sesuatu – kecuali yang telah Dia janjikan lain lagi – adalah bukan dari jemaatku.&lt;br /&gt;Barang siapa tidak meninggalkan perbuatan dusta dan tipu-menipu, ia bukan dari jemaatku. Barang siapa yang terjepit oleh ketamakan duniawi dan sama sekali tidak mengarahkan pandangan nya ke arah hari kemudian, ia bukanlah dari jemaatku. Barang sia- pa yang sesungguh-sungguhnya tidak mengutamakan agama dari pada keduniaan, ia bukanlah dari jemaatku. Barang siapa tidak benar-benar bertobat dari tiap-tiap kejahatan dan dari tiap-tiap perbuatan buruk seperti minum arak, berjudi, memandang dengan nafsu berahi, khianat, suap menyuap dan dari setiap perbuatan hendak menguasai sesuatu tanpa sah, ia bukanlah dari jemaatku.&lt;br /&gt;Barang siapa tidak mewajibkan atas dirinya untuk mendiri&lt;br /&gt;kan shalat kelima waktu, ia bukanlah dari jemaatku. Barang siapa tidak tetap dalam memanjatkan doa dan mengenang Tuhan dengan rendah hati, ia bukan dari jemaatku. Barang siapa yang tidak mele- paskan teman nakal – yang memberi pengaruh tidak baik padanya- ia bukan dari jemaatku. Barang siapa tidak menghormati ayah-bundanya dan tidak menaati mereka dalam segala perkara kebaikan dan yang tidak bertentangan dengan Alquran dan ia tidak acuh ter- hadap kewajiban bakti terhadap mereka, ia bukanlah dari jemaatku. Barang siapa tidak berlaku halus dan kasih sayang terhadap isteri- nya dan sanak-saudara dari pihak isterinya, ia bukan dari jemaatku.&lt;br /&gt;Barang siapa mengasingkan tetangganya dari menerima ke- baikan yang sekecil-kecilnya sekalipun, ia bukanlah dari jemaatku. barang siapa tidak mau memaafkan kesalahan orang yang bersalah terhadapnya, lagi ia adalah seorang pendendam, ia bukanlah dari jemaatku. Setiap suami yang berlaku khianat terhadap isterinya dan setiap isteri yang berlaku khianat terhadap suaminya, ia bukan- lah dari jemaatku.&lt;br /&gt;Barang siapa menyalahi janji yang dibuatnya tatkala ia bai’at, bagaimanapun caranya, ia bukanlah dari jemaatku. Barang siapa yang tidak benar-benar yakin bahwa aku adalah Masih Mau’ud dan Mahdi yang dijanjikan, ia bukanlah dari jemaatku. Barang siapa yang tidak bersedia menaatiku dalam segala perkara baik, ia bukanlah dari jemaatku. Barang siapa duduk bercengkera- ma di tengah kumpulan orang-orang yang menentangku serta mengiakan apa yang dikatakan mereka, ia bukanlah dari jemaatku. Tiap-tiap tukang zina, orang fasik, peminum, pembunuh, pencuri, penjudi, pengkhianat, tukang suap-menyuap, perampas, orang ani- aya, pembohong, pemalsu dan orang sepergaulan dengan mereka, begitu pula tiap orang yang suka melemparkan tuduhan terhadap saudara-saudaranya, baik yang laki-laki maupun yang perempuan dan tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan buruknya serta tidak meninggalkan pergaulan buruk, ia bukanlah dari jemaatku.&lt;br /&gt;Semuanya itu adalah racun. Setelah kamu memakan racun-racun itu, betapa pun kamu tidak akan dapat selamat. Kegelapan dan cahaya tidak dapat berkumpul bersama-sama pada satu tempat. Setiap orang yang mempunyai watak berbelit-belit dan tidak jujur dalam perhubungannya dengan Tuhan, niscaya tidak akan menda patkan berkat itu seperti yang diperoleh mereka yang berhati ber- sih. Alangkah beruntungnya orang-orang yang membersihkan hati- nya dan mensucikan hatinya dari segala bentuk kekotoran dan me- ngikat janji setia kepada Tuhan, sebab mereka sekali-kali tidak a- kan disia-siakan. Tidaklah mungkin Tuhan akan menistakan mere- ka, sebab mereka itu kepunyaan Tuhan dan Tuhan adalah kepunya- an mereka. Mereka akan diselamatkan pada setiap saat bila benca- na datang.&lt;br /&gt;Sungguhlah tolol musuh yang mengadakan tipu-muslihat terhadap mereka itu, sebab mereka berada di dalam haribaan Tuhan dan Tuhan mendukung mereka. Siapakah yang beriman kepada Tuhan? Hanya mereka itulah yang peri keadaan mereka dilukiskan di atas. Demikian pula bodohlah orang yang memikir kan peri keadaan orang berdosa yang nekad-nekadan dan kotor bathinnya serta bertabiat jahat, karena orang itu dengan sendirinya akan binasa. Semenjak Tuhan menciptakan langit dan bumi, belum pernah Dia membinasakan, memusnahkan dan menghancur-lebur kan orang-orang saleh, malahan kebalikannya Dia senantiasa me- nampakkan kepada mereka kejadian-kejadian agung dan bahkan kini pun Dia akan memperlihatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN MEMILIKI KEKUATAN-KEKUATAN MAHABESAR &lt;br /&gt;DAN LUAR BIASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tuhan adalah Tuhan yang amat setia dan bagi mereka yang tetap setia, Dia menampakkan kejadian-kejadian ajaib. Dunia ingin mene lan mereka dan tiap lawan mau menghancurkan mereka, teta- pi Dia yang menjadi kawan mereka, menyelamatkan mereka dari tiap tempat kemus&lt;br /&gt;nahan dan menganugerahi mereka kemenangan dalam tiap-tiap medan. Alangkah bahagianya orang yang tidak melepaskan tali silaturahim dengan Tuhan semacam itu. Kepada-Nya kita beriman. Kita telah menge nal Dia. Dia-lah Tuhan bagi seluruh dunia dan Dia-lah yang telah menu runkan wahyu kepadaku dan yang telah memperlihatkan bagiku tanda-tanda perkasa, yang telah mengutus- ku sebagai Masih Mau’ud untuk za man ini. Selain Dia tidak ada Tuhan lagi, tidak di langit tidak pula di bumi. Barang siapa tidak beriman kepada-Nya, jauhlah ia dari kebahagi aan dan ia ada da- &lt;br /&gt;lam cengkeraman kemalangan. Kami telah menerima wahyu dari Tuhan kami laksana matahari berkilau-kilauan. Kami telah me- nyaksikan-Nya, bahwa Dia-lah Tuhan seluruh dunia dan tiada Tuhan selain Dia. Sungguh perkasa lagi berdiri sendiri Tuhan yang kami jumpai itu! Betapa hebatnya kekuasaan-kekuasaan yang di- miliki Tuhan yang telah kami saksikan. Sesungguhnya di hadapan Dia tiada sesuatu yang mustahil kecuali apabila itu bertentangan dengan Kitab-Nya dan dengan janji-Nya.&lt;br /&gt;Maka, apabila kamu berdoa, janganlah hendaknya kamu berdoa seperti yang dilakukan orang-orang naturalis yang jahil, yang telah meran cang suatu hukum kodrat alam menurut daya khayal mereka sendiri yang tidak mendapat pengesahan Kitab Ilahi. Mereka itu mardud (tertolak), doa-doa mereka sekali-kali tidak akan terkabul. Mereka itu buta, tidak melihat. Mereka itu mati, tidak hidup. Mereka mengemukakan di hadapan Tuhan suatu hukum yang mereka rancang sendiri dan mereka membatasi kodrat-kodrat-Nya yang tidak terhingga itu dan menganggap-Nya lemah. Maka mereka akan diperlakukan sesuai dengan keadaan mereka sendiri.&lt;br /&gt;Akan tetapi apabila kamu sekalian berdiri untuk meman- jatkan doa, maka terlebih dahulu kamu wajib meyakini bahwa Tuhanmu berkuasa atas tiap sesuatu – sesudah itu baru doa-doamu akan terkabul, dan kamu akan menyaksikan keajaiban-keajaiban kodrat Ilahi yang telah kami lihat. Dan kesaksian kami adalah ber- dasar rukyat (penglihatan) sendiri dan bukan berdasarkan dongeng-dongeng. Bagaimanakah doa-doa orang semacam itu terkabul, dan juga, bagaimanakah ia akan mempunyai keberanian untuk meman- jatkan doa waktu ia dihadapkan kepada kesulitan-kesulitan besar kalau ia tidak percaya bahwa Tuhan berkuasa atas tiap sesuatu? Sebab, hal itu bertentangan dengan hukum kodrat yang dibuatnya sendiri.&lt;br /&gt;Akan tetapi wahai orang-orang budiman! Hendaklah kamu jangan berbuat seperti itu! Tuhanmu adalah Wujud, yang meng- gantungkan bintang-bintang yang tak terhitung banyaknya dicakra- wala itu tanpa tiang sebatang pun dan telah menciptakan bumi dan langit dari serba tiada. Apakah kamu berprasangka terhadap Dia, bahwa Dia tidak akan berdaya untuk memenuhi keperluanmu? &lt;br /&gt;[Tuhan berkuasa mengerjakan tiap sesuatu. Ya, Kitab Ilahi menge- muka kan peraturan berkenaan dengan doa, bahwa Dia memper- lakukan manusia yang saleh dengan amat kasih sayang bagaikan seorang sahabat. Yakni, adakalanya Dia melepaskan kehendak-Nya sendiri dan mengabulkan doa orang itu. Sebagaimana Dia sendiri berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               “Berdoalah kepada-Ku dan Aku akan menjawab doamu” (40:61), Peny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan adakalanya Dia ingin agar kehendak-Nya-lah yang diikuti. Sebagaimana Dia berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Niscaya Kami akan menguji kamu sekalian dengan suatu ketakutan dan kelaparan” (2:156), Peny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal demikian niscaya dilakukan-Nya agar kadang-kadang Dia memperlakukan manusia sesuai dengan doanya untuk membe- ri kemajuan kepadanya dalam keyakinan dan kemakrifatan. Dan kadangkala Dia ber- laku menurut kehendak-Nya sendiri dan menganugerahkan kepada orang itu baju kehormatan ridha-Nya serta mengangkat martabatnya serta de- ngan mencintai orang itu Dia memberi kemajuan kepadanya pada jalan petunjuk. Pen.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan prasangkamu itu sendirilah yang akan merugikan dirimu. Dalam wujud Tuhan kami terdapat keajaiban-keajaiban yang tak terhingga ba- nyaknya. Akan tetapi hanya merekalah’yang menjadi kepunyaan Dia berkat ketulusan serta kesetiaan mereka’dapat me- lihat keajaiban-keajaiban itu. Dia tidak menampakkan keajaiban-keajaiban kepada orang yang tidak mempercayai kekuasaan-Nya dan tidak setia kepada kesungguhan hati terhadap-Nya.&lt;br /&gt;Alangkah malangnya manusia itu yang hingga kini belum menge- tahui juga bahwasanya ia mempunyai Satu Tuhan yang berkuasa atas tiap sesuatu. Sorga kita adalah Tuhan kita. Puncak kelezatan kita terletak pada Tuhan kita, sebab kami telah melihat-Nya dan segala kejuitaan nampak pada wujud-Nya. Harta itu patut dimiliki walaupun untuk memilikinya harus dengan jalan memper- taruhkan jiwa. Ratna mutumanikam (intan) itu patut dibeli sekali- pun untuk memperolehnya harus dengan jalan meniada- kan segala wujud kita.&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang merugi! Bergegaslah lari menuju Sumber mata air ini agar oleh mata air itu dahagamu akan dilepas- kan. Inilah Sum- ber mata air kehidupan yang bakal menyelamat-  kan kamu sekalian. Apakah gerangan yang harus kuperbuat dan bagaimanakah harus kusampaikan berita ini kepada setiap kalbu manusia? Dengan genderang bagaimana jenis- nya harus kuumum- kan di pusat-pusat keramaian bahwa inilah Tuhan-mu agar orang dapat mendengar? Dengan obat apakah harus kuobati telinga orang-orang agar jadi terbuka untuk mendengarnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN ADALAH TIANG UTAMA SEGALA RENCANA PEMBANGUNAN KITA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu menjadi kepunyaan Tuhan, maka ketahuilah de- ngan seyakin-yakinnya bahwa Tuhan adalah kepunyaanmu sendiri. Di kala kamu sedang tidur, maka Tuhan akan menjaga-mu. Di te- ngah kamu lengah dari musuhmu, Tuhan akan mengamat-amati musuhmu dan akan mematahkan siasat-siasatnya. Kamu sekalian sampai kini belum mengetahui, kodrat-kodrat apakah yang Tuhan-mu miliki. Sekiranya kamu mengetahui, tentulah tidak ada hari a- kan tiba kepadamu, bila kamu amat bersedih hati memikirkan urus- an keduniaan. Seorang yang memiliki sejumlah harta-benda, mau- kah ia menangis dan meratap-ratap lalu membinasakan dirinya ha- nya karena uangnya satu sen telah hilang? Kemudian jikalau kamu maklum akan harta itu dan kamu maklum bahwa Tuhan akan men- cukupi segala keperluanmu, maka mengapakah kamu demikian asyik tenggelam dalam urusan duniawi?&lt;br /&gt;Tuhan adalah suatu Khazanah kesayangan, maka hargailah Dia! Sebab, Dia adalah Penolong-mu dalam tiap langkah tindakan- mu. Tanpa Dia kamu sekalian tak berarti sedikit pun, begitu pula daya-upayamu tiada berarti. Jangan meniru kaum lain yang sepe- nuhnya menggantungkan diri pada sarana-sarana duniawi, sebagai- mana seekor ular makan tanah. Kaum lain bergantung pada upaya materi atau sarana duniawi yang rendah itu. Bagai seekor burung nasar [burung pemakan bangkai sebangsa burung elang. Peny.] dan anjing makan bangkai, mereka membenamkan rahang ke dalam bangkai. Kaum lain sudah sangat jauh melantur dari Tuha me-&lt;br /&gt;nyembah manusia-manusia, makan daging babi dan minum arak laksana minum air. Karena mereka terlampau menggantungkan diri pada sarana-sarana materi dan tidak memohon bantuan kekuatan dari Tuhan, mereka jadi mati dan roh samawi telah keluar dari diri mereka tak ubahnya seperti seekor burung merpati meninggalkan sarangnya. Bathin mereka dihinggapi penyakit kusta – penyakit memuja kebendaan – yang telah menggerogoti seluruh tubuh ba- thiniah mereka. Maka takutilah penyakit kusta semacam itu.&lt;br /&gt;Aku tidak melarang kamu sekalian dari mempergunakan sarana-sarana kebendaan sampai batas tertentu, tetapi yang kula- rang ialah kamu hendaknya jangan seperti kaum lain menjadi bu- dak sarana-sarana kebendaan semata-mata, lalu melupakan Tuhan yang mengadakan sarana-sarana itu juga. Jika sungguh kamu pu- nya mata, niscaya kamu akan menyaksikan bahwa hanyalah Tuhan yang berwujud dan segala yang lain tidak ada artinya sama sekali. Kamu tidak dapat merentangkan tanganmu, begitu pula tidak dapat melipatnya, tanpa seizin Tuhan. Seorang yang mati rohaninya akan menertawakan hal itu, tetapi alangkah baik baginya jika ia mati saja sekali dari pada ia tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN MEMBEBEK KEPADA KAUM LAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspadalah! Demi terlihat olehmu betapa kaum lain telah mencapai kemajuan besar di dalam rencana-rancana duniawi me- reka, maka janganlah hendaknya kamu lantas meniru mereka dan mengikuti jejak mereka. Dengarlah dan fahamilah bahwa mereka itu sangat terasing dan lengah dari Tuhan, yang memanggil kamu sekalian supaya datang kepada-Nya. Apakah arti Tuhan mereka yang hanya seorang insan hina-dina itu? Oleh karena itu mereka dibiarkan dalam kelalaian.&lt;br /&gt;Aku tidak melarang kamu berusaha mencari dan memper- oleh kebahagiaan duniawi, melainkan kamu jangan hendaknya me- ngikuti orang-orang yang memandang dunia ini sebagai segala-galanya. Hendaknya di dalam tiap sesuatu yang kamu kerjakan ba- ik yang bersangkutan dengan dunia maupun yang bertalian dengan agama – kamu terus-menerus bermohon kepada Tuhan supaya Dia menganugerahimu kekuatan serta taufik. Akan tetapi tidaklah cu- kup hanya dengan bibir saja, melainkan kamu hendaknya benar-benar percaya, bahwa setiap berkat turun hanya dari langit. Kamu baru dapat menjadi orang saleh, apabila di dalam setiap pekerjaan dan di dalam setiap kesulitan yang kamu hadapi, sebelum kamu mengatur rencanamu kamu menutup pintu kamarmu, lalu mere- bahkan dirimu di hadapan singgasana Ilahi dan meratap bahwa kamu sedang ditimpa kesulitan dan memohon karunia-Nya untuk mengatasi kesulitan itu. Niscayalah nanti Rohulkudus akan meno- longmu dan dengan jalan ghaib Dia akan membuka jalan keluar bagimu. Kasihanilah dirimu dan janganlah mengikuti orang-orang yang sama sekali telah memutuskan tali silaturahim dengan Tuhan dan yang sepenuhnya menggantungkan diri pada sarana-sarana duniawi, sehingga untuk memohon pertolongan pun mereka tidak mau mengucapkan kalimat Insya Allah juga.&lt;br /&gt;Semoga Tuhan membuka matamu supaya kamu mengeta- hui bahwa Tuhan-mu adalah soko guru atau tiang utama bagi se- gala rencanamu. Kalau soko guru rebah apakah kiranya kasau-kasau dapat bertahan di atas atapnya? Tidak, bahkan dengan segera pula akan runtuh dan boleh jadi dengan runtuhnya akan menyebab- kan banyak korban jatuh. Demikian pula rencana-rencanamu tanpa pertolongan Ilahi tidak dapat terwujud. Apabila kamu tidak me- minta bantuan dari pada-Nya dan memohon pertolongan dari pada-Nya tidak kamu jadikan peganganmu, maka kamu tidak akan ber- hasil dan kesudahannya kamu akan mati dengan menanggung pe- nyesalan yang amat besar.&lt;br /&gt;Hendaklah kamu jangan memikirkan dengan pandangan keheran-heranan mengapa bangsa lain maju, padahal mereka tidak tahu-menahu tentang Tuhan-mu yang Paripurna dan Mahaperkasa. Jawabannya ialah karena mereka telah meinggalkan Tuhan, dengan demikian mereka telah dihadapkan kepada ujian secara materi. Kadangkala ujian dari Tuhan itu mengambil bentuk demikian, yai- tu, barang siapa yang meninggalkan-Nya, hatinya lekat pada kema- bukan dan kelezatan dunia, lagi mendambakan kekayaan duniawi, maka kepadanya pintu keduniaan dibukakan, tetapi ditilik dari segi agama, ia sama sekali miskin dan telanjang belaka. Akhirnya, ia mati di dalam angan-angan duniawi dan dimasukkan ke dalam neraka-jahanam yang abadi. Dan kadangkala ujian itu mengambil bentuk demikian pula bahwa di dunia pun ia tidak akan berhasil. Akan tetapi ujian yang terakhir tidaklah begitu berbahaya seperti yang pertama, sebab yang mengalami ujian pertama lebih me- nyombong. Betapa pun juga kedua-dua golongan itu dimurkai Tuhan. Sumber kesejahteraan hakiki adalah Tuhan. Jadi, apabila orang-orang itu tidak mengetahui Tuhan yang Hayyul Qayyum – yang Mahahidup dan Berdiri sendiri – bahkan mereka tidak peduli dan berpaling muka dari pada-Nya, maka bagaimanakah mereka dapat memperoleh kesejahteraan yang hakiki? Berbahagialah &lt;br /&gt;orang yang mengerti rahasia itu dan binasalah orang yang tidak mengerti rahasia itu.&lt;br /&gt;Demikian pula hendaknya kamu jangan mengikuti jejak pa- ra filosuf dunia yang mengagumi mereka. Sebab, pikiran mereka hanya memperlihatkan ketololan belaka. Filsafat sejati ialah yang Tuhan telah ajarkan di dalam firman-Nya. Celakalah orang-orang yang mengagumi filsafat dunia dan berbahagialah orang-orang yang mencari ilmu sejati dan filsafat di dalam Kitab Ilahi. Menga- pakah kamu menempuh jalan ketidak-fahaman? Apakah kamu a- kan mengajari Tuhan hal-hal yang Dia tidak tahu? Apakah kamu hendak berlari-lari di belakang orang buta dengan harapan supaya ia dapat menunjuki jalan kepadamu?&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang tidak faham! Betapa ia dapat me- nunjuki jalan kepadamu, jikalau ia sendiri seorang buta. Kebalik- annya filsafat sejati itu diperoleh dengan perantaraan Rohulkudus yang telah dijanjikan kepadamu. Kamu akan disampaikan kepada ilmu-ilmu kudus dengan perantaraan Rohulkudus yang oleh orang-orang lain tidak dicapai. Jika kamu sekalian memohon dengan tulus hati, pada akhirnya kamu akan memperolehnya juga. Maka baru kamu akan menyadari bahwa itulah sebenarnya ilmu yang memberi kesegaran serta kehidupan dan menyampaikan kamu ke puncak menara keyakinan. Dari manakah orang yang ia sendiri suka makan bangkai dapat membawakan makanan yang bersih bagimu? Bagaimanakah orang yang ia sendiri buta dapat memper- lihatkan sesuatu? Setiap hikmah suci turun dari langit. Maka, apa- kah yang dapat kamu cari dari orang-orang duniawi? Orang-orang yang rohnya terbang menuju ke langit, merekalah yang mewarisi hikmah itu. Betapa orang-orang yang mereka sendiri tidak mempu- nyai ketenteraman hati dapat memberi ketenteraman kepadamu. Akan tetapi, lebih dahulu dan yang penting adalah kebersihan hati. Lebih dahulu dan yang penting adalah ketulusan dan kejernihan hati. Kemudian, barulah kamu akan memperoleh segala sesuatu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PINTU WAHYU MASIH TETAP TERBUKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya jangan kamu mengira bahwa wahyu Ilahi tidak ada lagi dan hanya berlaku di masa lampau saja [Syariat berakhir pada Kitab Suci Alquran, akan tetapi wahyu tidak berakhir, sebab wahyu merupakan jiwa agama sejati. Suatu agama yang di dalam- nya kelangsungan wahyu terputus, agama itu mati dan Tuhan tidak besertanya] dan pada waktu sekarang Rohulkudus tidak dapat tu- run dan hanya turun pada zaman dahulu saja. Aku berkata dengan sesungguh-sungguhnya bahwa segala pintu dapat tertutup, akan tetapi pintu untuk turunnya Rohulkudus tidak tertutup untuk sela- manya. Bukalah pintu hatimu agar Rohulkudus memasuki hatimu. Andaikata kamu sekalian menutup jendela yang melaluinya sinar matahari masuk berarti kamu menjauhkan dirimu sendiri dari sen- tuhan sinar matahari.&lt;br /&gt; Wahai orang yang tidak faham, bangkitlah! Bukalah jende- la itu, maka dengan sendirinya matahari akan menyelinap ke dalam dirimu. Jika pada zaman ini Tuhan tidak menutup jalan anugerah duniawi bagimu, bahkan membukakannya selebar-lebarnya, apa- kah kamu punya persangkaan bahwa Dia telah menutup jalan anu- gerah samawi bagimu yang kamu sangat memerlukannya pada saat ini? Sekali-kali tidak! Bahkan pintu itu telah dibukakan dengan se- terbuka-bukanya. Kini, jikalau Tuhan sesuai dengan ajaran yang diberikan di dalam Surah Al-Fatihah telah membukakan bagimu pintu segala nikmat yang pernah diberikan kepada ummat-ummat terdahulu, mengapakah kamu menolak untuk menerima nikmat itu? Timbulkanlah kedahagaan untuk (minum dari) sumber mata air, agar air keluar dengan sendirinya. Mulailah kamu menangis  bagai bayi meminta susu agar air susu menetes dengan sendirinya dari buah dada ibu. Buatlah dirimu layak menerima kasih agar ka- mu dikasihani. Perlihatkanlah kegelisahan agar kamu memperoleh ketenteraman hati. Merataplah berulangkali agar ada sebuah tangan meraih tanganmu. Sungguh amat sulitlah jalan menuju ke hadirat Tuhan, akan tetapi dimudahkan bagi mereka yang bertekad untuk mati dan melompat ke dalam jurang yang amat dalam. Mereka membulatkan hati untuk rela masuk ke dalam api dan terbakar ha- ngus demi sang Kekasih mereka. Lalu terjunlah mereka ke dalam api dan yang mereka jumpai tak lain melainkan sorga. Itulah yang dimaksudkan dalam kandungan firman Tuhan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yakni: “Wahai orang-orang jahat dan wahai orang-orang saleh! Tidak ada di antara kamu yang tidak akan melewati api neraka-jahanam kecuali mereka yang melompatkan diri mereka ke dalam api karena Tuhan, mereka itu akan diselamatkan. Akan tetapi mereka yang berjalan di atas api untuk melampiaskan nafsu amma- rah mereka, api itu akan memakan mereka” (19:72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, berbahagialah mereka yang berperang melawan hawa nafsu mereka sendiri dan malanglah nasib mereka yang ber- perang terhadap Tuhan untuk memuaskan hawa nafsu mereka sen- diri dan tidak berdamai dengan Tuhan. Barang siapa mengabaikan perintah Tuhan untuk memanjakan hawa nafsunya, niscaya tidak a- kan dapat masuk langit.&lt;br /&gt;Karena itu berusahalah agar sebuah titik atau sebuah tanda baris pun dalam Alquran suci jangan memberi kesaksian terhadap- mu, bahwa karena kamu mengabaikan perintah Tuhan maka kamu akan ditindak. Sebab, keburukan biar hanya sebesar zarah pun a- kan menerima pembalasan. Waktu sangatlah singkat, sedangkan tugas hidupmu belumlah selesai. Bergegas-gegaslah melangkahkan kaki, karena malam telah hampir tiba. Apa-apa yang kamu akan persembahkan, periksalah berulang-ulang, jangan-jangan karena ada yang ketinggalan hingga menyebabkan kerugian; atau jangan-jangan semua persembahan itu tak ubahnya hanya kotoran dan barang-barang palsu belaka, yang sekali-kali tak layak untuk diper- sembahkan di hadapan singgasana Sang Maharaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETINGGIAN ALQURAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar ada sementara orang di antaramu yang sama sekali tidak menerima hadits. Jika mereka berbuat demikian, mereka itu amat keliru. Aku tidak mengajarkan demikian, malahan pendirianku ialah demikian: ada tiga hal yang Tuhan telah berikan kepadamu sebagai petunjuk. Yang pertama-tama adalah Alquran, [ Sarana petunjuk kedua ialah Sunnah, yakni, teladan suci yang diperlihatkan dengan amal-perbuatan Rasulullah saw., umpamanya untuk memperlihatkan cara shalat, beliau saw. sendiri shalat dan untuk memperlihatkan cara puasa, beliau sendiri melakukan puasa. Yang demikian itulah disebut Sunnah, yakni amal-perbuatan Nabi saw. yang memperlihatkan firman Tuhan dalam bentuk amal-perbuatan. Sarana petunjuk ketiga ialah Hadits, yakni sabda-sabda Nabi saw. yang dikumpulkan sesudah beliau tiada. Derajat Hadits adalah lebih rendah dari Quran dan Sunnah, sebab kebanyakan Hadits adalah meragukan. Akan tetapi jika disertai Sunnah, maka Hadits itu akan menjadi sesuatu yang yakin.Pen.] yang didalamnya diutarakan Ketauhidan, Kebesaran dan Keagungan Ilahi, juga di dalamnya perselisihan-perselisihan yang ada di antara kaum Yahudi dan Kaum Nasrani diputuskan, seperti perselisihan dan kekeliruan mengenai terbunuhnya Isa ibnu Maryam dengan perantaraan kayu salib dan menjadi orang terkutuk; dan seperti halnya nabi-nabi yang lain, beliau tidak diangkat (kepada-Nya). Begitu pula di dalam Alquran terdapat larangan untuk beribadah kepada sesuatu selain Tuhan; terlarang untuk menyembah manusia, hewan, matahari, bulan dan sesuatu planit lain, begitu pula terlarang untuk memuja sarana-sarana duniawi dan dirimu sendiri.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, berhati-hatilah dan janganlah melangkahkan kaki biarpun hanya selangkah tetapi bertentangan dengan ajaran Tuhan dan petunjuk Alquran. Aku berkata dengan sesungguh-sungguhnya bahwa barang siapa mengabaikan suatu pe- rintah sekecil-kecilnya di antara sejumlah tujuh ratus buah perintah Alquran, ia menutup pintu keselamatan bagi dirinya sendiri dengan tangannya sendiri. Jalan keselamatan yang sempurna dan hakiki dibuka oleh Alquran, sedang semua jalan lainnya adalah bayang- annya.&lt;br /&gt;Maka, bacalah Alquran dengan seksama dan hendaklah ka- mu sangat mencintainya dan dengan demikian rupa cintanya se- hingga kamu belum pernah mencintai sesuatu yang lain dari itu, karena sebagaimana Tuhan berfirman kepadaku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   - arabic -&lt;br /&gt;yakni, bahwa :”Segala macam kebaikan terdapat di dalam Alquran”, itu sungguh benar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah sayangnya orang-orang yang lebih mengutama- kan sesuatu selain Alquran. Sumber segala kebahagiaan dan kese- lamatan bagimu terdapat di dalam Alquran. Tiada sebuah pun ke- perluan agamamu yang tidak terdapat di dalam Alquran. Saksi yang membenarkan maupun yang mendustakan keimananmu pada hari kiamat adalah Alquran. Di bawah kolong langit ini tidak ada sebuah kitab pun yang secara langsung dapat memberi petunjuk kepadamu kecuali Alquran. Allah Taala telah berkenan berbuat banyak kebajikan kepadamu dengan menganugerahkan kepadamu sebuah Kitab Suci seperti Alquran.&lt;br /&gt;Aku berkata dengan sesungguh-sungguhnya kepadamu sekalian, bahwa kitab yang dibacakan kepadamu itu seandainya dibacakan kepada kaum Kristen, mereka tidak akan binasa. Dan nikmat serta petunjuk yang dilimpahkan kepadamu itu, andaikan diberikan kepada kaum Yahudi sebagai pengganti Kitab Taurat, maka sebagian firkah atau aliran mereka tidak akan mengingkari hari kiamat. Oleh karena itu hargailah nikmat yang dilimpahkan kepadamu. Nikmat itu sungguh berharga sekali. Nikmat kesayang- an itu merupakan suatu harta pusaka yang besar nilainya. Jika seki- ranya Alquran tidak diturunkan, maka seluruh dunia ini tidak ubah- nya hanya laksana segumpal daging yang menjijikkan belaka. Alquran adalah sebuah Kitab agung dan semua petunjuk tanding- annya adalah tidak berarti. Pembawa Injil adalah Rohulkudus yang menampakkan diri dalam bentuk seekor  burung merpati – seekor hewan yang tak berdaya lagi lemah – seekor kucing pun dapat me- nerkamnya. Oleh karena itulah hari demi hari orang-orang Kristen kian jatuh ke jurang kelemahan, lagi pula jiwa rohaniatnya sudah tidak ada lagi di dalam diri mereka, sebab tumpuan keimanan me- reka terletak pada burung merpati. Akan tetapi Rohulkudus Alquran menampakkan diri dalam bentuk yang agung, sehingga seluruh alam semesta dipenuhi oleh wujudnya dari bumi sampai langit. Jadi, alangkah jauhnya perbedaan di antara burung merpati dan penampakan agung yang disebutkan juga di dalam Alquran suci.&lt;br /&gt;Alquran dapat membuat seorang-orang menjadi insan suci dalam jangka waktu seminggu. Alquran dapat membuat dirimu seperti para nabi, asalkan saja kamu sekalian – dari segi lahiriah atau pada dasarnya – tidak berpaling dari pada Alquran. Selain Alquran, kitab mana lagi yang pada awal mula sekali mengajarkan kepada para pembacanya doa dan memberikan pengharapan seba- gai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, tunjukkanlah kepada kami jalan kenikmatan-kenikmatan yang telah ditunjukkan kepada orang-orang dahulu, yaitu nabi, shiddiq, syahid dan saleh! Oleh karena itu, pertinggilah semangatmu dan janganlah menolak seruan Alquran sebab Dia berkenan memberi kepadamu kenikmatan-kenikmatan yang pernah dianugerahkan kepada orang-orang terdahulu. Tidakkah Dia mem- berikan kepadamu negeri dan Baitulmukaddas yang pernah dipu- nyai orang-orang Bani Israil dan yang kini ada di dalam kekuasa- anmu?&lt;br /&gt;Maka, wahai orang-orang lemah kepercayaan dan kurang dalam semangat! Tuhan-mu telah menjadikan kamu sebagai peng- ganti Bani Israil secara jasmaniah untuk memiliki semua kawasan negeri, maka sampaikah di pikiranmu mengapa Dia tidak menjadi- kan kamu pengganti secara rohaniah pula? Bahkan, sebenarnya Tuhan bermaksud melimpahkan kepadamu karunia-karunia lebih besar dari pada karunia-karunia yang dilimpahkan kepada mereka. Tuhan telah menjadikan kamu ahliwaris bagi harta pusaka mereka, baikpun secara rohani maupun secara jasmani. Akan tetapi, orang lain tidaklah akan menjadi ahliwarismu sampai hari kiamat tiba. Tuhan sekali-kali tidak akan mengasingkan dirimu dari limpahan nikmat wahyu, ilham, mukalamah dan mukhatabah Ilahiyyah &lt;br /&gt;[Mukalamah dan mukhatabah Ilahiyyah adalah firman Tuhan dalam bentuk percakapan secara langsung kepada hamba-hamba-Nya.Peny.] Dia akan menyempurnakan terhadapmu semua nikmat yang telah diberikan kepada orang-orang dahulu. Akan tetapi ba- rang siapa oleh keangkuhannya akan berdusta terhadap Tuhan de- ngan mengatakan bahwa wahyu Ilahi telah turun kepadanya pada- hal tidak, atau mengatakan bahwa ia telah mendapat kehormatan bermukalamah dan bermukhatabah dengan Tuhan padahal tidak, maka aku berkata dengan bersaksi kepada Tuhan dan malaikat-malaikat-Nya bahwa ia pasti akan dibinasakan sebab ia telah ber- dusta terhadap Khalik-Nya dan telah tipu-menipu serta telah mem- perlihatkan kelancungan dan kecerobohan. Maka takutilah keadaan itu. Terkutuklah orang-orang yang membuat-buat impian dusta dan mengaku bermukalamah serta bermukhatabah. Seakan-akan di da- lam hatinya menganggap Tuhan tidak ada. Namun hukuman Tuhan akan mencengkeramnya dan hari naasnya tidak akan dapat dihin- dari.&lt;br /&gt;Maka, kamu sekalian hendaklah mencapai kemajuan dalam hal ketulusan, kelurusan, ketakwaan dan kecintaan kepada Dzat Ilahi. Selama hayat dikandung badan pandanglah hal itu sebagai satu-satunya pekerjaanmu. Lalu, Tuhan-pun akan memberi kehor- matan dengan bermukalamah dan mukhatabah kepada orang di an- taramu yang Dia kehendaki. Hendaklah kamu jangan mempunyai keinginan serupa itu, sebab jangan-jangan karena keinginan hawa-nafsumu syaitan mulai menunggangimu, yang karenanya banyak orang menjadi binasa. Oleh karena itu sibukkanlah dirimu dalam berbakti dan beribadah. Hendaknya segala daya-upayamu dikerah- kan pada usaha ke arah itu saja agar kamu mematuhi segala hukum Tuhan. Hendaknya kamu inginkan kemajuan dalam keyakinan, mendapat keselamatan dan bukan memamerkan ilham. Alquran suci telah banyak mencantumkan hukum-hukum suci bagimu dan salah satu diantaranya ialah, kamu hendaknya sama sekali menjau- hi syirik, sebab orang musyrik tidak akan memperoleh sumber ke- selamatan. Janganlah kamu berdusta, karena dusta pun merupakan sebagian syirik.&lt;br /&gt;Alquran tidak mengatakan kepadamu seperti dikatakan Injil, bahwa kamu jangan memandang kepada wanita-wanita bukan muhrim dengan pandangan buruk dan dengan pikiran yang me- ngandung rasa berahi, sedangkan memandang kepada mereka tan- pa itu [pandangan buruk dan mengandung berahi] adalah halal. Malahan Alquran mengatakan, bahwa janganlah sekali-kali me- mandang [kepada mereka] – baik dengan pandangan buruk atau pun pandangan baik – karena hal itu semua dapat menyebabkan kamu tergelincir. Kebalikannya, hendaklah kamu, bilamana berha- dapan dengan orang-orang bukan mukhrim – meredupkan matamu dan hendaklah jangan sedikit pun mengetahui parasnya. Akan teta- pi diperkenankan (memandang) sampai batas seperti keadaan o- rang berpenyakit bular, melihat dengan mata berkabut.&lt;br /&gt;Alquran tidak mengatakan kepadamu seperti dikatakan Injil bahwa kamu hendaknya jangan minum minuman keras sebanyak yang dapat menjadikanmu mabuk, tetapi Alquran mengatakan bah- wa janganlah sama sekali meminumnya sebab kamu tidak akan menemukan jalan Tuhan dan Tuhan tidak akan bercakap-cakap denganmu, lagi Dia tidak akan membersihkan kamu dari kekoto- ran-kekotoran. Dan Alquran mengatakan, bahwa itu adalah pe- nemuan syaitan, maka jauhilah!&lt;br /&gt;Alquran tidak hanya mengatakan kepadamu seperti dikata- kan Injil, bahwa janganlah kamu marah kepada saudaramu tanpa sebab, tetapi ia (Alquran) mengatakan bahwa kamu hendaknya bu- kan hanya harus menahan amarahmu saja, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahkan amalkanlah pula         - arabic -                      (memberi nasihat dengan kasih sayang) dan hendaknya kamu mengatakan pula kepada orang lain supaya berlaku serupa itu. Bukan hanya kamu sendiri yang berlaku kasih sayang, melainkan kamu meng-amanatkan kepada semua saudaramu juga untuk berkasih-sayang.&lt;br /&gt;Alquran tidak hanya mengatakan kepadamu seperti dika- takan Injil, bahwa hendaklah kamu bersabar atas tiap perbuatan yang tidak senonoh isterimu kecuali zina dan janganlah menja- tuhkan talak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Alquran mengatakan:            -  arabic-                (orang baik adalah bagi orang laki-laki yang baik). Tujuan yang dimaksud oleh Alquran ialah orang yang tidak bersih tak dapat hidup ber-dampingan dengan orang bersih.&lt;br /&gt;Pendeknya, apabila isterimu walaupun tidak berzina, akan tetapi ia memandang orang-orang yang bukan mukhrim dengan pandangan berahi dan berpelukan dengan mereka dan melakukan pendahuluan-pendahuluan perzinaan, walaupun zina belum lagi dilaksanakan dan memperlihatkan auratnya kepada orang yang bu- kan mukhrim serta ia musyrik dan pembuat onar, dan Tuhan Yang Suci yang kamu imani tidak senang kepadanya, maka apabila ia tidak meninggalkan perbuatan itu, kamu dapat menjatuhkan talak kepadanya  sebab ia dengan amal-perbuatannya sendiri memisah- kan diri dari padamu. Sekarang ia tidak merupakan bagian badan- mu lagi. Maka kamu tidaklah layak menjalani hidup bersama dia dengan dayus, sebab ia tidak lagi merupakan bagian badanmu; ia merupakan sebuah anggauta badan yang jijik lagi busuk dan patut dipenggal, sebab jangan-jangan ia mengotori seluruh badan dan kamu menjadi mati.&lt;br /&gt;Alquran tidak mengatakan kepadamu seperti dikatakan Injil, bahwa janganlah sekali-kali bersumpah; tetapi Alquran mela- rangmu dari membuat persumpahan-persumpahan yang sia-sia. Sebab, dalam beberapa keadaan sumpah merupakan suatu sarana untuk menjatuhkan putusan dan Tuhan tidak menghendaki untuk menghilangkan sesuatu sarana bukti, karena dengan itu hikmahnya akan hilang. Adalah hal yang wajar apabila seseorang tidak mem- beri kesaksian dalam suatu perkara yang sedang diperselisihkan, maka untuk menjatuhkan putusan diperlukan kesaksian Tuhan. Dan persumpahan itu menjadikan Tuhan sebagai saksi.&lt;br /&gt;Alquran tidak mengatakan kepadamu seperti dikatakan Injil, bahwa janganlah melawan orang zalim pada setiap kesem- patan, tetapi Alquran mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[“Balasan terhadap suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa.  Maka barang siapa yang memaafkan dan oleh karenanya menimbulkan perbaikan maka pahalanya adalah di sisi Allah” (42:41) ] Peny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, balasan terhadap kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, akan tetapi barang siapa memberi maaf dan mengampuni kesalahan dan dengan pemberian maaf menimbulkan suatu perba- ikan, maka Tuhan akan ridha kepadanya dan Dia akan memberi pahala kepadanya. Jadi, menurut Alquran tindakan balasan pada setiap kesempatan adalah tidak terpuji, begitu pula pemberian maaf pada setiap kesempatan adalah tidak patut dipuji. Bahkan hendak- nya harus menilik keadaan, begitu pula hendaknya tindakan bala- san atau memaafkan itu disertai oleh pertimbangan mengenai kea- daan dan kemashlahatan tapi bukan dengan semena-mena. Itulah yang dimaksudkan oleh Alquran.&lt;br /&gt;Alquran tidak mengatakan kepadamu seperti yang dikata- kan Injil, bahwa kasihanilah musuh-musuhmu, tetapi Alquran me- ngatakan bahwa janganlah kamu mempunyai musuh pribadi dan hendaknya rasa kasihmu merata kepada tiap-tiap orang. Akan te- tapi orang yang menjadi musuh bagi Tuhan-mu, pula menjadi musuh bagi Rasul-mu dan menjadi musuh bagi Kitab Allah, orang itulah musuhmu. Maka, hendaknya kamu jangan mengasingkan orang-orang serupa itu juga dari seruan dan doa-doamu. Dan hendaklah kamu memusuhi perbuatan mereka saja dan bukan kepada pribadi mereka. Berusahalah agar mereka menjadi orang-orang benar. Mengenai itu Dia berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan dan memberi kepada kaum kerabat……” (16:91)], Peny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, apakah yang dikehendaki Tuhan dari padamu? Tia- da lain melainkan hal itulah; yaitu: kamu hendaknya selalu berla- ku adil terhadap seluruh ummat manusia. Lebih lanjut lagi, kamu hendaklah berbuat bajik terhadap mereka yang belum pernah ber- buat bajik kepadamu. Lebih dari pada itu lagi, hendaklah kamu memperlakukan dengan rasa kasih terhadap ummat Tuhan sehing- ga kamu seakan-akan keluarga mereka yang sejati, bagai ibu-ibu berlaku terhadap anak-anak mereka. Sebab, di dalam kebajikan itu tersembunyi suatu unsur menonjolkan diri. Sedangkan orang yang berbuat kebajikan adakalanya memamerkan juga kebajikannya. A- kan tetapi orang yang karena dorongan alami, bagai seorang ibu berbuat bajik, ia sekali-kali tidak dapat menonjolkan diri. Jadi, de- rajat kebajikan yang terakhir itu adalah dorongan alami, yang ada- lah bagai seorang ibu.&lt;br /&gt;Sedangkan ayat itu bukan hanya berkenaan dengan sesama makhluk saja, bahkan bertalian dengan Tuhan. Berbuat adil terha- dap Tuhan ialah dengan mengingat nikmat-nikmat-Nya, memper- lihatkan kepatuhan terhadap-Nya. Berbuat bajik terhadap Tuhan ialah mempunyai keyakinan terhadap Dzat-Nya demikian rupa se- hingga seakan-akan menyaksikan Dia. Berbuat Ita’i dzil qurba [memberi kepada kaum kerabat] ialah, beribadah kepada-Nya bukan karena ketamakan akan sorga dan bukan karena takut akan neraka, melainkan, jika meskipun seandainya tidak ada sorga dan neraka, maka tidak timbul perubahan di dalam semangat kecintaan dan ketaatan. Dan, tercantum di dalam Injil bahwa barang siapa melaknati dirimu, hendaknya memohon berkat bagi mereka. Akan tetapi Alquran berkata, bahwa jangan berbuat sesuatu karena ke-aku-anmu. Hendaklah bertanya kepada hatimu [yang merupakan tempat penampakan kebesaran-Nya]; perlakuan apa yang harus kamu ambil terhadap orang semacam itu? Maka, apabila Tuhan meresapkan perasaan ke dalam hatimu demikian, yaitu orang yang melaknat itu patut dikasihani dan Langit tidak melaknatnya, maka kamu pun janganlah hendaknya melaknati dia agar jangan kamu dianggap jadi lawan Tuhan. Akan tetapi, apabila hati nuranimu membisikkan bahwa ia bersalah, dan diresapkan ke dalam hatimu perasaan bahwa Langit melaknat orang itu, maka hendaknya ja- ngan memohon berkat baginya. Seperti halnya tidak ada seorang nabi pun yang memohon berkat bagi syaitan dan tidak ada seorang nabi pun yang membebaskan syaitan dari laknat, begitu pula kamu janganlah tergesa-gesa melaknat seseorang sebab kebanyakan pra- sangka adalah palsu, dan kebanyakan laknat jatuh kembali pada si pelaknat.&lt;br /&gt;Berhati-hatilah dalam tindak-tandukmu dan sebelum kamu melakukan suatu pekerjaan, hendaklah kamu mempertimbangkan dengan masak dan mohonlah pertolongan dari Tuhan, sebab kamu buta. Jangan-jangan kamu menganggap orang itu zalim, padahal ia adil; dan kamu mengira dia pembohong, padahal ia jujur. Dengan cara demikian kamu membuat Tuhan gusar dan menjadikan semua amal baikmu sia-sia.&lt;br /&gt;Demikian pula dikatakan di dalam Injil, bahwa janganlah hendaknya kamu mengerjakan amal-amal baikmu untuk dilihat orang-orang. Akan tetapi Alquran mengatakan, bahwa kamu ja- ngan hendaknya berbuat demikian sehingga semua pekerjaanmu tersembunyi dari orang-orang; bahkan hendaklah mengingat ke- maslahatannya kamu melaksanakan sebagian amal baikmu secara tersembunyi apabila kamu pandang bahwa secara sembunyi-sem- bunyi itu lebih baik bagi dirimu. Dan, sebagian lagi kamu kerjakan secara terang-terangan, apabila kamu pandang bahwa di dalam me- lakukan secara terang-terangan terkandung kebaikan bagi umum, agar kamu memperoleh dua macam pahala dan agar orang-orang lemah – yang tidak berani melakukan amal baik – ia pun dengan mengikuti jejakmu akan melakukan pekerjaan baik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, firman Tuhan yang berbunyi:             - arabic -&lt;br /&gt;yakni, lakukanlah amal baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan juga. Adapun hikmah yang terkandung di dalam perintah itu telah dijelaskan oleh-Nya sendiri yang maksud- nya; berilah pengertian bukan hanya dengan ucapan saja, melain- kan juga doronglah orang-orang dengan perbuatan nyata, sebab, ucapan tidak selamanya berkesan bahkan seringkali contoh per- buatan itu lebih berkesan.&lt;br /&gt;Demikian pula terdapat di dalam Injil, bahwa apabila kamu memanjatkan doa, hendaklah kamu masuk ke dalam kamarmu. Akan tetapi Alquran mengajarkan, bahwa janganlah kamu selalu berdoa dengan cara tersembunyi, melainkan hendaklah kamu me- manjatkan doa dihadapan orang-orang atau bersama saudara-saudaramu secara terang-terangan agar apabila suatu doa terkabul, maka bagi orang-orang yang berkumpul menyebabkan kemajuan dalam keimanan mereka dan agar orang lain pun berhasrat untuk berdoa.&lt;br /&gt;Demikian pula tercantum di dalam Injil, bahwa berdoalah dengan cara demikian: Hai Bapak kami yang ada di langit, kudus- lah nama-Mu, datangkanlah kerajaan-Mu. Datangkanlah keridha- an-Mu ke bumi seperti yang ada di langit. Anugerahkanlah kepada kami hari ini roti kami sehari-hari. Dan seperti halnya kami mema- afkan orang-orang yang berhutang kepada kami, maka Engkau ma- afkanlah hutang kami. Janganlah kami dicoba bahkan selamatkan- lah kami dari kejahatan sebab kerajaan, kekuasaan dan kebesaran adalah milik Engkau untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;Akan tetapi Alquran mengatakan, bahwa tidak benar bumi kosong dari kekudusan, bahwa di atas bumi pun kekudusan Tuhan berlaku dan bukan hanya di langit. Sebagaimana Dia berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[“Dan tidak ada sesuatu melainkan ia bertasbih dengan puji-pujian terhadap-Nya” - “Bertashbihlah kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi”] Peny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, tiap zarah bumi dan langit memuji dan mengkudus- kan Tuhan. Segala yang ada di dalam keduanya sibuk dalam berzi- kir kepada-Nya, gunung-gunung sibuk dalam berzikir kepada-Nya, sungai-sungai sibuk dalam berzikir kepada-Nya, pohon-pohon si- buk dalam berzikir kepada-Nya dan banyaklah orang-orang saleh sibuk dalam berzikir kepada-Nya. Barang siapa tidak sibuk dalam berzikir kepada-Nya dengan hati dan mulutnya dan tidak meren- dahkan diri di hadapan Tuhan, maka Qadha dan Qadar Ilahi dalam berbagai bentuk siksaan dan azab akan memaksanya tunduk.&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang diterangkan dalam Kitab Ilahi berke- naan dengan para malaikat, menunjukkan betapa tingginya sifat ketaatan mereka. Sifat itu juga diterangkan dalam Alquran berke- naan dengan zarah-zarah atau butiran-butiran bumi, bahwa tiap se- suatu selalu taat kepada-Nya. Sehelai daun pun tidak dapat jatuh tanpa perintah-Nya. Tanpa izin-Nya tak ada obat yang dapat me- nyembuhkan dan tak ada makanan yang cocok untuk di makan. Tiap sesuatu merebahkan diri di bawah singgasana Ilahi dengan kerendahan dan penghambaan serendah-rendahnya serta tenggelam di dalam kepatuhan terhadap-Nya. Zarah demi zarah gunung dan bumi, tetes demi tetes air sungai dan samudra, tunas demi tunas pe- pohonan dan tetumbuhan serta tiap bagiannya dan seluruh zarah tubuh manusia dan hewan mengenal wujud Tuhan serta taat kepa- da-Nya dan sibuk memuji serta meng-kuduskan-Nya. Oleh karena itu Allah Taala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, seperti halnya tiap sesuatu di langit bertashbih dan mengkuduskan Tuhan, demikian pula tiap sesuatu di atas bumi ini bertashbih dan mengkuduskan-Nya.&lt;br /&gt;Jadi, tidak adakah di atas bumi ini yang memuji dan meng- kuduskan Tuhan? Kata-kata (atau pertanyaan) serupa itu tak mung- kin diucapkan seorang arif yang sempurna. Bahkan di antara benda benda yang ada di bumi, sebagian ada yang patuh kepada hukum-hukum syariat dan sebagian lagi tunduk kepada hukum-hukum Qadha dan Qadar. Sedangkan sebagian lagi selalu siap sedia untuk mematuhi kedua-dua hukum itu. Betapa awan, angin, api, bumi se- muanya asyik mematuhi dan mengkuduskan Tuhan. Apabila ada seorang manusia yang mengdurhakai hukum-hukum syariat Ilahi, maka ia tunduk kepada Qadha dan Qadar Ilahi. Tidak ada seorang pun tinggal di luar kedua kekuasaan itu. Salah satu dari kedua gan- dar kekuasaan langit pasti dipikul oleh setiap orang [Tiap-tiap ma- nusia pasti dikuasai salah satu di antara kedua hukum syariat Qadha dan Qadar.Peny.].&lt;br /&gt;Ya, tentu saja ditilik dari segi keadaan buruk-baik hati manusia – kelalaian dan zikir Ilahi silih berganti memberi penga- ruh pada permukaan bumi ini. Akan tetapi tanpa kebijaksanaan dan kemaslahatan Tuhan, pasang-surut ini tidak akan terjadi dengan sendirinya. Tuhan menghendaki agar terjadi demikian di bumi ini, maka begitulah itu terjadi. Jadi, pertukaran antara petunjuk dan ke- sesatan pun tiada ubahnya bagai pertukaran antara siang dan ma- lam, berlaku sesuai dengan peraturan dan izin Tuhan dan bukan dengan sendirinya. Kendatipun tiap sesuatu mendengar suara-Nya dan mengenangkan kesucian-Nya, akan tetapi Injil berkata, bahwa bumi ini sunyi dari pengkudusan terhadap Tuhan! Adapun ketera- ngan mengenai pernyataan itu dijelaskan pada kalimat doa Injil sebagai berikut: Sekarang kerajaan Tuhan belum datang di atas permukaan bumi ini. Disebabkan oleh tidak adanya kerajaan Tuhan dan bukan oleh suatu sebab lain, maka kehendak Tuhan ti- dak dapat berlaku di atas permukaan bumi ini seperti halnya yang berlaku di atas langit. Akan tetapi ajaran Alquran sama sekali ber- lawanan dengan faham itu. Alquran dengan kata-kata tegas menga- takan bahwa tiada pencuri, pendurhaka, penjahat dapat mengerja- kan sesuatu kejahatan diatas permukaan bumi ini selama belum di- berikan kepadanya kemampuan dari langit. Jadi, mengapa dikata- kan bahwa kerajaan langit tidak ada di bumi ini? Apakah ada keku- asaan yang berlawanan menjadi penghalang untuk berlakunya hu- kum-hukum Tuhan di atas muka bumi ini? Mahasuci Allah, sekali-kali tidaklah demikian! Bahkan Tuhan sendiri menetapkan peratu- ran tersendiri bagi para malaikat, tetapi Dia justru menanamkan sifat ketaatan pada fitrat manusia; jadi memang mereka itu tidak berdaya untuk melawan, lagi pula mereka tidak dapat dihinggapi oleh kesalahan dan kealpaan.&lt;br /&gt;Akan tetapi kepada fitrat manusia diberikan kewenangan untuk menerima ataupun tidak menerima. Dan oleh karena kewe- nangan itu diberikan dari Atas, maka tidaklah dapat dikatakan, bahwa karena adanya manusia durhaka, lalu kerajaan Tuhan le- nyap dari muka bumi, melainkan dalam setiap keadaan, kerajaan Tuhan tetap ada. Ya, hanya ada dua peraturan berlaku. Yang per- tama berlaku di langit untuk para malaikat, ialah peraturan Qadha dan Qadar, mereka (malaikat-malaikat) tidak berdaya untuk mela- kukan kejahatan dan yang kedua berlaku di bumi untuk manusia berkenaan dengan Qadha dan Qadar Tuhan yaitu, dari langit dibe- rikan kewenangan kepada mereka untuk melakukan kejahatan. Akan tetapi apabila mereka memohon kekuatan dari Tuhan, yakni ber-istighfar, maka kelemahan mereka dapat hilang dengan bantu- an Rohulkudus dan kelemahannya pun dapat hilang dan mereka dapat terpelihara dari berbuat dosa seperti halnya para nabi dan &lt;br /&gt;            rasul Tuhan terpelihara.&lt;br /&gt;Dan apabila ada orang yang serupa itu, yaitu mereka telah berdosa maka faedah bagi mereka ialah mereka diselamatkan dari akibat dosa, yakni diselamatkan dari azab. Sebab dengan kedatang- an cahaya, kegelapan akan lenyap. Orang-orang berdosa yang tidak membaca istighfar, yakni tidak memohon kekuatan dari Tuhan, mereka tetap mendapat hukuman bagi dosa-dosa mereka. Perhati- kanlah, dewasa ini wabah tha’un juga berjangkit di atas bumi seba- gai hukuman. Dan orang-orang durhaka terus-menerus binasa kare- na wabah itu. Kemudian betapa dapat dikatakan, bahwa kerajaan Tuhan tidak ada di atas permukaan bumi ini.&lt;br /&gt;Janganlah menyangka, mengapa apabila kerajaan Tuhan ada di atas muka bumi ini, lalu orang-orang melakukan dosa? Se- bab dosa-dosa pun ada di bawah peraturan hukum Qadha dan Qadar Tuhan. Jadi, walaupun orang-orang itu menyimpang dari hukum syariat, namun mereka tidak dapat menghindari hukum ke- jadian, yakni hukum Qadha dan Qadar.&lt;br /&gt;Pendek kata, betapa dapat dikatakan bahwa pundak orang-orang durhaka tidak dibebani gandar kerajaan Ilahi? Perhatikanlah, di negeri India jajahan Inggeris ini terdapat juga peristiwa-peristi- wa pencurian dan pembunuhan. Juga terjadi pelanggaran-pelang-&lt;br /&gt;garan kesusilaan, perbuatan-perbuatan khianat, korupsi dan seba- gainya. Pendeknya, segala macam pelanggar-pelanggar hukum-pun ada. Akan tetapi, tidak dapat dikatakan bahwa di negeri ini ti- dak ada pemerintah kerajaan Inggeris. Sebab, memang ada keraja- an, akan tetapi pemerintah tidak memandang layak untuk sengaja menetapkan undang-undang kekerasan yang karena kehebatannya kehidupan menjadi sulit dirasakan oleh orang-orang. Seandainya pemerintah ingin menghentikan tindakan-tindakan pelanggaran, pemerintah dapat menjebloskan semua orang ke dalam sebuah ru- mah tahanan yang mengerikan dan dengan mudah sekali mereka dapat berhenti dari perbuatan mereka. Atau, seandainya hukuman-hukuman berat ditetapkan dalam undang-undang, maka kejahatan-kejahatan pun dapat dicegah. &lt;br /&gt;Pendeknya, kamu sekalian dapatlah memahami, betapa me- luasnya kebiasaan minum arak di negeri ini, betapa bertambahnya wanita-wanita tuna-susila, betapa banyaknya peristiwa pencurian dan pembunuhan; hal itu bukanlah karena tidak ada kekuasaan pe- merintah Inggeris di sini, melainkan adalah karena kelunakan pe- merintahlah yang telah menyebabkan kejahatan-kejahatan itu ber- kembang dan bukanlah pemerintah Inggeris telah angkat kaki dari negeri ini. Bahkan pemerintah mempunyai kewenangan untuk mencegah timbulnya tindakan-tindakan kejahatan dengan memper- keras hukuman-hukuman. Jika pemerintahan manusiawi – yang di- bandingkan dengan kerajaan Ilahi tidak berarti sedikit pun – demi- kian keadaannya, betapa besarnya undang-undang Ilahi berkemam- puan dan berkewenangan seandainya pada saat ini mengambil tin- dakan keras yaitu kepada tiap-tiap pezina petir menyambar dan kepada setiap pencuri dikenakan penyakit, yakni tangannya mem- busuk lalu lepas dan setiap pembangkang yang mengingkari Tuhan dan agama-Nya dibinasakan oleh wabah tha’un, maka sebelum le- wat jangka-waktu seminggu saja semua orang di dunia ini dapat menyandang pakaian kesucian dan kesalehan.&lt;br /&gt;Walhasil, kerajaan Tuhan memang berdaulat di atas bumi ini, tetapi kelunakan undang-undang samawi memberikan kebeba- san demikian rupa sehingga orang-orang yang berbuat kejahatan tidak segera dihukum. Ya, mereka selalu mendapat hukuman-hukuman juga; gempa-gempa bumi terjadi, petir-petir menyambar, gunung berapi meletus laksana mercon menewaskan ribuan jiwa, kapal-kapal tenggelam, ratusan jiwa melayang karena kecelakaan kereta api, taufan mengamuk, rumah-rumah ambruk, ular-ular menggigit, binatang-binatang buas menyergap, wabah-wabah ber- kecamuk. Pintu kebinasaan bukan hanya sebuah, malahan ada ri- buan pintu telah dibukakan dan ditetapkan oleh hukum kodrat Tuhan untuk mengganjar orang-orang berdosa.&lt;br /&gt;Lalu, betapa dapat dikatakan bahwa kerajaan Tuhan tidak ada di atas muka bumi ini. Yang benar ialah, kerajaan memang ada, dan pada tangan tiap orang berdosa ada belenggu dan pada kaki mereka ada rantai. Akan tetapi hikmah Ilahi telah demikian rupa memperlunak peraturannya, sehingga belenggu dan rantai tidak segera menunjukkan fungsinya. Jikalau orang tidak jera, akhirnya ia akan disampaikan ke neraka jahanam yang abadi; dan ia dimasukkan ke dalam azab yang dengan azab itu seorang ber- dosa tidak hidup maupun tidak mati.&lt;br /&gt;Pendek kata, peraturan ada dua macam. Peraturan pertama bertalian dengan para malaikat; yakni mereka diciptakan hanya semata-mata untuk taat dan ketaatan mereka hanya semata-mata merupakan ciri bagi cahaya fitratnya. Mereka tidak dapat berbuat dosa, namun mereka tidak dapat mengembangkan kebajikan pula. Peratusan kedua bertalian dengan manusia, yakni di dalam fitrat manusia tertanam suatu ciri khas, yaitu mereka dapat berbuat dosa, namun demikian mereka dapat mengembangkan pula kebajikan.&lt;br /&gt;Kedua-dua peraturan fitrat itu tidak berubah. Dan seperti halnya malaikat tidak dapat menjadi manusia, begitu pula manusia pun tidak dapat menjadi malaikat. Kedua-dua peraturan itu tidak dapat berubah – kekal dan pasti. Oleh karena itu peraturan samawi tidak dapat berlaku di atas bumi, demikian pula peraturan duniawi tidak berlaku terhadap malaikat.&lt;br /&gt;Jika kealpaan manusia terhapus oleh tobat, maka manusia dapat menjadi lebih bagus dari malaikat. Sebab, di dalam diri ma- laikat tidak terdapat bakat untuk maju. Dosa manusia di ampuni dengan jalan tobat. Dan menurut hikmah Ilahi, pada sebagian o- rang rangkaian kealpaannya dibiarkan berlaku, agar setelah mereka berbuat dosa, mereka menyadari kelemahan-kelemahan mereka, lalu setelah mereka bertobat, mereka mendapat ampunan. Demiki- an itulah peraturan yang telah ditetapkan bagi manusia. Itulah yang diinginkan oleh fitrat manusia.Kealpaan dan kelupaan merupakan ciri khas fitrat manusia dan bukanlah ciri khas malaikat. Lalu, pe- raturan yang bertalian dengan malaikat betapa dapat berlaku bagi manusia. Adalah suatu kesalahan kalau mengalamatkan kelemahan terhadap Allah Taala. Yang berlaku di atas muka bumi ini hanya- lah buah pekerjaan peraturan. Naudzubillah! Apakah Tuhan demi- kian tiada berdaya sehingga kerajaan-Nya, kekuasaan-Nya dan ke- besaran-Nya hanya terbatas di langit saja? Ataukah di bumi ini ada Tuhan lain lagi sebagai tandingan yang menguasai bumi?&lt;br /&gt;Tidak pantaslah bila orang-orang Kristen menekankan bah- wa kerajaan Tuhan hanya terdapat di langit saja dan belum lagi berdaulat di atas bumi ini, sebab mereka mengakui sendiri bahwa langit tidak ada wujudnya. Dengan demikian jelaslah bahwa andai- kata langit – di mana terdapat kerajaan Tuhan -  tidak ada wujud- nya dan kerajaan Tuhan belum berdaulat di atas bumi ini, maka ke- rajaan Tuhan seakan-akan tidak terdapat di mana juapun. Selain itu kita sedang menyaksikan dengan mata kepala sendiri kerajaan Tuhan di atas bumi ini. Sesuai dengan peraturan-Nya, umur kita sampai kepada ajal dan keadaan kita senantiasa berubah. Kita me- ngalami aneka-ragam suka dan duka. Ribuan manusia mati karena perintah Tuhan dan ribuan manusia lahir. Doa-doa terkabul dan tanda-tanda menampakkan diri. Bumi menumbuhkan ribuan jenis tetumbuhan, buah-buahan dan bunga-bunga atas perintah-Nya. Apakah semua itu terjadi tanpa berdaulatnya kerajaan Tuhan? Bahkan benda-benda langit senantiasa beredar menurut suatu sis- tem. Dan andaikata terjadi perubahan di dalam sistem itu – yang dengan perubahan itu  diketahui sang Pelakunya – maka perubahan itu sedikit pun tidak terasa. Akan tetapi, bumi menjadi mangsa ri- buan perubahan, revolusi dan pergantian. Tiap hari ada puluhan juta manusia berlalu dari dunia, dan puluhan juta lahir. Dari tiap segi dan caranya terasalah ada kehadiran suatu Pencipta Yang Mahakuasa. Maka, apakah kerajaan Tuhan belum juga berdaulat di atas muka bumi ini? Dan Injil tidak mengajukan suatu dalil pun berkenaan dengan alasan mengapa kerajaan Tuhan belum juga ber- daulat di atas muka bumi ini. Adapun Almasih sepanjang malam berdoa untuk keselamatannya sendiri di sebuah taman dan doanya terkabul sebagaimana tercantum dalam Kitab Iberani 5 ayat 7. Akan tetapi, meskipun demikian ketidak-berdayaan Tuhan untuk menyelamatkan (Almasih as. dari orang-orang Yahudi) menurut anggapan orang-orang Kristen dapat ditampilkan sebagai dalil bah- wa pada masa itu kerajaan Tuhan tidak berdaulat di atas muka bu- mi ini.&lt;br /&gt;Akan tetapi, kami telah mengalami percobaan-percobaan lebih besar dari itu dan kami telah memperoleh keselamatan dari percobaan-percobaan itu. Bagaimanakah kami akan mengingkari kerajaan Tuhan? Apakah perkara pembunuhan yang diajukan pendeta Martin Clark di hadapan meja pengadilan Captain Douglas guna membunuhku [Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. jadi sasar- an tuduhan, bahwa beliau terlibat dalam usaha pembunuhan. Ada- pun undang-undang dalam pemerintahan India jajahan Inggris me- nyebutkan bahwa hukuman bagi seorang pembunuh ialah hukuman gantung sampai mati.Peny.] itu lebih ringan dari perkara yang dia- jukan orang-orang Yahudi di hadapan meja pengadilan Pilatus ber- talian dengan pribadi nabi Isa as. yang hanya semata-mata karena perselisihan agama dan bukanlah karena tuduhan mengenai usaha pembunuhan? Akan tetapi, oleh karena Tuhan adalah Raja di atas bumi juga, seperti halnya Dia Raja di langit, maka sebelum perkara itu tercetus Dia memberi khabar kepadaku bahwa percobaan akan datang dan mengabarkan pula bahwa Dia akan membebaskanku, sedang khabar itu dikumandangkan jauh sebelumnya kepada ratus- an manusia. Dan akhirnya aku dibebaskan.&lt;br /&gt;Pendeknya, itulah kerajaan Tuhan yang telah menyelamat- kanku dari perkara yang diadukan golongan-golongan Islam, Hin- du dan Kristen secara sepakat terhadap diriku. Demikianlah bukan hanya sekali bahkan puluhan kali kusaksikan kerajaan Tuhan dia- tas bumi, sehingga aku tidak boleh tidak harus percaya kepada fir- man Tuhan dalam ayat ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, kerajaan Tuhan ada di atas bumi dan ada di langit juga (2:108). Dan, kemudian tidak boleh tidak harus percaya kepa- da ayat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, seluruh bumi dan langit taat kepada-Nya. Apabila Dia menghendaki sesuatu, maka Dia berkata, “Jadilah”, maka segeralah itu terjadi (36:83).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Dia berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, Tuhan berkuasa atas kehendak-Nya, tetapi kebanya- kan orang tidak mengetahui siksaan Tuhan dan kemahakuasaan-Nya (12:22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, itulah doa Injil yang membuat manusia putus-asa dari rahmat Tuhan dan membuat orang-orang Kristen lancang ter- hadap sifat Rabubiyat (pemeliharaan) Tuhan, terhadap karuniaNya dan terhadap ganjaran-hukuman-Nya. Dan Injil memandang Dia tidak berwewenang untuk memberi bantuan di atas muka bumi ini, selama kerajaan-Nya belum berdaulat di atas muka bumi ini. Akan tetapi kebalikannya, doa yang diajarkan Tuhan kepada orang-orang Islam di dalam Alquran mengemukakan, bahwa tidaklah Tuhan menganggur seperti keadaan orang-orang yang kehilangan kekua- saan di muka bumi ini, melainkan sifat-sifat Rabubiyat-Nya, Rah- maniyat-Nya(pemurah-Nya), Rahimiyat-Nya (pengasih-Nya) dan wewenang-wewenang-Nya berlaku di atas muka bumi ini; dan Dia berkemampuan untuk memberi bantuan kepada hamba-hamba yang setia kepada-Nya, dan Dia dapat membinasakan orang-orang yang berdosa dengan kemurkaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa itu ialah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, hanya Tuhan-lah yang berhak mendapat segala puji, yaitu, tiada sedikit pun cela terdapat di dalam kawasan kerajaan-Nya dan bagi sifat-sifat keutamaan-Nya, tiada suatu pun keadaan yang diharapkan terwujud mungkin kelak, tetapi kini belum lagi terwujud dan tiada sesuatu yang tidak bekerja dalam tata kerajaan Tuhan. Dia memelihara alam semesta. Dia melimpahkan rahmat tanpa mengharap imbalan, dan Dia melimpahkan rahmat guna mengganjar tiap-tiap amal. Dia membalas dengan ganjaran atau hukuman pada waktu yang di tentukan. Kepada-Nya-lah kami ber- ibadah dan kepada-Nya-lah kami mohon pertolongan. Dan kami memanjatkan doa: Tunjukilah kami jalan untuk memperoleh segala nikmat dan hindarkanlah kami dari jalan kemurkaan dan dari jalan kesesatan. Amin!&lt;br /&gt;Doa yang terkandung dalam Surah Al-Fatihah itu sama se- kali berlawanan dengan doa Injil, sebab Injil mengingkari adanya kerajaan Tuhan di atas muka bumi. Adapun menurut Injil ialah, karena sampai sekarang kerajaan Tuhan belum berdaulat di atas muka bumi ini, maka Rububiyat, Rahmaniyat, Rahimiyat, kodrat, ganjaran dan hukuman Tuhan sama sekali tidak berlaku di bumi ini. Akan tetapi, dari Surah Al Fatihah kita maklum bahwa kera- jaan Tuhan ada di atas bumi. Oleh karena itu, di dalam Surah Al-Fatihah diterangkan mengenai segala sesuatu yang bersangkutan dengan kerajaan Tuhan.&lt;br /&gt;Adalah jelas, bahwa seorang raja hendaknya memiliki sifat-sifat seperti: (1) memiliki kekuasaan mengayomi rakyatnya. Sifat ini dijelaskan di dalam Surah Al-Fatihah dengan kalimat Rabbul ’alamin; (2) atas kemauan sendiri ia hendaknya melimpahkan ka- sih sayang yang seyogianya diberikan seorang raja kepada rakyat- nya dengan memenuhi segala persyaratan hidup mereka yang po- kok demi kesejahteraan mereka, tanpa mengharapkan imbalan jasa dari mereka. Jadi, sifat itu telah dijelaskan dengan kata Ar-Rahman (3) ia hendaknya memberi bantuan secara semestinya kepada rak- yatnya guna menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat mereka selesaikan dengan usaha mereka sendiri. Jadi, sifat itu telah dibuktikan dengan kata Ar-Rahim; (4) sifat keempat yang hendak- nya dimiliki seorang raja, ialah ia hendaknya berkuasa untuk mem- beri ganjaran dan hukuman, agar jangan timbul kekalutan dalam tata pemerintahan. Sifat itu dijelaskan dengan kata Maliki Yaumid- din.&lt;br /&gt;Ringkasnya, Surah tersebut di atas telah mengemukakan segala persyaratan bagi suatu kerajaan, yang dengan persyaratan-persyaratan itu terbukti bahwa kerajaan Tuhan dan kekuasaan ke- rajaan Tuhan memang ada di atas bumi ini. Dengan demikian, Rabubiyat, Rahmaniyat, Rahimiyat, rangkaian pertolongan dan rangkaian hukum-Nya-pun memang ada.&lt;br /&gt;Walhasil, segala sesuatu yang terdapat di antara persyarat- an-persyaratan bagi suatu kerajaan, semuanya dimiliki Allah Taala di atas muka bumi ini. Tiada suatu zarah pun yang berada di luar lingkup hukum-Nya. Setiap ganjaran ada pada tangan-Nya. Setiap rahmat ada pada tangan-Nya. Akan tetapi, Injil mengajarkan doa bahwa kerajaan Tuhan belum datang di tengah-tengah kamu. Un- tuk kedatangan kerajaan-Nya itu kamu harus senantiasa memohon doa kepada Tuhan agar kerajaan itu datang; yaitu, sampai sekarang Tuhan mereka belum memiliki bumi ini dan belum menjadi raja di atas bumi ini. Oleh karena itu, betapa dapat diharapkan dari Tuhan serupa itu.&lt;br /&gt;Dengarlah dan ketahuilah makrifat agung ini, bahwasanya zarah demi zarah pun ada di dalam genggaman kekuasaan Tuhan seperti halnya zarah demi zarah langit berada di dalam naungan kerajaan Tuhan. Lagi pula, sebagaimana di langit ada wujud pe- nampakan kebesaran, demikian pula di atas bumi pun ada wujud penampakan kebesaran. Bahkan penampakan kebesaran di langit hanyalah bertalian dengan soal keimanan belaka. Orang awam tidak pernah pergi ke langit; begitu pula tidak pernah menyaksi- kannya. Akan tetapi, penampakan kerajaan Tuhan di atas muka bumi ini [Ayat          ……….. Manusia menanggungnya” (33:73) menerangkan, bahwa manusialah yang benar-benar patuh kepada Tuhan. Ia menyampaikan sifat kepatuhannya ke tingkat kecintaan dan keasyikan dan ia membuktikan kerajaan Tuhan di atas muka bumi ini dengan menanggung beribu-ribu percobaan. Pendeknya, kepatuhan yang disertai ketulusan-hati tidak dapat dilaksanakan malaikat-malaikat.  Peny.] nampak dengan sejelas-jelasnya kepada tiap-tiap orang dengan mata kepala mereka sendiri.&lt;br /&gt;Setiap insan – betapapun ia kaya raya – pasti akan minum piala maut(kematian), bertentangan dengan keinginannya. Maka, perhatikanlah betapa penampakan perintah Raja yang Hakiki itu, manakala ke luar perintah-Nya tiada seorang pun dapat menghin- dari kematiannya biar hanya sedetik pun. Setiap penyakit ganas dan tak terobati apabila berjangkit, tak seorang tabib atau dokter pun dapat membasminya. Maka, renungkanlah betapa hebatnya penampakan kerajaan Tuhan di atas muka bumi ini, sehingga pe- rintah-perintah-Nya tidak dapat ditolak. Kemudian, betapa dapat dikatakan bahwa kerajaan Tuhan tidak berdaulat di muka bumi ini, melainkan kelak di hari kemudian akan berlaku.&lt;br /&gt;Tengoklah, perintah Tuhan telah menggoncangkan bumi dengan pecahnya wabah tha’un pada masa ini supaya kejadian itu menjadi satu Tanda bagi Al-Masih yang dijanjikan-Nya. Maka adakah orang yang dapat membasmi penyakit itu, kecuali atas ke- hendak-Nya? Jadi, bagaimanakah dapat dikatakan bahwa sekarang kerajaan Tuhan belum lagi berdaulat di atas muka bumi ini?&lt;br /&gt;Ya, seorang penjahat melewatkan hidupnya di atas bumi Nya bagai orang-orang tahanan. Ia mendambakan hidup untuk selama-lamanya. Akan tetapi, kerajaan Tuhan yang sejati membi- nasakannya, dan pada akhirnya ia dicengkeram malaikat maut. Kemudian, bagaimanakah dapat dikatakan bahwa sampai sekarang kerajaan Tuhan tidak berdaulat di atas muka bumi ini? Lihatlah, di atas bumi ini setiap hari jutaan orang mati atas perintah Tuhan da- lam sekejap, dan jutaan orang lahir atas perintah-Nya. Lagi pula atas kehendak-Nya jutaan orang dari keadaan papa menjadi kaya-raya dan dari keadaan kaya-raya menjadi papa. Kemudian, bagai- manakah dapat dikatakan bahwa sampai kini kerajaan Tuhan be- lum lagi berdaulat di atas muka bumi ini? Lihatlah, di atas bumi ini setiap hari jutaan orang mati atas perintah Tuhan dalam sekejap dan jutaan orang lahir atas perintah-Nya. Lagi pula atas kehendak-Nya jutaan orang dari keadaan papa menjadi kaya-raya dan dari keadaan kaya-raya menjadi papa. Kemudian, bagaimanakah dapat dikatakan bahwa sampai kini kerajaan Tuhan belum lagi berdaulat di atas muka bumi ini?&lt;br /&gt;Di atas langit hanyalah para malaikat yang menghuni, akan tetapi di permukaan bumi ini yang tinggal adalah baik manusia maupun malaikat, yang merupakan karyawan Tuhan dan abdi kera- jaan-Nya dan yang ditugaskan untuk mengawasi berbagai perbuat- an manusia dan mereka setiap saat mematuhi Tuhan serta senantia- sa mengirimkan laporan-laporan kerja mereka. Kemudian, bagai- manakah dapat dikatakan bahwa kerajaan Tuhan tidak berdaulat di atas muka bumi ini? Bahkan Tuhan lebih dikenal dari kerajaan bumi-Nya. Sebab, setiap orang mempunyai anggapan bahwa raha- sia langit tersembunyi dan tidak kentara. Bahkan pada zaman seka- rang ini hampir semua orang Kristen dan para filosuf mereka tidak mempercayai adanya wujud seluruh langit yang di dalam Injil dija- dikan dasar pokok bagi kerajaan Tuhan. Akan tetapi bumi ini sebe- narnya adalah sebuah bola raksasa di bawah telapak kaki kita, dan di atasnya terjadi ribuan peristiwa Qadha dan Qadar yang dari situ jelas bahwa semua perubahan, pergantian, kejadian dan kehancur- an terjadi atas perintah suatu Wujud tertentu yang berkuasa. Kemu- dian, bagaimanakah dapat dikatakan bahwa di atas permukaan bu- mi ini tidak berdaulat kerajaan Tuhan?&lt;br /&gt;Ajaran serupa itu – yakni, ketika di zaman ini orang-orang Kristen dengan keras mengingkari adanya seluruh langit – adalah sangat tidak serasi, sebab di dalam doa Injil itu telah di akui bahwa kini kerajaan Tuhan belum berdaulat di atas muka bumi ini, dan di pihak lain semua ahli penyelidik Kristen telah menerima dengan kesungguhan hati, yakni, dengan penyelidikan mutakhir mereka sendiri, telah menetapkan bahwa langit bukanlah apa-apa dan sama sekali tidak ada hakikatnya.&lt;br /&gt;Maka, kesimpulannya ialah kerajaan Tuhan tidak ada di atas bumi ini maupun di atas langit. Orang-orang Kristen telah mengingkari adanya langit dan Injil menolak adanya kerajaan bu- mi. Dengan demikian, maka menurut pernyataan mereka sendiri Tuhan tidak memiliki kerajaan di bumi maupun di langit. Akan te- tapi, Tuhan kita Yang Mahamulia dan Mahaagung, di dalam Surah Al-Fatihah tidak menyebutkan kata langit, begitu pula tidak me- nyebutkan kata bumi. Dan, dengan demikian kepada kita diberita-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hukan hakikat, bahwa Dia adalah     - arabic –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pencipta sekalian alam; yakni, sepanjang ada penghuni-penghuni [ Perhatikanlah betapa luasnya kandungan kata &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  - arabic -                     “Pencipta sekalian alam” itu Seandainya terbukti bahwa di dalam benda-benda langit ada penghuninya, nis- caya penghuni-penghuni itu akan dirangkum di dalam kalimat itu. Peny.] dan sepanjang adanya sesuatu jenis makhluk – baik yang berupa fisik maupun berupa roh, maka yang menciptakan dan me- melihara semua (makhluk) itu adalah Tuhan yang senantiasa me- melihara mereka dan selalu mengurus mereka dengan cara semes- tinya. Lagi pula, sifat-sifat Rabubiyat-Nya, Rahmaniyat-Nya dan pengganjaran serta penghukuman-Nya tetap bekerja setiap saat di seluruh alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu juga diingat, bahwa kandungan kalimat    - &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arabic –            pada Surah Al-Fatihah tidak hanya berarti bahwa ganjaran dan hukuman itu akan berlaku pada hari kiamat. Bahkan berkali-kali dan dengan jelas sekali diterangkan dalam Alquran suci, bahwa kiamat adalah Hari pembalasan besar. Akan tetapi suatu pembalasan dimulai di dunia ini juga, seperti diisya- ratkan oleh kata-kata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                           --  arabic --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(“dan menjadikan bagi kalian Furqon/pembeda”) – Peny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka baiklah hal ini diperhatikan pula, bahwa di dalam doa Injil, yang diminta ialah roti sehari-hari. Demikianlah bunyinya: “Berilah kami tiap-tiap hari makanan kami yang secukupnya pada sehari” (Lukas 11:3, Peny.)&lt;br /&gt;Akan tetapi mengherankanlah, bahwa siapa yang punya ke- rajaan belum berdaulat, betapa Dia dapat memberikan makanan. Sampai sekarang semua ladang dan semua buah-buahan – tumbuh dan matang – bukan atas perintah Dia, melainkan matang dengan sendirinya. Hujan pun turun dengan sendirinya. Bagaimana Dia mampu memberi makanan kepada seseorang? Apabila kerajaan akan berdaulat di atas muka bumi, barulah boleh minta makanan kepada-Nya. Sekarang Dia belum memiliki setiap benda yang ada di bumi ini. Apabila Dia sudah menguasai sepenuh-penuhnya atas harta-kekayaan itu, barulah Dia dapat memberi makanan kepada seseorang. Sementara itu meminta kepada-Nya adalah kurang te- pat; dan kemudian sesudah itu ungkapan (Injil), bahwa seperti hal- nya kami memaafkan orang-orang yang berhutang kepada kami, maka maafkanlah hutang-hutang kami. Dalam keadaan ini pun ti- daklah benar, karena Dia belum memiliki kerajaan bumi. Sampai sekarang orang-orang Kristen belum makan apapun dari tangan-Nya, lalu apa yang hendak dikata tentang hutang itu.&lt;br /&gt;Pendek kata, kita tidak memerlukan pembebasan hutang dari Tuhan yang hampa tangan serupa itu dan tidak perlu takutlah kepada-Nya, sebab sampai kini kerajaan-Nya belum berdaulat di muka bumi ini dan cambuk kerajaan-Nya tidak dapat menakut-nakuti. Betapa Dia dapat menghukum seseorang yang berdosa, atau betapa Dia dapat membinasakan dengan wabah tha’un seperti Dia pernah membinasakan kaum pendurhaka di zaman Musa, atau seperti Dia menghujani bangsa Luth dengan batu, atau betapa Dia dapat menghancurkan pendurhaka-pendurhaka dengan gempa bu- mi atau petir atau dengan bentuk azab lainnya, sebab sampai kini kerajaan Tuhan belum berdaulat di atas muka bumi ini.&lt;br /&gt;Maka, oleh karena itu Tuhan orang-orang Kristen adalah Tuhan yang demikian lemah seperti halnya keadaan sang “anak-Nya” yang lemah itu dan demikian tidak berdayanya seperti halnya keadaan sang “anak-Nya” yang tak berdaya itu. Makanya meman- jatkan doa-doa kepada-Nya supaya kita dibebaskan dari hutang tidak akan berhasil. bilakah Dia memberi pinjaman yang akan di- maafkan (tidak akan ditagih)? Sebab, sampai kini kerajaan-Nya belum berdaulat di atas bumi ini, oleh karena itu pertumbuhan bu- mi ini bukanlah atas perintah-Nya dan segala benda di bumi ini a- dalah bukan milik-Nya, melainkan segala itu terwujud dengan sen- dirinya, sebab perintah-Nya tidak berlaku di atas bumi ini. Dan, manakala Dia bukan penguasa dan Raja di atas bumi ini dan segala kemudahan (fasilitas) di atas bumi ini bukan karena perintah-Nya, maka Dia tidak memiliki kewenangan atau pun hak untuk memberi hukuman. Oleh sebab itu adalah suatu ketololan belaka kalau kita menjadikan Tuhan sebagai wujud lemah semacam itu dan menaruh harapan kepada-Nya untuk melaksanakan sesuatu di atas muka bu- mi ini, sebab sampai kini kerajaan-Nya belum berdaulat di atas muka bumi ini.&lt;br /&gt;Akan tetapi, kepada kami diajarkan doa Surah Al-Fatihah, bahwa Tuhan setiap saat memiliki kekuasaan di alam dunia ini serupa dengan kekuasaan yang Dia miliki di alam-alam lain. Pada awal permulaan Surah Al-Fatihah disebutkan sifat-sifat kekuasaan paripurna Tuhan, yang Kitab-kitab lainnya di dunia ini tidak me- nyebutkan dengan jelas serupa itu. Sebagaimana Allah Taala ber- firman, bahwa Dia adalah Rahman, Rahim, Maliki Yaumiddin,  kemudian diajarkan untuk memohon doa kepada-Nya. Dan, doa yang di-mohon-kan itu bukanlah seperti doa yang diajarkan Almasih hanya untuk memohon makanan sehari-hari saja, melain- kan Dia mengajarkan doa untuk apa yang telah dianugerahkan ke- pada naluri manusia berupa kemampuan yang dilimpahkan semen- jak azali, dan Dia membangkitkan kedahagaan, yaitu :&lt;br /&gt;   - arabic -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, wahai Pemilik sifat-sifat paripurna, Mahapemurah; segala zarah mendapat pemeliharaan wujud Engkau dan mendapat kebahagiaan dari sifat Engkau: Rahmaniyat, Rahimiyat dan kekua- saan mengganjar serta menghukum! Jadikanlah kami ahli waris ba- gi orang-orang suci terdahulu. Segala nikmat yang telah dilimpah- kan kepada mereka, berikanlah kepada kami juga. Selamatkanlah kami agar kami jangan mendapat kemurkaan karena kedurhakaan. Selamatkanlah kami dari menjadi orang sesat, karena sepi dari per- tolongan Engkau. Amin!&lt;br /&gt;Dari segala penelaahan tersebut nampaklah perbedaan di antara doa Injil dan doa Alquran, bahwa Injil menjanjikan keda- tangan kerajaan Tuhan, sedangkan Alquran menerangkan bahwa kerajaan Tuhan ada di tengah-tengahmu. Bukan hanya ada, bahkan secara amalan karunia-karunia pun senantiasa terlimpah atas diri- mu.&lt;br /&gt;Walhasil, di dalam Injil hanya terdapat janji belaka, akan tetapi Alquran tidak hanya janji belaka, melainkan memperlihatkan kerajaan yang sudah berdiri dan memperlihatkan karunia-karunia-Nya. Dari ini sekarang ternyatalah keutamaan Alquran bahwa ia mengemukakan Tuhan yang adalah Penyelamat dan Pemberi ke-sentausaan kepada orang-orang suci di dunia ini, dan tiada jiwa yang hampa dari limpahan karunia-Nya, bahkan karunia ini – sifat-sifat Rabubiyat, Rahmaniyat dan Rahimiyat-Nya – senantiasa ber- laku atas setiap jiwa menurut keadaan masing-masing. Akan tetapi Injil mengemukakan Tuhan yang kerajaan-Nya belum berdaulat di muka bumi ini dan hanya mengemukakan janji belaka. Sekarang pikirlah, yang manakah menurut akal patut diikuti? Benarkah apa yang dikatakan Hafiz Syirazi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai, tuan! Janganlah gusar jika&lt;br /&gt;aku bermurid kepada guru lain.&lt;br /&gt;Karena dikau hanya janji-janji belaka,&lt;br /&gt;namun dia telah membuktikan dengan tunai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Injil orang-orang yang dipuji-pujinya ialah orang-orang berperangai lemah-lembut, yang miskin dan yang tidak ber- ada. Di samping itu dipujinya orang-orang teraniaya tapi tidak me- lawan. Akan tetapi Alquran tidak hanya mengatakan bahwa jadilah kamu sekalian senantiasa orang-orang miskin dan hendaknya ja- ngan melawan kejahatan, melainkan ia berkata bahwa perangai le- mah-lembut, kepapaan, kemiskinan dan menghindari sikap mela- wan adalah baik. Akan tetapi bila (perangai-perangai) itu dipergu- nakan tidak pada tempatnya, adalah buruk.&lt;br /&gt;Pendek kata, setiap kebajikan hendaklah dilakukan dengan memperhatikan keadaan dan situasi, sebab kebajikan akan menjadi buruk akibatnya bila bertentangan dengan keadaan dan situasi. Sebagaimana kamu sekalian saksikan, betapa hujan itu baik dan penting, akan tetapi bila ia turun tidak tepat pada waktunya, ia akan menjadi penyebab bagi kebinasaan. Kamu saksikan bahwa memakan makanan dingin atau makanan panas hanya sejenis saja secara tetap, kesehatanmu tidak akan terjamin. Sebaliknya, kese- hatanmu akan terjamin bilamana kamu makan secara berganti-ganti jenisnya atau minum sesuai dengan keadaan dan situasi.&lt;br /&gt;Jadi, dalam tindak kekerasan atau sikap lunak, memaafkan, balas dendam, doa yang baik dan doa yang buruk dan dalam budi pekerti lain yang cocok bagimu menurut waktunya, menghendaki pergantian seperti itu juga. Maka jadilah orang berperangai lemah-lembut dan berakhlak luhur, akan tetapi jangan hendaknya tanpa mempertimbangkan keadaan dan situasi. Di samping itu camkan- lah pula, bahwa akhlak fadhilah yang sejati dan tidak bercampur-baur dengan racun nafsu–mementingkan-diri pribadi adalah datang dari Atas dengan perantaraan Rohulkudus. Maka, kamu tidak akan dapat memperoleh akhlak fadhilah (luhur) itu hanya semata-mata dengan daya-upayamu sendiri selama kamu belum dianugerahi akhlak itu dari Atas. Setiap orang yang tidak memperoleh bagian dalam akhlak dengan perantaraan Rohulkudus sebagai limpahan karunia dari langit, orang itu dusta dalam pengakuan akhlaknya. Di dasar lubuk hatinya terdapat banyak lumpur dan banyak kotoran yang menampakkan diri bila nafsunya bergejolak. Oleh karena itu, mohonlah setiap waktu kekuatan kepada Tuhan supaya kamu dise- lamatkan dari lumpur dan kotoran itu dan agar Rohulkudus me- nimbulkan di dalam dirimu kesucian dan kehalusan budi pekerti sejati.&lt;br /&gt;Ingatlah, bahwa akhlak yang suci dan murni merupakan mukjizat bagi orang-orang suci, sedangkan orang lain tidak mem- perolehnya. Mereka yang tidak meleburkan dirinya dalam wujud Tuhan, tidaklah memperoleh kekuatan dari Atas; oleh karena itu mereka tidak mungkin dapat memperoleh akhlak yang suci. Maka timbulkanlah pertalian yang suci dengan Tuhan-mu. Tinggalkanlah kebiasaan saling mengejek, memperolok-olok, mendengki, kotor mulut, serakah, bohong, berbuat jahat, berpandangan berahi, ber- buruk sangka, memuja keduniaan, takabur, angkuh, keaku-akuan (egosentris), berbuat keji dan bersilat lidah. Kemudian barulah semua (akhlak suci dan murni) itu kelak akan kamu peroleh dari langit. Selama kekuatan luhur – yang menarikmu ke atas – belum menyertaimu dan Rohulkudus yang memberi hidup itu belum ma- suk ke dalam dirimu, selama itu kamu tetap ada dalam keadaan lemah sekali dan tetap tinggal dalam kegelapan, bahkan kamu bangkai tak bernyawa.&lt;br /&gt;Dalam keadaan demikian kamu tidak akan dapat mengatasi sesuatu musibah, bagitu pun dalam keadaan kamu berkecimpung dalam kemakmuran dan kekayaan kamu tidak akan dapat menyela- matkan diri dari kesombongan dan kecongkaan, dan kamu dikuasai syaitan dan hawa nafsu dari segala penjuru. Maka obat bagimu yang sebenarnya tak lain hanyalah Rohulkudus – yang diturunkan secara khusus oleh tangan Tuhan – dan yang akan membelokkan (perhatian) mukamu ke arah kebajikan dan kejujuran.&lt;br /&gt;Jadilah kamu sekalian putera-putera Langit dan bukan putera-putera bumi. Jadilah kamu sekalian ahli waris cahaya dan bukanlah pencinta kegelapan, agar kamu dapat lewat dengan sela- mat dari tempat lalu-lintas syaitan. Syaitan memang selamanya menghendaki hari malam dan ia sama sekali tidak menghendaki hari siang, sebab ia pencuri ulung yang melangkahkan kakinya di dalam kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NUBUATAN DALAM AL-FATIHAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Fatihah bukanlah hanya merupakan ajaran belaka, melainkan di dalamnya terkandung suatu nubuatan agung pula. Nubuatan itu adalah demikian; setelah menyebutkan keempat sifat-Nya, yaitu Rabubiyat, Rahmaniyat, Rahimiyat, Malikiyat Yaumid din – yaitu kewenangan untuk mengganjar dan menghukum – dan setelah Dia menyatakan dodrat-Nya yang umum, Dia kemudian mengajarkan di dalam ayat-ayat selanjutnya doa sebagai berikut: Ya Tuhan, berkenanlah Engkau menetapkan kami sebagai ahli wa- ris orang-orang saleh, para nabi dan para rasul terdahulu. Semoga jalan mereka dibukakan bagi kami. Semoga nikmat yang dilimpah- kan kepada mereka di anugerahkan kepada kami. Wahai Tuhan, selamatkanlah kami dari keadaan, di mana kami termasuk kaum yang kepada mereka azab Engkau menimpa di dunia ini juga, yak- ni orang-orang Yahudi yang telah Engkau binasakan di zaman Hadhrat Almasih dengan wabah tha’un.&lt;br /&gt;Wahai Tuhan, selamatkanlah kami dari keadaan, di mana kami termasuk mereka yang tidak mendapat petunjuk dari Engkau dan mereka menjadi sesat, yakni orang-orang Nasrani.&lt;br /&gt;Di dalam doa itu tersembunyi nubuatan berikut ini, bahwa sebagian di antara orang-orang Islam disebabkan oleh kelurusan dan kesetiaan mereka akan menjadi ahli waris nabi-nabi terdahulu serta akan memperoleh nikmat-nikmat kenabian dan kerasulan. Lagi pula terdapat lagi sebagian yang akan mempunyai sifat-sifat orang Yahudi, yang kepada mereka azab akan diturunkan didunia ini juga. Dan terdapat lagi sebagian yang akan mengenakan jubah Kristen (mempunyai ciri-ciri orang-orang Kristen). Sebab, adalah menjadi kebiasaan yang sudah lazim di dalam lingkup Kalam Ilahi, bahwa manakala suatu kaum dilarang dari melakukan suatu peker- jaan, pastilah di antara kaum itu terdapat sebagian yang menurut ilmu Ilahi akan (melanggar dan) melakukan pekerjaan itu, dan se- bagian lagi ada yang menempuh jalan kebajikan dan ketaatan. Di dalam sekian banyak Kitab-kitab yang telah Allah Taala turunkan semenjak permulaan hingga akhir dunia, terdapat sunnah-Nya se- jak dahulu yaitu, apabila Dia melarang suatu kaum dari melakukan suatu pekerjaan atau menyerukan untuk melakukan suatu pekerja- an, maka menurut ilmu-Nya sudahlah pasti bahwa ada sebagian yang akan (melanggar dan) melakukan pekerjaan itu dan sebagian lagi tidak.&lt;br /&gt;Jadi, Surah ini menubuatkan, bahwa di antara ummat ini seseorang akan muncul dengan memiliki corak seperti para nabi dalam keadaannya yang sempurna. Dengan demikian nubuatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tersimpul di dalam ayat :      arabic                             menjadi kenyataan dalam bentuk yang sesempurna-sempurnanya dan sebaik-baiknya. Dan di antara mereka terdapat segolongan yang akan muncul dengan memiliki corak seperti orang-orang Yahudi yang dilaknat oleh Hadhrat Isa as. dan ditimpa azab Ilahi, dengan demikian nubuatan yang tersimpul di dalam ayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      - arabic                 - menjadi terbukti. Dan segolongan lagi di antara mereka akan mengambil corak seperti orang-orang Kristen, bahkan benar-benar menjadi orang-orang Kristen yang dari kebia- saan mereka minum-minuman keras, hidup bebas, fasik dan jahat, mereka tidak memperoleh petunjuk Tuhan, yang dengan demikian nubuatan yang ternyata dari ayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;arabic                    akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt; Dan, oleh karena hal itu termasuk dalam akidah-akidah orang-orang Islam, yaitu, di akhir zaman nanti ribuan orang Islam akan mempunyai sifat-sifat ummat Yahudi dan nubuatan itu terda- pat pada beberapa tempat di dalam kitab suci Alquran. Adanya beratus-ratus orang Islam menjadi Kristen atau menempuh jalan hi- dup tanpa kendali dan bebas seperti peri keadaan orang-orang Kristen sedang dipersaksikan dan dihayati. Malahan banyak orang menyebut dirinya orang-orang Islam yang demikian keadaannya sehingga mereka senang menganut corak pergaulan hidup orang-orang Kristen
